Senin, 24 Desember 2012

SALE! SALE! ALL SALE~

Halo semuanya! diakhir tahun 2012 ini aku mau menjual sebagian bukuku (dengan harga yang jauh lebih murah pastinya), kondisi masih mulus, rata-rata masih seperti baru (kecuali pada sebagian buku ada nama/tanda tangan pemilik buku) untuk review mengenai buku tersebut silakan cek di goodreads yaa :) happy reading and shopping! wohoooo...

1. the boy who ate stars - kochka 15.000 SOLD
2. suddenly supernatural - elizabeth kimmel 17.500
3. ghostgirl - tonya hurley 25.000
4. scones and sensibility - lindsay eland 25.000 SOLD
5. si penyewa kamar misterius - sherlock holmes 7.500
6. the forest of hands and teeth - 27.500
7. the phantom of the opera - gaston leroux 30.000
8. the day of jackal (ada tanda tangan)  frederich forsyth- 35.000 BOOKED
9. eragon (ada nama) - christopher paolini 40.000
10. the english roses - madonna 20.000
11. when god was a rabbit - sarah winman 25.000 BOOKED
12. berani menertawakan diri sendiri (baru, masih segel) 20.000
13. always on top - DR. jeffrey spencer 25.000
14. why good things happen to good people (ada ttd) 30.000

silahkan hubungi di twitter @myfloya / email : mayafloriay @ yahoo com
terimakasih ^^



Kamis, 20 Desember 2012

99 Cahaya di Langit Eropa


Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011
Halaman : 424



Buku ini merupakan rekam jejak perjalanan Islam yang pernah membawa Eropa dari masa kegelapan menuju kemajuan dibawah kepemimpinan Islam hingga Islam diusir dari Eropa. Sebuah sejarah yang mustahil kita pungkiri bahwa Islam memang pernah bersinar terang di Eropa. Situs-situs peninggalan Islam inilah yang dinapak tilasi oleh Hanum Rais bersama suaminya Rangga ketika mereka harus bekerja di Austria.

Perkenalan Hanum dengan seorang muslimah asal Turki bernama Fatma Pasha disebuah kursus bahasa Jerman menjadikan Hanum lebih mencintai Islam. ‘Menjadi agen muslim yang baik’ merupakan slogan yang terus didengungkan Fatma agar Islam tidak dicap salah oleh orang-orang Eropa yang mayoritas non-muslim. Sebagai contoh, ketika Turki dan Islam dicemooh oleh seorang non-muslim yang sedang makan croissant, bukannya memarahi mereka Fatma malah mentraktir mereka makan.

Banyak sekali kenyataan sejarah yang baru saya ketahui dari buku ini. Seperti asal bunga tulip yang ternyata bukan dari Belanda, sampai hiasan kerudung Bunda Maria yang bersulamkan kalimat tauhid.

Selain mengajak kita untuk membuka mata terhadap pengaruh Islam pada segala aspek kemajuan di Eropa, buku ini juga bisa dijadikan buku panduan travelling. Karena banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi Hanum. Tidak hanya Austria, Hanum juga mengunjungi istana dan masjid-masjid di Perancis, Spanyol, dan Turki.

Rasanya tidak berlebihan jika saya memberi rating 5 untuk buku ini. Soalnya saya suka dengan gaya penceritaan Hanum. Apalagi novel ini dikemas dalam bentuk novel sehingga tidak ada kesan menggurui atau melebih-lebihkan.

Berikut merupakan foto tempat-tempat yang dikunjungi Hanum dibuku ini (sumber : Google)

Gereja Notredame

museum Louvre

Hagia Sophia

Mezquita

Before I Fall

Judul : Before I Fall
Penulis : Lauren Oliver
Halaman : 340
Tahun : 2010
Penerbit : Hodder


What if you only had one day to live...
Jika hari ini kamu akan mati, cara apa yang akan kamu pilih? bersama siapa?
Pertanyaan inilah yang ditanyakan oleh Samantha Kingston sesaat sebelum kematiannya. Tidak berapa lama kemudian, ia mendengar Lindsay menyebut kata sit, shit,atau sight, ia tidak tahu pasti. Dan kecelakaan itu pun terjadi.

Saat Sam bangun, ia mendapati hari kembali ke tanggal 12 Februari. Hari kematiannya. Hari itu cupid day, dimana setiap orang akan mendapat bunga mawar untuk membuktikan seberapa populer mereka. Malam harinya, Kent McFuller mengadakan sebuah pesta dirumahnya, dan Juliet Sykes mendatangi Sam, Elody, Ally, dan Lindsay mengatakan bahwa mereka adalah perempuan jalang dan seterusnya.

Hari kematian Sam selalu berulang selama tujuh hari, dengan kejadian yang sama. Meskipun begitu, Sam memilih untuk menyikapinya dengan cara yang berbeda. Disitulah ia mengetahui bahwa hal sekecil apapun yang ia lakukan dapat mengubah masa depannya dan orang disekitarnya, tapi tetap saja ia tidak bisa mengubah takdir kematiannya sendiri.

Kematian yang terjadi pada Sam mau tidak mau membuat kita merasa bahwa kita harus menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya karena kita tidak tahu kapan kita akan mati. Sedih banget bukunya, apalagi sewaktu Sam berusaha menyelamatkan Juliet. Menjalani hari-hari setelah kematiannya juga membuat Sam lebih dewasa dan bisa benar-benar melihat siapa orang yang menyayanginya dengan tulus.

Ketidaknyamanan saat membaca buku ini membuatku menurunkan bintang dari 5 bintang yang mau aku kasih, menjadi 4. Soalnya tulisannya kecil-kecil dan spasinya cuma 1 kayaknya :(

Rabu, 19 Desember 2012

Menuju(h)


Judul : Menuju(h)
Penulis : Aan Syafrani; Iru Irawan; Maradilla Syachridar; Sundea; Theoresia Rumthe; Valiant Budi
Tahun : 2012
Halaman : 247
Penerbit : Gagas Media


Satu lagi novel dengan desain menarik dari Gagas Media! Menuju(h) merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh 7 orang. Uniknya, setiap cerpen menuliskan dengan tema “hari yang ada dalam seminggu”. Contohnya : Aan Syafrani menulis tentang hari Senin, Iru Irawan tentang Selasa, dst. Setiap penulis menyumbang 2 cerita, jadi ada 14 cerpen dalam buku ini.

Ceritanya ada yang aneh, bikin merinding, ketawa-ketiwi, sampai romantis! Ketika Hujan Mati-Sebelum Hari Ketika Hujan Mati, misalnya. Pas baca cerpen ini aku langsung kepikiran “oke, tokoh ini kayaknya punya gangguan jiwa”. Jadi takut iihh, ceritanya juga agak vulgar.

Selain Ketika hujan mati, ada dua cerpen lagi yang berbau seks yaitu Seninku Selingkuh-Seninmu Kuselingi dan Kamis Puk-Puk-Simak! Kup! Kup!. Dengan adanya tiga cerpen dewasa, anggap saja ini adalah buku untuk dewasa 18+.

Cerpen favoritku adalah Moonliner yang ditulis Mahir Pradana. Itu romantis banget! Bayangkan ketemu jodoh kamu pas lagi musim semi di Swiss, dalam sebuah bis tengah malam.. Apalagi Safir-si tokoh- pakai cara yang romantis buat menyampaikan perasaannya kepada Regina. Apa itu? Baca aja cerpennya.. hihi

Kalo yang bikin kecewa itu cerpen Solo Stalker. Akhirnya terlalu gantung, pas lagi semangat-semangatnya baca, “eh, kok abis?” mana di halaman terakhir pula! Argh.. itu lah kadang sebalnya baca cerpen, akhirannya suka dibiarkan penulis menggantung begitu aja. Mungkin biar kita yang nebak-nebak sendiri ya gimana akhirannya. 4 bintang buat kumpulan cerpen ini!

Psst.. ilustrasi nya oleh Lala Bohang, lo! cute banget ^^





Jumat, 14 Desember 2012

When God Was a Rabbit


Judul : When God Was a Rabbit
Penulis : Sarah Winman
Tahun : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : vi + 398

When God was A Rabbit

Si kelinci dalam buku ini bukanlah Tuhan, ia juga tidak mengaku-ngaku atau menjelma menjadi Tuhan. God hanyalah nama pemberian Elly kepada kelinci tersebut. Sebenarnya buku ini tidak bercerita tentang kelinci. God muncul sebentar saja, kemudian mati karena tertabrak oleh tamu di penginapan milik keluarga Elly. Aku tidak mendapat kesan mendalam mengenai kehadiran God.

Jadi yang lebih banyak diceritakan adalah Elly atau Eleanor Maud, seorang anak dari keluarga bahagia yang lumayan aneh. Elly sangat dekat dengan keluarganya, terutama Joe. Joe adalah kakak laki-laki Elly, seorang homoseksual. Elly juga memiliki seorang bibi (adik ayahnya) yaitu Nancy, artis cantik yang seorang biseksual. Nancy diam-diam saling mencintai dengan ibunya Elly (HAAAH???)

Keluarga Elly bukanlah keluarga yang religius. Ayahnya seorang atheis, entahlah dengan Elly sendiri. Novel ini bersetting dari tahun 1968-tahun kelahiran Elly- sampai 2000an, tepatnya saat menara WTC meledak. Aku cuma bisa geleng-geleng kepala dengan gaya hidup dan cara berpikir orang barat yang dituangkan dalam buku ini (sampai kakek-kakek dan nenek-nenek pun gaya hidupnya sebebas itu).  Homoseksual dan lesbian juga dianggap hal yang biasa, sudah lazim. Nggak ada protes dari keluarga ketika tahu Joe dan Nancy memiliki penyimpangan itu, padahal kan mereka hidup di tahun 70an. Aduh, naudzubillah kalo di Indonesia juga nantinya dianggap kayak gitu.

Lumayan lama baru aku bisa selesai membaca novel ini. Bahasanya rada susah dipahami. Intinya sih ini buku mengenai perjalanan hidup Elly, aku nggak terlalu nangkap makna yang ingin disampaikan penulis. Mungkin karena sudah ilfeel duluan sama ceritanya. Aku putuskan buat ngasih 1 bintang aja.

Cinta-Mu Seluas Samudra


Judul : Cinta-Mu Seluas Samudra
Penulis : Gola Gong
Tahun : 2008
Penerbit : Mizan
Halaman : 484

Cinta-Mu Seluas Samudra

Baru kali ini aku membaca sebuah novel yang merupakan rangkuman dari tiga buah novel sebelumnya. Cinta-Mu seluas samudra ini adalah rangkuman dari trilogi Pada-Mu aku bersimpuh, Biarkan aku jadi milik-Mu, dan Tempatku di Sisi-Nya (jadi paket hemat gitu ya, hehe). Pada tahun 2001 novel ini pernah dijadikan sinetron Ramadhan di RCTI, ada yang ingat? Aku sih nggak.. hehe, waktu itu umurku masih 8 tahun. Pemeran utamanya Iis Dahlia yang menurutku nggak cocok sama tokoh cewek di novel ini. Soalnya Anah- si tokoh utama -adalah blasteran Belanda bermata biru.

Novel ini lumayan tebal hampir 500 halaman, tapi halaman tiap chapternya paling cuma 4 halaman. Aku penasaran sebanyak apa adegan yang ‘dirangkum’ dari trilogi tersebut untuk novel ini. Terus, kenapa harus dibuat rangkuman, sih?

Peristiwa di novel ini bermula dengan dibuangnya bayi hasil hubungan terlarang antara pengusaha kelas atas berusia 40 tahun, Hari Natadiningrat dengan model belia berusia 20 tahun, Natalia. Sebulan setelah Natalia melahirkan bayi perempuan cantik berwajah indo, bayi tersebut dibuang oleh sopir Hari Natadiningrat di sebuah gerbong kereta.

Natalia sebenarnya tidak rela menyerahkan bayinya untuk dibuang. Tetapi ia juga tidak ingin karir modelnya hancur. Terlebih Hari Natadiningrat, ia tidak ingin publik tahu mengenai hal ini. Kalau sampai istri dan anaknya tahu, bisa-bisa keluarganya berantakan. Maka Hari Natadiningrat memaksa Natalia untuk membuang bayi tersebut. Sebelum bayinya dibuang Natalia memasukkan semua perhiasannya dibawah keranjang bayi itu dengan harapan agar anaknya tidak hidup kekurangan.

Bayi mungil tersebut ditemukan oleh penjual nasi uduk yang tidak mempunyai anak. Si bayi diberi nama Siti Nurkhasanah atau Anah. Ia tumbuh menjadi anak yang sholehah. Perbedaan muka Anah dengan Bik Eti seringkali mendapat gunjingan dari sekitar. Anah yang waktu itu masih kecil belum mengerti kenapa wajahnya indo sedangkan wajah ibunya hitam tertutup debu pinggir stasiun kereta

Ketika Bik Eti meninggal Anah berusia 10 tahun. Ia dititipkan di rumah Pak Haji Budiman untuk diangkat anak. Haji Budiman mempunyai dua anak laki-laki bernama Hakim dan Bashir. Perasaan Anah dan Bashir tumbuh menjadi cinta.

Kejadian demi kejadian bergulir, pecobaan perkosaan Anah oleh Dicky, Anah diangkat anak oleh Pak Hidayat meneruskan kuliah kedokteran di Jakarta, Kematian misterius Haji Budiman. Hakim sekarang kuliah dan tinggal di Mesir, sedangkan Bashir menjadi wartawan di luar Pulau Jawa. Konflik selalu timbul di novel ini, seperti dendam Bashir kepada Dicky dan Tuan Marabunta, pernikahan Anah dan Hakim yang menyimpan berbagai tanya sampai Anah yang mengetahui siapa orangtua kandungnya.

Dalam novel ini kita akan menemukan arti kehidupan. Banyaknya tokoh yang meninggal membuat kita mengerti bahwa kita pasti berpisah dengan orang yang kita cintai, atau kita sendiri yang meninggalkan mereka. Ya, novel ini adalah novel yang bermula dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian.
Ketika membaca novel ini aku menemukan beberapa kejanggalan, diantaranya :

“Tapi, Pak...”
“Kenapa?”
“Adik saya, Pak...”
“Masih ada orang lain disini?”
Bashir mengangguk. “Iya, Pak. Siti Nurkhasanah....” kata Bashir sambil mencari-cari ke kamar mandi.
“Awas, jangan sentuh apa pun!” Kapten Ridwan memperingatkan.
Bashir tertegun. Anah raib entah kemana!
“Ceritakan soal Anah!”

Dari mana polisi tersebut tahu bahwa panggilan Siti Nurkhasanah adalah Anah? Padahal Bashir tidan menyebutkan nama panggilan Anah? Bisa saja kan panggilannya Siti, Nur, atau Hasanah.

Terus, Namlok Sarachipat yang tinggal di Bangkok bercerita bahwa ia menjadi freelancer di KL (Kuala Lumpur) Post, atau mungkin bisa aja ya, menjadi freelancer koran luar? Tapi tetap aja menurutku rada janggal karena tokoh tersebut tidak pernah tinggal di Malaysia, melainkan di Mesir.

Judul di tiap chapter menurutku terlalu spoiler. Pas baca judulnya langsung bisa menebak gimana jalan ceritanya sampai akhir! Jadi nggak surprise lagi deh bacanya. Soalnya sudah tahu, oh, ini nanti pasti begini -__- 3 bintang lah buat novel ini.

Rabu, 12 Desember 2012

121212

Once In A Century

Tumblr_mewpywt35y1r2isoeo1_500_large

Buku apa yang kamu baca hari ini?

Jumat, 07 Desember 2012

How to master your habits


Judul : How to master your habits
Penulis : Felix Y. Siauw
Tahun : 2011
Halaman : viii + 160
Penerbit : Khilafah Press



Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secaa otomatis, bahkan kita melakukannya tanpa berfikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan terus menerus sehingga menjadi bagian daripada seorang manusia. Dia adalah kebiasaan kita.- hal 13

Habits adalah hasil perkawinan dari ayah dan ibu berupa pratice dan repetition. Jadi habits terbentuk ketika ada latihan yang diulang-ulang. Sampai berapa lama? Di buku ini Ust. Felix mengatakan bahwa dengan mengambil patokan seperti saat bulan puasa maka jika kita mengulang-ngulangnya sampai 30 kali, insya Allah akan terbentuk kebiasaan itu.

Kebiasaan yang sudah terbentuk tidak hanya untuk hal yang positif. Sesuatu yang negatif pun jika diulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan. Hayoo pilih mana? If you choose not to plant flower on your garden, than weeds will grow without encouragement or support.

Habits apa yang ingin kita munculkan dalam perilaku sehari-hari? Pasti bisa kok! Asalkan ada niat yang kuat dan... action! Biar pun sedikit asalkan rutin, kebiasaan itu pasti bisa terbentuk. Misalnya nih ingin belajar bahasa asing, ya belajar setiap hari. Jangan setengah-setengah. Karena kalau salah satu ‘orangtuanya’ tidak ada yaitu repetition maka habits tidak akan pernah terbentuk.

Bertumbuhlan setiap hari, lebih baik 1% saja sehari, dalam satu tahun kita bertambah 365%- hal 122

Dalam buku ini dijelaskan bahwa perlu 10.000 jam latihan untuk menjadi seorang ahli. Woww.. bukan waktu yang singkat ya! Panjangnya waktu latihan ini tidak bisa kita jadikan alasan untuk menunda kebiasaan yang ingin kita bentuk.

Semua orang bisa saja mencari alasan untuk gagal. Sama seperti dia bisa mencari alasan untuk berhasil- hal 158

Kata temanku yang kasih pinjam buku ini sih seperti mendengarkan langsung kajiannya ust. Felix. Dulu beliau memang pernah ngasih ceramah ke kampus kami, sewaktu semester 1. Menurutku sendiri karena bahasanya seperti saat beliau ceramah maka kata-katanya jadi seperti bahasa lisan, ada yang berulang di beberapa paragraf. Mungkin ingin menekankan kalimat tersebut tapi jadinya kurang enak dibaca. Ini muncul di beberapa bab awal, pas sudah masuk bab pertengahan sampai akhir aku mulai bisa ‘beradaptasi’ dengan gaya menulis beliau.

Setelah selesai membaca buku ini, kita bisa mulai menerapkan apa habits yang ingin kita bentuk. Bisa berupa cita-cita, pekerjaan, kebiasaan kecil, atau ingin rutin menulis di blog? Silakan. Ingat, when there is a will, there is a way!

La Tansa Male Cafe


Judul : La Tansa Male Cafe
Penulis : Nurul F. Huda
Penerbit : Gema Insani Press
Tahun : 2004
Halaman : 200



Bagaimana kalo ada kafe yang dikelola oleh 5 orang cowok berbeda karakter?
Arief, Adjie, Fely, Hary dan Jimmy adalah 5 anak muda yang mempunyai satu tujuan bersama : dakwah. Mereka berlima, kecuali Jimmy pernah mengalami masa-masa jahiliyah dalam kehidupannya. Sekarang mereka sudah insyaf dan mencintai islam. Menurut mereka biar funky asal syar’i. Asiiikk...

Arief adalah mahasiswa sastra Arab, berkacamata dan lumayan bijaksana. Lulusan gontor nih, walaupun dulu masuknya gara-gara dipaksa orang tuanya. Arief dulu punya adik cewek yang meninggal saat berusia 10 tahun. Makanya Arief lumayan care sama Kiky, adiknya Adjie. Karena mengingatkannya pada adiknya. Cita-citanya pergi ke Mesir untuk memperdalam ilmu dan menjadi ustad. Punya tikus bernama Stuart yang sangat ditakuti Fely.

Adjie, mantan model yang memilih jalan islam ini tampangnya kece abis. Ya iyalah namanya juga model. Dia ini asli Jogja, ayahnya pengusaha kaya sedangkan ibunya sudah meninggal dunia. Ayah Adjie sering menjadi sponsor untuk acara di La Tansa. Begitu juga saat mereka membutuhkan modal untuk membuka kafe, ayah Adjie lah yang memberi modal.

Fely, aku agak kurang suka sama cowok satu ini. Sifatnya feminin banget. Suka teriak kalo liat tikus, nggak bisa digertak sedikit aja langsung nangis. Dia suka bawa-bawa sabun pembersih muka. Aduh, cowok apaan sih nih kesannya lemah dan lembek. Untungnya dia punya kelebihan pintar nyanyi. Si Fely ini vokalisnya grup nasyid Justice Voice, pintar masak, dan tampangnya imut.

Leader-nya La Tansa siapa lagi kalo bukan Hari? Doi orangnya tegas dan suka memerintah. Ya sebenarnya karena dia bertanggung jawab atas kafe tersebut makanya kadang suka menyebalkan di mata anak-anak La Tansa. Hari jago menggambar, kuliah di ilmu Advertising.

Terakhir, si doyan belajar, Jimmy. Kuliah di fakultas kedokteran hewan membuatnya sangat serius untuk belajar. Jimmy sempat down ketika ia gagal menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya. Padahal menurutnya ia sudah belajar mati-matian. Yah Jimmy kadang suka sombong juga. Sampai akhirnya ia mendapat pelajaran berharga..

Tujuan mereka berlima mendirikan kafe khusus cowok ini agar remaja kota Jogja mempunyai tempat tongkrongan yang tidak sekadar untuk hiburan. Misi khusus mereka adalah merangkul remaja untuk menjadi remaja islami. Jadi di kafe ini mereka berlima terjun langsung untuk menemani pelanggannya mengobrol, mengingatkan waktu sholat, berdiskusi hangat. Disediakan juga pojok expresi, pelanggannya bebas mengeluarkan unek-unek mereka, dan net corner.

Perseteruan pastinya tetap terjadi, kan susah menyatukan lima kepala. Biasanya sih ada yang mengalah atau mereka berdiskusi untuk mencari jalan keluar. Seperti saat Fely yang menjadi juru masak harus memilih antara kafe atau bandnya.

Ada yang mengganjal nih pas aku membaca serial ini. Yaitu di halaman 115, saat Jacky dan Arul yang terlibat tawuran antar SMA berhasil didamaikan oleh personil La Tansa. Ceritanya mereka ini diajak camping ukhuwah bertanding balap sepeda. Jacky yang datang terlambat lantaran hampir jatuh dari jurang mengaku kalah dan meminta maaf pada Arul. Berjanji akan menjadi sahabat satu sama lain

“aku ingin mencintaimu,” ujar Jacky lemah. Arul mengangguk.

Oke lah, konteksnya adalah mereka mencintai sebagai sesama saudara seagama. Tapi tetap saja rasanya aneh mendengar cowok mengatakan hal tersebut ke teman cowoknya -___- Apalagi hal ini sempat diulang beberapa kali. Mungkin kalo ditambahkan “aku ingin mencintaimu, saudaraku..” akan lebih enak kedengarannya.

Berdasakan prolog dari penulis, 5 cowok ini berasal dari dunia nyata. Tepatnya mereka adalah orang yang dikenal si penulis. Wih, penasaran gimana sosok aslinya personil La Tansa!

Selasa, 04 Desember 2012

Bulan di atas Grotten Markt


Bulan di atas Grotten Markt
Sinta Yudisia
312 hal
Gema Insani Press
2005

Kumpulan cerpen islami yang ditulis oleh Sinta Yudisia ini terdiri atas 10 buah cerpen yang mempunyai tema beragam namun tetap bernafaskan islam. Cerpen dengan judul paling menarik perhatian tentu saja Bulan di atas Grotte Markt yang dijadikan judul buku ini.

Cerpen satu ini mengambil setting di Belanda dan Belgia, menceritakan tentang keragaman kultur dan agama serta gaya hidup masyarakat sana. Diana, tokoh di cerpen ini berasal dari Indonesia, tepatnya Aceh. Ia pindah ke Belanda karena ayahnya bekerja disana. Dalam ingatan Diana, Aceh adalah tempat yang penuh konflik. Diana terngiang-ngiang dengan pertumpahan darah yang terjadi di tanah rencong tersebut akibat pertempuran pihak GAM dengan TNI.

Bulan di atas Grotte Markt mempunyai tema yang sama dengan Surat-surat tak tersampaikan. Dalam cerpen tersebut dikisahkan Icut yang menderita karena konflik di Aceh. Icut kehilangan ayah, adik, dan ibunya. Dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuliskan surat untuk awan, pelangi, dan angin mengenai suasana hatinya.

Cerita pendek lainnya tak kalah menarik. Seperti Cintaku pada ibunda, dua puluh juta, I love you Mr. Penyiar, Langkah awal, Jilbab biru, Mama sayang, Tolong carikan dia, dan Namaku Maryam. Disetiap cerpen, ada ilustrasi yang menarik. Sayangnya, pada cerpen Bulan di atas Grotten Markt menurutku ilustrasinya ada yang kurang sesuai. Karena pada cerpen, diceritakan bahwa tokoh-tokohnya duduk lesehan di taman Kasteel de Haar beralaskan kain. Sedangkan pada ilustrasinya, tokoh duduk di atas kursi dan ada mejanya.

“Maaf,” Libby mengempaskan tubuh di atas hamparan kain. “Aku menemani mamaku pergi sebentar tadi ke Royal Modelling.” – Hal 8.

Kalo ditanya aku paling suka sama cerita yang mana... hmm.. kayaknya susah deh. Aku suka semua soalnya *ngikik. Paling berkesan itu sebenarnya Mama sayang, jadi kangen mama.. Mother, How are you today? *nyanyi. Disitu diceritakan tentang Inne yang baru menyadari pengorbanan mama setelah ia menjadi baby sitter anak kakaknya.

Buat yang doyan baca cerpen ketimbang novel, silakan baca buku ini. Bukan buat hiburan semata, tapi banyak pelajaran yang bisa dipetik. Happy Reading!

Kamis, 29 November 2012

Arigatou, Nippon!


Judul : Arigatou, Nippon- Sebuah cerita tentang Jepang
Penulis : Vivi Silvia C
Tahun : 2006
Halaman : xvi + 332
Penerbit : Kawan Pustaka


Sewaktu nemu buku ini, aku senaaang banget! Soalnya ini buku tentang traveling... dan travelingnya ke Jepang! Aih, dari dulu kan mimpiku bisa pergi ke negeri matahari terbit itu ;)
Pada pembuka novel ini kita disuguhkan dengan gambar berisi iklan sebuah agen tour dan travel. Isi iklan tersebut kira-kira begini :

Kenapa enggak liburan ke Jepang aja? Banyak yang bisa dilihat disana! Dari dunia anime, istana Shogun, kuil emas, tempat belanja yang menarik, dan dunia elektronik.
Jepang memang tempatnya!
Bareng selebriti Indonesia Reza Natadikara dan Bella Mandasari
Hanya US$ 2.700/orang (belum termasuk paspor, visa dan fiskal)
Hubungi segera Duta Indah Tours and Travel
Cp : Lizta/Ferry di 021-70411779

Dilihat dari iklan, kayaknya meyakinkan banget ya.. seperti iklan betulan. Jangan-jangan ini cerita nyata? Hmm berdasarkan penuturan penulis yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Jepang ini, cerita di dalam buku ini cuma fiksi, tetapi semua alamat, nomor telepon, tradisi, makanan dan lokasi yang ada disini adalah nyata. Jadi kalo ada rencana ke Jepang, bisa aja mengunjungi tempat-tempat yang disebutkan dalam buku ini.

Rombongan ke Jepang yang ikut Duta Indah Tours and Travel berjumlah sekitar 20 orang, termasuk dua artis yaitu Reza dan Bella yang dijadikan daya tarik untuk tour ini. Padahal, tanpa ada artis pun rombongan tetap semangat untuk ke Jepang. Hihi..

Cerita cinta tetap menjadi bumbu selain perjalanan ke tempat-tempat menarik di Jepang. Tentu saja, siapa sih yang nggak suka sama cerita cinta? Disamping itu, penjelasan mengenai budaya Jepang serta penggambaran lokasinya lumayan lengkap. Rasanya kita jadi ikut berada di Jepang.

Ngomong-ngomong masalah cinta, lumayan banyak lho yang terlibat cinta lokasi disini. Bahkan sampai ada yang menikah. Siapa tuh? Baca aja sampai akhir :p Ada yang cuma naksir-naksiran, ada juga yang patah hati karena sampai di Jepang tak kunjung ditembak.

Turis-turis Indonesia ini setiap ke tempat wisata di Jepang pasti berburu souvenir. Mana harganya mahal-mahal kalo di kurs-kan ke rupiah. Mereka sendiri mengaku orang kaya, tapi kok belanjanya banyaak banget yaa. Sampai ada yang memborong puluhan payung buat di bagi ke teman dan keluarga di Indonesia.


2913966729_ba05d1caa7_z_large

Sebelumnya aku nggak pernah membaca novel seperti ini. Biasanya kan cuma kisah traveler yang melancong ke berbagai negara, dalam bentuk nonfiksi, atau orang Indonesia yang memang menetap di luar negeri. Nah yang ini, tokohnya benar-benar menjadi turis dan dikemas menjadi fiksi. Ceritanya asyik banget sih terutama buat penggemar Jepang. Bisa jadi novel panduang traveling juga. Nggak tahu apakah di toko-toko buku masih ada, aku pinjamnya di perpustakaan kota sih, mungkin bisa dicari di perpustakaan di daerah kamu J


Selasa, 27 November 2012

Princess in Pink


Judul : Princess in Pink - Sang Putri Berpesta
Penulis : Meg Cabot
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2004
Halaman : 312



Putri Mia dari Genovia kembali lagi... Kali ini masalah yang harus dihadapinya adalah PROM. Mia punya pacar bernama Michael yang jenius dan tampan. Sayangnya pacarnya itu menganggap bahwa prom adalah hal paling norak. Mia Thermopolis sangat ingin ke prom karena tahun depan Michael sudah harus kuliah, Mia yang masih kelas 1 SMA tidak diizinkan untuk ikut prom jika tidak diajak oleh kelas 3. Mia sangat jengkel karena Michael tidak mau mengajaknya ke prom.

Ketika Mia merayakan ulang tahunnya yang ke 15 di sebuah restoran Perancis, Grandmere membawa serta anjingnya yang mirip tikus. Anjing tersebut keluar dari tas dan berlarian di dalam restoran. Rommel, anjing tersebut menabrak seorang pelayan bernama Jangbu Panana. Pelayan tersebut jatuh dan melemparkan sebuah lobster ke baju Grandmere. Kejadian ini membuat Jangbu dipecat dari pekerjaannya.

Dipecatnya Jangbu dari restoran membuat Lilly, adik Michael melakukan demonstrasi agar Jangbu tidak jadi dipecat. Demonstrasi ini berujung pada pemogokkan massal pelayan hotel dan restoran di seluruh New York. Lilly ternyata menyukai Jangbu, padahal ia sendiri sudah berpacaran dengan Boris.

Mia sebenarnya ikut merasa bersalah, karena pesta ulang tahunnya lah Jangbu dipecat. Tetapi Mia juga tidak suka dengan aksi Lilly yang dianggapnya sudah keterlaluan. Aksi pemogokan ini mengancam prom batal dilaksanakan karena tidak akan ada yang melayani mereka di Maxim’s, tempat dilaksanakannya prom itu.
Mia Thermopollis tetap lebay seperti biasanya. Ketika mengerjakan tugas sekolahnya mengenai sindrom asperger, ia tiba-tiba mengidap sindrom tersebut. Mia curiga bahwa sekolahnya sebenarnya adalah sekolah untuk anak-anak asperger *rolling eyes. Memang sih kalo kita lagi belajar suatu kelainan biasanya kita jadi merasa kita mengidap kelainan tersebut. Hihi...

Cara Mia menghadapi prom juga sangaaaat lebay. Masa cuma gara-gara prom, Mia jadi galau dari awal sampai akhir cerita buku ini? Please deh *rolling eyes lagi. Mia menganggap aktualisasi dirinya hanya akan terpenuhi jika ia datang ke prom bersama Michael. Aduh, tuan putri ini drama queen banget sih...

1zs4rnxztm9w04a1sdfw41c54uuz1wpa_large

Kasih berapa bintang ya??? Mmm.. kayaknya 3 bintang cukup.. selamat berpesta Princess Mia..

Sabtu, 24 November 2012

Date a Girl Who Reads

Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve. 

263687_10151133533135671_1964033866_n_large


Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag.She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow. 



She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book. 



Buy her another cup of coffee. 


Tumblr_mdnhc4dasr1revzxeo1_500_large
Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice. 

533601_441681499214026_798052340_n_large
It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does. 


She has to give it a shot somehow. 



Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world. 


Tumblr_mdwiailwhf1rkspz9o1_500_large
Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.


Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series. 


If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are. 


Tumblr_mdcdmdih2w1rccw77o1_500_large
You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype. 


You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots. 



Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads." 


Nh7ry30_large

— Rosemary Urquico


photos source : we heart it

Minggu, 23 September 2012

My Favorite Authors (So Far)

Penulis favoritku ada yang berasal dari Indonesia maupun dari luar. Beberapa penulis ini berasal dari genre yang berbeda. Siapa saja penulis favoritku? Apa yang aku suka dari penulis tersebut? Taraaa.....

1. Jostein Gaarder
Pertama kali berkenalan dengan Jostein Gaarder adalah melalui Dunia Sophie yang diterbitkan oleh Mizan. Waktu itu aku semester 2, pas ada mata kuliah filsafat. Aku lihat di sinopsisnya, Dunia Sophie adalah novel mengenai filsafat. Maka aku membeli novel itu sekalian buat belajar. Aku pun langsung suka sama Dunia Sophie! Cara Gaarder menyampaikan filsafat sangat menarik, jauh dari kata membosankan! Sejak itu aku mulai membaca buku-buku Gaarder yang lain. Semuanya berbicara mengenai filsafat, diantaranya Gadis Jeruk, Maya, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, dan yang terakhir aku baca adalah Misteri Soliter (belum ada reviewnya)

2. Tere Liye
Tere Liye adalah penulis Indonesia yang produktif. Buku-bukunya banyak kita jumpai di toko-toko buku. Menurutku, judul buku yang ditulis Tere Liye unik-unik, susah ditebak bagaimana isi buku tersebut kalau hanya dilihat dari judulnya. Aku pernah membaca Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah, Ayahku Bukan Pembohong, Moga Bunda di Sayang Allah, dan sekarang aku sedang membaca Negeri Para Bedebah. 

3. Lauren Oliver
Before I Fall dan Delirium adalah dua tulisan Lauren Oliver yang pernah aku baca. Terlepas dari genre bukunya yang memang aku sukai, aku suka gaya penulisannya. Aku belum pernah membaca bukunya versi Indonesia, mungkin nanti setelah Pandemonium selesai diterjemahkan.

4. Stephanie Zen
Penulis teenlit-metropop ini merupakan salah satu favoritku. Stephanie Zen yang sekarang tinggal di Singapura ini sering mengangkat masalah sehari-hari yang dialami oleh anak muda dalam tulisannya. Bukunya yang pernah aku baca adalah Perhaps You, One last Chance, dan Thalita.

5. John Green
Satu-satunya buku John Green yang pernah aku baca adalah The Fault In Our Stars. Aku sangat suka buku tersebut. Setelah membacanya, aku mulai memasukkan buku-buku John Green ke dalam wishlist Goodreads ku. Semoga penerbit Indonesia ada yang mau menerjemahkan bukunya. Soalnya harga bukunya mahal, diatas 100K semua.

Itu dia 5 penulis favoritku sejauh ini, siapakah penulis favorit kamu?

Sabtu, 22 September 2012

Rock 'n Roll Onthel

Judul : Rock 'n Roll Onthel
Penulis : Dyan Nuranindya
Tahun : 2012
Penerbit : Gramedia
Halaman : 248


Life is like riding a bicycle, to keep your balance, you must keep moving 

Dulu Saka adalah pemain band yang handal. Orang-orang memberinya julukan The Slash karena permainan gitarnya susah untuk ditandingi. Saka bersama band nya, The Venders merupakan band dengan spesialisasi musik rock 'n roll. Namun kejadian tiga tahun lalu membuat Saka keluar dari band itu. Indah, kekasihnya harus meninggal dunia ketika menonton pertunjukkan Saka di Gudang Sembilan. Sejak saat itu Saka dianggap pengkhianat oleh teman-temannya. Terutama oleh Sisko yang menyimpan dendam pribadi terhadap Saka.

Gudang Sembilan adalah tempat bagi musisi-musisi Jogja yang ingin menunjukkan kebolehannya. Di tempat itu, semua musisi akan dinilai secara fair oleh penonton. Jika permainan kamu bagus, penonton tidak segan-segan untuk naik keatas panggung dan memberi selamat. Tapi, jika buruk, siap-siaplah dilempari dengan botol minuman kaleng. Di Gudang Sembilan inilah Saka mendapat julukan The Slash.

Penampilan Saka sebagai pemuda Jogja tidak terpengaruh walaupun statusnya adalah pemain band rock 'n roll. Sehari-hari, Saka suka memakai kain lurik yang dipadukannya dengan celana jeans. Tidak ketinggalan sepeda Onthel kesayangannya. Saka sering dipandang sebelah mata gara-gara penampilannya ini. 

Keinginan Saka untuk melanjutkan kuliah di sekolah musik ditentang oleh kedua orangtuanya. Mereka menganggap, musik tidak akan menjamin masa depan Saka. Karena itulah Saka pindah ke Jogja dan tinggal bersama Eyang Santoso di kosan Soda. Rupanya, adik Saka, Putri juga menyukai musik seperti kakaknya. Jadi lah Putri ngotot untuk ikut Saka ke Jogja, sekalian menghabiskan liburan disana.

Putri bersama teman-temannya berencana menonton konser di Jogja. Kebetulan ada band baru yang mereka sukai, yaitu Seven Eighthy. Tanpa diketahui Saka, Putri sering bergaul dengan personel band tersebut. Padahal, Seven Eighty adalah nama baru dari band The Venders yang sebelumnya telah bubar. Personel band tersebut masih sama seperti ketika Saka keluar, hanya ditambah Dewo dibagian vokal. Melalui Putri, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Sisko untuk membalas dendamnya kepada Saka. Sekaligus untuk memberi Saka pelajaran karena telah merebut Coro, pacarnya. 

Novel ini lumayan seru untuk diikuti. Perpaduan antara musik rock 'n roll dengan budaya Indonesia. Kesan tradisional bisa dilihat dari tokoh Saka yang sangat mencintai wayang. Saka yang sehari-harinya berjualan wayang sering mengambil pelajaran hidup dari tokoh-toko wayang. Walaupun pemain band, Saka tidak malu dengan budaya leluhurnya yang sangat ditekankan oleh ayahnya sejak ia kecil.

Selain wayang, sepeda Onthel yang selalu menemani Saka kemanapun menjadi salah satu benda yang penting di novel ini. Onthel tersebut membuat Saka mengenal Jigo, ketua komunitas Onthel yang sering menolong Saka.   Dengan Onthel ini juga Saka sering membonceng Coro, perempuan aneh yang ia cintai.

Novel ini mengajarkan pentingnya solidaritas dan kesetiakawanan. Juga mengajarkan bahwa kesuksesan akan kita dapat jika kita mau berusaha. Tokoh Saka membuat kita melihat bahwa budaya tradisional bisa bersanding dengan budaya modern. Cerita dalam novel ini mudah dipahami, dan tidak ada typo yang aku temukan. Bagi yang suka musik, aku rekomendasikan buku ini!