Senin, 14 Januari 2013

The Time Keeper


Judul : The Time Keeper
Penulis : Mitch Albom
Tahun : 2012
Penerbit : Gramedia
Halaman : 312


Ada sebabnya Tuhan membatasi hari-hari kita….

Pernahkah kamu mengeluh bahwa hidup ini terlalu panjang atau terlalu singkat, sehingga rasanya kamu ingin mempunyai kuasa untuk mengatur waktu sesuka hati? Kalau pernah, berarti kamu harus membaca buku yang satu ini.

Ribuan tahun yang lalu, manusia tidak tahu apa itu waktu. Segalanya berjalan begitu saja sesuai pergantian antara siang dan malam. Kehidupan manusia pada masa itu tidak mengenal tanggal, hari, jam, memikirkannya saja pun tidak. Sampai takdir menjadikan seorang manusia sebagai tumbal untuk menguak misteri waktu tersebut.

Dor
Sebut saja namanya Dor, tinggal di Yunani berabad silam. Sejak kecil ia suka sekali menghitung. Ia mengamati matahari, bulan, air, kemudian menghitungnya. Dor adalah anak yang cerdas. Ia membuat perhitungan sederhana mengenai waktu,sebuah  istilah yang kita kenal pada masa kini. Dor mempunyai dua orang sahabat : Alli dan Nim.

Dor mencintai Alli sejak masih kanak-kanak. Ketika dewasa ia memberanikan diri untuk melamar Alli. Mereka menikah dan dikaruniai tiga orang anak. Di lain pihak, Nim tumbuh menjadi seorang laki-laki yang sukses. Ia kaya dan mempunyai obsesi untuk menguasai dunia. Nim membangun menara yang sangat tinggi, ia ingin bertemu dengan para dewa. Nim mengajak Dor untuk bergabung bersamanya. Namun Dor menolak ajakan Nim. Nim marah dan mengusir Dor dari kota tersebut. Sekarang, Dor hanya tinggal berdua dengan Alli. Anak-anak mereka dititipkan pada kakek-neneknya.

Hidup berdua saja membuat Alli dan Dor merasa kesepian. Mereka rindu dengan kampung halaman dan suara anak-anak. Suatu hari Alli terkena penyakit menular. Tampaknya hidup Alli tidak lama lagi. Dor sangat sedih, ia takut akan ditinggal oleh istri yang sangat dicintainya. Maka Dor berjanji untuk mencarikan pengobatan untuk Alli. Ia pergi menuju menara Nim agar bisa bertemu para dewa. Sayangnya, Dor malah bertemu dengan lelaki tua yang mengurungnya di dalam sebuah gua.

Dor ditakdirkan untuk menjadi penjaga waktu, the time keeper, karena ia telah lancang untuk mengukur-ukur waktu. Dor mendapat hukuman dari para dewa. Sehingga ia dibiarkan hidup di gua tersebut tanpa pernah bertambah tua, sendirian. Ia tidak sempat bertemu Alli untuk sekadar mengucapkan salam perpisahan. Sekarang ia harus mendengarkan suara-suara yang mengeluhkan tentang waktu. Suara-suara yang berasal dari masa depan.

Tidak seperti para pendahulunya, Dor dibiarkan hidup tanpa bertambah usia, tanpa menggunakan satu pun napas hidup yang telah dijatahkan kepadanya. Tetapi hatinya hancur. Tak bertambah usia tidaklah sama dengan hidup, dan tanpa interaksi dengan manusia lain, jiwanya menjadi kering.- Hal. 101

Tugas Dor sebagai penjaga waktu adalah menemukan dua orang manusia. Manusia yang pertama akan mengatakan Satu Masa Kehidupan Lagi, sedangkan manusia kedua akan mengatakan Hentikanlah!


Sarah Lemon
Ia tidak cantik, badannya gemuk dan terlalu cerdas. Sebagai remaja SMA, Sarah masuk dalam kategori “Anak Tidak Populer”. Sarah tidak punya teman, ia menganggap hidupnya datar sampai ia bertemu Ethan. Sedikit perhatian yang ditunjukkan Ethan membuat Sarah mabuk kepayang. Menurutku sih, Ethan ini sebenarnya tidak ingin mempermainkan Sarah. Sarah nya aja yang ke GR-an. Pertemanan mereka ditanggapi serius oleh Sarah. Ia bahkan menganggap Ethan adalah pacarnya. Hanya karena Ethan menciumnya saat mereka mabuk.

Sarah tumbuh dalam keluarga broken home. Ayahnya tidak menginginkannya. Lorraine, ibunya, sebenarnya sangat ingin menjalin kedekatan antara ibu dan anak dengan Sarah. Tetapi seperti remaja kebanyakan, jiwa Sarah suka memberontak. Sebagai anak yang cerdas, Sarah terlihat sangat bodoh saat jatuh cinta. Ia mengambil uang tabungannya sebanyak 200 dollar hanya untuk membelikan Ethan jam tangan bergravir Time Flies.

Kadang-kadang, kalau kau tidak mendapatkan cinta yang kau inginkan, dengan memberi kau pikir kau akan mendapatkannya- Hal. 162

Cinta Sarah sudah dapat ditebak bahwa akan bertepuk sebelah tangan. Saat malam natal dimana Sarah berniat untuk memberikan jam tangan itu Ethan jelas-jelas menunjukkan ketidakpedulian pada Sarah. Sarah panik, ia tidak ingin Ethan membencinya. Segera saja Sarah mengarang-ngarang alasan bahwa ia tidak sungguh-sungguh menyukai Ethan. Rupanya Ethan sudah terlanjur membenci Sarah. Buktinya Ethan membuat postingan di Facebook yang berisi pernyataan menyudutkan Sarah. Status Ethan di FB mendapat banyak respon teman-temannya. Mereka semua menyatakan simpati kepada Ethan.

Sarah Lemon coba-coba PDKT padaku

Kita mungkin tidak sadar bahwa kata-kata kita bisa menyakiti seseorang begitu dalam, ya. Beberapa hari setelah postingan status Ethan, Sarah memutuskan ingin mengakhiri hidupnya…Sarah tidak tahan lagi dengan cibiran teman-temannya. Sarah ingin waktu berhenti. Maka ia berdoa Hentikanlah…

Victor Delamonte
Pengusaha kaya raya berumur 80 tahun. Victor adalah seorang imigran asal Perancis yang sukses membesarkan bisnisnya di Amerika Serikat. Sekarang Victor menjadi orang terkaya ke-14 di dunia. Vonis dokter yang menyatakan Victor terkena gagal ginjal menjadikan Victor takut dengan kematian. Satu Masa Kehidupan Lagi, pintanya.

Victor mencari informasi mengenai imortalitas, ia tidak rela untuk meninggalkan dunia ini. Tentu saja semua dilakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ia tidak ingin istrinya, Grace tahu kemudian menentang rencananya untuk hidup selama-lamanya.

Ketakutan Victor sirna setelah ia mendapat informasi bahwa ia bisa dibekukan di dalam sebuah tabung setelah kematiannya. Kemudian mayatnya akan diawetkan di tabung tersebut sampai beberapa ratus tahun ke depan. Saat ilmu pengetahuan di masa depan sudah lebih canggih, Victor akan disembuhkan dan menjalani hidupnya kembali.

Pendapatku

Manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang ia miliki sekarang. Suatu saat kita ingin kembali ke masa lalu dan memutar balik keadaan. Kadang kita tidak sabar dengan masa depan agar ia cepat datang. Ini lah inti dari cerita buku ini. Bahwa kita harus mensyukuri setiap detik yang diberikan Tuhan kepada kita, tidak usah meminta waktu untuk dimajukan atau dimundurkan. Nikmati saja.

Sebenarnya ada satu quote dari buku ini yang sangat ingin aku share buat kalian, tapi entah kenapa rasanya akan lebih baik kalau kalian temukan sendiri quote tersebut saat membaca bukunya. Karena kalimat tersebut merupakan jawaban dari pertanyaan kenapa Tuhan membatasi hari-hari kita? Takutnya jadi spoiler soalnya jawaban tersebut ada di halaman-halaman akhir *bikin penasaran*, *sengaja*.

The Time Keeper adalah buku Mitch Albom pertama yang aku baca. Saat itu tertarik membeli buku ini karena sampul dan sinopsisnya yang sangat menarik. Tema yang diangkat tidak pasaran. Masih bercerita tentang cinta tapi dalam bentuk yang lebih tersirat. Dari keseluruhan novel ini ada satu typo yang menurutku lumaya lucu, yaitu di halaman 284. Pada halaman itu, nama Dor ditulis menjadi Dora. Hihi, sempat ngikik waktu membaca halaman tersebut soalnya jadi ingat Dora Explorer. Tetapi satu typo itu tidak mengurangi keasyikan saat membaca buku ini.

Rating yang aku kasih buat buku ini 5 dari 5 bintang! Menurutku untuk sebuah buku terjemahan, kata-kata yang ditulis tidak membuat bingung. Kadang kan ada beberapa buku yang setelah diterjemahkan malah membuat buku itu jadi membosankan.

Nah, bagi yang ingin lebih memahami tentang waktu, cinta, dan eksistensi manusia, tidak ada salahnya untuk membaca buku ini!

Happy Reading!

1 komentar:

  1. makasih sinopsinya jadi beneran pengen beli nieh, hehehehehheehhe

    BalasHapus