Selasa, 21 Januari 2014

Beauty Sleep

Judul               : Beauty Sleep
Penulis             : Amanda Inez
Penerbit           : Gagasmedia
Halaman          : viii + 224
Tahun              : 2013
Rating             : 4/5 bintang
18052202
Tuan Putri,
Kita berasal dari tempat yang berbeda
Aku berasal dari Amerika
Sementara dirimu gadis Indonesia
Penyuka bunga matahari
Kita dipertemukan oleh surat-surat dan kartupos
Dari ibumu yang berhasil diselamatkan
Dari sebuah kantor pos yag terbakar
Setelah itu, hari-hari kita lebih berwarna
Meski matamu hanya melihat kegelapan
Namun kini,
Aku bahkan tak bisa melihatmu tersenyum
Dirimu disekap tidur panjang
Tanpa tahu kapan akan membuka mata
Aku merindukanmu, Putri
Kumohon, bangunlah!

Dongeng tentang putri tidur ternyata tidak hanya bisa dinikmati dari cerita klasik zaman dulu. Melalui imajinasinya, Amanda Inez menulis novel ini dalam waktu lima hari saja. Sempat nggak percaya juga kalau novel ini bukan genre favorit penulisnya sendiri yang lebih menyukai fantasi.

Sudut pandang dalam novel ini berasal dari orang kedua. Jarang ada novel yang menggunakan sudut pandang ini. Seru membaca cerita tentang Tuan Putri yang diceritakan dari sudut pandang si bodoh. Seolah-olah si bodoh berbicara langsung kepada Tuan Putri yang tidak bisa bangun lagi. 

Si bodoh bercerita kepada Tuan Putri melalui tulisan agar Tuan Putri bisa mengetahui semua tentang si bodoh, latar belakang kehidupannya sampai kisah pertemuan mereka yang unik. Si bodoh berharap nanti saat Tuan Putri terbangun, ia akan membaca tulisan itu. So sweet.

Misteri yang aku coba pecahkan saat membaca novel ini adalah mengapa Tuan Putri terus tertidur. Kalau didalam dongeng kan, Putri tidur karena kena jarum dan baru bisa bangun saat dicium Pangeran, lah sedangkan Si bodoh jauh sekali dari sosok pangeran. Walaupun idenya mirip dengan Putri Tidur atau Sleeping Beauty, konflik serta penyelesaian masalahnya sangat berbeda.

Si bodoh tidak ada membicarakan perasaannya terhadap Tuan Putri, tidak ada kata-kata cinta, sayang, blablabla tapi kita bisa merasakan kalau si bodoh sangat ingin melindungi Tuan Putri. Cinta memang seharusnya ditunjukkan melalui tindakan. Tuan Putri pasti gadis yang sangat spesial karena ada orang yang tulus mencintainya padahal ia sendiri tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Selain bercerita tentang Si bodoh dan Tuan Putri, unsur religinya lumayan kuat. Tuan Putri diceritakan sebagai gadis yang taat, ia sering berdoa di gereja ditemani Si bodoh. Si bodoh yang hidupnya mulai menjauh dari agama sebenarnya juga berasal dari pendidikan agama yang kuat, hasil didikan dari para suster. Memasukkan unsur keagamaan seperti ini mirip seperti novel-novelnya Stephanie Zen.

Secara keseluruhan novel ini sudah sangat bagus, baik dari segi tulisan, cerita, sampai packaging-nya. Diakhir cerita juga pembaca dikasih ‘kejutan’ berupa nama sebenarnya dari Si bodoh dan Tuan Putri. Aku cuma kurang suka pas masuk bab terakhir, nggak terima kalau akhirnya (sebelum epilog) seperti itu. Seperti apa maksudnya? Daripada spoiler, mending baca sendiri deh. Jangan lupa kunjungi penulis yang sekarang kuliah di Kanada ini melalui AmandaInez.com atau @AmandaInezz.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar