Senin, 20 Januari 2014

Laporan Seminar Bersama Tere Liye (15 Desember 2013)

Lagi-lagi laporan postingan ini telat banget baru ditulis. Seminar menulis bersama Tere Liye ini aku ikuti pada tanggal 15 Desember 2013 di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Tere Liye adalah penulis ketiga yang diundang sebagai pembicara oleh organisasi Hippocampus. Setiap tahun Hippocampus mengundang penulis untuk memberikan motivasi menulis. Sewaktu masih jadi anggota Hippocampus, aku sempat jadi panitia untuk mengundang Raditya Dika *heuu pamer gitu ceritanya.

Salah satu penulis cowok Indonesia favoritku adalah Tere Liye (sudah sering banget aku bilang, hehe). Aku bawa sekitar 7 buku untuk ditandatangani beliau, berharap bisa sekalian foto bareng *ini sih udah ketebak banget. Ternyata Tere Liye begitu datang-tanda tangan-ngasih seminar-langsung pulang.



Buat yang penasaran, seminarnya membahas apa sih, berikut poin-poin yang beliau sampaikan saat seminar :

Beliau sudah menulis sejak berusia 9 tahun, ini berarti karir menulis beliau sudah 25 tahun. Menurut beliau, menulis tidak bisa dipelajari tapi harus ditumbuhkan.

Sambil memberikan seminar, beliau saaaangat suka menyelipkan dongeng dan cerita (mirip seperti yang biasa beliau tuliskan di status facebooknya). Cara Tere Liye bercerita itu benar-benar mirip pendongeng. Menurut beliau, nasehat itu lebih mudah disampaikan dan dicerna lewat cerita dan dongeng.

 Apa yang harus ditulis? Bagaimana menulis sesuatu itu agar menarik dan bermanfaat?
1. Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu punya sudut pandang spesial
2. Menulis membutuhkan amunisi, tidak punya amunisi, tidak akan pernah menjadi sebuah tulisan. Amunisi tersebut bisa didapat dengan banyak membaca, mengamati, mendengarkan, mencatat, dan memperhatikan.
3. Kalimat pertama itu mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, menyelesaikannya lebih gampang lagi. Beliau menjelaskan bahwa jika kebingungan untuk menyelesaikan tulisan, tulis saja *tamat*
4. Ala karena terbiasa. Menulis itu karena terbiasa.

Tere Liye sempat bercerita kalau ia sering berada di toko buku, di bus maupun kereta tapi orang-orang tidak tahu bahwa ia adalah Tere Liye. Bahkan ia sempat melihat orang membaca bukunya, tanpa tahu bahwa penulisnya ada dihadapannya, hihi..

Ada yang pernah datang ke seminar Tere Liye juga? Bagi ilmunya dooong : )

1 komentar:

  1. Jangan-jangan dia pernah dihadapanku tapi saya gak tau dia Tere Liye :) Suka tulisannya Tere Liye waktu mulai baca Bidadari Surga.

    Ini kunjungan perdana yah, Salam kenal yah :)

    BalasHapus