Rabu, 10 April 2013

(Laporan) Banjarbaru Book Fair


Tahun ini untuk pertama kalinya di Kalimantan Selatan diadakan sebuah Book Fair. Tentu saja masyarakat Kalsel khususnya yang suka membaca sangat antusias ketika mengetahui hal ini-termasuk aku :D Jauh-jauh hari aku sudah ngajak teman-temanku buat ke Banjarbaru Book Fair (BBF). BBF ini diadakan dari tanggal 30 Maret-7 April 2013 di Lapangan Murjani, Banjarbaru. Bagi yang belum tahu, Banjarbaru adalah salah satu kota di Kalsel. Kalau dari Banjarmasin jaraknya sekitar 40 Km.

Gerakan Banjarbaru Membaca

Berdasarkan padanganku, Banjarbaru lebih care sama yang doyan membaca. Lihat aja perpustakaan kotanya, selalu penuh setiap hari. Mungkin karena di Banjarmasin perpustakaannya jauh dan harus melewati kemacetan yang disebabkan oleh pembangunan fly over. Letak perpustakaan di Banjarmasin juga agak jauh dari kota, jadinya orang (aku) agak malas buat kesitu. Kalau perpustakaan di Banjarbaru aksesnya mudah dijangkau, dekat sama kampus, dan pernah sampai mengundang Andrea Hirata sama Andy F. Noya buat meningkatkan minat baca di Kalsel.

Balik lagi ke BBF, rencana awalku adalah akan berkunjung kesana setiap hari selama seminggu. Eh ternyata di sepanjang minggu tersebut aku ada mid test 4 mata kuliah *hoaaaa*. Jadinya aku cuma berkunjung satu kali :’( yaitu pada tanggal 2 April itu pun cuma sebentar karena setelah itu aku ada les. Disana aku cuma beli satu buku yang di diskon 40% yaitu novelnya Jodi Picoult. Temanku ada yang beli trilogy Ingo seharga 67.000 (pengen beli juga sebenarnya tapi sudah janji nggak boleh kalap). Ada juga temanku yang beli 2 buah buku seharga 45.000. Buku-buku di Kalsel memang lebih mahal daripada di Pulau Jawa, selisihnya bisa sampai 10.000 lebih. Jadi kalau ada diskon, biasanya akan aku manfaatkan semaksimal mungkin :p



Saat pertama tiba di BBF, kesanku adalah eh kok sepi? Apa mungkin karena datangnya jam 4an? Kata temanku sih kalau malam lumayan penuh. Terus, pas aku masuk ke area BBF aku malah kebingungan kok malah banyak yang jualan baju? Ternyata yang buka stand buat jualan buku nggak terlalu banyak. Tidak seheboh yang digembar-gemborkan. Penerbit besar yang buka stand ada Mizan sama Gramedia. Gramedia cuma ngasih diskon buat buku terbitan dia yang edisi lama. Kalau buku baru diskonnya cuma 10%. Padahal dalam bayanganku bakal banyak yang buka stand dan aku sangat mengharapkan ada stand buat buku-buku import. Selain itu, aku juga berharap ada yang jualan buku-buku bekas (I really love secondhand book!) Selain harganya lebih murah, biasanya ada sensasi tersendiri kalau dapat buku bekas, murah, dan buku tersebut adalah incaran kita sejak dulu :D

Salah satu tokoh ikon kota Banjarmasin

Pas disana aku nggak sempat foto-foto, foto yang ada di blog ini aku minta dari temanku yang sempat kesana lagi pas tanggal 6 April. Eh disana juga ada beberapa penulis yang hadir seperti A. Fuadi, dan Donny Dirgantoro. Sayang sekali aku nggak datang kesana lagi L yah akhir pekan kan biasanya aku pulang ke Banjarmasin. Jadinya nggak ngeliat juga penutupannya gimana. Sepertinya kalau benar-benar ngikutin BBF ini acaranya seru-seru, ada lomba-lomba juga buat para pelajar.



Untuk book fair pertama sih bisa dibilang lumayan sukses ya.. Promosinya juga lumayan gencar. Hampir di setiap sudut kota Banjarbaru dipasang spanduknya, ada juga di koran-koran dan radio. Harapanku sih event semacam ini lebih sering lagi. Kalau bisa jadi agenda tahunan. Mengenai lokasi sudah bagus, di lapangan Murjani Banjarbaru karena kalau diadakan di Banjarmasin, waduh tambah macet ntar.


Bagaimana dengan book fair di kota kalian? Tinggalkan komentar dibawah ini yaa..

5 komentar:

  1. Aku kecewa berat karena BBF baru diadain pas ak sudah selesai kuliah dan pulang ke kampung halaman.

    Tapi thank buat info:

    "Ternyata yang buka stand buat jualan buku nggak terlalu banyak. Tidak seheboh yang digembar-gemborkan."

    Aku jadi sedikit terhibur karena ga bisa datang ke BBF :D

    BalasHapus
  2. Mbak mahasiswa UNLAM ya? Euu saya mantan anak Banjarbaru+Banjarmasin lho, mbak, sebelum terjerembab di Kaltim (halah) (ya intinya saya orang Kalsel sih aslinya //apa sih//)

    Skrg aku lagi di Malang dan kebetulan lagi ada Islamic Book Fair. Belum ngeliat sih, tapi dari pengalaman tahun lalu, di IBF sini juga ada jualan bajunya. Heran juga kenapa book fair malah pada jualan baju xD

    BalasHapus
  3. aku sudah lama ga ke bookfair lagi. Dari tahun ke tahun, rasanya sama saja. kalau dulu selalu datang dan biasanya kalap.

    BalasHapus
  4. Semoga book fair semakin rutin dilakukan :D buku-bukunya juga semakin murah diskonnya dan semakin banyaaaaak, dan tentunya berkualitas ;)

    BalasHapus