Jumat, 07 September 2012

The Boy Who Ate Stars

Judul : The Boy Who Ate Stars
Penulis : Kochka
Tahun : 2008
Penerbit : Gramedia
Halaman : 104



Halo, halo! Lama sekali aku nggak nge blog.. jadi kangen. Liburan kuliah ini aku keasyikan baca buku demi menghabiskan timbunan. Sekarang Alhamdulillah timbunan sisa 5 ajah *kalem. Buku satu ini masuk dalam proyek bulan Septemberku, yaitu membaca 1 buku dalam 1 hari. Halamannya lumayan tipis, jadi selesai dalam 2 jam kalau nggak salah. TBWAS aku dapat dibuku obral, pas ngubek-ngubek eh ada buku ini sisa satu. Langsung beli deh mumpung harganya murah. Hehe

Pas beli buku ini, aku nggak baca sinopsisnya sama sekali. Aku cuma pernah liat ratingnya di GR cukup bagus walaupun aku nggak tahu ceritanya seperti apa. Buku ini cocok untuk semua umur. Pokoknya bisa dinikmati anak-anak sampai yang sudah tua. Cuma terjemahannya agak kaku sih menurutku. Mungkin karena buku aslinya berbahasa Perancis ya?

Siapakah anak lelaki yang memakan bintang-bintang ini? Aku penasaran, ini anak penyihir atau apa jadi bisa makan bintang. Oh, ternyata itu perumpamaan yang digunakan Lucy kepada Matthew. Matther adalah tetangga Lucy, ia berusia empat tahun dan mengidap autistik. Seperti kebanyakan anak autistik lainnya, Matthew adalah anak yang cerdas. Cara Matthew bersosialisasi mungkin berbeda dengan anak lainnya, tapi dia bukan anak cacat! Matthew suka melakukan komunikasi dengan memainkan rambut orang lain, apalagi kalau rambut itu panjang. Awalnya Lucy dan orang lain kaget dengan tingkah laku Matthew. Sampai akhirnya mereka memahami dengan cara itu lah Matthew menunjukkan bahwa ia menyukai seseorang :,)

Matthew juga bersahabat dengan Francois, anjing kecil yang dititipkan di rumah Lucy. Lucy berusaha menjadikan anjing itu 'normal'. Menurut Lucy anjing itu terlalu lemah. Tidak bersikap sebagaimana seekor anjing. Matthew juga menyukai Francois. Mereka senang berkeliling kota bersama Francois.

Aku suka buku ini! Anak autistik memang menakjubkan, mereka bisa memahami dunia lebih dari kita. Bagi yang sampai sekarang suka mengejek orang dengan sebutan 'autis lo!' Aduh, stop deh olok-olokan kayak gitu :) 

1 komentar:

  1. aku juga suka buku ini, tapi sepertinya kurang cocok dibaca anak-anak

    BalasHapus