Selasa, 04 Desember 2012

Bulan di atas Grotten Markt


Bulan di atas Grotten Markt
Sinta Yudisia
312 hal
Gema Insani Press
2005

Kumpulan cerpen islami yang ditulis oleh Sinta Yudisia ini terdiri atas 10 buah cerpen yang mempunyai tema beragam namun tetap bernafaskan islam. Cerpen dengan judul paling menarik perhatian tentu saja Bulan di atas Grotte Markt yang dijadikan judul buku ini.

Cerpen satu ini mengambil setting di Belanda dan Belgia, menceritakan tentang keragaman kultur dan agama serta gaya hidup masyarakat sana. Diana, tokoh di cerpen ini berasal dari Indonesia, tepatnya Aceh. Ia pindah ke Belanda karena ayahnya bekerja disana. Dalam ingatan Diana, Aceh adalah tempat yang penuh konflik. Diana terngiang-ngiang dengan pertumpahan darah yang terjadi di tanah rencong tersebut akibat pertempuran pihak GAM dengan TNI.

Bulan di atas Grotte Markt mempunyai tema yang sama dengan Surat-surat tak tersampaikan. Dalam cerpen tersebut dikisahkan Icut yang menderita karena konflik di Aceh. Icut kehilangan ayah, adik, dan ibunya. Dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuliskan surat untuk awan, pelangi, dan angin mengenai suasana hatinya.

Cerita pendek lainnya tak kalah menarik. Seperti Cintaku pada ibunda, dua puluh juta, I love you Mr. Penyiar, Langkah awal, Jilbab biru, Mama sayang, Tolong carikan dia, dan Namaku Maryam. Disetiap cerpen, ada ilustrasi yang menarik. Sayangnya, pada cerpen Bulan di atas Grotten Markt menurutku ilustrasinya ada yang kurang sesuai. Karena pada cerpen, diceritakan bahwa tokoh-tokohnya duduk lesehan di taman Kasteel de Haar beralaskan kain. Sedangkan pada ilustrasinya, tokoh duduk di atas kursi dan ada mejanya.

“Maaf,” Libby mengempaskan tubuh di atas hamparan kain. “Aku menemani mamaku pergi sebentar tadi ke Royal Modelling.” – Hal 8.

Kalo ditanya aku paling suka sama cerita yang mana... hmm.. kayaknya susah deh. Aku suka semua soalnya *ngikik. Paling berkesan itu sebenarnya Mama sayang, jadi kangen mama.. Mother, How are you today? *nyanyi. Disitu diceritakan tentang Inne yang baru menyadari pengorbanan mama setelah ia menjadi baby sitter anak kakaknya.

Buat yang doyan baca cerpen ketimbang novel, silakan baca buku ini. Bukan buat hiburan semata, tapi banyak pelajaran yang bisa dipetik. Happy Reading!

2 komentar:

  1. Benar mbak sinta! Cover bukunya aja nggak nrmu di mbah gugel :(

    BalasHapus