Minggu, 25 Agustus 2013

[UnforgotTen] Little Bee

Judul : Little Bee
Penulis : Chris Cleave
Tahun : 2011
Halaman : viii + 390
Penerbit : Gagasmedia


Seringkali aku berharap menjadi sekeping koin Inggris senilai satu pound dan bukan seorang gadis Afrika…

Kalimat pembuka pada halaman pertama menggunakan gambaran yang sangat menarik bagiku. Nampaknya gadis ini sangat ingin menjadi orang Inggris hingga ia mempelajari bahasa Inggris sang Ratu, bertingkah seperti Ratu, ia juga merasa memiliki banyak kesamaan dengan Ratu. Bahasa Inggris bukanlah hal yang sulit baginya karena bahasa resmi di negaranya memang bahasa Inggris, tetapi bahasa Inggris antara Nigeria dan Inggris berbeda. Gadis-gadis didesanya pasti tidak terlalu mengerti jika ia bercerita tentang kehidupan di Inggris karena banyak istilah yang tidak ada di Nigeria.

“Kayanya kau udah terlalu lama belajar bahasa Inggris yang sok itu, Lil Bug karena omonganmu itu gila. Kau cuma hidup sekali saja, Darlin. Nggak peduli apakah kau nggak menghargai satu bagian dari hidupmu, tapi itu nggak bikin bagian itu hilang dari kehidupanmu.

Nama samaran gadis itu adalah Little Bee, ia tidak pernah mau menyebutkan nama aslinya karena takut. Little Bee adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang kabur dari negaranya dengan menumpang sebuah kapal tujuan Inggris. Ketika sampai di Inggris, ia dimasukkan ke dalam tahanan khusus imigran. Itu lebih aman bagi dia ketimbang berada di Nigeria yang penuh dengan konflik.

Tinggal di sebuah negara miskin dengan sumber daya alam berupa minyak yang melimpah, membuat banyak sekali manusia yang terbunuh. Tidak bisa dijelaskan bagaimana mengerikannya kejadian yang dialami oleh Little Bee di negara itu, sampai sekarang ia selalu memikirkan bagaimana cara bunuh diri jika pria-pria itu datang. Hidupnya selalu dihantui oleh perasaan tidak aman.

Saat Little Bee keluar dari tahanan, ia menghubungi satu-satunya orang yang ia kenal di Inggris. Andrew, laki-laki yang pernah ia temui di pantai Nigeria langsung ketakutan saat menerima telepon dari Little Bee. Tampaknya ada sesuatu yang terjadi antara ia dan Little Bee saat di pantai sehingga beberapa hari setelah menerima telepon itu, Andrew memutuskan untuk bunuh diri.

Aku suka dengan Little Bee yang begitu tabah walaupun ia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Melihat keluarganya dibunuh didepan matanya sendiri memang membuat Little Bee ketakutan, tetapi ia tidak sampai depresi, ia terus bertekad untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Little Bee adalah seorang gadis yang pintar, sayangnya kesempatan untuk bersekolah tidak ia dapatkan. Kecerdasan gadis itu bisa kita rasakan dalam kalimat demi kalimat dalam buku ini. Ia gadis yang kuat dan tidak ingin ditindas oleh siapapun. Dendam yang ia simpan pada Andrew berubah menjadi rasa bersalah saat laki-laki itu bunuh diri. Little Bee ingin menebus kesalahannya dengan membantu Sarah dan Charlie.

Saat membaca beberapa resensi tentang buku ini, aku tidak yakin akan menyukai ceritanya. Aku takut bahasa maupun jalan ceritanya terlalu berat untuk dipahami. Setelah aku membaca, dari kalimat awal saja aku sudah merasa sangat tertarik dengan Little Bee. Terjemahannya memang kadang kurang nyaman untuk dibaca dan ada banyak typo, tetapi kisah Little Bee begitu menghanyutkan sehingga aku terus penasaran sampai ceritanya selesai. Pada beberapa bagian aku cukup merinding karena membayangkan adegan berdarah-darah. Pengorbanan Sarah kepada Little Bee juga sangat menakjubkan.


Buku-buku Gagasmedia yang aku baca selama ini lebih banyak ke buku romance maupun travelling sehingga aku tidak menyangka bahwa Gagas akan menerbitkan buku yang menurutku ‘bukan ciri khas Gagas’, namun pilihan Gagas untuk menerbitkan buku ini adalah sebuah langkah yang berani karena mungkin tidak banyak orang yang tertarik untuk membaca buku tentang seorang gadis Afrika. Semoga Gagas lebih banyak lagi menerbitkan buku terjemahan dengan cerita sebagus ini. 4 bintang untuk Little Bee, psst… di halaman terakhir aku tahu loh nama aslinya Little Bee!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar