Minggu, 15 Maret 2015

The Wind Leading to Love

Judul : The Wind Leading to Love
Penulis : Ibuki Yuki
Penerbit : Haru
Halaman : 342
Tahun : 2015


Musim panas yang dihabiskan Suga Tetsuji di kota tempat tinggal mendiang ibunya adalah sebuah pelarian atas rasa depresi yang dirasakannya. Depresi itu diakibatkan oleh rumah tangganya yang berantakan serta pekerjaan yang tidak berjalan lancar, tapi dari semua itu, kematian ibunya lah yang membuatnya hancur. Satu-satunya peninggalan ibunya adalah Rumah Semenanjung yang bergaya campuran antara Jepang dan Barat. Rumah itu mewah, menunjukkan bahwa ibunya mempunyai selera tinggi.

Disisi lain ada wanita yang juga merasakan kehilangan. Wanita bernama Fukui Kimiko itu tinggal di kota Miwashi tepatnya tidak terlalu jauh dari Rumah Semenanjung. Kehilangan yang dirasakannya berupa kematian suami serta anaknya. Selama tujuh tahun ia selalu merasa bahwa kematian suami dan anaknya itu adalah akibat kesalahannya.    

Ketika Kimiko mengetahui bahwa Rumah Semenanjung akan dijual oleh Suga, ia menawarkan diri untuk membantu membersihkan rumah itu. Tanpa mengharap imbalan uang, Kimiko merawat rumah indah tersebut. Ia terkagum-kagum dengan koleksi buku serta CD musik klasik koleksi Sensei (ibu Tetsuji). Dibalik kecerewetannya dihadapan Suga, Kimiko sebenarnya adalah orang yang rendah diri.

Sebagai balasan atas bantuannya terhadap Tetsuji, satu-satunya permintaan Kimiko yaitu meminta agar Tetsuji mengajarinya mengenai musik klasik. Musik klasik itulah yang sangat disukai anaknya dulu. Kimiko ingin mengerti apa makna dari musik klasik yang didengarkan anaknya. Musik klasik membuat Kimiko merasa bahwa anaknya masih hidup.

Lagu yang telah meresap dalam tubuh, tidak akan pernah terlupakan. Lagi pula, ada banyak konser terkenal yang memainkan lagu terkenal. Tiap tahunnya banyak musisi baru yang mencoba memainkan lagu terkenal itu. Kalau ada seratus musisi baru, itu berarti ada seratus macam konser yang akan dihasilkan. Kau sudah bisa menikmati musik klasik hanya dengan menghafal satu lagu saja.”  - halaman 123

Selama Kimiko membantu di Rumah Semenanjung hubungan mereka berdua semakin dekat. Bahkan tanpa disadari muncul rasa cinta diantara mereka. Mungkin karena sama-sama merasakan kehilangan itulah yang membuat Kimiko dan Suga merasa mereka senasib. Sayangnya hubungan ini tidak bisa terus berlanjut karena Suga masih mempunyai istri dan anak yang menunggunya di Tokyo.

Ada hal-hal yang tidak bisa berjalan lancar hanya dengan rasa cinta, kan? – halaman 317

Kekurangan dari buku ini menurutku adalah margin yang ngepas dengan halaman buku sehingga terkesan terlalu penuh, mataku jadi capek >.< apa yang sudah baca buku ini merasa begitu juga? :o

Salah satu hal yang aku sukai dari buku ini adalah Rumah Semenanjung milik Ibu Suga. Punya rumah di pinggir pantai kota Miwashi yang tenang sepertinya sangat nyaman. Rumah itu punya perabotan kelas atas, lukisan, banyak sekali buku dan CD, halaman yang dipenuhi tanaman. Pasti cantik banget! Rumah ini juga yang menghubungkan Kimiko dan Suga sehingga mereka menjadi dekat.

Di buku ini juga akan banyak ditemui nama-nama musisi musik klasik yang sebelumnya tidak pernah aku dengar karena aku memang nggak mengerti musik klasik sih. Berkat buku ini aku jadi tahu tentang musik klasik ^^

Hubungan orangtua dan anak juga banyak dibahas melalui percakapan Kimiko-Suga. Misalnya ketika mereka sama-sama merasa gagal menjadi orangtua atau saat Kimiko menyalahkan rumah tangga orangtua yang berantakan.

“…cinta antara orangtua dan anak tidak akan berubah, tetapi cinta sebagai pria dan wanita, akan menghilang jika tidak dijaga..” – halaman 308


Buat pembaca yang menyukai sastra Jepang, musik klasik ataupun keduanya, buku ini sangat cocok sama kamu! Tunggu postingan selanjutnya, karena akan ada giveaway bagi 2 orang pemenang yang beruntung.


Kunjungi juga peserta Blog Tour lainnya :
1. Inge 

29 komentar:

  1. Kyaaa J-Lit barunya penerbit haru >,< covernya kiyut duh jadi pengen cepet-cepet baca

    BalasHapus
  2. Berarti mereka berdua punya permasalahan yang berbeda? menyimpan rasa kehilangan juga? duh konfliknya kayaknya asyik nih

    BalasHapus
  3. kayanya bagus bukunya ya Maya, aku malah jatuh cinta sama covernya XD
    btw kita lama gak meet up, yuuuk ketemuan hehe


    visit My Little Cream Button ♥ Instagram ♥ Bloglovin ♥

    BalasHapus
  4. covernya manis banget! jadi pingin baca apalagi saya sebagai penggemar musik klasik :D

    BalasHapus
  5. Covernya Haru selalu bikin mupeng deh >.< Dua orang dengan kesedihannya masing-masing dan bertemu di suatu rumah mengingatkanku pada Night At Rhodante.

    Terussss aku belum pernah si baca buku romancenya Jepang

    BalasHapus
  6. covernya manis banget! jadi pingin baca apalagi saya sebagai penggemar musik klasik :D

    BalasHapus
  7. Kyaa, another J-Lit from Haru, can't wait to have it!

    BalasHapus
  8. Quotenya bener banget :"D Jadi inget ortu T.T Penginnya punya rumah mirip Rumah Semenanjung kayaknya seru kalo menghabiskan waktu di situ. Suga-Kimiko bersatulah! :D

    BalasHapus
  9. penasaran gue kenapa orang suka melarikan diri krn depresi?

    BalasHapus
  10. Agak terkejut juga setelah baca review-nya yang ternyata Tetsuji tidak lagi single alias udah punya anak dan istri. Saya sempat mengira kalau Tetsuji ini tidak bisa menjalin cinta lebih lanjut dengan Kimiko karena masalah keluarganya atau masalah yang tidak terlalu mengejutkan saya.

    BalasHapus
  11. covernya rame abis! dan juga banyak hal yang bisa dipetik dari novel ini. jadi pengen cepet baca....

    BalasHapus
  12. >_< terus kalo Suga masih punya istri dan anak-anak, Kimiko nantinya dikemanain ? isssh, bikin penasaran !! Tapi aku setuju dengan Rumah Semenanjung, pasti cantik banget yaa kalo rumah itu beneran ada ^_^))">

    BalasHapus
  13. Novelnya Penerbit Haru yang baru pengen bangettt bacaaa........
    coverny itu lho bgus bgett... enak diliattt...
    konfliknya kyknya seru buat dibaca,,, kedua tokoh sama" kehilangan, & depresi....

    BalasHapus
  14. Seperti biasa, cover-nya Penerbit Haru bagus-bagus dan minta dicomot :D

    BalasHapus
  15. Komentar tentang novel ini adalah covernya yang cantik ...

    selain itu setelah baca review blog lain, kayaknya unik aja cerita romance yang terjadi antara pria yang sudah menikah dengan janda yang memiliki masa lalu menyedihkan. Cerita romance yang aku tau biasanya masalah remaja yang gak ada akhirnya, atau setipe gitu lah. Selain itu penggambaran Kimiko yang ceria untuk menyembunyikan rasa bersalah atas kematian suami dan anaknya juga bisa di bilang agak bikin penasaran. Emangnya apa yang terjadi sampai Kimiko harus menanggung rasa bersalah itu ....

    BalasHapus
  16. Adudududuuu~~ Penerbit kece yang satu ini benar-benar memanjakan pembacanya deh. Kovernya unyu binggowww... ceritanya juga ampuun deh, udah berapa kali aku baca review nyaa, makin mupeng cyiiin, hahaa

    BalasHapus
  17. Ah, ternyata benar penuh dengan unsur musik klasik. aku sukaaaaa
    dan Tetsuji masih mempunyai istri
    lalu bagaimana Kimiko X"D
    please aku pengen baca novel ini

    BalasHapus
  18. Kisahnya romantis banget, latar tepi pantai dan musik klasik =) Penasaran apa Kimiko bakal jadian sama Tetsuji (happy end)? Soalnya novel Jepang sering sedih kisahnya O.o Konfliknya unik, cinta di antara dua orang yg terkena problem, gimana akhirnya ya ...^.^

    BalasHapus
  19. covernya bagus >,< terkesan sejuk dan enak dipandang >,<
    konflik yang terjadi diantara kimiko dan tetsuji menarik, dan penasaran banget apakah tetsuji dan kimiko bisa bersatu / tidak >,<

    BalasHapus
  20. aaaaaaa covernya lucu! >_< aku pengen aku pengen! penasaran ih sama cerita lengkapnyaaaaa

    BalasHapus
  21. Whoaaaaahh keren banget :D HARU emang jagonya ya buat cover cover ciamikk kaya gitu. Akkk jadi pengen baca^^ kira kira kisah selanjutnya & endingnya gimana ya? Udah jatuh cinta banget sama novelnya

    BalasHapus
  22. Duhhh buku-buku terbitan Haru selalu Klop deh! #TWLTL ini sangat cocok untuk pembaca muda seperti kita yang menggemari novel-novel bergenre asia, omong-omong dari review yang aku baca: cerita #TWLTL ini mengandung cerita yang cukup kompleks, ada romance-nya, drama-nya, dan yang utama pasti ada moral value yang bikin pembaca memahami dan menelaah masalah yang ada pada kehidupan ini, gyahahaha... Wajib masuk wishlist nih!

    BalasHapus
  23. Semakin sering baca review dari novel ini semakin bikin aku penasaran. Kimiko dan Suga. Cinta mereka gak akan mudah. Tapi kebersamaan mereka juga pasti bukan hal yang sia2. Bagaimana ya? Cuma bisa blg kalo aku penasaran. Karna J-Lit selalu mengejutkan jafi harus baca. Pasti buku ini keren. Itu covernya aja udah nenangin hati. ^^

    BalasHapus
  24. Hidup berantakan? Well, cerita yang tak asing lagi. Novel ini mampu menarik minat baca setelah kalimat "rumah tangganya yang berantakan" sejenak aku jadi teringat bapa dan ibu. *senyum kecut*

    Covernya manis. Akankah isinya demikian? Aku penasaran.

    BalasHapus
  25. Entah kenapa aku kurang suka dgn buku-buku J-Lit. Soalnya bacanya kadang suka agak bingung, mungkin karena faktor namanya kali. Tapi pas baca review ini kok aku jadi penasaran yaaa... :)))

    BalasHapus
  26. Selalu suka sama novel yang menyatukan unsur fiksi dan musik. Dua hal yang menjadi kesukaanku. "Lagu yang telah meresap dalam tubuh, tidak akan pernah terlupakan." Tak hanya lagu, novel yang telah meresap dalam ingatan, tidak akan pernah terlupakan. Lagu membantu novel menjadi semakin terkenang. Musik klasik menenangkan dan menyamankan :)

    BalasHapus
  27. Masalah hati itu memang rumit :D serumit memintal benang ehehheh tapi serumit apapun kalo berusaha pasti bisa :D

    BalasHapus
  28. Pertama saya mau komentar tentang covernya. Covernya cute banget^^ selain dari cover sisi menariknya menurut saya ada di sudut pandangnya. Ini sudut pandang cowo kan? Jarang kan novel yg punya sudut pandang cowo. Selain itu, jepang adalah negara fav saya selain Korea tentunya. Hoho that's all. I think this novel is good.

    BalasHapus