Senin, 29 Desember 2014

Receh Untuk Buku 2015 + Giveaway

Untuk semua yang sudah harap-harap cemas apakah Receh Untuk Buku akan diadakan lagi tahun 2015 mendatang, tenaang sekarang kalian sudah bisa ikut menyiapkan celengannya. Bagi yang sudah ikut Receh Untuk Buku sejak tahun 2013 pasti sudah tahu peraturannya dong yaa. Peraturannya mudah saja kok :
1.      Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
2.      Jangan dihitung sampai akhir tahun 2015
3.     Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang  lain
4.   Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky
5.      Pasang banner Receh Untuk Buku 2015


Maafkan banner yang seadanya karena nggak punya aplikasi buat edit foto sama sekali di laptop/hp -_-

Lanjuut ke Giveaway, kali ini aku akan ngasih satu buah buku yaitu Eleanor & Park. Alasan aku memilih buku tersebut sebagai hadiah karena Eleanor & Park adalah salah satu buku yang aku beli dengan menggunakan receh untuk buku di tahun 2014 :D
Cara mengikuti Giveaway ini cukup mudah kok, kamu hanya perlu ikutan Receh Untuk Buku 2015, setelah kamu memasukkan link kamu di mr.linky maka secara otomatis kamu sudah terdaftar jadi peserta giveaway. Orang pertama yang memasukkan linknya akan mendapatkan buku tersebut.

Selamat mengumpulkan receh :D

****Giveaway sudah ditutup***
Selamat kepada Rico @ Rico Bokrecension

Selasa, 19 Agustus 2014

The Future Of Us

Judul : The Future Of Us
Penulis : Jay Asher & Carolyn Mackler
Penerbit :  Penguin Group
Tahun : 2011
Format : ebook


Buku ini seharusnya aku selesaikan tanggal 20 Juli lalu karena diikutkan dalam Book Club Indonesia Readathon tapi akhirnya molor dan baru selesai dibaca sekitar dua minggu yang lalu. Dulu aku sempat melihat di Periplus kalo ada diskon untuk buku ini, masih lumayan mahal juga sih, sekitar 85K.

Saat membaca buku ini aku jadi ingat sama film Back to the Future. Bedanya, kalau di Back to the future si tokoh utama pergi ke masa depan, nah dibuku ini si tokoh utama bisa melihat masa depan melalui Facebook.

Secara tidak sengaja, Emma bisa log in  ke Facebook yang dimilikinya 15 tahun kemudian gara-gara CD-ROM yang diberikan Josh kepadanya. Emma yang penasaran mulai melihat status-statusnya saat dewasa yang terlihat tidak bahagia. Mulai dari suami sampai dengan pekerjaan Emma sepertinya tidak menyenangkan. Beranjak dari situlah Emma mulai mengubah keputusan-keputusannya di masa sekarang sambil terus memantau perubahan status Facebooknya.

Bukan hanya hidup Emma yang berubah, tapi juga hidup sahabatnya Josh. Josh yang diberitahu Emma tentang Facebook ikut penasaran mengenai masa depannya. Siapa juga sih yang nggak kepo dengan masa depan sendiri? Apalagi kalau sampai tahu siapa jodoh kita nanti. Tapi gawatnya kita bisa saja jadi terlalu sibuk untuk merubah masa depan dan jadi tidak bebas lagi mengambil keputusan atas pilihan yang ada.

Alur cerita dalam buku ini terkesan lambat. Dari awal hingga akhir kok rasanya gitu-gitu aja. Sebentar-sebentar cerita tentang Emma yang mengecek Facebooknya, terus giliran Josh. Terus mereka melakukan sesuatu untuk menghindari kejadian buruk yang ditulis distatus tersebut. Aih, bikin ngantuk :p 3 bintang cukuplah.

Senin, 28 Juli 2014

Bulan Terbelah Di Langit Amerika

Judul                    : Bulan Terbelah di Langit Amerika
Penulis                 : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Halaman               : 344
Penerbit                : Gramedia
Tahun                    : 2014
Harga                    : 86.500 di Gramedia Veteran


Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan ke-3 aku membaca bukunya Hanum Rais. Setelah dua tahun berturut-turut aku membaca 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya. Berbeda dengan dua buku terdahulu, kali ini BTDLA lebih banyak memakai latar belakang Amerika Serikat, bukan Eropa.

Jika dilihat dari sampul bukunya, bisa kita lihat bentuk bulan yang seolah-olah terbelah karena asap yang muncul dari sebuah gedung. Nah, gedung tersebut merupakan menara kembar WTC yang ditabrak pesawat tahun 2001 lalu. Kejadian yang mengguncang tidak hanya Amerika Serikat tetapi juga dunia, khususnya dunia Islam.

Bulan dijadikan judul sekaligus mendapat tempat istimewa didalam buku ini. Di bab terakhir, si Bulan ini bercerita dengan sudut pandang orang pertama mengenai pandangannya terhadap kemanusiaan. Bulan juga dijadikan ‘objek’ yang istimewa karena membelah Bulan merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tidak banyak diketahui orang. Bahkan bukti bahwa Bulan pernah terbelah sudah ditemukan para ilmuwan.

Perjalanan Hanum bersama suaminya ke AS merupakan suatu kebetulan yang mengejutkan karena Hanum tidak menyangka bahwa suaminya bisa menemaninya. Saat itu Hanum diminta Gertrud, bosnya untuk menulis sebuah artikel berjudul “Apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam?” Tentu saja awalnya Hanum menolak artikel yang ditujukan untuk menaikkan oplah koran tersebut. Namun Gertrud terus merayu Hanum agar ia bisa membuktikan melalui artikel tersebut bahwa jawabannya adalah : Tidak. Dunia tidak akan lebih baik tanpa Islam. Untuk menjawab pertanyaan tersebut Hanum harus mewawancarai keluarga dari korban 9/11 dan bertanya pendapat mereka mengenai Islam. Disitulah Hanum berkenalan dengan Julia Collins alias Azima Hussein dan Michael Jones.

Bersamaan dengan penugasan tersebut, Rangga juga mendapat ide untuk mempresentasikan jurnalnya di AS. Ide ini didukung oleh Profesor Reinhard yang mengutus Rangga untuk menemui Philipus Brown dan sekalian merayu Brown agar mau menjadi pembicara di Universitasnya. Brown menjadi terkenal karena ia merupakan orang kaya yang menyumbang ratusan juta dollar untuk anak-anak korban perang. Tidak ada yang tahu apa yang menjadikan Brown begitu dermawan, sampai saat ia bertemu dengan Rangga.

Setelah bersepakat untuk berangkat berdua ke AS, Hanum dan Ranggapun membagi hari  agar tugas-tugas mereka sama-sama bisa selesai. Kota pertama yang mereka kunjungi adalah New York, kemudian Washington DC. Selama di AS mereka sempat terpisah beberapa kali yang membuat Hanum dan Rangga menjadi galau. Dalam novel yang diceritakan bergantian antara Hanum-Rangga ini bisa kita rasakan kalau Hanum dan Rangga sangat mencintai satu-sama lain, soalnya kata-katanya romantis sih.


Dari awal sampai akhir novel ini banyak kebetulan-kebetulan yang kalau didunia nyata hal ini too good to be true. Kenapa aku bilang begitu? Soalnya aku berekspektasi bahwa buku ini non-fiksi sama seperti buku sebelumnya apalagi buku ini membawa fakta sejarah 9/11. Berkali-kali aku mengingatkan diri bahwa cerita ini fiksi yang digabungkan dengan drama, fakta sejarah, traveling, dan spiritual. Sama seperti aku yang berharap kalau semua cerita dan tokoh ini nyata, para pembaca lain juga mempunyai pendapat yang sama (dari yang aku lihat melalui twitter dan goodreads). Hanum sendiri diakhir buku ini mengatakan semua cerita yang ada disini debatable, jadi yang nggak setuju atau menemukan ada yang janggal bisa disampaikan kepada penulisnya langsung.

Sabtu, 31 Mei 2014

Komik Muslimah

Judul : Komik Muslimah
Penulis : Dhiba Ainisa Umarghanies
Halaman : 104
Penerbit : Anak Kita
Tahun : 2014


Perkenalan pertamaku dengan Komik Muslimah adalah melalui blog Komikmuslimah.blogspot.com. Sejak saat itu aku jadi followers blog tersebut. Gambar di blognya bagus, sederhana tapi mengena khususnya buat para muslimah. Di blog itu juga ada proses pembuatan komik dari cara mendapatkan ide sampai gambar tersebut nongol di blog.

Pada awal 2014, Dhiba membuat satu laman di blognya, katanya sekarang Komik Muslimah dibukukan. Sebagai salah satu penggemar Komik Muslimah saat ke Gramedia aku dan Ifah sengaja mencari komik ini. Kami sempat merepotkan petugas karena komik ini nggak ketemu-ketemu juga padahal di komputer stoknya masih banyak. Saat dua komik sudah ditangan kami malah ragu-ragu buat beli, hingga muncullah percakapan ini :

“Fah, isi komik ini sama kayak yang di blog nggak ya?”
“Emmm.. nggak tahu juga sih, kalau sama kayak di blog, kita rugi dong ya.”
“Iya.. lebih baik baca di blognya aja. Eh itu ada petugasnya. Tanya yuk, boleh dibuka nggak komikya?”
Komiknya tidak boleh dibuka. Kami pun meletakkan kembali komik tersebut di rak majalah sambil berlalu.

Kemudian, kamis lalu aku kembali ke Gramedia dan memutuskan membeli komik ini dengan pertimbangan bahwa isinya pasti berbeda dengan blognya. Alhamdulillah isinya memang beda.

Komik muslimah terdiri dari dua bab, tanpa warna alias hitam putih. Bab 1 terdiri dari 6 judul dengan tema Mari Syukuri Setiap Nikmat. Bab 2 terdiri dari 9 judul dengan tema Do and Don’t For Muslimah. Tokoh pada komik ini adalah Aini dan Nisa, penggalan dari nama tengah si penulis. Aini dan Nisa bersahabat dan suka mengingatkan satu sama lain melalui kegiatan sehari-hari mereka. Setiap satu bab akan ada satu halaman komik, di halaman selanjutnya ada pesan-pesan yang disampaikan oleh gambar bunga tulip.  





Harga komik ini tidak terlalu mahal (29.000 di Banjarmasin), sesuai aja dengan halamannya yang tipis eh tapi isinya memang bagus. Sebenarnya kalau ada halaman yang berwarna akan lebih menarik lagi. Beli komik ini, Insya Allah nggak akan rugi, kok.

Kamis, 24 April 2014

Serial Anak-Anak Mamak (Burlian, Pukat, Eliana)

Sebelumnya, aku mau ngucapin Selamat Hari Buku Sedunia tanggal 23 April lalu.



Minggu ketiga April ini aku habiskan dengan membaca serial anak-anak Mamak #2 Burlian, #3 Pukat dan #4 Eliana. Masih kurang satu buku lagi yang belum aku baca (dan beli) yaitu Amelia, si bungsu yang akan menutup semua cerita. Keempat buku ini bukan sebuah tetralogi sehingga bisa dibaca secara terpisah tapi sebagai serial tentunya ada cerita yang saling berhubungan antara satu buku dengan buku lainnya. Buat yang belum membaca serial ini atau hanya membaca salah satunya, tenang saja aku tidak akan memberikan spoiler.

Aku tidak akan membandingkan buku mana yang lebih bagus karena semuanya aku kasih 4 bintang. Buku yang aku beli second di @Bukusecond_Bdg ini adalah cetakan pertama dari Republika sehingga sampulnya berbeda dengan yang bisa kita temukan saat ini di toko buku, kekurangan lainnya juga adalah masih banyak kesalahan penulisan yang bisa ditemukan.

Burlian adalah anak ketiga Mamak, ia kebagian menjadi buku #2. Si anak spesial ini awalnya aku sangka adalah anak perempuan sampai dihalaman 250-an baru aku sadar kalau dia adalah anak laki-laki. Salah sendiri juga sih sok tahu mengartikan kalau Burlian adalah berlian (dan aku pikir itu nama anak perempuan).

Selanjutnya, di buku #3 ada Pukat, kakaknya Burlian. Dia dan Burlian sangat dekat karena mereka berdua sama anak laki-laki. Kemana Pukat pergi (bermain, melakukan kenakalan, dsb) pasti ada Burlian. Berbeda dengan Burlian yang spesial, Pukat adalah si anak pintar yang sok tahu.

Di buku #4 yaitu Eliana si anak sulung yang pemberani. Tingkahnya seperti kak Rose (Upin-Ipin). Galak, cerewet, tukang cubit, tapi tidak takut pada apapun. Mamak dan Bapak memang tidak mengajarkan rasa takut kepada anak-anak ini kecuali takut berbohong dan menghilangkan kehormatan diri.

“Adik kau benar, Eli. Bapak tahu kau marah karena dituduh mencuri. Tetapi jangan sampai kebencian kau pada seseorang membuat kau berlaku tidak adil padanya.”

Kehidupan yang sederhana dari ketiga anak ini sangat seru. Burlian, Pukat dan Eliana masing-masing memiliki petualangannya sendiri bersama kameradnya. Saat membaca serial anak Mamak kita diajak untuk mencintai hutan dan alam seperti tahap membuka hutan sampai panen beras berhasil dan bertemu dengan rusa bertanduk.

Mengenai pendidikan, sekolah di kampung terpencil itu hanya mempunyai seorang guru honorer, Pak Bin yang sudah mengajar selama 25 tahun. Hampir semua penduduk kampung pernah diajarnya. Cara mengajar Pak Bin sangat menarik sehingga anak-anak nakal di kampung itu bisa berubah menjadi rajin. Pak Bin bahkan rela setiap malam berkunjung ke rumah seorang anak yang mau putus sekolah agar kembali meneruskan pendidikannya. Duh, guru kayak Pak Bin ini yang seharusnya segera diangkat jadi PNS.

Semua kebaikan hati yang dimiliki oleh Burlian, Pukat, dan Eliana tentu saja berkat didikan penuh disiplin dari Mamak dan nasehat lembut dari Bapak. Dua orangtua hebat yang menghasilkan anak-anak hebat. Nah, pengaruh lingkungan ternyata luar biasa terhadap perkembangan seorang anak.


Jangan pernah membenci Mamak kau. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah Mamak kau lakukan untuk kau, Burlian, Pukat dan Amelia, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta kasih sayangnya pada kalian.”

Senin, 07 April 2014

Rangkuman Maret 2014

Bulan Maret lalu aku hampir saja berhasil untuk nggak beli buku apa-apa (yang sayangnya gagal).
1. Aku tergoda untuk beli komik Yumeiro Patissiere volume 2,
2. Di akhir Maret, pertama kalinya ikut PO untuk beli novel Confession yang ditulis oleh teman kampusku. Psst.. selamat buat Iis, novel perdanamu terbit Is! *sparkling eyes.

Buku-buku yang aku baca bulan Maret adalah :
Bahasa Indonesia :
1. Melbourne : Rewind
2. The Five People You Met In Heaven
3. Tiga Venus
4. Autumn Once More
5. Supernova : Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh
6. Promises, Promises
7.  Yumeiro Patissiere Vol. 2
8. Detektif Conan Vol. 77
9. A Thousand Splendid Suns
10. Satin Merah

Bahasa Inggris :
Eleanor & Park

Buntelan : Seven Wishes Of My Youth, menang lomba review Miss Bento

Postingan Maret :
Resensi :
1. Tiga Venus
2. Miss Bento

Non-resensi :
-

Film adaptasi buku :
1. 12  Years A Slave
2. 99 Cahaya Part 2
3. Divergent

Postinganku bulan Maret lalu sedikit banget, padahal aku nggak sibuk sama sekali. Hush.. jauh-jauh kau rasa malas!

Ngomong-ngomong, aku bikin instagram @buku_myfloya untuk jualan buku-buku koleksi pribadiku. Siapa tahu ada yang berminat. Oh, twitter @penimbunbuku aku deaktifkan, karena satu dan lain hal, hehe, jadi kalau mau bisa follow twitter pribadiku aja di @myfloya.

Kamis, 13 Maret 2014

Lomba Review Miss Bento

Judul : Miss Bento
Penulis Erlita P.
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2013
Halaman : 185
Rating : 4/5 bintang


Sakura Ayu Maharani, biasa dipanggil Saku. Anak Kuliahan. Nggak bisa masak. Bercita-cita pergi ke Jepang.

Biodata singkat Saku diatas pasti sering kita temui, entah itu teman kita atau bahkan diri kita sendiri. Banyak orang Indonesia yang tergila-gila Jepang dan ingin mengunjungi negara tersebut. Tidak hanya Saku, aku juga punya keinginan yang sama. Jadi ketika aku membaca tweet dari @lucktygs tentang Takoyaki Soulmate, aku langsung memasukkannya kedalam wishlist to-buy. Takoyaki Soulmate adalah buku yang juga bercerita tentang seorang gadis dan makanan Jepang. Setelah aku dengar kalau akan ada buku selanjutnya dari Erlita P. tentang makanan Jepang yaitu Miss Bento, aku langsung beli.

Ciri khas novel Miss Bento adalah dilengkapi dengan foto-foto masakan beserta sumber foto tersebut, sehingga nggak bingung untuk membayangkan makanan seperti apa yang dibuat oleh Saku. Sayangnya foto ini tidak berwarna, kalau berwarna pasti jadi makin cantik. Tidak ketinggalan resep masakan yang mudah untuk diikuti oleh pembaca, misalnya resep Okonomiyaki.

Bento (source)

Perbedaan Takoyaki Soulmate dan Miss Bento sulit untuk ditemukan, ya namanya juga penulis dan penerbitnya sama. Paling-paling bedanya selain di jalan cerita, ada di judul tiap bab. Kalau di Takoyaki Soulmate judul bab nya pakai nama masakan Jepang (Takoyaki Soulmate, Okonomiyaki For Two, It's Just Dorayaki), kalau di Miss Bento judulnya pakai bahasa Inggris tanpa embel-embel makanan (The Dreams Begins, Small Step, Another Step).

Miss Bento bercerita tentang Saku yang mau menabung biar bisa jalan-jalan ke Jepang. Secara dia masih mahasiswi, dia putar otak gimana caranya biar dapat uang tambahan. Nah, pas dia ketemu bapak-bapak di commuterline, dia dapat inspirasi untuk berjualan bento. Perjuangan Saku pun dimulai. Ia ikut kursus membuat bento, belajar bikin bento sendiri di rumah, sampai pesanan mulai berdatangan. Tidak lupa ada sedikit bumbu-bumbu percintaan, biar nggak bosan. Konflik yang dibangun di novel ini sangat sederhana, bahkan cenderung datar-datar saja. Kalau suka novel yang konfliknya heboh, menguras emosi bahkan air mata, kayaknya nggak terlalu cocok dengan buku ini.

Novel ini menggunakan POV orang pertama, sehingga adegan didominasi oleh percakapan. Percakapan antar tokoh tidak dibuat-buat, persis seperti percakapan sehari-hari, penuh bahasa gaul khas ABG. Karakter Saku yang ceria menambah semangat pembaca untuk membaca Miss Bento sampai akhir.

Sebagai penggemar budaya Jepang khususnya makanannya, aku sudah lama menantikan ada novel seperti ini. Jujur saja, Takoyaki Soulmate dan Miss Bento adalah novel favoritku bahkan sebelum aku membacanya (yaa aku punya feeling kuat bakal suka dua novel ini). Biasanya cerita tentang makanan yang digabung dengan kecintaan pada Jepang hanya ada di komik-komik Jepang, tapi sekarang ada novel Indonesia dengan tema makanan Jepang sebagai tema utama, aku sangat bersyukur. Bahkan aku mulai menulis novel tentang Jepang juga (sebut saja aku suka ikut-ikutan, hehehe).

Takoyaki Soulmate atau Miss Bento? Aku suka keduanya!

***
Review ini disertakan dalam Lomba Review Miss Bento 

Minggu, 09 Maret 2014

Rangkuman Februari

Berhubung Aul (The Black in Book) lagi Hiatus jadi nggak ada Buying Monday deh. Tetap nyontek ide Aul, aku akan posting buku apa aja yang aku beli/dikasih bulan Februari lalu :

1. Hai Miiko #4 : dibelikan
2. Harry Potter #3 (dan Tawanan Azkaban) : dibelikan
3. Pandemonium : 25.000 di Kalsel Bookfair
4. Insurgent : 45.000 di Kalsel Bookfair
5. The Five People You Meet In Heaven : 26.000 di Bukumoo123
6. Harry Potter #1 (and The Philosopher’s Stone) : 35.000 di Bukumoo123
7. Harry Potter #2 ( and The Chamber of Secret) : 35.000 di Bukumoo123

Buntelan : This Lullaby (Sarah Dessen) – Giveaway dari blognya Mbak Nana

Kalau Januari lalu ada 10 buku baru yang datang, bulan Februari lebih sedikit. Ini juga berkat diet buku yang masih berjalan. Diet buku ini bukan hanya masalah membeli tapi juga menyimpan. Beberapa bukuku aku jual  karena sulit mencari tempat untuk menyimpannya, hehe..

Buku yang aku baca di Februari :
Bahasa Indonesia
1. Princess, Bajak Laut & Alien
2. How To Be Interesting : An Instruction Manual
3.Good Fight
4. The Worry Tree
5. Tiga Manula Jalan-Jalan ke Selatan Jawa
6. Detektif Conan Vol. 76
7. Unforgettable
8. Hai Miiko! 4
9. Pank-Ponk Pika Pika Vol. 1
10. Yumeiro Patissiere Vol. 1
11. Dirty Little Secret
12. Putri Melayu : Kisah Cinta dan Perjuangan Seorang Gadis Melayu di Tengah Kecamuk Pembantaian (cuma dibaca setengah)
13. Melbourne : Rewind
14. The Five People You Meet In Heaven

Bahasa Inggris :
-

Postingan Februari :
Resensi :
1. Fangirl
2. Bliss

Non Resensi
1. Buying Monday + Rangkuman Januari
2. Winna Efendi Reading Challenge 2014
3. Surat Untuk Stiletto Book
4. Laporan Kalsel dan Banjarbaru Bookfair 2014
5. Liebster Blog Awards 2014
6. Posting Bareng BBI : Kuliner

Tiga Venus

Judul : Tiga Venus
Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2007
Rating : 4/5 bintang

Berhati-hatilah dengan apa yang selama ini kamu inginkan. 

Tidak jarang kita berharap mempunyai hidup seperti orang lain, tapi kalau suatu hari kita bisa memiliki hidup seperti orang lain tersebut, apakah kita mampu?

Emily, Lies, dan Juli yang bertetangga diam-diam saling menginginkan kehidupan masing-masing. Emily seorang perempuan sukses tapi masih lajang diusianya yang ke-30; Lies, janda korban KDRT; Juli, ibu muda dengan tiga orang anak dan mertua yang cerewet. Ketiga orang perempuan ini tiba-tiba saja tertukar tubuhnya. Emily jadi Juli, Juli jadi Lies, Lies jadi Emily saat mereka bangun dari tidur.

Kocak banget membaca pengalaman tiga venus ini saat bertukar tubuh (atau tertukar?). Masing-masing harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang dimiliki oleh si pemilik tubuh. Nggak mudah menjalani hidup seperti orang lain walaupun selama ini kita lihat hidupnya menyenangkan. Terus, yang paling mudah apa dong?


Menjalani hidup kita sendiri dengan penuh rasa syukur!

Jumat, 28 Februari 2014

Posbar BBI (Kuliner) : Bliss

Judul : Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)
Penulis : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasy
Tahun : 2013
Halaman : 308
Rating : 4/5 Bintang

Toko Roti milik keluarga Bliss bukanlah toko roti biasa. Secara turun temurun mereka mewarisi resep rahasia. Resep tersebut mengandung sihir yang sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Saat Purdy dan Albert Bliss pergi atas permintaan seorang walikota untuk menyembuhkan wabah penyakit, Rose, Ty, Sage dan Leigh harus mengurus toko roti Bliss tanpa orangtua mereka. Kekacauan mulai muncul saat Lily yang mengaku sebagai bibi mereka datang. Bibi Lily yang sangat cantik itu mencurigakan, tapi anak-anak keluarga Bliss tidak bisa berbuat apa-apa. Lidah mereka kelu begitu saja jika ingin melaporkan mengenai Bibi Lily kepada orangtua mereka!

“Tetapi dia sangat menyenangkan dan cantik!” protes Ty.
Albert menghentikan pujian Ty untuk berkomentar. “Orang-orang yang paling mengerikan selalu 
begitu.” Sahutnya, “itulah pelajaran hidup, Nak.”

Membaca Bliss membuatku sedikit pusing. Bukan karena ceritanya yang tidak menarik, tetapi karena bau kertasnya yang nggak enak. Bau kertas yang nggak enak ini kemungkinan disebabkan oleh halaman yang dibuat berwarna biru (glitter biru). Untunglah setelah beberapa lama baunya mulai menghilang.

Setting tempat dinovel ini aku kira berada di Inggris atau di Perancis. Ternyata ada di Amerika, entah kenapa aku lebih suka kalau novel sihir-fantasi apalagi yang berhubungan dengan kuliner adanya di London atau Paris :D

Resep masakan di Bliss benar-benar aneh, misalnya saja “nafas tidur yang lembut dari seseorang yang tidak pernah berbohong” apa coba.. hehe.. terus ada air liur gajah, mata warlock, dan benda-benda aneh lainnya yang harus dimasukkan agar resep itu manjur.


Berhubung Bliss adalah buku-1 dari trilogi, maka ada hal-hal yang masih menjadi misteri. Misalnya saja kabut yang berbisik dan Bibi Lily. Oke, saatnya membaca Dash of Magic. Buku ke-3 nya belum diterjemahkan Mizan kayaknya nih. Ditunggu banget deh pokoknya!

Sabtu, 15 Februari 2014

Giveaway : Virtual Book Tour Horror {Pemenang}

Masih ingat waktu aku bilang akan ada giveaway serangkaian dengan virtual book tour horror? Maaaaaf banget baru bisa bikin giveawaynya sekarang, tapi tenang saja, janji itu akan aku tepati!


Buku yang akan aku bagikan dalam giveaway ini disponsori oleh Bukune. Sebenarnya Bukune ngasih aku sembilan buku, tapi Danur aku simpan buat aku sendiri, dan Nightmare side #1 aku kasih ke temanku. Jangan khawatir, masih ada tujuh buku lagi yang akan jadi hadiah giveaway, yuhuuu…

Nightmare side #2
Nightmare side #3
My Creepy Diary
Penunggu Puncak Ancala
After School Horror
Kisah Hantu-Hantu Cina
Investigasi Misteri

Persyaratannya :
1. Follow @Bukune
2. Follow @penimbunbuku
3. Follow blog ini dengan : GFC/Bloglovin
4.Tweet mengenai giveaway ini (format bebas tapi sertakan hashtag #GiveawayVirtualBookTourHorror).
5. Jawab pertanyaan : “Kalian percaya hantu?” dan sertakan alasannya.

Silakan isi di kolom komentar, sertakan akun twitter yang kalian gunakan untuk follow @Bukune dan @penimbunbuku, tuliskan link tweet, dan jawab pertanyaan di satu komentar saja (jangan lebih).

Dua orang pemenang akan dipilih secara acak, pemenang pertama akan mendapat 4 buku, dan pemenang kedua mendapat 3 buku. Judul buku akan aku tentukan, jadi pemenang tidak bisa memilih.


Giveaway ini akan berlangsung sampai 10 Februari 2014, pastikan kalian yang ikut berdomisili di Indonesia dan berusia lebih dari 15 tahun.


Selamat Kepada :
1. Lulu Risna Purnamasari (4 Buku)
2. @nhiene (3 Buku)

Kalian akan aku hubungi lewat Twitter ^^ Terimakasih untuk yang sudah berpartisipasi

Senin, 10 Februari 2014

Liebster Blog Awards 2014


Terimakasih buat Mbak Alvina yang sudah nge-tag aku buat ikutan Liebster Blog Awards. Kemarin aku janji akan memposting setelah sidang skripsi, dan ternyata baru sekarang aku posting (maaf). Aku akan jawab 10 pertanyaan yang sudah dilempar :

1. Buku apa yang paling terakhir kamu baca?
Good Fight – Christian Simamora, lagi dibaca. Bukunya bikin kipas-kipas!

2. Kamu termasuk orang yang menonton film baru membaca buku, atau sebaliknya?
Kalau ada bukunya, aku baca dulu tapi kalau cuma punya filmnya aja, aku tonton filmnya. Jadi tergantung yang mana yang aku punya duluan, kalau punya dua-duanya aku pasti baca bukunya dulu.

3. Pernah ngga berpergian atau liburan tanpa membawa buku? Ke mana?
Pernah, waktu itu ada tugas kampus yang harus bermalam di sebuah desa. Aku nggak bawa buku, cuma bawa baju-baju dan perlengkapan khas cewek karena yakin nggak bakal bisa baca disana.

4. Lebih memilih membawa ponsel atau buku cetak kalau beranjak ke kasur?
Aku suka naruh buku di kasur, jarang bawa ponsel karena takut radiasi, hadoooh.. Aku pilih buku dong.

5. Ingin punya hosting blog pribadi nggak, yang berbayar alih alih gratisan?
Pengen bikin yang .com tapi masih mikir-mikir dan nyari hosting yang paling murah

6. Suka membaca buku sambil makan atau minum? Biasanya nyemil apa?
Zaman sekolah dulu aku suka baca buku sambil makan, makan besar (nasi, ikan) tapi sekarang udah nggak lagi karena takut bukunya kotor jadi biasanya kalau makan aku baca koran aja atau majalah.

7. Buku apa yang termahal yang pernah kamu beli?
Lupa, buku apa ya? Mungkin Titik Nol – Agustinus Wibowo.

8. Dalam setahun terakhir ini buku apa yang paling berkesan yang kamu baca?
Just One Day – Gayle Forman yang aku baca November 2013 (kalau nggak salah), nyesek banget karena Lulu alias Alyson harus memendam rasa penasaran sama cowok yang ngajak dia ke Paris (tanpa tahu identitas satu sama lain).

9. Mengapa kamu membuat blog buku?
Untuk mengarsipkan kecintaanku pada buku.

10. Kamu punya blog pribadi selain blog buku, kah? isinya ttg apa?
Ada, blog pribadi yang alamatnya aku ganti terus tapi setelah aku tulis beberapa postingan, suka aku masukkan ke draf lagi karena aku nggak ngerasa itu penting buat di posting.

Teruss… dapat tag lagi nih dari Bookish Roomie (Meliana, salam kenal!) :
1. Suka karangan penulis dalam negeri atau luar negeri ?
Luar negeri, tapi sekarang mulai banyak baca buku karangan penulis Indonesia

2. Apa yang membuat kamu memutuskan untuk membeli atau membaca sebuah buku ? Dari cover, sinopsis, atau apa ?
Rating di Goodreads

3. Apakah kamu mempersiapkan budget khusus untuk membeli buku ?
Sampai saat ini belum

4. Pernah nggak kamu kehilangan buku ?
Kehilangan mungkin nggak, kalau dipinjam teman tapi nggak dibalikin iya

5. Buku yang bikin kamu nyesel membaca atau membelinya ?
De Journal (lupa siapa penulisnya)

6. Genre buku apa yang kamu paling sukai ?
Young Adult

7. Dalam satu hari kamu bisa menyelesaikan berapa buku ? Atau berapa halaman buku ?
Ini sih relatif ya, kalau sibuk aku paling-paling bisa baca 20 halaman aja

8. Suka baca paperback atau ebook ?
Paperback

9. Berapa kali dalam sebulan kamu ke toko buku ?
2-4 kali

10. Kenapa kamu membuat blog tentang buku ?
Karena… (jawabannya sama dengan pertanyaan dari Mbak Alvina no. 9)
Fakta Acak tentang Maya :
1. Nggak bisa make korek api
2. Suka dikirimin surat dan kartupos
3. Kalau makan telur, kuning telurnya ditinggal
4.  Punya 9 boneka Patrick dari ukuran kecil sampai guede
5. Paling malas disuruh nge-print

10 pertanyaan yang aku lempar :
1. Bagaimana pendapat kamu tentang penulis yang marah-marah saat bukunya dikritik?
2. Lebih penting jumlah followers atau page view?
3. Buku apa yang kamu bawa seandainya terdampar di Pulau Tak Berpenghuni (satu saja)?
4. Kamu mengharuskan pasangan kamu suka baca buku juga/nggak? Kenapa?
5. Kalau banyak buku yang didiskon (bahkan sangat murah), kira-kira perasaan penulisnya gimana ya?
6. Buku terakhir yang dihadiakan ke kamu? Oleh siapa?
7. Genre yang aku suka adalah Young Adult, ada rekomendasi buku yang seru?
8. Berapa anggaran kamu untuk beli buku/bulan?
9. Pernah ke toko buku di luar negeri? Dimana?
10. Seandainya kamu boleh masuk dalam cerita salah satu buku, buku apa yang kamu pilih?

Tadinya aku nggak pengen lempar siapa-siapa karena udah telat posting, tapi karena pertanyaan udah dibuat, baiklah…
Siap-Siap Kena Lempar :
1. bukunyasapi.blogspot.com
2. Okydanbuku.com
3. Miamembaca.wordpress.com
4. Irabooks.blogspot.com
5. BacaanBzee.blogspot.com
6. Geybie.net
7. Lustandcoffee.blogspot.com
8. Althesia.blogspot.com
9. Annisaanggiana.wordpress.com
10. Lemari-buku-ku.blogspot.com

Silakan mau dijawab atau nggak (nggak maksa kok ^^)