Selasa, 26 Juni 2012

Delirium

Judul : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Penerbit : Hodder
Tahun : 2011
Halaman : 406



Dimasa depan, tepatnya di Amerika Serikat ditetapkan bahwa cinta adalah penyakit yang paling mematikan atau disebut sebagai delirium. Setiap remaja yang sudah berumur 18 tahun akan diberikan sebuah prosedur yang akan membuat mereka tidak bisa merasakan cinta. Semua hal yang berhubungan dengan kesenangan dilarang, persahabatan, musik, puisi, pokoknya kegiatan yang berbau cinta diawasi oleh pemerintah. Jika sampai ketahuan melanggar, akan dianggap seperti teroris.

Untuk melanjutkan keturunan, maka laki-laki dan perempuan dipasangkan berdasarkan kemiripan hasil tes mereka. Tidak boleh ada rasa cinta dalam hubungan itu. Hal inilah yang membuat ibu dari Lena Halloway meninggal. Semenjak suaminya pergi, ibu Lena merasa kehilangan yang sangat besar, rasa cinta kepada suaminya membuatnya bunuh diri. Kejadian yang menimpa ibunya adalah aib bagi Lena. ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Semua pandangan Lena tentang cinta berubah ketika ia mengenal Alex, ehm. Bersama Hana, sahabatnya  yang agak bandel Lena melakukan berbagai macam hal yang sangat dilarang di negara itu. Saat tiba ulangtahunnya yang ke 18, Lena ketakutan karena itu artinya ia harus berpisah dengan Alex dan mendapakan 'pasangan hidup' yang akan dipilih untuknya.

Hidup tanpa cinta? Kayaknya bakal membosankan kalau itu sampai terjadi. Kita nggak punya sahabat, tidak bisa menyayangi orang-orang yang 'seharusnya' kita sayang. Apalagi kalau harus menikah dengan orang yang  tidak kita cintai.. ewwww. Tapi dampak positif dari prosedur itu kita jadi tidak bisa lagi merasakan patah hati. Hahaha, jadi bingung harus ikut prosedur atau nggak :p

I For You

Judul : I For You
Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2012
Halaman : 379



Sampul depan yang eye catching merupakan ciri khas dari penerbit Gagasmedia. Jujur saja, banyaaak banget buku  gagas yang pengen aku beli gara-gara sampulnya. Ciri khas lainnya adalah sinopsisnya lebih menampilkan quotes dibandingkan bayangan isi cerita. Sebelum membeli sebuah buku, aku biasanya cek dulu kesana kesini biar nggak kayak beli kucing dalam karung, hehehe. Berhubung I For You mendapat banyak rating bagus ya aku putuskan untuk beli.

Sayangnya, aku sedikit kecewa dengan buku ini. Alasannya karena endingnya gampang banget ditebak! Ceritanya juga agak-agak klise. Surya, Ben, dan Cessa adalah tokoh utama di novel ini. Ben dan Cessa adalah pasangan 'pangeran-putri' yang sempurna banget dimata anak-anak SMU itu. Cessa cantik dan kaya, Ben ganteng dan juga kaya. Mereka berdua sudah dijodohkan sejak masih bayi oleh orangtua mereka yang memang saling kenal. 

Ben menjaga Cessa sebaik mungkin, bahkan ia menjadi sangat over protektif. Cessa tidak boleh ini-itu. Pokoknya sangat dimanjakan. Lain halnya dengan Surya. Cowok pintar itu adalah anak yatim piatu. Orangtuanya baru saja meninggal tanpa meninggalkan apa-apa. Maka Surya harus berjuang mempertahankan beasiswanya agar tetap bisa bersekolah.

Cessa memandang rendah terhadap Surya karena Surya adalah orang miskin. Cessa tidak mau sedikitpun berhubungan dengan orang miskin karena menurutnya mereka adalah orang-orang yang jahat. Tapi lama kelamaan Cessa malah jatuh cinta sama Surya. Tetapi hubungan mereka terhalang dengan kehadiran Ben, orang yang sudah 'ditakdirkan' untuk Cessa.

Kenapa Ben begitu melindungi Cessa? Kenapa Cessa begitu lemah sampai tidak boleh melakukan hal apapun yang membuatnya lelah? Apakah Surya tetap bisa menerima kehadiran Ben disekitar Cessa? temukan jawabannya dibuku ini! hohoho ;)

Ayahku (Bukan) Pembohong

Judul : Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011
Halaman : 299



Bagi Dam kecil, cerita-cerita yang disampaikan oleh ayahnya adalah cerita begitu menarik dan menakjubkan.  Dam sangat senang ketika ayahnya bercerita. Khususnya cerita tentang sang Kapten yang merupakan idola Dam. Ayahnya berkata bahwa sang kapten, pemain sepakbola terkenal itu adalah kenalannya sewaktu ia kuliah di luar negeri. Tentu saja Dam kecil percaya, ayahnya adalah pegawai yang terkenal jujur dikotanya. Lain hari, ayah bercerita tentang petualangannya bertemu suku penguasa angin. Suku itu bisa mengendarai layang-layang. Ayahnya juga suka bercerita tentang apel emas yang rasanya sangat enak. Ayahnya pernah mencicipi apel emas itu di suatu lembah yang amat subur.

Selama dua puluh tahun Dam dibesarkan dengan dikelilingi oleh cerita ayahnya. Sekalipun Dam tidak pernah meragukan kebenaran cerita itu. Setiap cerita yang keluar dari mulut ayahnya adalah hadiah, motivasi bagi Dam di kehidupan mereka yang sangat sederhana. Melalui cerita ayah Dam berhasil untuk masuk klub renang, menjuarai lomba estafet renang, hingga ia masuk akademi gajah.

Kenakalan demi kenakalan dilakukan Dam saat di akademi gajah. Akademi tersebut mengajarkan kedisiplinan tinggi bagi siswanya. Tapi bukan Dam namanya jika tidak berhasil menjahili peraturan yang sudah diterapkan. Hukuman yang diberikan oleh kepala sekolah sangat menarik. Misalnya saja Dam dan kawan sekamarnya harus menunggui buah apel yang jatuh untuk membuktikan teori gravitasi Newton. Dari hukuman juga Dam bisa bebas latihan menggambar seluruh gedung di akademi gajah yang pada akhirnya mengantarkan Dam menjadi arsitek hebat.

Keraguan Dam pada cerita ayah muncul ketika ia membaca sebuah buku yang mirip sekali dengan cerita ayahnya selama ini. Benarkah ayah adalah pembohong? Sampai ia mempunyai dua orang anak, Dam masih kesal dengan ayahnya yang dianggapnya pembohong. Apalagi setelah kejadian yang menimpa ibunya, Dam semakin membenci cerita-cerita ayahnya. 

Cara ayah mendidik Dam kecil sangat unik, aku jadi ingat dulu abah juga sering menceritakan dongeng semacam itu saat malam hari. Aku sih antara percaya dan tidak, tapi cerita abah biasanya lucu-lucu, hehe. Dam sepertinya tidak sadar bahwa cerita ayahnya lah yang mengantarkan dia menjadi seorang yang baik dan tidak pantang menyerah. Sampai ia mempunyai dua anak sebenarnya Dam tidak pernah bisa benar-benar lepas dari pengaruh cerita itu.

Aku suka sama pesan yang ada dibuku ini. Seorang ayah tidak akan pernah membohongi anaknya. Kalaupun pernah itu pasti untuk kebaikan anak itu sendiri. Pengorbanan orangtua buat anaknya memang tidak pernah terbatas ^^