Jumat, 07 Desember 2012

How to master your habits


Judul : How to master your habits
Penulis : Felix Y. Siauw
Tahun : 2011
Halaman : viii + 160
Penerbit : Khilafah Press



Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secaa otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita.- hal 13

Habits adalah hasil perkawinan dari ayah dan ibu berupa pratice dan repetition. Jadi habits terbentuk ketika ada latihan yang diulang-ulang. Sampai berapa lama? Di buku ini Ust. Felix mengatakan bahwa dengan mengambil patokan seperti saat bulan puasa maka jika kita mengulang-ngulangnya sampai 30 kali, insya Allah akan terbentuk kebiasaan itu.

Kebiasaan yang sudah terbentuk tidak hanya untuk hal yang positif. Sesuatu yang negatif pun jika diulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Hayoo pilih mana? If you choose not to plant flower on your garden, than weeds will grow without encouragement or support.

Habits apa yang ingin kita munculkan dalam perilaku sehari-hari? Pasti bisa kok! Asalkan ada niat yang kuat dan... action! Biar pun sedikit asalkan rutin, kebiasaan itu pasti bisa terbentuk. Misalnya nih ingin belajar bahasa asing, ya belajar setiap hari. Jangan setengah-setengah. Karena kalau salah satu ‘orangtuanya’ tidak ada yaitu repetition maka habits tidak akan pernah terbentuk.

Bertumbuhlan setiap hari, lebih baik 1% saja sehari, dalam satu tahun kita bertambah 365%- hal 122

Dalam buku ini dijelaskan bahwa perlu 10.000 jam latihan untuk menjadi seorang ahli. Woww.. bukan waktu yang singkat ya! Panjangnya waktu latihan ini tidak bisa kita jadikan alasan untuk menunda kebiasaan yang ingin kita bentuk.

Semua orang bisa saja mencari alasan untuk gagal. Sama seperti dia bisa mencari alasan untuk berhasil- hal 158

Kata temanku yang kasih pinjam buku ini sih seperti mendengarkan langsung kajiannya ust. Felix. Dulu beliau memang pernah ngasih ceramah ke kampus kami, sewaktu semester 1. Menurutku sendiri karena bahasanya seperti saat beliau ceramah maka kata-katanya jadi seperti bahasa lisan, ada yang berulang di beberapa paragraf. Mungkin ingin menekankan kalimat tersebut tapi jadinya kurang enak dibaca. Ini muncul di beberapa bab awal, pas sudah masuk bab pertengahan sampai akhir aku mulai bisa ‘beradaptasi’ dengan gaya menulis beliau.

Setelah selesai membaca buku ini, kita bisa mulai menerapkan apa habits yang ingin kita bentuk. Bisa berupa cita-cita, pekerjaan, kebiasaan kecil, atau ingin rutin menulis di blog? Silakan. Ingat, when there is a will, there is a way!

1 komentar:

  1. Wah, asik juga ya kalo kita emang pengen membentuk habits bisa liat caranya di buku ini. Minimal kayak habit2 kecil seperti membiasakan diri solat di awal waktu gitu *tertohok nih*

    BalasHapus