Senin, 26 Agustus 2013

[UnforgotTen] Dongeng Patah Hati

Judul : Dongeng Patah Hati
Penulis : Aveline A.T, Callia, Dadan Erlangga, Dodi Prananda, Ina Inong, Kokios Te, Lutfia Khoirunisa, Mahir Pradana, Nurlila Yulvira C, Rafandha, Robin Wijaya, Sanie B. Kuncoro, Shelly Fw, Stephanie Zen
Tahun : 2013
Halaman : iv + 272
Penerbit : Gagasmedia


Buku ini berisi 14 buah cerpen dengan tema patah hati., sesuai dengan judulnya. Jadi semua cerpen disini tidak ada yang berakhir dengan happy ending. Aku lebih suka dengan cerpen yang berakhir patah hati seperti ini karena menurutku lebih masuk akal dan lebih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ke-14 cerpen yang ada, aku paling suka sama cerpen yang ditulis oleh Stephanie Zen. Cerpen tersebut berjudul It’s Not You, It’s Me. Cerpen ini memberikan semacam pelajaran bahwa sebagai seorang cewek, kita harus menghargai diri kita sendiri, jangan mau berubah hanya demi orang lain. Melalui Sophie, aku ikut menyadari bahwa lebih baik sendiri daripada bersama orang yang tidak menghargai kita.

Aku tidak bisa membayangkan jika aku dan Jordan benar-benar akan menjadi lebih dari teman, lalu suatu saat nanti kami menikah..am I going to spend the rest of my life, wondering whether I’m beautiful enough for him? Rasanya saja sekarang sudah begitu menyiksa, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika menikah nanti aku dihantui perasaan insecure itu sepanjang sisa hidupku.

Alasan lain aku menyukai cerpen ini adalah bahasanya yang tidak berbelit-belit. Kalau 13 cerpen lainnya, bahasanya terlalu puitis dan aku tidak terlalu suka yang puitis. Aku kadang harus membaca ulang suatu kalimat yang tidak aku pahami karena bahasanya yang puitis banget. Selain itu, benda yang dideskripsikan pun tidak jauh-jauh dari mata, bintang, dan hujan. Mungkin karena aku sudah bosan dengan tiga benda itu saking seringnya sebuah buku memakainya untuk menggambarkan suasana yang romantis-melankolis.

Apakah banyak yang suka dengan tema patah hati? Kalau kamu sedang patah hati atau sedang galau, baca aja buku ini. Kamu akan merasa kalau punya banyak teman senasib, apalagi kalau bacanya malam-malam sambil selimutan :p Satu dua cerpen pasti pernah kamu alami sendiri, seperti cinta yang tak tersampaikan, bertepuk sebelah tangan, atau putus begitu saja.

Tarik nafas sebelum membaca buku ini, karena bisa saja cerpen yang kamu baca adalah gambaran dirimu sendiri saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar