Rabu, 19 September 2012

Moga Bunda disayang Allah

Judul : Moga Bunda disayang Allah
Penulis : Tere Liye
Tahun : 2006
Penerbit : Republika
Halaman : v+246



Keluarga HK merupakan salah satu keluarga terkaya di kota cantik itu. Kebaikan hati keluarga mereka terkenal diseluruh kota. Tuan HK merupakan pemilik pabrik sukses yang tidak segan untuk membantu orang lain. Semua ini tidak terlepas dari peran Bunda HK, istrinya yang sangat lembut sehingga suaminya lambat laun bisa merubah perangainya. Sayangnya, sudah tiga tahun ini Bunda HK sakit-sakitan. Ia seringkali hanya terbaring lemah di ranjang ditemani pembantu setianya, Salamah.

Tiga tahun belakangan ini memang waktu yang sangat berat bagi keluarga HK. Melati, putri mereka satu-satunya yang berumur enam tahun harus menjalani hidup yang berbeda dari anak seusianya. Anak itu sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan dunia disekitarnya. Ia sering mengamuk, melempar benda apapun yang bisa dijangkaunya. Sejak tiga tahun lalu Melati buta dan juga tuli, serta otomatis bisu.

Disisi lain, Karang adalah pemuda yang hidupnya kacau. Anak yatim piatu itu sebenarnya sangat sayang dengan anak-anak. Ia membangun banyak taman bacaan, menghidupkan semangat anak jalanan yang bernasib sama dengan dirinya. Tetapi ada suatu peristiwa yang membuatnya merasa sangat bersalah. Kejadian itu juga terjadi tiga tahun yang lalu.

Berita mengenai kemampuan Karang yang bisa menyembuhkan anak yang lumpuh, sampai ditelinga Bunda HK. Bunda HK tertarik untuk menjadikan Karang sebagai guru Melati. Pada mulanya Karang menolak mentah-mentah ide tersebut. Sempat terjadi konflik batin pada dirinya karena ia merasa bertanggung jawab tatas kematian 18 anak-anak didiknya. Karang tidak ingin lagi berhubungan dengan dunia anak-anak. Tetapi tiba-tiba saja ia bertekad ingin menolong Melati. Agar anak itu bisa menemukan caranya berkomunikasi dengan dunia.

Sayangnya cara mengajar Karang membuat Tuan HK marah. Karang memukul, meneriaki, dan memperlakukan Melati dengan semena-mena. Tuan HK menganggap cara Karang mengajar Melati sangat keterlaluan.

Pernah membaca cerita yang mirip sama novel ini? Tere Liye mengaku ia terinspirasi dengan Hellen Keller. Seorang yang buta-tuli-bisu seperti Melati. Secara garis besar, jalan ceritanya memang sangat mirip. Bagi yang pernah membaca The Story of My Life yang ditulis oleh Hellen Keller pasti bisa menebak bagaimana ending novel ini.

Walaupun begitu, cara Tere Liye ‘menceritakan ulang’ The Story of My Life sangat baik. Setting dan tokohnya berbeda jauh dengan cerita nyata dari Hellen Keller. Ceritanya sangat mengharukan. Keterbatasan Melati membuat kita mensyukuri betapa sempurnanya indra yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

nb : di halaman 187 kayaknya ada paragraf yang kepotong. Soalnya di halaman 188 nya kok jadi sedikit nggak nyambung

4 komentar:

  1. knp trjd konflik batin?

    *May, jgn pake verifikasi kata dong

    BalasHapus
  2. aku baca buku ini udah lama banget, pas masih kuliah, tapi yang aku inget, waktu itu aku gak terlalu nyaman dengan cara Tere Liye bercerita... tapi apa y? #lupa #MalahNanya

    BalasHapus
  3. Aku baca buku TL cuma yg Sunset Bersama Rosie. Abis itu ga berani lagi pegang buku TL lainnya. Tearjerker bgt deh, ga tegaaaa~ T.T

    BalasHapus
  4. yang ini belum baca nih :(

    BalasHapus