Jumat, 07 Desember 2012

La Tansa Male Cafe


Judul : La Tansa Male Cafe
Penulis : Nurul F. Huda
Penerbit : Gema Insani Press
Tahun : 2004
Halaman : 200



Bagaimana kalo ada kafe yang dikelola oleh 5 orang cowok berbeda karakter?
Arief, Adjie, Fely, Hary dan Jimmy adalah 5 anak muda yang mempunyai satu tujuan bersama : dakwah. Mereka berlima, kecuali Jimmy pernah mengalami masa-masa jahiliyah dalam kehidupannya. Sekarang mereka sudah insyaf dan mencintai islam. Menurut mereka biar funky asal syar’i. Asiiikk...

Arief adalah mahasiswa sastra Arab, berkacamata dan lumayan bijaksana. Lulusan gontor nih, walaupun dulu masuknya gara-gara dipaksa orang tuanya. Arief dulu punya adik cewek yang meninggal saat berusia 10 tahun. Makanya Arief lumayan care sama Kiky, adiknya Adjie. Karena mengingatkannya pada adiknya. Cita-citanya pergi ke Mesir untuk memperdalam ilmu dan menjadi ustad. Punya tikus bernama Stuart yang sangat ditakuti Fely.

Adjie, mantan model yang memilih jalan islam ini tampangnya kece abis. Ya iyalah namanya juga model. Dia ini asli Jogja, ayahnya pengusaha kaya sedangkan ibunya sudah meninggal dunia. Ayah Adjie sering menjadi sponsor untuk acara di La Tansa. Begitu juga saat mereka membutuhkan modal untuk membuka kafe, ayah Adjie lah yang memberi modal.

Fely, aku agak kurang suka sama cowok satu ini. Sifatnya feminin banget. Suka teriak kalo liat tikus, nggak bisa digertak sedikit aja langsung nangis. Dia suka bawa-bawa sabun pembersih muka. Aduh, cowok apaan sih nih kesannya lemah dan lembek. Untungnya dia punya kelebihan pintar nyanyi. Si Fely ini vokalisnya grup nasyid Justice Voice, pintar masak, dan tampangnya imut.

Leader-nya La Tansa siapa lagi kalo bukan Hari? Doi orangnya tegas dan suka memerintah. Ya sebenarnya karena dia bertanggung jawab atas kafe tersebut makanya kadang suka menyebalkan di mata anak-anak La Tansa. Hari jago menggambar, kuliah di ilmu Advertising.

Terakhir, si doyan belajar, Jimmy. Kuliah di fakultas kedokteran hewan membuatnya sangat serius untuk belajar. Jimmy sempat down ketika ia gagal menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya. Padahal menurutnya ia sudah belajar mati-matian. Yah Jimmy kadang suka sombong juga. Sampai akhirnya ia mendapat pelajaran berharga..

Tujuan mereka berlima mendirikan kafe khusus cowok ini agar remaja kota Jogja mempunyai tempat tongkrongan yang tidak sekadar untuk hiburan. Misi khusus mereka adalah merangkul remaja untuk menjadi remaja islami. Jadi di kafe ini mereka berlima terjun langsung untuk menemani pelanggannya mengobrol, mengingatkan waktu sholat, berdiskusi hangat. Disediakan juga pojok expresi, pelanggannya bebas mengeluarkan unek-unek mereka, dan net corner.

Perseteruan pastinya tetap terjadi, kan susah menyatukan lima kepala. Biasanya sih ada yang mengalah atau mereka berdiskusi untuk mencari jalan keluar. Seperti saat Fely yang menjadi juru masak harus memilih antara kafe atau bandnya.

Ada yang mengganjal nih pas aku membaca serial ini. Yaitu di halaman 115, saat Jacky dan Arul yang terlibat tawuran antar SMA berhasil didamaikan oleh personil La Tansa. Ceritanya mereka ini diajak camping ukhuwah bertanding balap sepeda. Jacky yang datang terlambat lantaran hampir jatuh dari jurang mengaku kalah dan meminta maaf pada Arul. Berjanji akan menjadi sahabat satu sama lain

“aku ingin mencintaimu,” ujar Jacky lemah. Arul mengangguk.

Oke lah, konteksnya adalah mereka mencintai sebagai sesama saudara seagama. Tapi tetap saja rasanya aneh mendengar cowok mengatakan hal tersebut ke teman cowoknya -___- Apalagi hal ini sempat diulang beberapa kali. Mungkin kalo ditambahkan “aku ingin mencintaimu, saudaraku..” akan lebih enak kedengarannya.

Berdasakan prolog dari penulis, 5 cowok ini berasal dari dunia nyata. Tepatnya mereka adalah orang yang dikenal si penulis. Wih, penasaran gimana sosok aslinya personil La Tansa!

1 komentar: