Rabu, 23 Januari 2013

Cintavaganza


Judul : Cintavaganza
Penulis : Antonius Andrie
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011
Halaman : 224


Andra menganggap dirinya adalah jomblo terhormat, bukannya menjomblo karena tidak laku. Tampang Andra lumayan cakep, orangtuanya juga dari kalangan berada. Tiap hari lalu-lalang bawa mobil Honda Civic Hitam. Masalah popularitas, Andra cukup terkenal di sekolahnya walaupun pernah tinggal kelas selama satu tahun.

Setiap hari, Andra pergi sekolah bersama dua sahabatnya Vino dan Ladya nebeng mobil Andra. Vino anak orang kaya, tapi paling malas bawa mobil sendiri. Sedangkan Ladya, orangtuanya bercerai sehingga ibunya lah yang harus menghidupi Ladya dengan membuka usaha catering. Mereka bertiga ini sama-sama jomblo, tapi Andra lah yang paling parah. Ia suka mengolok-olok orang yang jatuh cinta. Pokoknya jangan pernah mengatakan cinta dihadapan Andra!

Andra memang dikenal sangat anti dengan yang namanya jatuh cinta, pacaran, sedikit saja ia mendengar ada temannya yang jatuh cinta, pasti akan berdebat dengan Andra. Nah, anehnya si Andra ini sangat jago memberi tips untuk menggaet gebetan. Kadang-kadang ia bisa begitu bijaksana memberikan masukan kepada teman-temannya. Teman-temannya heran kenapa Andra bisa sejenius itu dalam masalah cinta tapi tidak diterapkan untuk dirinya sendiri.

“Prioritas utama gue Tuhan, kedua impian, ketiga baru cinta. Kalo hidup gue udah berkenan di hadapan Tuhan, Dia pasti akan memberkati hidup gue dan mengabulkan permintaan gue, yang berarti impian gue udah menjadi kenyataan. Terus kalo impian gue udah menjadi kenyataan, gue udah sukses, cewek cantik itu bakal kayak bayangan, selalu ngikutin gue kemanapun, dimana pun, kapan pun. Mirip laler. Tinggal gue pilih aja satu cewek beruntung yang bakalan dapetin gue.” – Hal. 59

Selain jago memberikan nasehat percintaan Andra juga jago ngeles. Setiap disinggung masalah kejombloannya, ia pasti bisa berdalih mampu mendapatkan cewek mana saja yang dia suka hanya dengan mengirimkan satu sms atau dengan missed call cewek itu! Sumpah Andra ini tingkat kepedeannya parah banget, sebelas-duabelas sama Vino.

Banyak yang sudah menjadi korban celaan Andra di sekolah. Misalnya Ciping yang mengejar-ngejar Citra; Haris yang selalu ditolak oleh Maya; Dicky yang patah hati sama Sinta; Tino sama Tasya; Hingga Vino sama Tesa. Andra memang suka ceplas-ceplos. Ladya, satu-satunya cewek dalam geng mereka juga sering sakit hati kalau Andra sudah ngomong.

Jomblo Autis- Gelar yang disandang Andra selama 2 tahun, aku sendiri nggak setuju dengan penggunaan kata autis dalam novel ini. Oke, autis bukan bahan candaan yaa.. apalagi buat mengolok-olok teman. Usul buat penulis/editor/penerbit, untuk cetakan selanjutnya, bagaimana kalau kata autisnya dihilangkan saja?

Buku ini kocak banget. Melihat kelakuan Andra bareng Vino bikin ketawa nggak berhenti. Mungkin karena penulisnya cowok, jadi percakapannya khas cowok banget. Jarang aku membaca teenlit yang penulisnya cowok. Kalaupun ada, biasanya kok kayak tulisan cewek.

Kekurangan buku ini adalah ending yang gampang banget ditebak. Klimaks cerita ditemukan pas dua bab terakhir. Jadi endingnya itu singkat banget, terkesan kayak penulisnya maksain agar ceritanya cepat selesai. Sedikit kecewa padahal aku sudah suka banget sama ceritanya dari awal. Tapi masa lalu Andra yang ketahuan gara-gara Erni, kakaknya Andra cerita sama Vino dan Ladya lumayan bikin penasaran sejak baca sinopsisnya. Kira-kira kenapa ya Andra jadi anti sama orang jatuh cinta? Rating buat buku ini aku kasih 3 dari 5 bintang. 3 itu buat ceritanya yang bisa bikin ngakak :D

Bagi pencinta teenlit dan komedi, kayaknya wajib punya buku ini deh!

Happy Reading!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar