Minggu, 03 Februari 2013

Sepotong Hati yang Baru

Judul : Sepotong Hati yang Baru
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Mahaka
Tahun : 2012
Halaman : vi + 206




Seperti yang sudah pernah aku tulis di review Berjuta Rasanya, Sepotong Hati yang Baru merupakan serial dari Berjuta Rasanya. Tetapi keduanya bisa dibaca secara terpisah. Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang terdiri dari 8 buah cerpen (lebih sedikit dari berjuta rasanya yang terdiri dari 15 cerpen).
Cerpen di buku ini ada yang merupakan kelanjutan dari cerpen di Berjuta Rasanya, diantaranya Hiks, Kupikir Itu Sungguhan; Kalau Semua Wanita Jelek; dan Percayakah Kau Padaku?. Di dalam buku ini tema ceritanya masih tentang cinta. Beberapa diantaranya mengangkat kisah cinta dari berbagai masa dan diselipkan dengan mitos.

1.      Hiks, Kupikir Itu Sungguhan
Cerita ini adalah sekuel dari Kupikir Kau Naksir Aku di Berjuta Rasanya. Masih mengisahkan tentang Putri dan Nana yang kegeeran sama Rio. Lumayan kocak, Rio memang cowok yang baik sehingga ia ramah dengan banyak cewek. Sayangnya kebaikan Rio itu membuat Putri dan Nana menyangka Rio mencintai mereka. Tapi kok Rio mengajak Nana menemui orangtuanya ya? Nana mau dilamar?

Urusan GR ini memang kadang gila, Put. Kita benar tidak bisa lagi berpikir waras dan rasional, tertutup oleh ilusi dan mimpi. Menerjemahkan semua kejadian berdasarkan yang mau kita dengar atau lihat saja. Padahal nyatanya? Tidak sama sekali.- Hal. 20

2.      Kisah Sie-Sie
Di daerah Singkawang tinggallah gadis cantik bernama Sie Sie. Orangtuanya tidak mampu, semenjak ibunya sakit parah dan ayahnya masuk penjara, Sie Sie lah yang harus mengurus enam orang adiknya. Saat keuangan keluarganya sudah sangat menipis Sie Sie menawarkan dirinya untuk dibeli menjadi istri seorang pengusaha asal Taiwan. Setelah menikah, Sie Sie ikut suaminya pergi ke Taiwan. Pemuda itu menikahi Sie Sie hanya demi sebuah buku nikah agar mendapat warisan dari orangtuanya. Perangainya juga sangat buruk. Sie Sie diperlakukan seperti pembantu oleh suaminya sendiri. Sejahat-jahatnya suaminya, Sie Sie sudah berjanji kepada ibunya akan selalu mencintai laki-laki itu.

“…Sie janji, Ma. Pernikahan ini akan bahagia. Sie akan mencintai dia apa adanya. Sie janji Ma, dia juga akan mencintai Sie apa adanya”. Hal. 29.

3.      Sepotong Hati yang Baru
Ceritanya sangat singkat, hanya 8 halaman. Tentang seorang laki-laki yang berusaha melupakan mantan calon istrinya, perempuan yang meninggalkannya demi laki-laki lain.

“Kau tidak harus minta maaf. Meskipun seharusnya kau tahu, sehari setelah kau memutuskan pergi, aku lelah membujuk hatiku agar tegar. Tetapi percuma. Menyakitkan. Semua itu membuatmu sesak. Kalimat itu mungkin benar, ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu. Alysa, kau pergi. Dan kau bahkan membawa lebih dari separuh hatiku.”- Hal. 44

Kemudian bergema lah lagu nya Noah, Separuh Aku.. wkwkw

4.      Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay
Engtay menyamar menjadi seorang laki-laki agar ia bisa belajar di Biara Shaolin. Penyamarannya ini tidak diketahui siapapun, bahkan oleh Sampek teman sekamarnya. Mereka seharusnya tidur satu ranjang tetapi Engtay mengarang cerita bahwa ia memiliki penyakit kulit sehingga Sampek memilih tidur di lantai. Suatu hari penyamaran Engtay ketahuan oleh Sampek. Saat itu lah mereka jatuh cinta. Sampek tidak tahu bahwa Engtay sudah dijodohkan dengan Putra Mahkota dari Dinasti Tang. Kisah cinta mereka tidak mudah, saat itu rakyat sedang melakukan pemberontakan terhadap pihak kerajaan. Sampek harus rela melihat Engtay menikah dengan Putra Mahkota. Patah hati yang dirasakan Sampek ternyata memuncukan suatu kekuatan tak terduga dalam dirinya!

5.      Itje Noerbaja & Kang Djalil
Membaca cerpen yang satu ini lumayan bikin mumet. Soalnya ejaan yang digunakan adalah ejaan lama. Seperti “jang, baroe, madjoe, dll”. Bisa ditebak kan, ini cerita pada zaman apa? Yup, zaman kompeni alias Belanda. Itje adalah seorang pembantu di rumah seorang bangsawan Belanda, sedangkan Djalil adalah tjenteng Meneer Van Houten.

“Akoe akan baik-baik sadja, Itje. Kita akan baik-baik sadja. Kalaoepoen hal boeroek itoe terdjadi, maka itoelah harga seboeah perdjoeangan. Tjinta soetji kita haroes toendoek pada itoe tjinja jang lebih besar. Demi kemerdekaan bangsa ini. Demi tanah air kita. Akoe, Kamoe orang, kita semoea haroes bersedia mengorbankan djiwa raga oentoek itoe. Demi anak tjoetjoe kita. Demi hidouep masa depan jang lebih baik. Tjinja seotji kita tidak ada apa-apanja dibanding itoe semoea. Kamoe paham, Itje? – Ha 112.

Bayangkan betapa (mungkin) susahnya Tere Liye mengetik satu bab buku pakai ejaan itu, aku nulis kutipan ini aja ngos-ngosan. Hehe. Pengorbanan cinta Itje dan Kang Djalil demi negara ini bikin terharu banget!

6.      Kalau Semua Wanita Jelek
Kebalikan dari judul cerpen pada Berjuta Rasanya yang berjudul Kalau Semua Wanita Cantik. Bagaimana ya kira-kira kalau kita-kita kaum cewek ini harus membeli kecantikan? Semua wanita terlahir jelek, hanya yang bekerja keras lah yang akan menjadi cantik. Istilahnya cantik raya (plesetan kaya raya). Setiap kali kamu bekerja maka bayarannya adalah kecantikan fisik. Hidung bertambah mancung, kulit lebih putih, dan sederet definisi kecantikan lainnya. Kalau kamu mau membeli sesuatu, maka kecantikanmu akan berkurang. Di dunia cewek tidak ada lagi mata uang melainkan kecantikan. Sayangnya kecantikan ini tidak bisa ditransfer, dihibahkan atau diwariskan. Kalau kamu bangkrut dan menjadi sangat jelek, maka kamu akan menghilang dari muka bumi ini! Seram!

7.      Percayakah Kau Padaku?
Pernah membaca kisah Ramayana? Sebelum membaca cerpen ini, aku pikir kisah Rama Shinta itu berakhir bahagia. Ternyata salah! Endingnya itu sediiiih banget *kemana aja sih May? Pas selesai membaca aku langsung menghela nafas panjang. Sama sekali nggak nyangka kalau kisah Rama Shinta berakhir tragis. Oh iya, cerpen ini juga sekuel dari cerpen Kupu-Kupu Monarch di buku Berjuta Rasanya. Kisah Ramayana diceritakan kembali oleh seorang ayah kepada almarhumah putrinya, Cindanita.

Maafkan ayah, Cindanita. Seusiamu sekarang, enam belas, kau pasti belum paham, bahwa fondasi terbesar perasaan cinta selain komitmen adalah kepercayaan. Tanpa sebuah kepercayaan yang utuh, maka cinta hanya ibarat malam tanpa lampu, tersuruk tanpa arah. Ibarat kapal tanpa kompas, tersesat semakin dalam di lautan perasaan. Atau jangan-jangan kau sudah paham, Nak? – Hal. 151

8.      Buat Apa Disesali
Lagi-lagi kisah yang berakhir sad ending. Tentang anak seorang petinggi negara pada zaman orde lama-orde baru yang jatuh cinta dengan anak pembantunya. Hesty dan Tigor adalah teman masa kecil. Klasik, orangtua si gadis tidak setuju jika anaknya harus menikah dengan Tigor. Status sosial mereka berbeda jauh walaupun Tigor berhasil menamatkan kuliahnya di London. Sampai Hesty berusia 52 tahun, ia tetap menunggu Tigor dengan setia. Apa yang sebenarnya terjadi pada Tigor?

Kalau ditanya yang mana cerpen favoritku sepertinya cukup sulit memilihnya. Semuanya bagus-bagus dan menarik dengan caranya masing-masing. 4 bintang buat kumcer ini. Menurutku pemilihan kata-kata yang ia gunakan dalam buku ini (dan semua bukunya) sangat bagus. Cerita yang biasa-biasa saja bisa dibuat terharu. Seperti kumcer yang ia tulis ini. Ceritanya umum, cinta sudah menjadi topik klise tapi Tere Liye bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang baru dan membuat pembacanya penasaran.

Nggak sabar menunggu buku Tere Liye selanjutnya!

Happy Reading!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar