Sabtu, 15 Juni 2013

Dear Gagas : #KadoUntukBlogger #unforgotTen

Gagasmedia, siapa sih yang nggak tahu sama penerbit satu ini? Setiap kali aku ke toko buku pasti buku-buku dari Gagasmedia mejeng di rak new books, sampai top seller. Beberapa tahun yang lalu mungkin Gagasmedia belum terlalu dikenal, namun sekarang buku-buku terbitan Gagas selalu menjadi rekomendasi dan pilihan semua toko buku. Ya, saat membuka homepage online bookshop buku terbitan Gagas pasti terpampang manis.

Sebelum aku memberikan alasan kenapa aku layak mendapat 10 buku dari Gagas, aku mau sharing pendapat dulu mengenai pandanganku terhadap Gagasmedia :

Apa yang membuat pembaca tertarik membaca buku-buku Gagas? Well, berdasarkan observasiku selama ini penulis yang bekerja sama dengan Gagas adalah penulis-penulis yang produktif menelurkan karyanya. Penulis ini kebanyakan merintis dari bawah dan ‘dibesarkan’ oleh Gagas. Orang-orang yang menyukai buku penulis ini pasti akan terus membaca dan membeli buku selanjutnya dari penulis itu. Penulis dari Gagasmedia misalnya Winna Efendi, Christian Simamora, Orizuka, Prisca Primasari, Sefryana Khairil.
Covernya manis-manis banget

Kedua, promosi yang gencar. Admin twitter @Gagasmedia misalnya, dia rajin menanggapi dan meretweet komentar dari pembaca setia Gagas. Keramahan pelayanan ini merupakan salah satu kunci penerbit cepat dikenal.

Ketiga, kesatuan desain yang diterapkan dalam setiap buku. Saat melihat buku terbitan Gagas untuk pertama kalinya aku langsung menarik kesimpulan bahwa ‘setiap’  buku mempunyai ‘sentuhan’ personalnya sendiri. Gagas tidak main-main dalam menyuguhkan sebuah buku; desain cover dan isi, sinopsis, bahkan pembatas buku begitu ‘manis’ untuk pembaca. Ini merupakan poin plus yang tidak dimiliki semua penerbit.

Keempat, genre. Genre romance yang diusung Gagas disukai semua kalangan. Dari anak SMP sampai ibu-ibu bisa masuk kedalam buku-buku yang diterbitkan Gagas. Aku sendiri merasakan bahwa Gagas memang betul-betul berkomitmen untuk masuk kedalam genre romance. Lihat saja ide #STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) untuk buku dengan tema “kota”, semuanya berkesan romantis. Sebagai orang yang mengaku-ngaku romantis aku juga suka sama buku-bukunya Gagas karena ceritanya itu suka membuat melting. Gagas ini penerbit yang cinta Indonesia loh, soalnya hampir semua buku-bukunya tulisan dari penulis Indonesia *yeaay tepuk tangan!

Udah lama banget belinya tapi masih sering dibaca-baca


Kelima, yang membuat banyak orang mulai melirik Gagas sebagai penerbit favorit adalah loyalitas pembaca dan resensi dari para blogger. Kekuatan media dalam memberikan pengaruh dan opini sangat besar. Blogger buku Indonesia semakin bertambah dari hari ke hari. Tidak sedikit dari mereka yang suka membaca buku terbitan Gagas kemudian memberikan review yang positif. Para pengunjung dari blog itu sedikit banyak menjadi tahu buku-buku apa yang baru diterbitkan Gagas, apa yang menarik dari buku itu sehingga layak untuk dibaca, sehingga keberadaan Gagas semakin dikenal dan buku-bukunya banyak disukai. Secara tidak langsung peranan para blogger ini membantu pemasaran buku dari Gagas juga, kan? ;)

Koleksi buku dari GagasMedia punyaku memang tidak terlalu banyak, belum sampai 20. Jumlah ini tidak menghalangiku untuk meyakini bahwa buku terbitan Gagas banyak yang berkualitas. Wishlistku untuk buku Gagas lumayan banyak dan pasti akan terus bertambah mengingat buku-buku Gagas banyak yang eye catching dan ngiler pas membaca resensi dari teman-teman blogger (ngiler pengen beli, pengen baca tapi apa daya uang sakuku terbatas hiks).

To-Read

Terus, kenapa aku HARUS mendapat 10 buku dari Gagasmedia? Pastinya alasan dasarnya adalah karena aku suka membaca dan menulis. Alasan itu juga yang membuatku terus menulis di blog ini. Kemudian, aku ingin menyebarkan virus romantis dari buku terbitan Gagas. Libur panjang kuliah selama 3 bulan ini akan aku manfaatkan untuk membaca banyak buku, beberapa buku Gagas juga sudah masuk dalam rak to-read, dan aku sama sekali nggak keberatan untuk menambah 10 lagi buku Gagas.

Buku dari Gagas yang aku suka bukan hanya yang genre romance. Ada juga nonfiksi seperti Letters To Sam dan Hairless yang aku suka banget dan nangis-nangis pas membacanya. Buku-buku travelling juga diterbitkan, seperti Life Traveler dan The Journeys. Nah, ada juga buku traveling Gagas yang kocak banget, pokoknya bisa bikin ketawa ngakak, yaitu Kedai 1001 Mimpi. Buku satu ini merupakan buku traveling sekaligus komedi . Jadi Gagas juga cocok kok untuk yang nggak suka sama genre romance.

Buku-buku travelling Gagas



Itu doang nih yang bikin aku harus mendapat 10 buku dari Gagas? Huaa.. aku tuh paling nggak tahan sama buku-bukunya Gagas, beneran deh! Apalagi cover bukunya itu, ditambah jaminan nama penulisnya. Setelah membaca tweet dari Gagas kalau Gagas mau bagi-bagi 10 buku buat 10 blogger (Iya, 10 Buku buat 10 Blogger!!!) aku yang lagi membaca-baca bahan ujian di Ms. Word langsung mencet CTRL + N buat bikin postingan “kenapa aku layak mendapat 10 buku dari Gagas” nah kurang cinta apalagi sih aku sama Gagas? Sampai-sampai bahan ujian ‘ditelantarkan’ dulu, hihi. ;) (tenaaang, tetap belajar habis menulis postingan ini)

Buat Gagas, sukses terus yaa semoga tetap menjadi salah satu penerbit besar di Indonesia dan melahirkan penulis-penulis baru yang produktif. Selalu ramah yaa sama pembaca ^^ terakhir, aku mau nyanyi nih buat Gagas

Pilihlah aku jadi pacarmu pemenangnya
Yang pasti setia menemanimu membaca bukumu
Jangan kau salah pilih yang lain
Yang lain belum tentu setia
Jadi pilihlah aku

2 komentar: