Senin, 28 Mei 2012

Reading Challenge : Books in English



Memang ini sudah tengah-tengah tahun, tapi belum terlambat kan kalau mau ikutan reading challenge? Hehe, kebetulan aku suka sama tantangan yang satu ini, dibikin oleh mbak Melisa. Sudah lama pengin memposting challenge ini tapi baru kesampaian sekarang.

Kenapa buku bahasa Inggris?
Jujur, bahasa Inggrisku bisa dibilang lumayan parah alias masih belepotan tapi aku suka banget membaca buku bahasa Inggris. Iya sih, progress nya lambat kalau dibandingkan membaca buku berbahasa Indonesia tapi menikmati bacaan yang bukan bahasa ibu rasanya seperti memberi sesuatu yang baru ditengah kejenuhan membaca buku bahasa Indonesia *apa sih*

Tantangan lain yang harus aku hadapi saat ingin membaca buku bahasa Inggris adalah... di Banjarmasin nggak ada toko buku yang menjual buku-buku impor! Jadi, kalau mau beli buku bahasa Inggris (biasanya mupeng karena reviewnya yang bagus-bagus dari book blogger lain) harus beli di luar kota entah lewat online shop macam periplus atau titip sama teman atau... berburu giveaway :p

Segitu dulu curhatnya ya.. ntar malah ngelantur kemana-mana hehe. Berikut ini adalah buku-buku berbahasa Inggris yang sudah maupun akan aku baca :
1. Before I Fall - Lauren Oliver
2. Desires of the dead - Kimberly Derting
3. Delirium - Lauren Oliver
4. Hunger Games -Suzanne Collins
5. Zoo City - Lauren Beukues
6. The Fault in our stars - John Green
7. Divergent - Veronica Roth
8. The Summoning - Kelley Amstrong

nb : warna biru = sudah dibaca
Nah, sementara ini 8 buku itu dulu. Semoga bisa selesai dibaca tahun ini ;D Ganbatte!!

Rabu, 16 Mei 2012

Winter Dreams

Judul : Winter Dreams
Penulis : Maggie Tiojakin
Tahun : 2010
Penerbit : Gramedia
Halaman : 291


Dilatarbelakangi oleh keluarga yang berantakan, Nicky F. Rompa bisa dibilang merasa dirinya kacau. Daripada ibunya, ia lebih memilih tinggal bersama ayahnya yang kerap berlaku kasar. Atas usul ibunya Nicky pergi ke Amerika untuk tinggal bersama tante jauhnya. 

Bagi kebanyakan orang Amerika adalah negara yang penuh impian. Sedangkan bagi Nicky, ia tidak tahu apa impiannya. Ia pergi ke Amerika tanpa tujuan apa pun bahkan tidak untuk melanjutkan kuliah. Malahan Nicky terpengaruh gaya hidup Amerika yang serba bebas. Ia ikut-ikutan seks bebas, mabuk-mabukkan hingga tidak merasa bersalah sama sekali ketika menghamili anak orang. Memang Nicky bukanlah orang yang religius atau semacamnya, tapi tetap saja porsi tentang sisi negatif ini bagitu mendominasi.

Berbicara tentang cinta, novel ini mengajarkan banyak hal tentang mencintai seseorang. Kau akan tahu ketika kau menatap matanya. Nicky memang menjalin hubungan dengan sesorang yang lebih tua darinya, tetapi Nicky tahu, bukan mata orang itu yang ia rasakan tepat. Memilih putus dan sendiri lebih baik daripada berhubungan dengan orang yang tidak benar-benar ia cintai.

Harapanku tentang novel ini lumayan tinggi karena ratingnya yang lumayan bagus, resensinya juga ada dimana-mana. Aku pribadi tidak menyukai novel ini. Memang akhirnya Nicky menemukan impiannya sebenarnya. Tidak mudah memang mengetahui apa passion kita, dan Nicky berhasil menggalinya. Itulah satu-satunya poin yang aku sukai dari novel ini :)

Confessions of a call center gal

Judul : Confessions of a call center gal
Penulis : Lisa Lim
Tahun : 2011
Penerbit : Gradien
Halaman : 462


Kondisi ekonomi di Amerika yang sedang kacau membuat Madison Lee, seorang lulusan dari jurusan jurnalistik terpaksa harus bekerja sebagai call center alias penerima telepon di perusahaan operator. Sebuah pekerjaan yang membuat Maddy stress karena ia harus mengangkat telepon selama delapan jam sehari. Apa boleh buat, sekarang sangat sulit untuk memilih pekerjaan yang diinginkan. Ditambah, Maddy masih harus bersabar karena atasannya adalah Nazi-belum-siap yang sangat kejam!

Untunglah Maddy tidak sendirian karena sahabatnya, Karsynn juga bekerja di perusahaan yang sama. Poin tambahan, adalah seorang karyawan tampan asal Belgia, Mika Harket yang membuat Maddy jatuh cinta. Sayangnya, Mika sudah berpacaran dengan Ingeborg.

Pekerjaan Maddy penuh dengan sumpah serapah dari penelpon. Maddy harus beradaptasi luar biasa akan pekerjaan ini. Hingga setelah beberapa bulan, Maddy bisa menangani penelpon sambil membaca buku-bukunya Dan Brown! Haha. 

Yang aku suka dari novel ini adalah Mika yang super romantis, dan juga kelakukan Kars yang sedikit aneh. Ah, pokoknya Mika so sweet banget ;). Sayangnya, Lelucon yang muncul bersifat dewasa (yah, karena ini chicklit), apalagi leluconnya Truong, gay asal Vietnam yang kadang bikin mual :(

4 bintang tetap aku berikan ke novel ini karena keberhasilan Maddy menghadapi pekerjaan pertamanya! Intinya, jangan pernah meremehkan pekerjaan orang lain. Karena, gadis call center bukanlah robot, mereka juga manusia yang tidak bisa seenaknya kita bentak-bentak. Yah, kira-kira begitu yang ingin disampaikan Maddy :)

Travellous

Judul : Travellous
Penulis : Andrei Budiman
Tahun : 2012
Penerbit : B First
Halaman : viii + 240



Satu lagi buku tentang backpacker yang bikin aku kepincut! Apalagi penulisnya adalah orang Banjarmasin, berasa ada ikatan batin gitu deh :p

Sejak kecil, Andrei sudah bercita-cita untuk mengunjungi Eropa. Cita-cita yang tentu saja mendapat cibiran dari mana-mana. Bahkan sampai ia benar-benar ke luar negeri masih banyak orang yang tidak percaya, tak terkecuali ibunya sendiri. Suatu hari, iseng-iseng Anderi mencari cara agar ia bisa pergi ke Eropa. Andrei yang waktu itu masih kuliah ternyata mendapat tawaran untuk mengikuti workshop mengenai perfilman di Perancis. Tapi jalan menuju Perancis tidak selalu mulus. Andrei harus lewat batam, Singapura, Malaysia, Jerman dengan pengalaman yang aneh-aneh disetiap negara yang ia singgahi.

Di Perancis, Andrei berkenalan dengan seorang mahasiswi unik asal China bernama Ling. Ling ini nantinya menjadi teman sebangku sekaligus sahabat Andrei. Ling juga yang mencomblangkan Andrei dengn Jules, gadis Inggris keturunan Hongkong. Setelah hubungan Andrei dengan Jules semakin dekat, Andrei malah ragu-ragu apakah harus berpacaran dengan Jules atau tetap setia dengan gadis dari kota hujan. Hubungan Andrei dengan Jules juga diwarnai oleh Ling yang diam-diam cemburu dengan kedekatan itu.

Buku ini bukan sekadar buku mengenai perjalanan ke negeri orang untuk menuntut ilmu. Tapi juga tentang impian yang bisa benar-benar terwujud asalkan kita mau berusaha. Ditambah lagi dengan bumbu cinta serta persahabatan, membuat buku ini sangat menarik untuk dibaca. Sifat Andrei yang tidak mudah 'larut' dalam gaya hidup ala barat juga patut diacungi jempol. Dengan banyaknya tantangan untuk mengikuti gaya hidup bebas ala barat, Andrei tetap bisa mempertahankan identitasnya sebagai orang Indonesia.

Cerita yang kocak serta menghibur banyak disuguhkan disini. Bagaimana cara Andrei bertahan hidup di negeri orang, gaji pertamanya yang dibayar dengan euro cukup mengharukan untuk disimak. Selain Travellous, Andrei juga menulis buku travelling lainnya bersama penulis lain. Kapan nih menulis tentang Banjarmasin? :)

Query Pita

Judul : Query Pita
Penulis : Primadonna Angela
Tahun : 2012
Penerbit : Gramedia
Halaman : 208



Pita alias Puspitasari merupakan gadis cerdas yang berasal dari keluarga pas-pasan. Untuk membiayai sekolahnya, ia mendapatkan beasiswa dan tinggal di asrama. Pita terpaksa harus berpisah dengan orangtuanya yang tetap tinggal di Yogya, sedangkan ia sendiri menetap di Bandung. Sehari-hari, Pita harus menghemat uangnya semaksimal mungkin, tidak seperti remaja lain yang begitu mudahnya membelanjakan uang. Untuk menyelurkan hobinya, Pita menjadi vokalis disebuah band cewek. Dari sana lah Pita mendapatkan uang tambahan yang bisa ia kirimkan untuk orangtuanya.

Bertolak belakang dengan kehidupan Pita, Query alias Rido adalah anak tunggal pengusaha kaya. Ia dibesarkan dalam kemewahan namun hidupnya terus-terusan dikekang oleh kedua orang tuanya. Ia merasa hanya dipenuhi kebutuhan secara fisik, namun tidak diberi perhatian dan kasih sayang. Maka Query memutuskan untuk kabur dari rumah, ia ingin berjuang tanpa harus bergantung pada kedua orangtuanya lagi.

Pertemuan Query dan Pita secara tidak sengaja terjadi di rental buku tempat Pita sekarang bekerja. Pita memandang Query sebagai anak muda yang juga kere seperti dirinya. Sedangkan Query memandang Pita sebagai gadis manis yang tegar. Ketika Pita mendapat kabar bahwa ayahnya sakit, tanpa pikir panjang, Query langsung menawarkan diri untuk menemani Pita ke Yogya padahal mereka baru saja berkenalan!

Dari halaman pertama, aku sudah suka sama novel ini. Yap, ini novel pertama Primadonna Angela yang aku kasih 4 bintang. Mungkin ketika membaca sinopsis diatas akan ada yang berpendapat jalan ceritanya mudah di tebak. Sebenarnya iya, jalan ceritanya memang mudah di tebak dan sangat sederhana. Sosok Pita pun terkadang sangat menjengkelkan. Namun pesan moral yang ingin disampaikan mbak Donna di novel ini yang membuat aku suka. Penggambaran suasana Yogya menambah kesan 'sederhana' tentang kehidupan Pita, dan bagaimana Query harus menyesuaikan diri dengan kehidupan Pita.

Bagi yang ingin mencari bacaan ringan, novel ini sangat aku sarankan karena ini lumayan tipis, hanya dua ratusan halaman. Sehari pun bisa selesai. Nggak ada deh kesan menggurui yang aku tangkap disini. Mungkin karena didasari oleh cerita nyata kedua orang tua mbak Donna sehingga ada beberapa sisi cerita yang memang bisa kita temukan di sekitar kita.

Jumat, 04 Mei 2012

Cookie

Judul : Cookie
Penulis : Jacqueline Wilson
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2012
Halaman : 369



Sudah lama banget nggak bikin resensi buku, entah kenapa rasanya pengen banget ngabisin tumpukan buku yang sudah menggunung. Lemari buku ku sudah nggak muat lagi menampung buku-buku -__-. Cookie aku baca hampir tiga minggu yang lalu. Belinya pas diskon Ultahnya Gramedia. Bisa dibilang Cookie merupakan buku untuk anak-anak SD sampai SMP, dulu sewaktu SMP aku suka baca buku-bukunya Jacqueline Wilson. Soalnya ditiap halaman pasti ada gambar-gambar yang bagus dan mendukung sama isi ceritanya.

Cookie bercerita mengenai seorang gadis bernama Beauty. Sosok Beauty bisa dilihat disampul buku ini.  Cewek pintar yang merasa bahwa penampilannya tidak secantik namanya. Beauty sering diejek teman-teman sekelasnya gara-gara namanya tersebut. Ia hampir tidak memiliki teman, kecuali Rhona. Tetapi Skye yang lebih dulu berteman dengan Rhona, sekaligus musuh bebuyutan Beauty tidak suka Rhona berteman dengan Beauty.

Saat membaca Cookie, aku menarik kesimpulan bahwa Jacqueline Wilson suka menulis mengenai ayah yang jahat. Beauty mempunyai ibu yang masih muda dan cantik. Sedangkan ayahnya adalah pengusaha real estate yang pemarah dan jelek. Semua yang Beauty dan ibunya lakukan, selalu salah di mata ayahnya. Ayahnya yang tukang dikte ini membuat Beauty dan ibunya kabur ke Rabbit Cove. Disana Beauty menemukan kehidupan baru bersama ibunya yang semakin mahir membuat Cookie.

Sayangnya di buku ini tidak terlalu banyak gambarnya. Padahal itu adalah salah satu ciri khas buku nya Jacqueline Wilson yang aku suka. Menurutku, Cookie ceritanya rame dan tidak terlalu kekanakan. Kualitas kertas dan sampulnya juga bagus. Jadi pengin nyicipin cookie bikinan ibunya Beauty!!