Rabu, 24 April 2013

Shatter Me


Judul : Shatter Me
Penulis : Tahereh Mafi
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2012
Halaman : 445

Jangan pernah menyentuh Juliette kecuali kamu sudah siap untuk mati.

Juliette sudah disekap selama 264 disebuah ruangan sempit untuk pasien yang gila. Selama itu ia tidak melihat cahaya matahari, tidak ada interaksi dengan siapapun. Mungkin keadaan ini akan ia alami selamanya. Toh tidak ada juga yang peduli padanya. Kedua orangtuanya malah dengan sukarela menyerahkan Juliette. Sejak dulu ia memang dianggap ancaman bagi orang lain.

Pada hari ke 264 itu Juliette mendapat kawan satu sel. Seorang laki-laki tampan bernama Adam. Juliette yakin ia mengenal laki-laki ini. Tapi tampaknya Adam tidak ingat lagi kepadanya. Apa yang diharapkan oleh Tatanan Baru dengan mengirimkan Adam sebagai teman satu selnya?

Kehadiran Adam di selnya membuat Juliette merasa tidak nyaman. Adam mengambil jatah ranjang dan selimut Juliette. Ia terus bertanya mengenai banyak hal tetapi Juliette enggan menjawabnya. Diam-diam Juliette mencintai laki-laki ini. Juliette mengajari Adam cara hidup di sel tersebut.

Hari itu, lima orang menghambur masuk ke dalam sel dengan menodongkan senjata. Mereka membawa Juliette ke sebuah tempat. Juliette baru saja menyadari bahwa Adam adalah bagian dari tentara itu. Adam ternyata mata-mata. Selama ini Adam diminta Warner (pimpinan tentara yang jahat) untuk mengawasi Juliette. Juliette ingin dimanfaatkan sebagai senjata untuk melawan para pemberontak yang melawan Tatanan Baru.

Oh ya, Adam adalah satu-satunya orang yang bisa menyentuh Juliette tanpa merasakan kesakitan. Sayangnya dugaan ini keliru, Warner pun kebal pada kulit Juliette. Duh, nanti Juliette diapa-apain lagi sama si Warner.  

Bisa dibilang Shatter Me ini mirip sama dystopian lainnya. Punya jagoan cewek, cowok cakep, pemberontakan, dan ada ‘gerakan bawah tanah’. Jalan cerita yang sudah lumayan umum untuk sebuah novel dystopia. Ending novel ini agak menggantung karena memang akan ada seri selanjutnya. 3 bintang aku kasih buat novel ini karena terlalu banyak kalimat yang dicoret.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar