Kamis, 25 April 2013

Close Up Interview With...

Masih dalam rangka memperingati ulang tahun BBI yang kedua, para anggota BBI saling mewawancarai agar lebih kenal dan lebih dekat lagi. Ketika dikasih tahu oleh mbak Mia (@miapras / miamembaca.wordpress.com) kalau yang aku wawancara adalah mas @Fjrean aku excited karena aku belum terlalu mengenal Mas Rean. Langsung saja yuk kita ikuti wawancaraku dengan Mas Rean :




Diambil dari twitter @FJrean ^^V



Ceritain dong bagaimana awal perkenalan kamu dengan BBI? dan apa yang membuat kamu tertarik untuk bergabung dengan BBI?
Jauh sebelum meengenal BBI, aku sudah menulis review buku yang kubatja di blog pribadiku--isinya campur-campur ala gado-gado, tentu saja.

Aku tahu soal BBI dari mbak Fanda "vixxio" yang tiap kali habis mereview buku di blognya, linknya "dipamerkan" untuk dibatja anak-anak BBI dan pecinta buku lainnya.

Karena review bukuku sepi perdebatan atau sebut saja tidak ada komentar dari seorang pecinta buku, maka aku meminta bantuan mbak Fanda untuk mendaftarkanku. Dari sinilah aku mengenal Om Hernadi Tanzil. Dan setelah itu blogku, yang awalnya beralamat di junareanto.com--pernah ganti alamat di stew.blogdetik.com sebelum beralamat sekarang di feedmebook.blogspot.com, menjadi bagian dari BBI (seingatku saat itu akun @BBI_2011 belum dibuat).

Kalau kehidupan sehari-hari kamu seperti apa?
Hnn, gimana menjawabnya ya? Kabhi Kushi Kabhi Ghum-lah. Kadang suka kadang duka, hahah.

Apa arti buku bagi kamu?
Singkat saja: Books are my sanctuary.

Siapa/apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan dunia membaca?
Temanku di MTs, nama panggilannya Fifit. Buku atau novel pertama yang dipinjamkannya padaku adalah Harry Potter dan Piala Api. Dan sejak membatja buku keempat serial Harry Potter itu aku langsung jatuh hati pada dubatj (dunia batja-membatja). Berkat Pipit juga, yang membanjiriku dengan buku-bukunya yang segunung, aku jadi menemukan cita-cita, impian, panggilan hidupku, yakni menjadi seorang penulis!

Kalau bisa hidup dalam salah satu buku, kamu pengen hidup di buku apa?
Pengennya sih di bulan Pandora yang ada di film Avatar, hahah. Tapi boleh-lah hidup sebagai keturunan Muggle di dunia sihir Harry Potter atau di negerinya Princess Mia Thermopolis, Genovia.

Biasanya kamu membeli buku dimana?
Di Vixxio, toko buku kitab di--sebenarnya jaraknya lumayan jauh, tapi tak apalah aku sebut--dekat rumah, atau di inibuku.com (baru sekali aku beli buku di sini)




Apakah ada budget khusus untuk membeli buku?
Tidak ada. 

Apakah kamu biasa mengunjungi perpustakaan?
Dulu ketika masih sekolah sering. Tapi karena perpustakaan di kampusku koleksinya cuman buku akademik, jadi aku biasanya mampir kesana kalau pengen ngadem aja, hahah.

Pernah nggak ketemu anggota BBI lainnya?
Belum pernah.

Selain membaca, apakah kamu mempunyai hobi lainnya?
Ya. Menulis, nonton western movies dan serial, nonton acara masak (berharap suatu hari nanti bisa jago kayak mereka), main game, dan ngelamun (?)

Apa buku favorit kamu? Penulis Favorit?
Buku favorit: THG Installments, HP series, Eragon, Delirium, Eon... Daftar selengkapnya bisa dibatja disini (http://goodreads.com/rean)
Penulis favorit: Christopher Paolini, J.K. Rowling, Meg Cabot, Clive Barker, Suzanne Collins, Lauren Oliver, J.R.R. Tolkien.

Apa harapan kamu untuk BBI?
Harapanku sih nggak muluk-muluk, aku berharap semoga BBI menjadi salah satu komunitas terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota mencapai jutaan!

Terakhir nih, share dong quotes favorit kamu tentang buku!
Ini quote dari Eragon karya Christopher Paolini:  “Books are my friends, my companions. They make me laugh and cry and find meaning in life.” 

Makasih sudah menyempatkan waktu buat bikin interviewnya, moga jawabanku bermanfaat ^^

salam,
F.J. Ismarianto



Itu tadi wawancaraku dengan Mas Rean, silakan kunjungi blognya di http://feedmebook.blogspot.com

Rabu, 24 April 2013

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura


Judul : Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura
Komikus : Benny Rachmadi
Halaman : iv + 92
Tahun : 2011
Penerbit : KPG

Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura

Tiga manula adalah seri kartun terbaru karya Benny Rachmadi. Menampilkan tiga tokoh dari tiga etnis- Betaw, Tionghoa, dan Jawa- Benny mengeksplorasi habis-habisan karakter mereka sebagai bahan cerita. Ditambah detail dan warna gambar yang menawan, ditanggung bakal membuat kita cekikikan.

Singapura, salah satu negara tetangga yang banyak dikunjungi oleh orang Indonesia. Aku belum pernah sih ke Singapur.. hihi. Kakakku bilang “kamu nanti aja, tunggu manula dulu.” Hahaha… Di komik ini ada tiga tokoh utama seperti yang sudah dikasih tahu diatas. Pertama ada engkong Sanip dari betawi. Kedua ada Kokoh Liem, seorang pedagang dari etnis China. Terakhir ada mbah Waluyo. Mereka bertiga ini bertetangga.

Suatu hari koh Liem mengajak engkong Sanip dan Mbah Waluyo untuk jalan-jalan ke Singapur. Ditraktir oleh Koh Liem karena bisnis jualan tabletnya lagi untung. Siapa juga yang nolak? Disinilah kehebohan mulai terjadi. Engkong Sanip dan Mbah Waluyo sama-sama belum pernah naik pesawat. Kekatroan dua kakek-kakek ini di Singapura lucu banget, kalo Koh Liem sih agak lebih modern hehehe..

Hari pertama di Singapura, Engkong Sanip dan Mbah Waluyo kan mengunjungi Merlion Park, terus pas Koh Liem lagi menjelaskan panjang lebar mengenai patung singa berbadan ikan tersebut, eh kakek-kakek yang berdua itu malah asyik nyebur di kolam Merlion.

Seperti biasa Benny Rachmadi menyampaikan kritik sosial dalam setiap komik yang dia buat. Sama dengan komik satu ini, Benny menyorot kelakuan orang Indonesia yang lagi ada di Singapura. Kritik disampaikan dengan cara yang menggelitik lewat kelakuan 3 manula ini. Seperti hobi orang Indonesia yang sangat suka memborong belanjaan barang-barang branded, dan suka menyebrang jalan sembarangan

Banyak yang bilang buku ini terlalu mahal mengingat halamannya yang tipis. Menurutku sih worth it aja harganya segitu karena bikin komik kan memang susah. Dalam buku ini ada 15 halaman yang berwarna. Kalau mau ketawa ngakak, silakan baca sendiri :D
Happy Reading!

Shatter Me


Judul : Shatter Me
Penulis : Tahereh Mafi
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Halaman : 445

Jangan pernah menyentuh Juliette kecuali kamu sudah siap untuk mati.

Juliette sudah disekap selama 264 disebuah ruangan sempit untuk pasien yang gila. Selama itu ia tidak melihat cahaya matahari, tidak ada interaksi dengan siapapun. Mungkin keadaan ini akan ia alami selamanya. Toh tidak ada juga yang peduli padanya. Kedua orangtuanya malah dengan sukarela menyerahkan Juliette. Sejak dulu ia memang dianggap ancaman bagi orang lain.

Pada hari ke 264 itu Juliette mendapat kawan satu sel. Seorang laki-laki tampan bernama Adam. Juliette yakin ia mengenal laki-laki ini. Tapi tampaknya Adam tidak ingat lagi kepadanya. Apa yang diharapkan oleh Tatanan Baru dengan mengirimkan Adam sebagai teman satu selnya?

Kehadiran Adam di selnya membuat Juliette merasa tidak nyaman. Adam mengambil jatah ranjang dan selimut Juliette. Ia terus bertanya mengenai banyak hal tetapi Juliette enggan menjawabnya. Diam-diam Juliette mencintai laki-laki ini. Juliette mengajari Adam cara hidup di sel tersebut.

Hari itu, lima orang menghambur masuk ke dalam sel dengan menodongkan senjata. Mereka membawa Juliette ke sebuah tempat. Juliette baru saja menyadari bahwa Adam adalah bagian dari tentara itu. Adam ternyata mata-mata. Selama ini Adam diminta Warner (pimpinan tentara yang jahat) untuk mengawasi Juliette. Juliette ingin dimanfaatkan sebagai senjata untuk melawan para pemberontak yang melawan Tatanan Baru.

Oh ya, Adam adalah satu-satunya orang yang bisa menyentuh Juliette tanpa merasakan kesakitan. Sayangnya dugaan ini keliru, Warner pun kebal pada kulit Juliette. Duh, nanti Juliette diapa-apain lagi sama si Warner.  

Bisa dibilang Shatter Me ini mirip sama dystopian lainnya. Punya jagoan cewek, cowok cakep, pemberontakan, dan ada ‘gerakan bawah tanah’. Jalan cerita yang sudah lumayan umum untuk sebuah novel dystopia. Ending novel ini agak menggantung karena memang akan ada seri selanjutnya. 3 bintang aku kasih buat novel ini karena terlalu banyak kalimat yang dicoret.

Selasa, 23 April 2013

World Book Day

Selamat hari buku sedunia ya, Dear Readers!

Hari Buku Sedunia yang jatuh pada hari ini (23 April 2013) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Unesco untuk mempromosikan membaca, penerbitan, dan hak cipta. Kalau sejarah awalnya sih, pertama kali diadakan oleh salah satu toko buku di Spanyol untuk memperingati meninggalnya salah satu penulis Spanyol. Kemudian diadaptasi oleh Unesco pertama kali pada 23 April 1995. 



Semangat terus ya untuk membaca buku, dukung dunia penerbitan di Indonesia dan jangan membeli buku  bajakan. Hargai para penulis yang sudah susah-susah buat memindahkan ide dan imajinasi mereka kedalam bentuk tulisan/buku.

Apa yang kamu lakukan untuk merayakan hari buku sedunia? ;)

Rabu, 10 April 2013

FREE Download : Remembrance by Michelle Madow


Kemarin pagi aku dapat email yang memberi kabar gembira sebagai pencinta gratisan! Aku kan berlangganan newsletter dari seorang penulis yaitu Michelle Madow karena dulu pernah ikut giveaway. Terus kemarin aku dikasih kode gitu deh lewat email yang bisa aku gunakan untuk mengunduh ebook dia yang berjudul Remembrance. Berhubung di email tersebut dikasih tahu kalau boleh-boleh aja nge-share berita ini jadinya aku mau mau ngasih tau cara buat mendapatkan buku ini ke kalian semua ;)

Remembrance (Transcend Time, #1)

1. Kamu harus punya akun di smashwords
2. Kalau sudah punya, kamu bisa menuju kesini
3. Add cart
4. Masukkan kode XU72F
5. Unduh sesuai dengan format yang kamu inginkan (aku mengunduh versi PDF)

Selesai… Selamat Membaca :D

Bagi yang mau berbagi atau ngasih tahu cara mendapatkan ebook gratis, silakan share di kolom komentar ya…

(Laporan) Banjarbaru Book Fair


Tahun ini untuk pertama kalinya di Kalimantan Selatan diadakan sebuah Book Fair. Tentu saja masyarakat Kalsel khususnya yang suka membaca sangat antusias ketika mengetahui hal ini-termasuk aku :D Jauh-jauh hari aku sudah ngajak teman-temanku buat ke Banjarbaru Book Fair (BBF). BBF ini diadakan dari tanggal 30 Maret-7 April 2013 di Lapangan Murjani, Banjarbaru. Bagi yang belum tahu, Banjarbaru adalah salah satu kota di Kalsel. Kalau dari Banjarmasin jaraknya sekitar 40 Km.

