Jumat, 16 Maret 2012

Ondel-Ondel Nekat Keliling Dunia

Judul : Ondel-Ondel Nekat Keliling Dunia
Penulis : Luigi Pralangga
Halaman : 332
Tahun : 2011
Penerbit : Qanita



Jangan bayangkan bahwa akan ada ondel-ondel beneran yang jalan-jalan keliling dunia, karena ondel-ondel disini merupakan sebutan Luigi kepada dirinya sendiri. Ia sering menyebut dirinya ondel-ondel kampret yang nekat untuk keliling dunia. Ondel-ondel dipilihnya karena ia sendiri adalah mantan abnon yang sekarang terjun menjadi seorang peacekepper alias penjaga perdamaian.

Berawal dari mimpinya untuk pergi ke Kanada, Luigi menerima tawaran pekerjaan di New York dengan alasan jaraknya untuk mencapai Kanada semakin dekat. Disana, Luigi yang supel cepat sekali mengenal orang-orang disekelilingnya. Alhasil ia pun mengetahui bahwa di PBB ada lowongan pekerjaan. Iseng-iseng ikut, Luigi diterima dan ditempatkan di Liberia. Liberia saat itu dalam kondisi pasca perang saudara. Jadi keadaannya masih rawan dan penuh konflik. Berbekal restu kedua orangtua, Luigi meminggalkan anak serta istrinya yang tidak diperbolehkan ikut.

Pengalaman Luigi disana lebih menyorot masalah kemanusiaan dibadingkan travel alias jalan-jalan. Beberapa diantaranya sangat mengharukan. Seperti bagian 'Anak-anak melahirkan anak-anak'.
Pemandangan yang tak kalah uniknya adalah beberapa diantara kerumunan anak-anak itu, ada anak-anak pantaran 14-16 tahun terlihat reppot sedang menggendong bayi kecil berumur kira-kira 6-9 bulan, yang rabutnya dikuncir 10 ikatan ditiap jumputan rambut ikalnya.
 Cerita punya cerita, ternyata itu bukan adiknya, melainkan bayi mereka sendiri yang bapaknya nggak tahu kemana... halaman 137
Selesai bertugas selama kurang lebih enam tahun di Liberia, Luigi masih belum kapok. Ia mendaftarkan diri lagi untuk menjadi peacekepper di Irak. Tahu sendiri dong, keadaan Irak zaman Saddam Husein dulu gimana. Kadang-kadang ada sedikit cerita Luigi ketika ia kangen dengan istri dan anak-anaknya. Dimana ia bisa bertemu anaknya cuma beberapa kali dalam setahun.

Cerita Luigi sungguh membuat kita bersyukur tinggal di Indonesia, dimana kita bisa hidup dengan damai. Kita punya akta kelahiran, sedang di Liberia? Mungkin mereka malah tidak tahu sama sekali akta kelahiran itu apa.

Ada satu yang kurang aku suka dari buku ini. Testimoni dari teman-teman Luigi terlalu banyak (Bab ondel-ondel dan teman-teman sepermainan). Padahal aku lebih suka membaca pengalaman Luigi ketimbang pendapat teman-temannya tentang dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar