Selasa, 21 Mei 2013

For One More Day


Judul : For One More Day – Satu Hari Bersamamu
Penulis : Mitch Albom
Penerjemah : Olivia Gerungan
Tahun : 2012
Halaman : 248
Penerbit : Gramedia

Karena ada keterlibatan hantu disni. kau bisa menyebut ini cerita hantu. Tapi keluarga mana yang bukan sebuah cerita hantu? Berbagi kisah tentang mereka yang telah pergi adalah cara kita menjaga supaya tidak benar-benar kehilangan mereka

Dari semua permasalahan yang dirasakan Chick, kematian ibunya lah yang paling berat. Ia tidak ada disisi ibunya saat serangan jantung merenggut nyawanya. Ia membohongi ibunya justru dihari terakhir mereka bersama. Bayang-bayang rasa bersalah terus menghantui Chick sepanjang 8 tahun. Inilah titik yang mengubah hidupnya. Chick kini melarikan dirinya pada minuman keras

Bunuh diri adalah jalan pintas yang dipikirkan oleh Chick Benetto saat itu. Bagaimana tidak, setelah kematian ibunya, pernikahannya dengan Catherine hancur berantakan gara-gara kebiasaannya mabuk-mabukkan. Ia bukan lagi seorang pemuda yang memiliki mimpi untuk menjadi pemain bisbol terkenal seperti keinginan ayahnya. Harga diri Chick hancur ketika putrinya menikah namun tidak mengundangnya. Maria hanya mengirimkan dua buah foto pernikahannya. Sama sekali tidak mengharapkan kehadiran Chick.

Anak mama atau anak papa, Chick? Apa pilihanmu?

Chick memilih ayahnya.

Pilihan Chick salah. Ayahnya meninggalkan keluarga mereka. Penyebab orangtuanya berpisah tidak pernah diketahui Chick. Bagian ini menjadi rahasia sampai pada bab-bab terakhir. Chick yang sepanjang hidupnya memilih untuk jadi anak ayah, melakukan segalanya untuk mendapat perhatian ayahnya. Seringkali ia mengabaikan ibunya demi si ayah. Sampai ia tua pun Chick berharap akan menjadi pemain bisbol profesional yang bermain di liga terkenal. Keinginan ini tidak pernah tercapai, ia hanya sebentar bermain, itu pun tidak dikenal orang. Ini sangat menjengkelkanku ketika membacanya. Kasihan banget ibunya Chick, diduakan oleh bisbol demi perhatian ayah yang meninggalkannya.

Pada saat itu menjadi seorang janda adalah sesuatu yang dianggap tabu oleh orang Amerika. Dilingkungan tempat tinggalnya, Chick tidak mengenal wanita lain yang menjada selain ibunya. Ia satu-satunya anak yang orangtuanya berpisah. Chick menganggap itu sangat memalukan. Tetangga-tetangganya yang perempuan merasa terancam oleh Posey, ibu Chick yang cantik dan masih muda. Mereka takut suami mereka tergoda oleh Posey.

Chick bunuh diri beberapa kali namun gagal. Akhirnya ia mengalami kecelakaan dan menabrak sebuah van serta papan reklame. Chick merasa dirinya tidak apa-apa, ia melarikan diri sebelum disuruh bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Saat pulang ke bekas rumahnya di Pepperville Beach, ia mendapati ibunya. Ibunya yang telah lama meninggal kini hidup kembali seolah tidak ada apapun yang pernah terjadi. Ibunya yang beruur 79 tahun hadir menyambut Chick dirumahnya.

“Bu?” bisikku.
Sudah lama aku tidak mengucapkannya. Ketika kematian mengambil ibumu, dia mengambil kata itu selamanya.

Chick membuat sebuah daftar Saat Ketika Ibu Membelaku dan Saat Aku Tidak Membela Ibu. Daftar yang ia tulis itu ternyata tidak seimbang. Lebih banyak saat ibu membelanya. Membuat Chick sadar bahwa ibunya selalu menyayanginya, berapapun umur Chick.

Selama satu hari setelah kecelakaan itu, Chick menghabiskan sepanjang hari bersama ibunya yang telah meninggal. Chick merasa sangat janggal bahwa ia bisa berkomunikasi dengan ibunya, bahkan memeluknya. Apakah hantu itu nyata?

Dia meletakkan satu tangan di atas tanganku.”Kalau seseorang ada di dalam hatimu, mereka tidak pernah benar-benar pergi. Mereka bisa kembali padamu, bahkan pada waktu-waktu yang tak terduga.”

Satu hari yang dilalui Chick bersama Posey dibagi dalam bab ini menjadi empat bagian. Yaitu Tengah Malam, Pagi Hari, Sore Hari, dan Malam Hari. Dalam waktu-waktu itu mereka mengunjungi tiga orang. Orang pertama adalah Rose, nenek yang sering ditata rambutnya oleh Posey. Setelah dipecat sebagai perawat, Posey bekerja di sebuah salon dan mempunyai banyak pelanggan. Tidak berapa lama setelah Posey mendandaninya, Rose meninggal dunia.

Orang kedua yang mereka temui adalah Miss Thelma, mantan pembantu mereka. Sama seperti Rose, Miss Thelma juga minta didandani. Miss Thelma ingin terlihat cantik sebelum ia meninggal. Ini semakin aneh bagi Chick. Mengapa ibunya bisa tahu bahwa perempuan-perempuan ini sudah mendekati ajalnya?

Orang terakhir yang mereka kunjungi adalah seorang wanita juga. Silakan baca bukunya untuk mencari tahu siapakah dia. Hohoho..

Buku ini adalah buku kedua karya Mitch Albom yang aku baca. Waktu itu hari ulangtahunku, aku pergi jalan-jalan ke Gramedia buat nyari-nyari buku bagus. Eh buku ini memanggil-manggil buat di beli. Berhubung buku pertamanya yang aku baca sangat bagus, aku langsung memutuskan untuk membeli buku ini. Ternyata buku ini tidak kalah bagusnya, pokoknya aku banjir air mata saat membacanya, hehehe.

Cerita utama yang diangkat adalah tentang seorang ibu. Kita kadang tidak sadar ketika kita bertambah dewasa, ibu kita justru bertambah tua. Banyak alasan yang kita gunakan untuk menjauhkan diri dari mereka; sibuk, tidak sempat berkunjung, malas mengangkat telepon, malu dicium didepan umum, dan lainnya. Padahal bisa saja pertemuan kita saat itu adalah kesempatan terakhir untuk berbicara dengan mereka.

Beruntunglah Chick yang mendapat satu hari lagi kesempatan itu. Ia belum terlambat untuk mengubah kehidupannya. Ibunya yang telah meninggal mau berbagi satu hari lagi untuk Chick, anak yang ia sayangi.

Pernahkah kau kehilangan seseorang yang kau sayangi dan kau ingin bisa bercakap-cakap dengannya sekali lagi, mendapatkan satu lagi kesempatan untuk menggantikan waktu-waktu ketika kau menganggap mereka akan ada selamanya? Jika pernah, maka kau pasti tahu bahwa seberapa banyak pun kau mengumpulkan hari-hari sepanjang hidupmu, semuanya takkan cukup untuk menggantikan satu hari itu, satu hari yang ingin sekali bisa kau miliki lagi.

Aku kasih 5 dari 5 bintang untuk buku ini. Pokoknya setelah membacanya, pasti pengen meluk ibu (bagi yang dekat) atau menelpon ibu (bagi yang jauh). Ayo bilang sayang sama ibu selagi beliau masih ada ^^

2 komentar:

  1. bagus banget yah ceritanya. Aku jd inget pas baca novel ini sampai nangis dan mata sembab besok harinya. hadiah ultah yg indah ya :)

    BalasHapus
  2. huaaa pengen buku ini dari lama... sudah yakin pasti buku ini bakal bikin tissue habis ._.

    BalasHapus