Rabu, 01 Januari 2014

Virtual Book Tour Horror : Danur

Judul               : Danur
Penulis             : Risa Saraswati
Penerbit           : Bukune
Tahun              : 2011




Tulisan teh Risa yang pertama aku baca adalah Maddah (bukan terbitan Bukune), buku kedua dari Danur. Waktu itu aku dapat Maddah hadiah dari giveaway yang diadakan Fca. Dari Maddah, aku berkenalan dengan Peter dan kawan-kawan yang membuatku suka dengan para hantu Belanda ini. Setelah membaca Maddah, aku penasaran dan langsung memasukkan Danur sebagai wishlistku. Beberapa kali aku cek di toko buku baik offline maupun online, stok buku ini sudah kosong. Tahun terbitnya memang sudah lama, tahun 2011 sehingga bisa dikatakan buku ini sudah susah dicari di pasaran.

Seharusnya resensi ini aku tulis kemarin dalam rangkaian Virtual Book Tour Horror, tapi kemarin aku baru selesai baca dan setelah itu lupa untuk bikin resensinya -_- Malam tahun baru aku tidurnya cepat, itupun kebangun gara-gara mati lampu pas jam 12, pas bangun baru sadar sudah tanggal 1 dan belum bikin resensi Danur!

Dalam buku ini kita akan berkenalan dengan tokoh Risa yang bisa melihat mahluk halus atau bisa kita sebut hantu. Banyak hantu yang berkenalan dengan Risa, seperti kuntilanak dan pocong serta hantu dengan wujud mengerikan lainnya tapi Risa hanya berteman dengan lima hantu cilik yang seumur dengannya. Perbedaan Maddah dan Danur, kalau di Danur ini cerita tentang bagaimana Risa kecil berkenalan dengan Peter, Hans, Janshen, Hendrik dan William. Mereka berlima adalah anak-anak Belanda yang menjadi penunggu di rumah nenek Risa.
Risa sudah biasa dianggap sebagai anak yang aneh karena kemampuannya itu. Malahan Risa lebih nyaman untuk bersahabat dengan Peter dan kawan-kawannya dibandingkan dengan manusia. Aku menanggap cerita ini adalah cerita nyata karena penulisnya mempunyai nama yang sama dengan si tokoh Risa. Kegiatan Risa Saraswati sebagai penyanyi juga sama dengan Risa, ia juga menciptakan lagu berjudul Story of Peter. Mungkin ada yang akan menganggap cerita ini berlebihan jika harus dianggap sebagai kisah nyata, tapi sebenarnya Risa bukan sekadar ‘pamer’ karena ia bisa melihat hantu tapi ia ingin menyampaikan sesuatu lewat cerita para hantu yang mati dengan cara mengenaskan.

Buku ini bisa dibaca sama yang penakut maupun pemberani, hehe, karena memang ceritanya tidak menakut-nakuti. Ada beberapa yang lucu dan bahkan sedih sekali. Bagian yang lucu ketika Risa bercakap-cakap dengan Peter dan teman-temannya. Mereka saling mengolok-olok ‘Risa Jelek, Risa gendut’, atau ‘Janshen si ompong’, hihihi…Kalau yang sedih itu ketika para hantu mendatangi Risa untuk menceritakan kisah mereka, kenapa mereka sampai mati, dan kenapa mereka masih bertahan di dua dunia.


Aku kasih 4 bintang buat Danur, jarang ada buku dengan tema horor tapi tidak menakut-nakuti. Suka banget!

1 komentar:

  1. Ternyata ada juga hantu yg suka mengolok-olok ya? Hihihi... Tampaknya bakal masuk daftar belanjaku nih :D

    BalasHapus