Gerakan Banjarbaru Membaca

Berdasarkan padanganku, Banjarbaru lebih care sama yang doyan membaca. Lihat aja perpustakaan kotanya, selalu penuh setiap hari. Mungkin karena di Banjarmasin perpustakaannya jauh dan harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh pembangunan fly over. Letak perpustakaan di Banjarmasin juga agak jauh dari kota, jadinya orang (aku) agak malas buat kesitu. Kalau perpustakaan di Banjarbaru aksesnya mudah dijangkau, dekat sama kampus, dan pernah sampai mengundang Andrea Hirata sama Andy F. Noya buat meningkatkan minat baca di Kalsel.

Balik lagi ke BBF, rencana awalku adalah akan berkunjung kesana setiap hari selama seminggu. Eh ternyata di sepanjang minggu tersebut aku ada mid test 4 mata kuliah *hoaaaa*. Jadinya aku cuma berkunjung satu kali :’( yaitu pada tanggal 2 April itu pun cuma sebentar karena setelah itu aku ada les. Disana aku cuma beli satu buku yang di diskon 40% yaitu novelnya Jodi Picoult. Temanku ada yang beli trilogy Ingo seharga 67.000 (pengen beli juga sebenarnya tapi sudah janji nggak boleh kalap). Ada juga temanku yang beli 2 buah buku seharga 45.000. Buku-buku di Kalsel memang lebih mahal daripada di Pulau Jawa, selisihnya bisa sampai 10.000 lebih. Jadi kalau ada diskon, biasanya akan aku manfaatkan semaksimal mungkin :p



Saat pertama tiba di BBF, kesanku adalah eh kok sepi? Apa mungkin karena datangnya jam 4an? Kata temanku sih kalau malam lumayan penuh. Terus, pas aku masuk ke area BBF aku malah kebingungan kok malah banyak yang jualan baju? Ternyata yang buka stand buat jualan buku nggak terlalu banyak. Tidak seheboh yang digembar-gemborkan. Penerbit besar yang buka stand ada Mizan sama Gramedia. Gramedia cuma ngasih diskon buat buku terbitan dia yang edisi lama. Kalau buku baru diskonnya cuma 10%. Padahal dalam bayanganku bakal banyak yang buka stand dan aku sangat mengharapkan ada stand buat buku-buku import. Selain itu, aku juga berharap ada yang jualan buku-buku bekas (I really love secondhand book!) Selain harganya lebih murah, biasanya ada sensasi tersendiri kalau dapat buku bekas, murah, dan buku tersebut adalah incaran kita sejak dulu :D

Salah satu tokoh ikon kota Banjarmasin

Pas disana aku nggak sempat foto-foto, foto yang ada di blog ini aku minta dari temanku yang sempat kesana lagi pas tanggal 6 April. Eh disana juga ada beberapa penulis yang hadir seperti A. Fuadi, dan Donny Dirgantoro. Sayang sekali aku nggak datang kesana lagi L yah akhir pekan kan biasanya aku pulang ke Banjarmasin. Jadinya nggak ngeliat juga penutupannya gimana. Sepertinya kalau benar-benar ngikutin BBF ini acaranya seru-seru, ada lomba-lomba juga buat para pelajar.



Untuk book fair pertama sih bisa dibilang lumayan sukses ya.. Promosinya juga lumayan gencar. Hampir di setiap sudut kota Banjarbaru dipasang spanduknya, ada juga di koran-koran dan radio. Harapanku sih event semacam ini lebih sering lagi. Kalau bisa jadi agenda tahunan. Mengenai lokasi sudah bagus, di lapangan Murjani Banjarbaru karena kalau diadakan di Banjarmasin, waduh tambah macet ntar.


Bagaimana dengan book fair di kota kalian? Tinggalkan komentar dibawah ini yaa..