Kamis, 13 September 2012

Skripzi Krezi


Judul : Skripzi Krezi
Penulis : We Are Victims
Tahun : 2012
Penerbit : Gradien
Halaman : 200



Apa hal yang paling bikin deg-degan mahasiswa tingkat akhir? Ya, SKRIPSI! Skripsi sudah menjadi momok bagi semua mahasiswa. Banyak cerita-cerita horor seputar skripsi yang biasanya tidak jauh dari dosen pembimbing. Kalau dapat dosen pembimbing yang baik sih nggak masalah ya, tapi dalam buku ini, Nesya dapat dosen pembimbing yang nyebelin tujuh turunan. Siapa sih yang jadi dosen pembimbingnya Nesya? Sebut saja namanya PANU. Bukan Panu penyakit kulit itu.. tapi singkatan dari Pak Wisnu. Ketika membaca buku ini, dari kata pengantar sampai halaman akhir kamu akan menemukan bukti betapa menyebalkannya Panu. Digambarkan bahwa Panu adalah dosen yang sering mengakui dirinya masih jomblo. Tujuannya sih jelas, agar dia masih bisa mengecengi mahasiswi-mahasiswi kece. Panu ini juga punya tingkat kepercayaan diri diatas rata-rata, dan dia suka nyuruh-nyuruh!

Panu jadi dosen pembimbingnya Wini dan Nesya. Sebenarnya Panu ini baik kok, tapi dia suka banyak maunya. Nesya bisa dibilang sebagai ‘anak emas’ nya Panu. Soalnya Panu suka nanya-nanya tentang Nesya sama mahasiswa lain. Panu kelihatannya fans berat Nesya. Berbeda dengan Wini, Panu kelihatannya kurang suka sama dia. Wini dianggap mahasiswi pemalas yang tidak sepintar Nesya. Hmm.. kayaknya Panu naksir Nesya nih!?

Sewaktu baca buku ini aku nggak bisa berhenti senyum-senyum sambil membayangkan “oh, gitu ya rasanya skripsi? Ngejar-ngejar dosen pembimbing? Kayaknya berat banget ya jadi mahasiswa tingkat akhir?” Kalau dilihat, memang banyak mahasiswa yang jadi stres gara-gara skripsi. Apalagi kalau punya dospem kayak Panu... amit-amit deh! Eh, tapi ide buat menuliskan pengalaman pas skripsi oke juga ya? Malahan kayaknya banyakan hal-hal konyol daripada dukanya? Hmm.. mungkin jadi konyol karena sudah dialami ya? Coba pas sedang terjadi, ya bisa sampai nangis-nangis :D

Percakapan-percakapan yang hampir sebagian besar mengisi buku ini lumayan kocak. “Kepolosan” Panu benar-benar bikin kita ikut-ikutan kesal sama dia. Ah, memang ada ya dosen kayak Pak Wisnu ini? Kok bisa ya keterima jadi dosen? Haha.. Kalau lagi suntuk, atau bete gara-gara dosen pembimbingnya susah dihubungi, silakan baca buku ini. Atau yang masih mahasiswa baru, pengen tau seperti apa rasanya skripsi? Ayo buruan ke toko buku dan seret buku ini ke kasir!!

1 komentar: