Senin, 24 Desember 2012

SALE! SALE! ALL SALE~

Halo semuanya! diakhir tahun 2012 ini aku mau menjual sebagian bukuku (dengan harga yang jauh lebih murah pastinya), kondisi masih mulus, rata-rata masih seperti baru (kecuali pada sebagian buku ada nama/tanda tangan pemilik buku) untuk review mengenai buku tersebut silakan cek di goodreads yaa :) happy reading and shopping! wohoooo...

1. the boy who ate stars - kochka 15.000 SOLD
2. suddenly supernatural - elizabeth kimmel 17.500
3. ghostgirl - tonya hurley 25.000
4. scones and sensibility - lindsay eland 25.000 SOLD
5. si penyewa kamar misterius - sherlock holmes 7.500
6. the forest of hands and teeth - 27.500
7. the phantom of the opera - gaston leroux 30.000
8. the day of jackal (ada tanda tangan)  frederich forsyth- 35.000 BOOKED
9. eragon (ada nama) - christopher paolini 40.000
10. the english roses - madonna 20.000
11. when god was a rabbit - sarah winman 25.000 BOOKED
12. berani menertawakan diri sendiri (baru, masih segel) 20.000
13. always on top - DR. jeffrey spencer 25.000
14. why good things happen to good people (ada ttd) 30.000

silahkan hubungi di twitter @myfloya / email : mayafloriay @ yahoo com
terimakasih ^^



Kamis, 20 Desember 2012

99 Cahaya di Langit Eropa


Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011
Halaman : 424



Buku ini merupakan rekam jejak perjalanan Islam yang pernah membawa Eropa dari masa kegelapan menuju kemajuan dibawah kepemimpinan Islam hingga Islam diusir dari Eropa. Sebuah sejarah yang mustahil kita pungkiri bahwa Islam memang pernah bersinar terang di Eropa. Situs-situs peninggalan Islam inilah yang dinapak tilasi oleh Hanum Rais bersama suaminya Rangga ketika mereka harus bekerja di Austria.

Perkenalan Hanum dengan seorang muslimah asal Turki bernama Fatma Pasha disebuah kursus bahasa Jerman menjadikan Hanum lebih mencintai Islam. ‘Menjadi agen muslim yang baik’ merupakan slogan yang terus didengungkan Fatma agar Islam tidak dicap salah oleh orang-orang Eropa yang mayoritas non-muslim. Sebagai contoh, ketika Turki dan Islam dicemooh oleh seorang non-muslim yang sedang makan croissant, bukannya memarahi mereka Fatma malah mentraktir mereka makan.

Banyak sekali kenyataan sejarah yang baru saya ketahui dari buku ini. Seperti asal bunga tulip yang ternyata bukan dari Belanda, sampai hiasan kerudung Bunda Maria yang bersulamkan kalimat tauhid.

Selain mengajak kita untuk membuka mata terhadap pengaruh Islam pada segala aspek kemajuan di Eropa, buku ini juga bisa dijadikan buku panduan travelling. Karena banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi Hanum. Tidak hanya Austria, Hanum juga mengunjungi istana dan masjid-masjid di Perancis, Spanyol, dan Turki.

Rasanya tidak berlebihan jika saya memberi rating 5 untuk buku ini. Soalnya saya suka dengan gaya penceritaan Hanum. Apalagi novel ini dikemas dalam bentuk novel sehingga tidak ada kesan menggurui atau melebih-lebihkan.

Berikut merupakan foto tempat-tempat yang dikunjungi Hanum dibuku ini (sumber : Google)

Gereja Notredame

museum Louvre

Hagia Sophia

Mezquita

Before I Fall

Judul : Before I Fall
Penulis : Lauren Oliver
Halaman : 340
Tahun : 2010
Penerbit : Hodder


What if you only had one day to live...
Jika hari ini kamu akan mati, cara apa yang akan kamu pilih? bersama siapa?
Pertanyaan inilah yang ditanyakan oleh Samantha Kingston sesaat sebelum kematiannya. Tidak berapa lama kemudian, ia mendengar Lindsay menyebut kata sit, shit,atau sight, ia tidak tahu pasti. Dan kecelakaan itu pun terjadi.

Saat Sam bangun, ia mendapati hari kembali ke tanggal 12 Februari. Hari kematiannya. Hari itu cupid day, dimana setiap orang akan mendapat bunga mawar untuk membuktikan seberapa populer mereka. Malam harinya, Kent McFuller mengadakan sebuah pesta dirumahnya, dan Juliet Sykes mendatangi Sam, Elody, Ally, dan Lindsay mengatakan bahwa mereka adalah perempuan jalang dan seterusnya.

Hari kematian Sam selalu berulang selama tujuh hari, dengan kejadian yang sama. Meskipun begitu, Sam memilih untuk menyikapinya dengan cara yang berbeda. Disitulah ia mengetahui bahwa hal sekecil apapun yang ia lakukan dapat mengubah masa depannya dan orang disekitarnya, tapi tetap saja ia tidak bisa mengubah takdir kematiannya sendiri.

Kematian yang terjadi pada Sam mau tidak mau membuat kita merasa bahwa kita harus menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya karena kita tidak tahu kapan kita akan mati. Sedih banget bukunya, apalagi sewaktu Sam berusaha menyelamatkan Juliet. Menjalani hari-hari setelah kematiannya juga membuat Sam lebih dewasa dan bisa benar-benar melihat siapa orang yang menyayanginya dengan tulus.

Ketidaknyamanan saat membaca buku ini membuatku menurunkan bintang dari 5 bintang yang mau aku kasih, menjadi 4. Soalnya tulisannya kecil-kecil dan spasinya cuma 1 kayaknya :(

Rabu, 19 Desember 2012

Menuju(h)


Judul : Menuju(h)
Penulis : Aan Syafrani; Iru Irawan; Maradilla Syachridar; Sundea; Theoresia Rumthe; Valiant Budi
Tahun : 2012
Halaman : 247
Penerbit : Gagas Media


Satu lagi novel dengan desain menarik dari Gagas Media! Menuju(h) merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh 7 orang. Uniknya, setiap cerpen menuliskan dengan tema “hari yang ada dalam seminggu”. Contohnya : Aan Syafrani menulis tentang hari Senin, Iru Irawan tentang Selasa, dst. Setiap penulis menyumbang 2 cerita, jadi ada 14 cerpen dalam buku ini.

Ceritanya ada yang aneh, bikin merinding, ketawa-ketiwi, sampai romantis! Ketika Hujan Mati-Sebelum Hari Ketika Hujan Mati, misalnya. Pas baca cerpen ini aku langsung kepikiran “oke, tokoh ini kayaknya punya gangguan jiwa”. Jadi takut iihh, ceritanya juga agak vulgar.

Selain Ketika hujan mati, ada dua cerpen lagi yang berbau seks yaitu Seninku Selingkuh-Seninmu Kuselingi dan Kamis Puk-Puk-Simak! Kup! Kup!. Dengan adanya tiga cerpen dewasa, anggap saja ini adalah buku untuk dewasa 18+.

Cerpen favoritku adalah Moonliner yang ditulis Mahir Pradana. Itu romantis banget! Bayangkan ketemu jodoh kamu pas lagi musim semi di Swiss, dalam sebuah bis tengah malam.. Apalagi Safir-si tokoh- pakai cara yang romantis buat menyampaikan perasaannya kepada Regina. Apa itu? Baca aja cerpennya.. hihi

Kalo yang bikin kecewa itu cerpen Solo Stalker. Akhirnya terlalu gantung, pas lagi semangat-semangatnya baca, “eh, kok abis?” mana di halaman terakhir pula! Argh.. itu lah kadang sebalnya baca cerpen, akhirannya suka dibiarkan penulis menggantung begitu aja. Mungkin biar kita yang nebak-nebak sendiri ya gimana akhirannya. 4 bintang buat kumpulan cerpen ini!

Psst.. ilustrasi nya oleh Lala Bohang, lo! cute banget ^^





Jumat, 14 Desember 2012

When God Was a Rabbit


Judul : When God Was a Rabbit
Penulis : Sarah Winman
Tahun : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : vi + 398

When God was A Rabbit

Si kelinci dalam buku ini bukanlah Tuhan, ia juga tidak mengaku-ngaku atau menjelma menjadi Tuhan. God hanyalah nama pemberian Elly kepada kelinci tersebut. Sebenarnya buku ini tidak bercerita tentang kelinci. God muncul sebentar saja, kemudian mati karena tertabrak oleh tamu di penginapan milik keluarga Elly. Aku tidak mendapat kesan mendalam mengenai kehadiran God.

Jadi yang lebih banyak diceritakan adalah Elly atau Eleanor Maud, seorang anak dari keluarga bahagia yang lumayan aneh. Elly sangat dekat dengan keluarganya, terutama Joe. Joe adalah kakak laki-laki Elly, seorang homoseksual. Elly juga memiliki seorang bibi (adik ayahnya) yaitu Nancy, artis cantik yang seorang biseksual. Nancy diam-diam saling mencintai dengan ibunya Elly (HAAAH???)

Keluarga Elly bukanlah keluarga yang religius. Ayahnya seorang atheis, entahlah dengan Elly sendiri. Novel ini bersetting dari tahun 1968-tahun kelahiran Elly- sampai 2000an, tepatnya saat menara WTC meledak. Aku cuma bisa geleng-geleng kepala dengan gaya hidup dan cara berpikir orang barat yang dituangkan dalam buku ini (sampai kakek-kakek dan nenek-nenek pun gaya hidupnya sebebas itu).  Homoseksual dan lesbian juga dianggap hal yang biasa, sudah lazim. Nggak ada protes dari keluarga ketika tahu Joe dan Nancy memiliki penyimpangan itu, padahal kan mereka hidup di tahun 70an. Aduh, naudzubillah kalo di Indonesia juga nantinya dianggap kayak gitu.

Lumayan lama baru aku bisa selesai membaca novel ini. Bahasanya rada susah dipahami. Intinya sih ini buku mengenai perjalanan hidup Elly, aku nggak terlalu nangkap makna yang ingin disampaikan penulis. Mungkin karena sudah ilfeel duluan sama ceritanya. Aku putuskan buat ngasih 1 bintang aja.

Cinta-Mu Seluas Samudra


Judul : Cinta-Mu Seluas Samudra
Penulis : Gola Gong
Tahun : 2008
Penerbit : Mizan
Halaman : 484

Cinta-Mu Seluas Samudra

Baru kali ini aku membaca sebuah novel yang merupakan rangkuman dari tiga buah novel sebelumnya. Cinta-Mu seluas samudra ini adalah rangkuman dari trilogi Pada-Mu aku bersimpuh, Biarkan aku jadi milik-Mu, dan Tempatku di Sisi-Nya (jadi paket hemat gitu ya, hehe). Pada tahun 2001 novel ini pernah dijadikan sinetron Ramadhan di RCTI, ada yang ingat? Aku sih nggak.. hehe, waktu itu umurku masih 8 tahun. Pemeran utamanya Iis Dahlia yang menurutku nggak cocok sama tokoh cewek di novel ini. Soalnya Anah- si tokoh utama -adalah blasteran Belanda bermata biru.

Novel ini lumayan tebal hampir 500 halaman, tapi halaman tiap chapternya paling cuma 4 halaman. Aku penasaran sebanyak apa adegan yang ‘dirangkum’ dari trilogi tersebut untuk novel ini. Terus, kenapa harus dibuat rangkuman, sih?

Peristiwa di novel ini bermula dengan dibuangnya bayi hasil hubungan terlarang antara pengusaha kelas atas berusia 40 tahun, Hari Natadiningrat dengan model belia berusia 20 tahun, Natalia. Sebulan setelah Natalia melahirkan bayi perempuan cantik berwajah indo, bayi tersebut dibuang oleh sopir Hari Natadiningrat di sebuah gerbong kereta.

Natalia sebenarnya tidak rela menyerahkan bayinya untuk dibuang. Tetapi ia juga tidak ingin karir modelnya hancur. Terlebih Hari Natadiningrat, ia tidak ingin publik tahu mengenai hal ini. Kalau sampai istri dan anaknya tahu, bisa-bisa keluarganya berantakan. Maka Hari Natadiningrat memaksa Natalia untuk membuang bayi tersebut. Sebelum bayinya dibuang Natalia memasukkan semua perhiasannya dibawah keranjang bayi itu dengan harapan agar anaknya tidak hidup kekurangan.

Bayi mungil tersebut ditemukan oleh penjual nasi uduk yang tidak mempunyai anak. Si bayi diberi nama Siti Nurkhasanah atau Anah. Ia tumbuh menjadi anak yang sholehah. Perbedaan muka Anah dengan Bik Eti seringkali mendapat gunjingan dari sekitar. Anah yang waktu itu masih kecil belum mengerti kenapa wajahnya indo sedangkan wajah ibunya hitam tertutup debu pinggir stasiun kereta

Ketika Bik Eti meninggal Anah berusia 10 tahun. Ia dititipkan di rumah Pak Haji Budiman untuk diangkat anak. Haji Budiman mempunyai dua anak laki-laki bernama Hakim dan Bashir. Perasaan Anah dan Bashir tumbuh menjadi cinta.

Kejadian demi kejadian bergulir, pecobaan perkosaan Anah oleh Dicky, Anah diangkat anak oleh Pak Hidayat meneruskan kuliah kedokteran di Jakarta, Kematian misterius Haji Budiman. Hakim sekarang kuliah dan tinggal di Mesir, sedangkan Bashir menjadi wartawan di luar Pulau Jawa. Konflik selalu timbul di novel ini, seperti dendam Bashir kepada Dicky dan Tuan Marabunta, pernikahan Anah dan Hakim yang menyimpan berbagai tanya sampai Anah yang mengetahui siapa orangtua kandungnya.

Dalam novel ini kita akan menemukan arti kehidupan. Banyaknya tokoh yang meninggal membuat kita mengerti bahwa kita pasti berpisah dengan orang yang kita cintai, atau kita sendiri yang meninggalkan mereka. Ya, novel ini adalah novel yang bermula dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian.
Ketika membaca novel ini aku menemukan beberapa kejanggalan, diantaranya :

“Tapi, Pak...”
“Kenapa?”
“Adik saya, Pak...”
“Masih ada orang lain disini?”
Bashir mengangguk. “Iya, Pak. Siti Nurkhasanah....” kata Bashir sambil mencari-cari ke kamar mandi.
“Awas, jangan sentuh apa pun!” Kapten Ridwan memperingatkan.
Bashir tertegun. Anah raib entah kemana!
“Ceritakan soal Anah!”

Dari mana polisi tersebut tahu bahwa panggilan Siti Nurkhasanah adalah Anah? Padahal Bashir tidan menyebutkan nama panggilan Anah? Bisa saja kan panggilannya Siti, Nur, atau Hasanah.

Terus, Namlok Sarachipat yang tinggal di Bangkok bercerita bahwa ia menjadi freelancer di KL (Kuala Lumpur) Post, atau mungkin bisa aja ya, menjadi freelancer koran luar? Tapi tetap aja menurutku rada janggal karena tokoh tersebut tidak pernah tinggal di Malaysia, melainkan di Mesir.

Judul di tiap chapter menurutku terlalu spoiler. Pas baca judulnya langsung bisa menebak gimana jalan ceritanya sampai akhir! Jadi nggak surprise lagi deh bacanya. Soalnya sudah tahu, oh, ini nanti pasti begini -__- 3 bintang lah buat novel ini.

Rabu, 12 Desember 2012

121212

Once In A Century

Tumblr_mewpywt35y1r2isoeo1_500_large

Buku apa yang kamu baca hari ini?

Jumat, 07 Desember 2012

How to master your habits


Judul : How to master your habits
Penulis : Felix Y. Siauw
Tahun : 2011
Halaman : viii + 160
Penerbit : Khilafah Press



Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secaa otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita.- hal 13

Habits adalah hasil perkawinan dari ayah dan ibu berupa pratice dan repetition. Jadi habits terbentuk ketika ada latihan yang diulang-ulang. Sampai berapa lama? Di buku ini Ust. Felix mengatakan bahwa dengan mengambil patokan seperti saat bulan puasa maka jika kita mengulang-ngulangnya sampai 30 kali, insya Allah akan terbentuk kebiasaan itu.

Kebiasaan yang sudah terbentuk tidak hanya untuk hal yang positif. Sesuatu yang negatif pun jika diulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Hayoo pilih mana? If you choose not to plant flower on your garden, than weeds will grow without encouragement or support.

Habits apa yang ingin kita munculkan dalam perilaku sehari-hari? Pasti bisa kok! Asalkan ada niat yang kuat dan... action! Biar pun sedikit asalkan rutin, kebiasaan itu pasti bisa terbentuk. Misalnya nih ingin belajar bahasa asing, ya belajar setiap hari. Jangan setengah-setengah. Karena kalau salah satu ‘orangtuanya’ tidak ada yaitu repetition maka habits tidak akan pernah terbentuk.

Bertumbuhlan setiap hari, lebih baik 1% saja sehari, dalam satu tahun kita bertambah 365%- hal 122

Dalam buku ini dijelaskan bahwa perlu 10.000 jam latihan untuk menjadi seorang ahli. Woww.. bukan waktu yang singkat ya! Panjangnya waktu latihan ini tidak bisa kita jadikan alasan untuk menunda kebiasaan yang ingin kita bentuk.

Semua orang bisa saja mencari alasan untuk gagal. Sama seperti dia bisa mencari alasan untuk berhasil- hal 158

Kata temanku yang kasih pinjam buku ini sih seperti mendengarkan langsung kajiannya ust. Felix. Dulu beliau memang pernah ngasih ceramah ke kampus kami, sewaktu semester 1. Menurutku sendiri karena bahasanya seperti saat beliau ceramah maka kata-katanya jadi seperti bahasa lisan, ada yang berulang di beberapa paragraf. Mungkin ingin menekankan kalimat tersebut tapi jadinya kurang enak dibaca. Ini muncul di beberapa bab awal, pas sudah masuk bab pertengahan sampai akhir aku mulai bisa ‘beradaptasi’ dengan gaya menulis beliau.

Setelah selesai membaca buku ini, kita bisa mulai menerapkan apa habits yang ingin kita bentuk. Bisa berupa cita-cita, pekerjaan, kebiasaan kecil, atau ingin rutin menulis di blog? Silakan. Ingat, when there is a will, there is a way!

La Tansa Male Cafe


Judul : La Tansa Male Cafe
Penulis : Nurul F. Huda
Penerbit : Gema Insani Press
Tahun : 2004
Halaman : 200



Bagaimana kalo ada kafe yang dikelola oleh 5 orang cowok berbeda karakter?
Arief, Adjie, Fely, Hary dan Jimmy adalah 5 anak muda yang mempunyai satu tujuan bersama : dakwah. Mereka berlima, kecuali Jimmy pernah mengalami masa-masa jahiliyah dalam kehidupannya. Sekarang mereka sudah insyaf dan mencintai islam. Menurut mereka biar funky asal syar’i. Asiiikk...

Arief adalah mahasiswa sastra Arab, berkacamata dan lumayan bijaksana. Lulusan gontor nih, walaupun dulu masuknya gara-gara dipaksa orang tuanya. Arief dulu punya adik cewek yang meninggal saat berusia 10 tahun. Makanya Arief lumayan care sama Kiky, adiknya Adjie. Karena mengingatkannya pada adiknya. Cita-citanya pergi ke Mesir untuk memperdalam ilmu dan menjadi ustad. Punya tikus bernama Stuart yang sangat ditakuti Fely.

Adjie, mantan model yang memilih jalan islam ini tampangnya kece abis. Ya iyalah namanya juga model. Dia ini asli Jogja, ayahnya pengusaha kaya sedangkan ibunya sudah meninggal dunia. Ayah Adjie sering menjadi sponsor untuk acara di La Tansa. Begitu juga saat mereka membutuhkan modal untuk membuka kafe, ayah Adjie lah yang memberi modal.

Fely, aku agak kurang suka sama cowok satu ini. Sifatnya feminin banget. Suka teriak kalo liat tikus, nggak bisa digertak sedikit aja langsung nangis. Dia suka bawa-bawa sabun pembersih muka. Aduh, cowok apaan sih nih kesannya lemah dan lembek. Untungnya dia punya kelebihan pintar nyanyi. Si Fely ini vokalisnya grup nasyid Justice Voice, pintar masak, dan tampangnya imut.

Leader-nya La Tansa siapa lagi kalo bukan Hari? Doi orangnya tegas dan suka memerintah. Ya sebenarnya karena dia bertanggung jawab atas kafe tersebut makanya kadang suka menyebalkan di mata anak-anak La Tansa. Hari jago menggambar, kuliah di ilmu Advertising.

Terakhir, si doyan belajar, Jimmy. Kuliah di fakultas kedokteran hewan membuatnya sangat serius untuk belajar. Jimmy sempat down ketika ia gagal menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya. Padahal menurutnya ia sudah belajar mati-matian. Yah Jimmy kadang suka sombong juga. Sampai akhirnya ia mendapat pelajaran berharga..

Tujuan mereka berlima mendirikan kafe khusus cowok ini agar remaja kota Jogja mempunyai tempat tongkrongan yang tidak sekadar untuk hiburan. Misi khusus mereka adalah merangkul remaja untuk menjadi remaja islami. Jadi di kafe ini mereka berlima terjun langsung untuk menemani pelanggannya mengobrol, mengingatkan waktu sholat, berdiskusi hangat. Disediakan juga pojok expresi, pelanggannya bebas mengeluarkan unek-unek mereka, dan net corner.

Perseteruan pastinya tetap terjadi, kan susah menyatukan lima kepala. Biasanya sih ada yang mengalah atau mereka berdiskusi untuk mencari jalan keluar. Seperti saat Fely yang menjadi juru masak harus memilih antara kafe atau bandnya.

Ada yang mengganjal nih pas aku membaca serial ini. Yaitu di halaman 115, saat Jacky dan Arul yang terlibat tawuran antar SMA berhasil didamaikan oleh personil La Tansa. Ceritanya mereka ini diajak camping ukhuwah bertanding balap sepeda. Jacky yang datang terlambat lantaran hampir jatuh dari jurang mengaku kalah dan meminta maaf pada Arul. Berjanji akan menjadi sahabat satu sama lain

“aku ingin mencintaimu,” ujar Jacky lemah. Arul mengangguk.

Oke lah, konteksnya adalah mereka mencintai sebagai sesama saudara seagama. Tapi tetap saja rasanya aneh mendengar cowok mengatakan hal tersebut ke teman cowoknya -___- Apalagi hal ini sempat diulang beberapa kali. Mungkin kalo ditambahkan “aku ingin mencintaimu, saudaraku..” akan lebih enak kedengarannya.

Berdasakan prolog dari penulis, 5 cowok ini berasal dari dunia nyata. Tepatnya mereka adalah orang yang dikenal si penulis. Wih, penasaran gimana sosok aslinya personil La Tansa!

Selasa, 04 Desember 2012

Bulan di atas Grotten Markt


Bulan di atas Grotten Markt
Sinta Yudisia
312 hal
Gema Insani Press
2005

Kumpulan cerpen islami yang ditulis oleh Sinta Yudisia ini terdiri atas 10 buah cerpen yang mempunyai tema beragam namun tetap bernafaskan islam. Cerpen dengan judul paling menarik perhatian tentu saja Bulan di atas Grotte Markt yang dijadikan judul buku ini.

Cerpen satu ini mengambil setting di Belanda dan Belgia, menceritakan tentang keragaman kultur dan agama serta gaya hidup masyarakat sana. Diana, tokoh di cerpen ini berasal dari Indonesia, tepatnya Aceh. Ia pindah ke Belanda karena ayahnya bekerja disana. Dalam ingatan Diana, Aceh adalah tempat yang penuh konflik. Diana terngiang-ngiang dengan pertumpahan darah yang terjadi di tanah rencong tersebut akibat pertempuran pihak GAM dengan TNI.

Bulan di atas Grotte Markt mempunyai tema yang sama dengan Surat-surat tak tersampaikan. Dalam cerpen tersebut dikisahkan Icut yang menderita karena konflik di Aceh. Icut kehilangan ayah, adik, dan ibunya. Dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuliskan surat untuk awan, pelangi, dan angin mengenai suasana hatinya.

Cerita pendek lainnya tak kalah menarik. Seperti Cintaku pada ibunda, dua puluh juta, I love you Mr. Penyiar, Langkah awal, Jilbab biru, Mama sayang, Tolong carikan dia, dan Namaku Maryam. Disetiap cerpen, ada ilustrasi yang menarik. Sayangnya, pada cerpen Bulan di atas Grotten Markt menurutku ilustrasinya ada yang kurang sesuai. Karena pada cerpen, diceritakan bahwa tokoh-tokohnya duduk lesehan di taman Kasteel de Haar beralaskan kain. Sedangkan pada ilustrasinya, tokoh duduk di atas kursi dan ada mejanya.

“Maaf,” Libby mengempaskan tubuh di atas hamparan kain. “Aku menemani mamaku pergi sebentar tadi ke Royal Modelling.” – Hal 8.

Kalo ditanya aku paling suka sama cerita yang mana... hmm.. kayaknya susah deh. Aku suka semua soalnya *ngikik. Paling berkesan itu sebenarnya Mama sayang, jadi kangen mama.. Mother, How are you today? *nyanyi. Disitu diceritakan tentang Inne yang baru menyadari pengorbanan mama setelah ia menjadi baby sitter anak kakaknya.

Buat yang doyan baca cerpen ketimbang novel, silakan baca buku ini. Bukan buat hiburan semata, tapi banyak pelajaran yang bisa dipetik. Happy Reading!