Selasa, 10 September 2013

The Help

Judul : The Help
Penulis : Kathryn Stockett
Penerbit : Matahati
Halaman : 545
Tahun : 2010

 photo img-buku-thehelp.jpg

Film The Help yang aku tonton membuatku ingin membaca bukunya, jadi setelah selesai nonton film itu, aku langsung nyari tahu apakah buku ini sudah ada terjemahannya atau belum. Ketika aku cari di internet, yang menerbitkan buku ini adalah penerbit matahati. Aku pikir pasti sulit untuk mencari buku terbitan matahati di toko buku. Lalu aku ingat bahwa buku-buku matahati didiskon gede-gedean, dan aku masih punya nomor handphone Bapak Ahmad, yang jual buku-buku matahati.

Alhamdulillah, buku seharga 90.000 rupiah ini didiskon lebih dari setengah harga. Aku beli 3 buku hanya 97.500 rupiah (belum ongkir). Pas bukunya sampai dirumah, waduh, ternyata bukunya tebal dan gede. Pantas saja nggak bisa 1 kg = 4 buku seperti biasa.

Buku ini berkisah tentang orang-orang kulit hitam di Amerika pada tahun 1960-an. Waktu itu perbedaan warna kulit adalah hal yang sangat-sangat-sangat penting. Kalau kamu perempuan berkulit hitam, maka takdir kamu adalah menjadi pembantu bagi nyonya-nyonya kulit putih. Sedangkan kalau kamu laki-laki berkulit hitam, takdir kamu adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar.

Pembantu yang menjadi tokoh dalam buku ini ada dua orang yaitu Aibeleen dan Minny Jackson. Entah kebetulan atau nggak, nama kota di buku ini adalah Jackson, Mississipi, sama kayak nama belakangnya Minny. Secara bergantian, sudut pandang berubah dari Aibeleen, Minny, dan seorang kulit putih bernama Miss Skeeter.

Nama asli Miss Skeeter adalah Eugenia Phelan, tetapi pada saat ia lahir, bentuk badannya yang kurus dan panjang membuat kakaknya memanggilnya Skeeter (nyamuk). Sehingga nama itu terus melekat sebagai nama panggilannya. Miss Skeeter berusia 23 tahun dan belum menikah. Ia lebih memilih kuliah dan karir sebagai penulis. Belum menikah diumur segitu adalah aib, maka ibunya Miss Skeeter berusaha keras agar putrinya menikah, ia sampai mengira bahwa Miss Skeeter tidak menyukai laki-laki. Kisah cinta Miss Skeeter dan Stuart menarik untuk diikuti dan sedikit menyedihkan.

Miss Skeeter mempunyai teman di klub bridge sekaligus anggota Liga. Miss Elizabeth adalah nyonya bagi Aibeleen, sedangkan Miss Hilly yang sombong dan berlagak bos adalah nyonya bagi Minny Jackson. Aibeleen adalah pembantu yang sangat menyayangi bayi, lebih sayang daripada Miss Elizabeth kepada anaknya sendiri.

Mulut besar Minny Jackson adalah kekurangannya yang sering membuat masalah. Terutama saat ia menjadi pembantu di rumah Miss Hilly yang jahat. Tragedi Pai Cokelat antara Minny dan Miss Hilly membuat Minny tidak mau lagi bertemu dengan Miss Hilly selamanya, begitu juga bagi Miss Hilly.

Jangan coba-coba untuk memperjuangkan hak sipil, karena setelah selesai bersuara, akan ada hal-hal mengerikan yang terjadi. Orang kulit hitam benar-benar menjadi warga nomor dua. Mereka tidak boleh bersentuhan, memakai kamar mandi yang sama, atau makan dimeja yang sama dengan orang kulit putih. Begitu juga dengan sekolah, tidak ada orang kulit putih yang mau duduk di sekolah yang sama dengan orang kulit hitam.

Bersama dengan Aibeleen dan Manny Jackson, Miss Skeeter membuat sebuah buku yang bercerita mengenai pengalaman para pembantu kulit hitam dalam melayani nyonya kulit putih. Sebuah langkah yang luar biasa berani pada masa itu.

Sama dengan filmnya yang aku tonton lebih dulu, aku juga sangat suka sama buku ini. Terjemahannya nyaman untuk dibaca, tapi cuma aku kasih 4 dari 5 bintang karena endingnya yang gantung padahal masih banyak masalah yang belum selesai.

Psst…Kalau saja Miss Hilly tahu sekarang USA dipimpin sama orang kulit hitam, mungkin dia bakal syok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar