Senin, 23 Maret 2015

Pemenang Giveaway The Wind Leading To Love!!

Terimakasih buat teman-teman yang sudah ikut Giveaway ini. Alasannya bagus-bagus semua dan sebenarnya aku pengen menangin semua tapi.. hadiahnya cuma dua.. hehehe.. kalo masih penasaran pengen banget buku dari Haru ikut giveaway di peserta blog tour yang lain aja atau segera beli di toko buku :D 
Ini dia nama pemenangnya :
Neneng Lestari
Saharani Indriyanti

Selamaaaaatt.. segera kirimkan nama, alamat dan no hp ke mayafloriay(at)yahoo(dot)com paling lambat besok yaaa...Makasih buat Penerbit Haru yang sudah mengadakan Blog Tour dan Giveaway yang kereeenn.

Pssstt.. jangan lupa untuk menyimpan gambar ini karena nanti akan ada Kuis Finale di fan page Penerbit Haru ;) untuk mengumpulkan keseluruh potongannya, kamu harus mengunjungi semua blog yang ikutan blog tour ini dan menebak kata apa yang muncul.



Daftar Peserta Blog Tour :
1. Inge 

Minggu, 15 Maret 2015

Giveaway + Blog Tour The Wind Leading to Love


Sekarang saatnya untuk *GIVEAWAY* yeayyy… Penerbit Haru yang baik hati akan memberikan masing-masing satu buah buku The Wind Leading to Love kepada 2 orang yang beruntung. Syaratnya gampang banget loh :

1. Follow blog Dear Readers menggunakan GFC ataupun Bloglovin
2. Follow Twitter @PenerbitHaru
3. Sebutkan alasan kenapa kamu ingin membaca buku ini, jawab di kotak komentar yaa..
4. Beri komentar mengenai buku The Wind Leading To Love disini

Giveaway akan ditutup sampai tanggal 23 Maret 2015, pemenang harus berdomisili di Indonesia. Jawaban yang paling kece akan menjadi pemenangnya.. hehehe.. Untuk memperbesar kesempatan menang, jangan lupa kunjungi Blog Tour lainnya :
1. Inge 

Pssstt.. jangan lupa untuk menyimpan gambar ini karena nanti akan ada Kuis Finale dari Penerbit Haru ;) untuk mengumpulkan keseluruh potongannya, kamu harus mengunjungi semua blog yang ikutan blog tour ini.

The Wind Leading to Love

Judul : The Wind Leading to Love
Penulis : Ibuki Yuki
Penerbit : Haru
Halaman : 342
Tahun : 2015


Musim panas yang dihabiskan Suga Tetsuji di kota tempat tinggal mendiang ibunya adalah sebuah pelarian atas rasa depresi yang dirasakannya. Depresi itu diakibatkan oleh rumah tangganya yang berantakan serta pekerjaan yang tidak berjalan lancar, tapi dari semua itu, kematian ibunya lah yang membuatnya hancur. Satu-satunya peninggalan ibunya adalah Rumah Semenanjung yang bergaya campuran antara Jepang dan Barat. Rumah itu mewah, menunjukkan bahwa ibunya mempunyai selera tinggi.

Disisi lain ada wanita yang juga merasakan kehilangan. Wanita bernama Fukui Kimiko itu tinggal di kota Miwashi tepatnya tidak terlalu jauh dari Rumah Semenanjung. Kehilangan yang dirasakannya berupa kematian suami serta anaknya. Selama tujuh tahun ia selalu merasa bahwa kematian suami dan anaknya itu adalah akibat kesalahannya.    

Ketika Kimiko mengetahui bahwa Rumah Semenanjung akan dijual oleh Suga, ia menawarkan diri untuk membantu membersihkan rumah itu. Tanpa mengharap imbalan uang, Kimiko merawat rumah indah tersebut. Ia terkagum-kagum dengan koleksi buku serta CD musik klasik koleksi Sensei (ibu Tetsuji). Dibalik kecerewetannya dihadapan Suga, Kimiko sebenarnya adalah orang yang rendah diri.

Sebagai balasan atas bantuannya terhadap Tetsuji, satu-satunya permintaan Kimiko yaitu meminta agar Tetsuji mengajarinya mengenai musik klasik. Musik klasik itulah yang sangat disukai anaknya dulu. Kimiko ingin mengerti apa makna dari musik klasik yang didengarkan anaknya. Musik klasik membuat Kimiko merasa bahwa anaknya masih hidup.

Lagu yang telah meresap dalam tubuh, tidak akan pernah terlupakan. Lagi pula, ada banyak konser terkenal yang memainkan lagu terkenal. Tiap tahunnya banyak musisi baru yang mencoba memainkan lagu terkenal itu. Kalau ada seratus musisi baru, itu berarti ada seratus macam konser yang akan dihasilkan. Kau sudah bisa menikmati musik klasik hanya dengan menghafal satu lagu saja.”  - halaman 123

Selama Kimiko membantu di Rumah Semenanjung hubungan mereka berdua semakin dekat. Bahkan tanpa disadari muncul rasa cinta diantara mereka. Mungkin karena sama-sama merasakan kehilangan itulah yang membuat Kimiko dan Suga merasa mereka senasib. Sayangnya hubungan ini tidak bisa terus berlanjut karena Suga masih mempunyai istri dan anak yang menunggunya di Tokyo.

Ada hal-hal yang tidak bisa berjalan lancar hanya dengan rasa cinta, kan? – halaman 317

Kekurangan dari buku ini menurutku adalah margin yang ngepas dengan halaman buku sehingga terkesan terlalu penuh, mataku jadi capek >.< apa yang sudah baca buku ini merasa begitu juga? :o

Salah satu hal yang aku sukai dari buku ini adalah Rumah Semenanjung milik Ibu Suga. Punya rumah di pinggir pantai kota Miwashi yang tenang sepertinya sangat nyaman. Rumah itu punya perabotan kelas atas, lukisan, banyak sekali buku dan CD, halaman yang dipenuhi tanaman. Pasti cantik banget! Rumah ini juga yang menghubungkan Kimiko dan Suga sehingga mereka menjadi dekat.

Di buku ini juga akan banyak ditemui nama-nama musisi musik klasik yang sebelumnya tidak pernah aku dengar karena aku memang nggak mengerti musik klasik sih. Berkat buku ini aku jadi tahu tentang musik klasik ^^

Hubungan orangtua dan anak juga banyak dibahas melalui percakapan Kimiko-Suga. Misalnya ketika mereka sama-sama merasa gagal menjadi orangtua atau saat Kimiko menyalahkan rumah tangga orangtua yang berantakan.

“…cinta antara orangtua dan anak tidak akan berubah, tetapi cinta sebagai pria dan wanita, akan menghilang jika tidak dijaga..” – halaman 308


Buat pembaca yang menyukai sastra Jepang, musik klasik ataupun keduanya, buku ini sangat cocok sama kamu! Tunggu postingan selanjutnya, karena akan ada giveaway bagi 2 orang pemenang yang beruntung.


Kunjungi juga peserta Blog Tour lainnya :
1. Inge