Rabu, 24 April 2013

Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura


Judul : Tiga Manula Jalan-Jalan Ke Singapura
Komikus : Benny Rachmadi
Halaman : iv + 92
Tahun : 2011
Penerbit : KPG

Tiga Manula Jalan-Jalan ke Singapura

Tiga manula adalah seri kartun terbaru karya Benny Rachmadi. Menampilkan tiga tokoh dari tiga etnis- Betaw, Tionghoa, dan Jawa- Benny mengeksplorasi habis-habisan karakter mereka sebagai bahan cerita. Ditambah detail dan warna gambar yang menawan, ditanggung bakal membuat kita cekikikan.

Singapura, salah satu negara tetangga yang banyak dikunjungi oleh orang Indonesia. Aku belum pernah sih ke Singapur.. hihi. Kakakku bilang “kamu nanti aja, tunggu manula dulu.” Hahaha… Di komik ini ada tiga tokoh utama seperti yang sudah dikasih tahu diatas. Pertama ada engkong Sanip dari betawi. Kedua ada Kokoh Liem, seorang pedagang dari etnis China. Terakhir ada mbah Waluyo. Mereka bertiga ini bertetangga.

Suatu hari koh Liem mengajak engkong Sanip dan Mbah Waluyo untuk jalan-jalan ke Singapur. Ditraktir oleh Koh Liem karena bisnis jualan tabletnya lagi untung. Siapa juga yang nolak? Disinilah kehebohan mulai terjadi. Engkong Sanip dan Mbah Waluyo sama-sama belum pernah naik pesawat. Kekatroan dua kakek-kakek ini di Singapura lucu banget, kalo Koh Liem sih agak lebih modern hehehe..

Hari pertama di Singapura, Engkong Sanip dan Mbah Waluyo kan mengunjungi Merlion Park, terus pas Koh Liem lagi menjelaskan panjang lebar mengenai patung singa berbadan ikan tersebut, eh kakek-kakek yang berdua itu malah asyik nyebur di kolam Merlion.

Seperti biasa Benny Rachmadi menyampaikan kritik sosial dalam setiap komik yang dia buat. Sama dengan komik satu ini, Benny menyorot kelakuan orang Indonesia yang lagi ada di Singapura. Kritik disampaikan dengan cara yang menggelitik lewat kelakuan 3 manula ini. Seperti hobi orang Indonesia yang sangat suka memborong belanjaan barang-barang branded, dan suka menyebrang jalan sembarangan

Banyak yang bilang buku ini terlalu mahal mengingat halamannya yang tipis. Menurutku sih worth it aja harganya segitu karena bikin komik kan memang susah. Dalam buku ini ada 15 halaman yang berwarna. Kalau mau ketawa ngakak, silakan baca sendiri :D
Happy Reading!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar