Kamis, 29 Agustus 2013

Mizan Expo Banjarbaru (30 Agst - 5 Sept 2013)

Sebelum diprotes gara-gara telat terus ngasih tahu info bazaar buku, jadi aku posting duluan deh. Kemarin baca tweetnya @mizanmediautama kalau dari tanggal 30 Agustus 2013 sampai 5 September 2013 bakalan ada Mizan Expo di Lapangan Murjani, Banjarbaru. Insya Allah aku mau kesana hari Senin ini, buat liat-liat buku. Sebenarnya sudah janji sih nggak beli buku sampai akhir tahun, tapi kalau ada buku inceran dengan harga murah masa ditolak.



Seperti biasa, kalau aku sudah kesana akan aku posting di blog ini. Selamat berburu buku!

July - August Reading Challenge : Novel Tanpa Huruf 'A' {MISSION COMPLETED}


Selama bulan Juli dan Agustus ini Dear Readers akan membuat sebuah Reading Challenge. Mungkin sudah telat ya membuat challenge di tengah tahun seperti ini, tapi nggak apa-apa lah soalnya kelamaan nunggu tahun baru, hehe. Alasan aku memilih bulan Juli dan Agustus adalah karena aku akan libur kuliah sampai September (kalau nggak salah). Jadi lumayan banyak waktu buat baca novel, disamping harus mempersiapkan skripsi *musik horor*

Ide untuk challenge ini muncul ketika aku membaca tweet yang dibuat oleh @melody_violine. Dia mengatakan kalau sedikit sekali temannya yang tidak menggunakan huruf A dalam namanya. Dari situ aku jadi berpikir, judul buku juga sedikit saja yang tidak menggunakan huruf A. Hei, bagaimana kalau dibuat challenge saja?

Jadi, peraturan untuk challenge ini mudah :


  • Kamu hanya perlu membaca buku-buku yang tidak mengandung huruf A dalam judulnya
  • Tidak ada batasan minimal/maksimal buku yang harus dibaca
  • Format buku boleh ebook/printed
  • Semua buku boleh diikutkan, baik fiksi maupun nonfiksi KECUALI komik, buku pelajaran di sekolah ataupun kuliah
  • Jangan lupa untuk memposting challenge ini di blog kamu biar yang lain juga ikutan. 
  • Kalau kamu tidak punya blog, bisa menuliskan buku-buku apa saja yang akan kamu ikutkan dalam challenge ini, kemudian mention aku @myfloya dengan hastag #JARC
Buku yang akan aku baca untuk challenge ini adalah :

1. Rindu (selesai : 3/7/2013)
2. Titik Nol (selesai :18/7/2013)
3. Hidup Love Is Blind (selesai :14/7/2013)
4. The Write Stuff (selesai : 26/7/2013)
5. Spring in London (selesai : 9/8/2013)
6. Winter in Tokyo (selesai :13/8/2013)
7. Little Bee (selesai :15/8/2013)
8. The Help (selesai : 28/8/2013)

Bisa nggak yaa buku-buku ini selesai dalam dua bulan? *ngelirik timbunan* Semoga saja!

______________________________________________________________________________
29 Agustus 2013
Alhamdulillah, berhasil menyelesaikan challenge ini tepat waktu!! Sempat pesimis kalau nggak bakal selesai membaca semua buku diatas karena aku juga selang-seling bacanya sama buku lain yang bukan termasuk dalam challenge ini. Spring in London sama Winter in Tokyo adalah ebook, sedangkan enam novel lainnya adalah printed book. Titik Nol sama The Help tebalnya diatas 500 halaman jadi aku bacanya dicicil, kalau The Help 50 halaman perhari biar nggak mabok. Lega sekali setelah semuanya tuntas aku baca. 

Hei, yang juga ikut challenge ini, apakah kalian masih semangat? Masih ada 2 hari lagi.. ayo dibuka dan dibaca bukunya :D

Senin, 26 Agustus 2013

Goodreads, situs apaan sih?


Pertama kali aku join di Goodreads adalah sekitar tahun 2010. Saat itu aku belum tahu apa-apa mengenai Goodreads. Seingatku waktu itu aku sedang nyari situs untuk membaca secara online, kemudian google menggiringku ke Goodreads. Aku pikir kalau join di GR maka bisa membaca buku secara gratis. Sebuah pikiran yang memang tidak sepenuhnya salah. Di GR, kita bisa mengakses ebook dan ikut giveaway berhadiah buku.

Beberapa kali aku pernah ditanya sama teman-temanku baik secara langsung maupun lewat twitter. “Bagaimana cara membaca buku di GR?” Aku tersenyum. Pertanyaan itu sangat mewakili pemikiranku dulu. Maka aku jawab bahwa GR bukanlah situs untuk membaca buku secara gratisan. Kalau ingin membaca ebook ada situs seperti Netgalley, Guttenberg, atau cari ebook gratisan diberbagai situs lainnya,

Goodreads itu adalah situs untuk memasukkan daftar buku yang sedang dibaca, akan dibaca, buku yang menjadi wishlist, ikut diskusi dengan sesama goodreader, sharing quotes dari buku favorit, ikut challenge, meresensi buku yang sudah dibaca, dan ikutan voting buku favorit tiap akhir tahun.

Aku online di GR bisa dibilang tiap hari untuk update halaman berapa buku yang sedang aku baca, menambahkan buku yang baru aku beli, atau ngecek rating yang diberikan goodreader sebelum aku membeli buku. Untuk yang terakhir ini, berguna banget buat aku karena aku jadi tahu bagaimana penilaian orang lain atas buku itu dan jadi lebih penasaran untuk membaca buku tersebut.

Untuk online di GR kamu tidak hanya bisa mengakses websitenya, tapi juga bisa mengunduh aplikasinya di App Store ataupun Play Store. Aku lebih suka tampilan GR yang aku unduh melalui App Store dibanding Play Store soalnya di App Store pilihan menunya lebih banyak.


Jadi kalau kamu berharap GR adalah situs untuk membaca gratis, kamu siap-siap kecewa. Daripada penasaran, mending kamu juga join di Goodreads. Nanti kamu bakal ngerasain manfaatnya dan bisa ketemu sesama pecinta genre tertentu atau fans dari penulis yang kamu suka. Jangan lupa add Goodreads ku ya : Maya Floria.

[UnforgotTen] Dongeng Patah Hati

Judul : Dongeng Patah Hati
Penulis : Aveline A.T, Callia, Dadan Erlangga, Dodi Prananda, Ina Inong, Kokios Te, Lutfia Khoirunisa, Mahir Pradana, Nurlila Yulvira C, Rafandha, Robin Wijaya, Sanie B. Kuncoro, Shelly Fw, Stephanie Zen
Tahun : 2013
Halaman : iv + 272
Penerbit : Gagasmedia


Buku ini berisi 14 buah cerpen dengan tema patah hati., sesuai dengan judulnya. Jadi semua cerpen disini tidak ada yang berakhir dengan happy ending. Aku lebih suka dengan cerpen yang berakhir patah hati seperti ini karena menurutku lebih masuk akal dan lebih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ke-14 cerpen yang ada, aku paling suka sama cerpen yang ditulis oleh Stephanie Zen. Cerpen tersebut berjudul It’s Not You, It’s Me. Cerpen ini memberikan semacam pelajaran bahwa sebagai seorang cewek, kita harus menghargai diri kita sendiri, jangan mau berubah hanya demi orang lain. Melalui Sophie, aku ikut menyadari bahwa lebih baik sendiri daripada bersama orang yang tidak menghargai kita.

Aku tidak bisa membayangkan jika aku dan Jordan benar-benar akan menjadi lebih dari teman, lalu suatu saat nanti kami menikah..am I going to spend the rest of my life, wondering whether I’m beautiful enough for him? Rasanya saja sekarang sudah begitu menyiksa, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika menikah nanti aku dihantui perasaan insecure itu sepanjang sisa hidupku.

Alasan lain aku menyukai cerpen ini adalah bahasanya yang tidak berbelit-belit. Kalau 13 cerpen lainnya, bahasanya terlalu puitis dan aku tidak terlalu suka yang puitis. Aku kadang harus membaca ulang suatu kalimat yang tidak aku pahami karena bahasanya yang puitis banget. Selain itu, benda yang dideskripsikan pun tidak jauh-jauh dari mata, bintang, dan hujan. Mungkin karena aku sudah bosan dengan tiga benda itu saking seringnya sebuah buku memakainya untuk menggambarkan suasana yang romantis-melankolis.

Apakah banyak yang suka dengan tema patah hati? Kalau kamu sedang patah hati atau sedang galau, baca aja buku ini. Kamu akan merasa kalau punya banyak teman senasib, apalagi kalau bacanya malam-malam sambil selimutan :p Satu dua cerpen pasti pernah kamu alami sendiri, seperti cinta yang tak tersampaikan, bertepuk sebelah tangan, atau putus begitu saja.

Tarik nafas sebelum membaca buku ini, karena bisa saja cerpen yang kamu baca adalah gambaran dirimu sendiri saat ini.

Minggu, 25 Agustus 2013

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Judul : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere Liye
Tahun : 2013 (cetakan kesembilan)
Halaman : 264
Penerbit : Gramedia


Daun yang jatuh tak akan membenci angin
Aku bukan daun! Dan aku tak pernah mau menjadi daun!
Aku mencintainya, itulah semua perasaanku.
Dan dia jelas-jelas bukan angin

Mencintai seseorang yang berbeda 14 tahun dengan kamu tentunya bukan sebuah dosa. Tidak ada yang salah dengan rasa cinta Tania terhadap orang itu. Dia laki-laki, baik hati, seorang malaikat bagi keluarga Tania yang hanya terdiri dari ia, ibu, dan adiknya Dede. Tania mencintainya sejak ia masih berkepang dua, ia dan Dede bertemu orang itu di sebuah bis kota saat kakinya terkena paku payung.

Sejak kejadian itu, si malaikat sering berkunjung kerumah Tania. Ia bisa dibilang menanggung seluruh biaya untuk Tania dan Dede kembali ke sekolah, memberikan modal untuk Ibu berjualan. Dia laki-laki yang baik, di rumah kontrakannya ia suka mendongeng untuk anak-anak. Tania sangat menyukainya.

Cerita dalam buku ini hanya terjadi dalam satu hari. Dari pukul 20.00 sampai pukul 09.00 keesokan paginya. Tania yang sekarang berambut hitam panjang tumbuh menjadi gadis yang sangat cerdas, cantik, tetapi sekaligus dingin. Setiap malam ia pergi ke toko buku terbesar di kotanya untuk memandangi pemandangan dari lantai dua. Sebagai ganti untuk menikmati malamnya di toko buku itu, ia selalu membeli sebuah buku yang entah kapan akan ia baca. Melalui pemandangan di jendela toko buku itu, ia mengenang tahun-tahun yang ia lalui bersama orang itu. Malam itu, Tania berniat ingin menyelesaikan suatu urusan karena sudah lama ia bersembunyi di Singapura, menyimpan perasaannya yang tidak pernah bersambut.

Tere Liye selalu berhasil membuat sebuah kisah yang menarik untuk dibaca. Judul buku ini yang sangat panjang sama sekali tidak memberi gambaran akan cerita yang ada didalamnya. Setting yang diambil di sebuah toko buku membuatku merasakan kedekatan dengan Tania yang suka membaca buku. Ini pertama kalinya aku membaca buku Tere Liye dengan sudut pandang perempuan. Biasanya selalu kisah dari sudut pandang laki-laki.  

Aku selalu suka dengan gaya bahasa yang digunakan oleh Tere Liye. Aku sering membaca buku dengan gaya bahasa yang puitis agar terlihat lebih romantis, tapi aku tidak cocok dengan buku seperti itu, membuatku mengantuk. Kalau tulisan Tere Liye, gaya bahasanya mempunyai ciri khas tersendiri, bahkan tanpa melihat siapa yang menulispun pasti tahu kalau itu tulisan Tere Liye.


Aku memberikan 5 bintang untuk hampir semua buku Tere Liye yang sudah aku baca. Aku memang keranjingan membaca tulisan-tulisannya. Penulis satu ini memang penulis favoritku dari setahun yang lalu sejak pertama kali aku membaca tulisannya. Pengen banget bisa melakukan wawancara dengan Tere Liye, semoga saja bisa terwujud!

[UnforgotTen] Little Bee

Judul : Little Bee
Penulis : Chris Cleave
Tahun : 2011
Halaman : viii + 390
Penerbit : Gagasmedia


Seringkali aku berharap menjadi sekeping koin Inggris senilai satu pound dan bukan seorang gadis Afrika…

Kalimat pembuka pada halaman pertama menggunakan gambaran yang sangat menarik bagiku. Nampaknya gadis ini sangat ingin menjadi orang Inggris hingga ia mempelajari bahasa Inggris sang Ratu, bertingkah seperti Ratu, ia juga merasa memiliki banyak kesamaan dengan Ratu. Bahasa Inggris bukanlah hal yang sulit baginya karena bahasa resmi di negaranya memang bahasa Inggris, tetapi bahasa Inggris antara Nigeria dan Inggris berbeda. Gadis-gadis didesanya pasti tidak terlalu mengerti jika ia bercerita tentang kehidupan di Inggris karena banyak istilah yang tidak ada di Nigeria.

“Kayanya kau udah terlalu lama belajar bahasa Inggris yang sok itu, Lil Bug karena omonganmu itu gila. Kau cuma hidup sekali saja, Darlin. Nggak peduli apakah kau nggak menghargai satu bagian dari hidupmu, tapi itu nggak bikin bagian itu hilang dari kehidupanmu.

Nama samaran gadis itu adalah Little Bee, ia tidak pernah mau menyebutkan nama aslinya karena takut. Little Bee adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang kabur dari negaranya dengan menumpang sebuah kapal tujuan Inggris. Ketika sampai di Inggris, ia dimasukkan ke dalam tahanan khusus imigran. Itu lebih aman bagi dia ketimbang berada di Nigeria yang penuh dengan konflik.

Tinggal di sebuah negara miskin dengan sumber daya alam berupa minyak yang melimpah, membuat banyak sekali manusia yang terbunuh. Tidak bisa dijelaskan bagaimana mengerikannya kejadian yang dialami oleh Little Bee di negara itu, sampai sekarang ia selalu memikirkan bagaimana cara bunuh diri jika pria-pria itu datang. Hidupnya selalu dihantui oleh perasaan tidak aman.

Saat Little Bee keluar dari tahanan, ia menghubungi satu-satunya orang yang ia kenal di Inggris. Andrew, laki-laki yang pernah ia temui di pantai Nigeria langsung ketakutan saat menerima telepon dari Little Bee. Tampaknya ada sesuatu yang terjadi antara ia dan Little Bee saat di pantai sehingga beberapa hari setelah menerima telepon itu, Andrew memutuskan untuk bunuh diri.

Aku suka dengan Little Bee yang begitu tabah walaupun ia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Melihat keluarganya dibunuh didepan matanya sendiri memang membuat Little Bee ketakutan, tetapi ia tidak sampai depresi, ia terus bertekad untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Little Bee adalah seorang gadis yang pintar, sayangnya kesempatan untuk bersekolah tidak ia dapatkan. Kecerdasan gadis itu bisa kita rasakan dalam kalimat demi kalimat dalam buku ini. Ia gadis yang kuat dan tidak ingin ditindas oleh siapapun. Dendam yang ia simpan pada Andrew berubah menjadi rasa bersalah saat laki-laki itu bunuh diri. Little Bee ingin menebus kesalahannya dengan membantu Sarah dan Charlie.

Saat membaca beberapa resensi tentang buku ini, aku tidak yakin akan menyukai ceritanya. Aku takut bahasa maupun jalan ceritanya terlalu berat untuk dipahami. Setelah aku membaca, dari kalimat awal saja aku sudah merasa sangat tertarik dengan Little Bee. Terjemahannya memang kadang kurang nyaman untuk dibaca dan ada banyak typo, tetapi kisah Little Bee begitu menghanyutkan sehingga aku terus penasaran sampai ceritanya selesai. Pada beberapa bagian aku cukup merinding karena membayangkan adegan berdarah-darah. Pengorbanan Sarah kepada Little Bee juga sangat menakjubkan.


Buku-buku Gagasmedia yang aku baca selama ini lebih banyak ke buku romance maupun travelling sehingga aku tidak menyangka bahwa Gagas akan menerbitkan buku yang menurutku ‘bukan ciri khas Gagas’, namun pilihan Gagas untuk menerbitkan buku ini adalah sebuah langkah yang berani karena mungkin tidak banyak orang yang tertarik untuk membaca buku tentang seorang gadis Afrika. Semoga Gagas lebih banyak lagi menerbitkan buku terjemahan dengan cerita sebagus ini. 4 bintang untuk Little Bee, psst… di halaman terakhir aku tahu loh nama aslinya Little Bee!

Barcelona Te Amo

Judul : Barcelona Te Amo
Penulis : Kireina Enna
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2013
Halaman : vi +266


Berjalan-jalan di kota seindah Barcelona mungkin merupakan impian banyak orang. Arsitektur bangunan kuno yang cantik membuat kota ini menjadi salah satu kota tujuan wisata paling terkenal di dunia. Sayangnya pesona Barcelona tidak bisa menghilangkan sifat pemurung yang dimiliki oleh Katya.

Gadis berusia 20 tahun itu kini memutuskan untuk kuliah di Universitat de Barcelona untuk memperdalam bakat melukisnya. Sebagai seorang yatim piatu, Katya merasa sangat beruntung bahwa pamannya mengurusnya dengan baik. Selama di Jakarta, Katya tinggal dangan Om Prana dan sepupunya yang manja luar biasa bernama Sandra.

La Rambla

Pertunjukkan Air Mancur di Montjuic

Kisah cinta segitiga antara Sandra, Katya dan Evan bermula sejak mereka masih kecil. Evan yang plin plan tidak bisa memilih siapa yang lebih ia cintai, apakah Sandra atau Katya. Tidak tahan dengan sikap Sandra dan Evan, Katya menerima tawaran pamannya untuk kuliah di Spanyol, sendirian tanpa Sandra. Sandra tetap di Indonesia, ia kuliah di jurusan arsitektur, mengikuti jejak Evan.

Bakat Katya dalam bidang melukis diketahui oleh seorang kurator yang sudah terkenal di Eropa. Lukisan Dandellion miliki Katya membuatnya yakin bahwa Katya adalah pelukis yang sangat berbakat. Kurator yang angkuh dan sombong itu memaksa Katya untuk ikut pameran yang akan dilaksanakan dua bulan lagi. Untuk itu ia memaksa Katya untuk membuat sebuah lukisan.

Buku ini adalah STPC keempat yang aku baca. Aku memang tidak membacanya secara berurutan. STPC yang sudah aku baca adalah Paris, Roma, dan Bangkok. Ini adalah pertama kalinya aku membaca STPC terbitan Bukune. Setelah selesai membaca buku ini aku merasa puas karena tidak menemukan satupun typo, berbeda dengan tiga STPC yang aku baca sebelumnya tetapi dihalaman 189 dan 193, kata aku digantikan oleh saya, apakah ini sengaja atau kesalahan pengetikan?

Aku kurang menikmati emosi yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya, menurutku penulisnya tidak terlalu mendalam ketika menggambarkan bagaimana perasaan tokohnya. Selain itu, konflik yang ada didalamnya juga terlalu cepat selesai. Tidak sampai menimbulkan rasa penasaran. Tetapi penulis berhasil membuat aku kesal setengah mati dengan sifat Sandra yang suka seenaknya dan juga sifat Katya yang pasrah banget.

Ada satu bagian yang membuat aku heran. Ketika lukisan hilang, kenapa harus pergi kemana-mana untuk mencarinya? Memangnya tidak ada CCTV? Seharusnya diruang yang menyimpan lukisan apalagi lukisan terkenal pasti dilengkapi oleh CCTV. Sebuah kantor galeri juga harusnya ada CCTV, apalagi mengingat Spanyol adalah negara yang maju. Tidak mungkin tempat seperti museum tidak ada kamera pengawasnya.

Profesi tokoh dalam buku ini tidak jauh berbeda dengan Roma dan Bangkok. Jika Roma membahas tentang lukisan, dan Bangkok membahas arsitektur, maka Barcelona Te Amo adalah gabungan keduanya. Sebenarnya aku mengharapkan profesi yang berbeda, yang lebih unik, tetapi mungkin penulis lebih nyaman untuk menghubungkan “profesi seni” dengan kota seantik Barcelona.

Kamis, 15 Agustus 2013

#ArisanBuku : Athome Book Club

Alo alo,

Pernah dengar Athome Book Club? Belum? Kemana aja sih.. hehe, bukan salah kamu kok kalau kamu nggak tahu sama Athome Book Club atau ABC karena klub buku ini baru saja terbentuk.

Sebenarnya Athome sendiri terbentuknya sudah lama tapi diresmikannya pada bulan April lalu. Athome (dibaca at-home) adalah kumpulan enam orang cewek yang kuliah di Psikologi dan tempat duduknya berdekatan. enam orang cewek ini merasa punya ‘ikatan batin’ jadi kalau kemana-mana sering bareng, kumpul-kumpul dimana aja sambil membahas banyak hal, dari yang nggak penting sampai membahas masa depan bareng.

Jadwal Athome kumpul-kumpul nggak tentu, tapi sangat sering. Misalnya pas jam kosong kuliah, kami kabur makan es krim, atau makan gorengan, ke perpustakaan, sampai curhat di beranda masjid atau mushola kampus.

Ketika tahu Gagasmedia mau mensponsori arisan buku, aku langsung mengontak teman-temanku buat ikutan. Kami sebagai geng punya berbagai agenda, seperti Athome English Club, dan masih banyak lagi. Maka nggak ada salahnya kalau bikin klub buku juga. Sekaligus meramaikan dunia perbukuan Indonesia, yeah.



Anggota klub buku ini bukan enam orang, tetapi hanya empat yang ikut arisan buku di Gagasmedia karena dua orangnya lagi nggak punya blog. Mau kenalan sama mereka? Nih aku kasih tahu J

1. Maya Floria Yasmin
Nggak perlu dikenalkan lagi kali ya, hehe. Ini aku loo.. yang punya blog ini :p

2. Norlatifah Octavia
Panggilannya Ifah, dia punya blog Nango-Nango. Ifah ini punya program di blognya tiap bulan, kalau dia berhasil menuliskan 5 buah postingan tiap bulan maka dia akan menghadiahkan dirinya sendiri sebuah buku. Ifah ini sering banget jadi partnerku buat jalan-jalan di pameran buku atau di perpustakaan.

3. Herni Rizki Ramadhani
Herni punya blog Hello Herni. Dia suka baca buku yang konyol dan lucu. Terakhir dia sempat ngesms aku mau pinjam buku yang bikin nangis katanya. Mungkin buat teman galau :>

4. Rizkie Amalia Sholehah
Akrab dipanggil Mba Amel atau Ririz, dia lagi hamil anak pertama loh, cikiciw.. Blognya Muslimut. Dia juga suka mereview buku walaupun blognya bukan khusus blog buku. Silakan ditengok dan distalking review bukunya.

Kegiatan ABC yang pernah dilakukan adalah mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan kepada anak-anak panti asuhan. Kegiatan ini sudah berjalan setidaknya selama dua kali dan kami sangat hepi melakukannya.


Genre yang kami minati berbeda-beda tapi tetap satu jua *apa sih*. Bukan genre yang menyatukan klub buku ini tetapi ‘pemikiran’ kami yang bisa nyambung kalau diskusi apa aja. Bagi kami, diskusi juga tidak hanya dilakukan saat ketemuan secara nyata tapi juga lewat sms, dan social media.


Segitu dulu ya perkenalan mengenai ABC, kalau ada yang mau ditanyakan silakan tinggalkan dikolom komentar, cao! Psst, buat Gagasmedia, terimakasih atas idenya untuk membentuk klub buku dan mau mensponsori klub buku di Indonesia, terutama buat kami yang tinggal didaerah.

Selasa, 13 Agustus 2013

Bangkok : The Journal


Judul : Bangkok : The Journal
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagasmedia
Halaman : viii + 436
Tahun : 2013

Arsitek. 

Khun Edvan adalah seorang arsitek yang sudah sepuluh tahun tidak mau berhubungan lagi dengan keluarganya. Kariernya di perusahaan asal Singapura mengantarkannya menjadi laki-laki yang tidak hanya muda, tampan, tapi juga sukses.

Pencarian akan warisan ibunya mengantarkan Edvan ke Bangkok untuk mencari jurnal. Warisan aneh itu memang berupa tujuh buah jurnal yang ditulis pada tahun 1980. Jurnal-jurnal itu disebarkan oleh mendiang ibunya ketika beliau berada di Bangkok kepada enam orang yang berbeda. Misi mustahil itu dipenuhi oleh Edvan demi menebus rasa bersalahnya kepada ibunya.

Kejutan yang didapat Edvan bukan hanya seputar jurnal yang harus ia cari, tetapi penampilan adik laki-lakinya, Edvin. Nama adikya itu bukan lagi Edvin tapi sudah berubah menjadi Edvina, yang akan mengikuti Miss Queen International di Bangkok. Kontes yang diselenggarakan untuk para waria.

Thailand adalah negara yang terkenal akan warianya atau biasa disebut lady boy, hal ini bukan rahasia lagi. Sampai-sampai perempuan di Thailand sering ditanya apakah mereka “perempuan asli” atau waria. Ngeri juga ya Thailand..

Miss Queen International

Nama-nama orang Thailand menurutku sangat sulit untuk diingat dan disebutkan dibandingkan nama orang asing lainnya. Biasanya mereka menggunakan nama panggilan singkat yang lebih mudah diingat terutama oleh orang asing. Sebut saja nama cewek yang menjadi guide Khun Edvan selama di Bangkok : Chananporn Watcharatrakul atau nama bekennya Charm.

Dialek orang Thailand juga lucu kalau sedang ngomong, melengking dan agak sengau, sekali dengar langsung tahu itu bahasa Thailand (bukan SARA loh yaa..). Aku sering nonton film Thailand jadi saat membaca novel ini otomatis sambil membayangkan bahasa dan wajah-wajah orang Thailand.

Cara Moemoe Rizal menggambarkan lokasi di Thailand lumayan bagus walaupun penulis satu ini mengaku belum pernah ke Thailand. Sayangnya, dia lupa dengan tempat wisata di negara sendiri. Sebagai orang Banjar, aku langsung shock *oke ini agak lebay* sewaktu dikatakan Pasar Terapung berada di Kalimantan Timur (halaman 281). Walaupun kalau dibandingkan secara kasat mata Pasar Terapung di Thailand yang lebih baik, tapi Pasar Terapung di Kalsel lah yang terbentuk secara alami sejak zaman kerajaan Banjar dulu karena kontur daerah Banjarmasin yang dikelilingi sungai sehingga masyarakatnya secara turun temurun menciptakan budaya berjualan di sungai.

Bangkok, Thailand

Banjarmasin, Indonesia

Selama membaca buku ini aku suka senyum-senyum sendiri, karena ehm, khun Edvan adalah seorang ehm.. arsitek. Edvan mirip sama seseorang yang aku kenal, orangnya sombong, narsis, dan merasa dirinya orang paling ganteng sedunia.

Berani mengambil hati seorang arsitek?Jangan protes kalau rumahmu mendadak lebih bagus dari sebelum bertemu aku. Halaman 262.

Yang membuat novel ini seru dan bikin aku nggak berhenti membacanya adalah mengenai jurnal yang dicari oleh Edvan. Kalau kisah cintanya sih cuma sebagai selingan aja dan gampang sekali ditebak.

4 dari 5 bintang aku kasih buat pencarian jurnalnya. Minus satu bintang adalah karena apa yang terjadi sama Charm gampang banget diketahui. Aku tadinya berharap semoga apa yang terjadi sama Charm nggak seklise itu, karena sudah banyak sekali novel yang mengangkat kejadian yang sama. Tapi, ya apa boleh buat… Salam buat khun Edvan deh! ^^

Lupus Reborn (5 in 1) : Tangkaplah Daku Kau Kujitak


Judul : Lupus Reborn : Tangkaplah Daku Kau Kujitak
Penulis : Hilman Hariwijaya
Penerbit : Gramedia
Halaman : 400
Tahun : 2013

Jumpa lagi sama si permen karet maniak : Lupus. Masih dengan jambul dan rambut yang agak gondrong, sekarang Lupus adalah anak SMA kelas II. Teman-temannya juga masih yang itu-itu juga, ada Boim, Gusur, Anto, Aji, Gito, Fifi Alone, Ita, Meta, Utari, Nyit-Nyit dan masih putus nyambung sama Poppi.

Lupus Reborn ini ditulis dalam rangka mngobati kangen para penggemar Lupus. Aku termasuk pembaca setia Lupus dan membaca semua serial Lupus, dari Lupus Kecil, Lupus ABG, sampai Lupus ‘aja’.  Aku mulai membaca Lupus saat aku SMP, ditahun 2006, telat banget memang dibandingkan kemunculan Lupus di akhir tahun 1980an.

Dalam buku ini akan kamu temukan lima buah cerita Lupus yang dulu pernah dibukukan, yaitu Tangkaplah Daku Kau Kujitak, Cinta Olimpiade, Mahkluk Manis Dalam Bis, Tragedi Sinemata, Topi-Topi Centil. Kalau kamu pernah membaca Lupus, pasti akan merasakan beberapa perbedaan yang dibuat oleh penulisnya, ya iyalah, kalau sama namanya bukan reborn.

Hilman, penulisnya melakukan beberapa perombakan cerita. Ada yang jalan ceritaya diubah tapi intinya tetap sama. Tetapi yang paling menonjol adalah perubahan tren. Wajar kalau trennya harus dirubah habis-habisan, secara anak zaman sekarang mungkin nggak ngeh sama candaan zaman 80an. Sewaktu aku membaca Lupus, aku suka bingung karena nggak bisa membayangkan personelnya Duran-Duran itu kayak apa sih, untungnya di Lupus Reborn ini Duran-Duran sudah diganti sama personel Suju, hahaha…

Selain tren yang diubah, selebihnya sama aja. Olok-olokan Lupus yang khas ditujukan buat Boim si Playboy cap duren tiga bersama Gusur si seniman sableng, Fifi Alone yang ngebet jadi artis, Lulu yang suka usil. Dibandingkan dengan Lupus yang dulu, aku lebih suka yang dulu sih, atau mungkin karena yang ini udah tahu ceritanya sehingga nggak terlalu lucu lagi. Lumayanlah buat ngobatin rasa kangen sama si Lupus.


Sebenarnya aku malas ngomentarin typo karena berasa akhir-akhir ini tiap baca buku pasti jadi polisi typo, haha. Berhubung sudah aku tandai pakai sticky notes jadi nggak ada salahnya juga aku tulis disini. Typo yang aku sorot cuma dua *sorry bahasanya rada aneh :p, sisanya nggak aku tandain lagi karena malas. Di halaman 74 paragraf ketiga dan 79 paragraf ketiga.

Senin, 05 Agustus 2013

Petualangan di Sirkus Asing

Judul : Petualangan di Sirkus Asing
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia
Halaman : 312
Tahun : 2011


Banyak orang yang suka dengan buku karya Enid Blyton, terutama anak-anak karena buku ini memang buku cerita anak. Terlepas dari itu, orang dewasa juga banyak yang menyukai tulisannya.

Buku ini berisikan petualangan lima sekawan : Philip dan adiknya, Dinah, sepupu mereka yaitu Jack dan adiknya, Lucy-Ann ditambah satu burung kakaktua bernama Kiki. Kiki adalah burung kakaktua yang sangat cerewet, ada-ada saja ulahnya. Ia bisa berbicara bahasa manusia, meniru anjing dan kucing, bersin, sampai meniru bunyi mesin pesawat.

Kali ini mereka menghabiskan libur sekolah di rumah, bersama Bu Cunningham. Bu Cunningham mengatakan kalau Bill mengajak mereka untuk berlibur di pondok batu dengan syarat harus mengajak Gustavus, keponakan temannya Bill. Sebenarnya lima sekawan ini tidak mau ada anak baru yang mengganggu liburan mereka, tetapi kalau tidak diajak, Bill akan pergi berdua saja dengan anak itu.

Tingkah laku Gustavus sangat menyebalkan, kolokan dan suka memerintah. Ih menyebalkan. Tidak ada yang suka dengan Gustavus, apalagi Kiki. Kiki senang sekali mengolok-olok Gus, saat jariku Gus berdarah, anak itu menangis. Kiki ikut-ikutan mengucapkan “Jarrikuuu Berdarrraaah.” Hihihi…

Rambut Gus yang panjang membuat dia terlihat seperti anak perempuan. Saat diprotes oleh lima sekawan karena mereka tidak suka melihat Gus yang sebentar-sebentar menyentuh rambutnya, Gus keceplosan mengucapkan satu rahasia, ups.

Di Pondok Batu, Jack melihat satu orang laki-laki dan perempuan yang terlihat mencurigakan. Tampaknya mereka mencari Gus. Jack memberitahu Bill mengenai hal ini agar Bill dapat menyelidiki lebih jauh. Orang-orang itu mengaku berasal dari Italia, tapi Bu Cunningham tahu mereka berbohong. Pasti mereka orang jahat!

Kejadian demi kejadian menegangkan dialami oleh lima sekawan terutama Jack. Ia sendirian menyusuri negeri antah berantah sampai akhirnya bergabung dengan sebuah sirkus asing. Jack bersama Kiki mencari tahu mengenai kota Borken, agar bisa menyelamatkan teman-temannya termasuk Gus.



Seru! Aku pasti lebiiih suka lagi seandainya buku ini aku baca pas masih anak-anak. Buku ini pertama kali diterjemahkan oleh Gramedia tahun 1986, sedangkan terbitan aslinya sendiri tahun 1952 di Inggris sana. Cetakan kedua adalah tahun 1987, dan sekarang adalah cetakan ketiga. Ada beberapa istilah yang jadul dan aku nggak tahu artinya apa (lupa dihalaman berapa :p) yang menurutku adalah kelemahan buku edisi terjemahan ini.

Cover Aslinya cantikkk

Kamis, 01 Agustus 2013

Bazaar Buku (Banjarmasin)

Mau cerita sedikit tentang bazaar buku yang aku datangin di Perpustakaan Kota Banjarmasin. Ini pertama kalinya aku ke Perpus Kota Banjarmasin padahal seumur hidup tinggal di kota ini, hahaha.. Perpus Kota Banjarmasin (mulai sekarang aku singkat jadi PKB aja) letaknya cukup jauh dari rumahku, sekitar 10 Km ditambah macet karena pembangunan fly over alias jalan layang bikin aku malas kesana. Pas aku jalan mau ke kota Banjarbaru, aku lihat ada spanduk kalau di PKB ada bazaar buku. Dengan semangat aku berencana untuk kesana.

Bazaar ini diadakan dari tanggal 28 Juni – 28 Juli 2013. Letaknya di halaman dalam PKB. Kalau dari luar nggak keliatan ada bazaar buku. Sewaktu aku kesana pertama kali tanggal 6 Juli, aku sempat bingung karena tulisannya “tutup”, eh pas ditanya ternyata bazaarnya di dalam. Nggak tahu juga yang dimaksud tutup itu apa, padahal PKB nya buka aja.

Suanana bazaarnya lumayan rame, tapi bisa dibayangkan lah meriahnya “bazaar buku” dibandingkan “toko baju” itu perbandingannya kayak apa. Aku kesana pagi-pagi jam setengah sembilan. Setelah ngubek-ngubek lumayan lama, aku membawa pulang Good Fight, Now and Then, Strawberry Love. Dua buku dan satu komik dibandrol seharga 55ribu.



Kisaran harga buku disini dari 5000 sampai 40.000. 5000 itu untuk komik, 15.000-20.000 untuk novel lama tapi masih segel, dan 30.000-40.000 buat buku yang tahun terbitnya masih nggak terlalu lama.

Kali kedua aku ke bazaar itu tanggal 15 Juli. Kali ini suasananya lebih rame dari sebelumnya. Ada juga tukang parkir yang waktu aku pertama kali kesini nggak ada. Buku yang aku beli dikunjungan kedua ini adalah Snow Flower and The Secret Fan. Buku ini cuma ada dua, yang satu harganya 30.000, yang satunya lagi 40.000. Bedanya, yang 30.000 kebuka sedikit segelnya dan kelipat sedikit. Sambil sibuk ngitung-ngitung, aku putuskan ngambil yang 30.000 secara kondisinya masih bagus kok.. lumayan bedanya 10.000, hahaha.

Terakhir aku datang kesini sekalian buat ngunjungin perpustakaannya. Letak PKB ini dilantai dua. Bentuk perpusnya rumah tradisional Banjar, bubungan tinggi. Pelayanannya ramah, pas aku masuk disambut sama librariannya yang langsung nanya mau nyari buku apa. Pas aku bilang mau nyari buku Psikologi, beliau langsung membantu nyarikan letak buku-buku yang aku maksud. Suasananya juga hening, enak buat ngerjakan tugas kuliah.


Yang bikin aku datang lagi ke bazaar buku ini buat yang ketiga kalinya adalah kepikiran bukunya Sarah Dessen. Dikunjungan kedua aku sempat megang-megang buku ini tapi nggak aku ambil soalnya covernya jelek *apa coba. Untungnya bukunya masih ada, harganya cuma 20.000. Total buku yang aku beli disini ada empat dan satu komik.

Komik Chibi Maruko Chan yang aku cari di bazaar buku Banjarbaru dibilang temanku ada, dan dia selipkan di salah satu buku. Sayangnya aku nggak ketemu, karena letak bukunya yang sudah dipindah-pindah sama orang mungkin.


Intinya aku senang ada bazaar buku di Banjarmasin biarpun skalanya kecil dan nggak terlalu banyak orang yang tahu. Kalau bisa sering-sering aja diadakan dan nggak hanya bazaar, bisa juga diadakan book swap, talkshow, atau apa kek biar lebih meriah ^^

The Write Stuff

Judul : The Write Stuff (Diam-Diam Jatuh Cinta)
Penulis : Jahnna N. Malcolm
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2008
Halaman : 168

Diam-Diam Jatuh Cinta (The Write Stuff) - Love Letters Series Book 4

Coba bayangkan bagaimana perasaanmu kalau tiba-tiba muncul cowok kece yang kalau ngomong pakai aksen Inggris? Reaksi Hannah Briggs adalah… langsung naksir cowok itu!

Hannah pertama kali bertemu dengan Dylan di loker sekolahnya, saat itulah Dylan datang untuk meminta bantuan Hannah. Sebagai murid baru di Red Rocks High School, Dylan kesulitan untuk mencari ruang kelas karena berbeda dengan sistem kelas di Inggris.

Selama ini Hannah belum pernah benar-benar jatuh cinta dengan seorang cowok apalagi sampai pacaran. Tapi saat bertemu Dylan, Hannah merasakan sesuatu yang berbeda. Dylan tidak hanya tampan, ia juga mempunyai banyak sekali kemiripan dengan Hannah : suka berkuda dan pecinta alam.

Hannah mempunyai seorang sahabat sejak kecil yaitu Rachel. Semua cowok yang melihat Rachel pasti akan menyukai cewek ini, karena parasnya yang sangat cantik. Rachel juga pandai membuat cowok-cowok merasa bahwa mereka istimewa di mata Rachel. Tidak heran kalau ia suka gonta-ganti cowok.

Dylan pun ternyata sama saja seperti cowok kebanyakan, ia menyukai Rachel sejak pertama melihatnya. Jadilah Dylan dan Rachel saling berbalas email. Tetapi Dylan tidak tahu bahwa selama ini yang membalas email-emailnya adalah Hannah.

Salah satu serial Love Letters ini juga dikirimi oleh penpal ku, Jessica. Dari judulnya sudah sangat menarik perhatianku, Write Stuff. Sebenarnya teenlit ini tidak melulu membahas email antara Dylan-Rachel (Hannah) tetapi juga hobi berkuda Hannah. Makanya cover nya adalah gambar cewek dan kudanya yang kalau dilihat dari judulnya saja (tanpa membaca isinya) agak kurang nyambung, sih..

Hannah ini cewek yang unik. Dia lebih banyak punya teman cowok yang sama-sama mempunyai hobi pecinta alam. Ia senang memanjat, naik gunung, dan menunggang kuda. Dylan menjulukinya sebagai cewek koboy.

Bagian yang aku suka adalah saat Hannah berantem dengan Rachel. Akhirnya Hannah bisa mengeluarkan unek-uneknya selama ini, nggak terus menerus dipendam. Rachel juga bisa mengeluarkan kemarahannya pada Hannah. Meskipun bersahabat, biasanya kita memang suka jengkel dengan perilaku sahabat kita. Bisa saling jujur adalah hal yang hebat, menurutku.

Aku jarang membaca teenlit terjemahan seperti ini, tapi aku suka karena ceritanya tidak terlalu anak SMA banget. Settingnya juga berubah-ubah, bisa di stadion, di bukit, kandang kuda. Kalau teenlit lokal kan biasanya kerasa banget suasana sekolahannya.