Sabtu, 13 Juli 2013

[UnforgotTen] All You Can Eat

Judul : All You Can Eat
Penulis : Christian Simamora
Tahun : 2013
Halaman : xii + 460
Penerbit : Gagasmedia


Sarah, seorang scripwriter lagi patah hati karena Rifat, pacar yang baru saja ia putusin mengaku berselingkuh dengan isntruktur yoga mereka. Sarah nggak terima dong, apalagi setelah dikompori habis-habisan oleh Anye, sahabatnya. Anye ini anak orang kaya, kalau kata Sarah sih Anye ini berak duit saking kayanya. Setelah menyarankan Sarah agar mendepak Rifat dari apartemen Sarah, Anye menyarankan agar Sarah cabut keluar kota.

“He cheats, that’s red card. He’s out-that’s the rule.”

Kota yang menjadi tempat untuk kabur buat Sarah adalah… Bali! Di Ubud, keluarga Anye punya villa yang jarang digunakan sehingga Sarah boleh menginap disana selama dua minggu. Cuma dua minggu, karena Sarah hanya itulah waktu yang dimiliki Sarah untuk menyelesaikan naskah film terbarunya : Aku Perawan 3 -_-

Pas Sarah sampai di vila megah itu… Ooo.. ada cowok nggak pakai baju yang membuat Sarah mematung. Itu kan.. Jandro! Adiknya Anye yang sempat naksir Sarah. Bisa dibayangkan dong bagaimana kelanjutan novel ini. Cinta Jandro kepada teman kakaknya itu sepertinya bersemi lagi deh. Momennya pas banget, Jandro lagi patah hati, Sarah juga lagi patah hati.

Maka mereka pun memutuskan untuk.. pacaran? No! Tidak semudah itu. Nuna, mantan selingkuhan Jandro datang lagi ke Bali buat ngajak balikan. Di kehidupan Sarah juga muncul Irvan yang cakep banget. Ditambah lagi kenyataan bahwa Jandro lebih muda tujuh tahun dibanding Sarah. Sarah pun berusaha melupakan Jandro, mereka berpisah secara fisik tapi tidak dengan hati mereka…

“Kalaupun dipaksakan, toh kita berdua nggak akan bertahan lama, kan? I mean, there’s no way a man’s heart could equally love two women at the same time”.

Beberapa typo dan kejanggalan yang aku temukan dalam novel ini yaitu :
Owh, le damn hot, Gurl! (hal 22)
Dia dekat dengan Irvan sekarang arah belum menemukan alasan untuk menganggap yang mereka lakukan ini masuk kategori ‘relationship’) (hal 295). Tanda kurung setelah relationship tidak diperlukan, kan?
“Mas, bisa tolong dikabari kalau saya sudah datang? (hal 410) Harusnya kan seperti ini ya : Mas, bisa tolong kabari saya kalau dia sudah datang?

Ada satu istilah Psikologi yang aku baru tahu berkat novel ini, yaitu schadenfreude (perasaan senang yang diikuti oleh perasaan bersalah karena puas melihat penderitaan orang lain).

Hot Hot Hot! Itu yang ada di dalam pikiranku saat membaca 20 halaman pertama. Buku ini memang bukan buku Christian Simamora pertama yang aku baca, sebelumnya pernah baca With You, duet sama Orizuka. Kadar ke-hot-an buku ini dan With You agak berbeda, mungkin karena All You Can Eat berbentuk novel utuh yang ditulis Christian sendirian sedangkan di With You, dia hanya menulis 50% dari keseluruhan.

Saat tahu bahwa ada novel baru terbitan Gagas, aku langsung melirik covernya. Biasalah, Gagas kan covernya unyu-unyu. Apalagi judulnya All You Can Eat, aku pikir ini novel yang tokohnya punya toko kue, hobi makan, atau seorang koki (iya sih, Jandro pinter masak). Eh ternyata kok ada gambar cowok berjas hitam yang dipeluk dari belakang sama cewek ya? Hmm.. mencurigakan nih!

Aku jadi ingat temanku pernah ngasih tahu kalau Christian Simamora itu suka memasukkan adegan sensor dibukunya, ya mirip-mirip sama chicklit yang suka ada adegan “itu” tuh.. Berhubung aku penasaran karena buku ini populer banget di jagad twitter, jadi aku masukkan dalam list #UnforgetTen yang dikirimkan Gagasmedia.

Tadaaa.. saat 10 buku itu datang, aku bingung mana yang harus dibaca duluan. Awalnya pengen baca Coba Tunjuk Satu Bintang – Sefryana Khairil tapi aku tergoda sama All You Can Eat yang ada bonus bepian (ini istilah di Banjarmasin, kayaknya tiap kota beda-beda istilahnya). Pas liat bepian aku baru ngeh bahwa ini novel yang ada unsur dewasanya. Buat yang ngerasa belum cukup umur, mending jangan dibaca yaa adik-adik *pukpuk.

Aku suka sama gaya Christian menulis, cablak, dan gahoel banget. Dia suka menyelipkan bahasa Inggris slank dalam percakapan tokoh-tokohnya.

Setelah membaca All You Can Eat, aku ketagihan pengen baca tulisan Christian Simamora yang lain!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar