Selasa, 24 Januari 2012

Where She Went

Judul : Where She Went
Penulis : Gayle Forman
Halaman : 240
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011


*warning spoiler bagi yang belum baca buku #1 If I Stay*


Jika ada yang bertanya, apakah yang mempertemukan Mia dan Adam? Maka musik adalah jawabannya. Perbedaan genre musik yang disukai keduanya tidak menghalangi berseminya cinta diantara mereka. Bagi Mia, musik klasik sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Banyak yang tidak menyangka pasangan musisi ini akan bersama, karena sulit membayangkan bahwa musisi klasik akan berpacaran dengan musisi rock.

Dibuku pertamanya, yaitu If I Stay, Mia mengalami kecelakaan dan kehilangan tiga anggota keluarganya. Hanya Mia yang selamat dalam kecelakaan maut itu. Setelah mengalami koma yang lumayan panjang, Mia kembali tersadar. Seluruh keluarga Mia, sahabatnya Kim, dan juga Adam mengkhawatirkan kondisi Mia pasca kecelakaan. Namun, Mia kembali menemukan hidupnya dalam musik klasik yang menjadi penyembuh bagi kondisi psikologisnya.

Tidak ada yang bisa dilakukan Adam ketika Mia pergi untuk melanjutkan sekolah musiknya di Juilliard, New York. Tanpa pemutusan hubungan, Mia pergi begitu saja dari kehidupan Adam. Rupanya kepergian Mia menjadi pukulan telak bagi Adam. Patah hati yang dirasakan Adam digambarkan dengan penuh emosional oleh Gayle Forman.

Namun bukan musisi namanya jika tidak mencurahkan perasaannya kedalam lagu. Disela-sela keterpurukannya, Adam berhasil menuliskan banyak lagu untuk mengenang Mia. Lagu itu berhasil masuk dapur rekaman dan membuat Adam beserta Shooting Star melejit. Adam kini terkenal, banyak perempuan yang mendekatinya. Termasuk Bryn, bintang film cantik yang kini menjadi kekasihnya.

Satu malam sebelum keberangkatannya untuk tur selama 67 hari, Adam melihat sebuah poster konser yang menampilkan sosok Mia Hall. Dengan segenap keberaniannya, Adam membeli karcis dan menonton pertunjukkan cello yang dilakukan Mia. Seusai konser, seorang petugas memanggil Adam untuk kebelakang panggung. Disitulah ia bisa melihat kembali Mia secara dekat setelah tiga tahun berlalu.

Berbeda dengan If I Stay, kali ini Gayle Forman memberikan sudut pandang penceritaan kepada Adam. Rasa cinta Adam yang sangat besar kepada Mia tergambar jelas disini. Alur yang disajikan maju-mundur. Sesekali Adam mengingat masa lalunya saat bersama Mia dan setelah kepergian Mia. Tak heran banyak pembaca terutama perempuan yang menyukai Adam.

Tak perlu khawatir jika takut akan menemukan kisah cinta yang klise antara Mia dan Adam. Karena Where She Went dikemas dengan begitu baik sehingga pembaca akan penasaran dengan setiap rahasia-rahasia perasaan yang terjalin antara Mia dan Adam.

Where She Went  merupakan buku pemenang 'Best Young Adult Fiction' tahun 2011 pilihan pembaca Goodreads. Sekitar 4200 pembaca merekomendasikan buku ini. Buku pertamanya (If I Stay) sudah diterbitkan di 30 negara. Gayle Forman memang seorang penulis yang menyukai YA walaupun ia sendiri sudah mempunyai anak. Jadi, buku ini bisa saja dinikmati oleh mereka yang mungkin sudah tidak lagi remaja.

Tertarik untuk mengetahui perjalanan kisah cinta Mia dan Adam? Apakah takdir akan mempersatukan mereka kembali? Silahkan baca buku ini, dan siapkan tisu yang banyak ya karena kisahnya akan sangat mengharukan! :)

Benci aku. Hancurkan aku. Lenyapkan aku. Bangkitkan aku. Bangkitkan aku. Maukah kau, maukah kaubangkitkan aku. - Halaman 231.

3 komentar:

  1. Aaaw, another great review for Where She Went. Aku baru mulai baca bulan Februari ajah :P

    BalasHapus
  2. Novel ini lebih fokus k cerita cinta mia dan adam ya? Kim nongol jga gak?

    BalasHapus
  3. Kim nongol mbak, tapi cuma dikittt

    BalasHapus