Selasa, 25 Oktober 2011

Smile

Judul : Smile
Penulis : Raina Telgemeier
Tahun : 2011
Penerbit : Gramedia


Bagi seorang gadis, apalagi yang sedang memasuki masa pubertas penampilan adalah hal yang paling utama. Tidak ada satu orang gadis pun yang ingin terlihat jelek, terutama dihadapan lawan jenis. Namun, Raina harus menghadapi kenyataan bahwa ia kehilangan dua gigi depannya.

Tentu saja kehilangan gigi depan adalah hal yang sangat memalukan. Raina dibuat kesakitan dan tidak percaya diri. Untungnya orangtua Raina termasuk orangtua yang cepat tanggap terhadap anaknya. Raina dibawa ke orthodentis untuk memeriksakan giginya.

Raina pun disarankan untuk memakai kawat gigi dan gigi palsu. Disinilah penderitaan Raina muncul. Ia merasa sangat tersiksa dengan kawat gigi itu. Makan jadi tidak enak, penampilannya pun sering diejek teman-temannya.

Perpaduan antara cerita cinta Raina yang bertepuk sebelah tangan dan kelucuan-kelucuan akibat melihat nasib Raina kadang membuat saya tidak bisa menahan tawa. Membaca novel ini juga sangat menyenangkan, selesainya pun cepat. Mungkin memang disinilah kelebihan novel grafis. Kita bisa ikut melihat langsung bagaimana muka Raina saat ia memakai kawat, dan juga complicated nya kehidupan anak ABG serta kelucuan mimik muka Raina yang tentu saja hanya bisa kita bayangkan jika membaca novel biasa.

Karena saya tidak pernah memakai kawat gigi, Smile membuat saya memahami bagaimana perasaan orang yang memakai kawat gigi. Disini saya melihat bahwa kita seharusnya memang memakai kawat gigi jika gigi kita benar-benar bermasalah, bukan hanya untuk gaya-gayaan semata atau hanya untuk mengikuti tren.

Selain itu, juga saya mendapat pelajaran bahwa orangtua di Amerika sangat care terhadap pertumbuhan gigi anak-anaknya. Tidak seperti di Indonesia, ke dokter gigi saja kita jarang :p. Jadi, saya memberikan 4 bintang untuk novel grafis satu ini yang gambarnya benar-benar terlihat hidup.

Selasa, 18 Oktober 2011

Shadowland

Judul : Shadowland (Seri Immortals #3)
Penulis : Alyson Noel
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Halaman : 433



Setelah Ever berubah menjadi immortal, ia tidak bisa lagi bersentuhan secara langsung dengan Damen. Karena ditakutkan jika DNA mereka bertukar, maka Damen akan mati. Satu-satunya cara agar mereka bisa bersatu lagi adalah penawar yang dimiliki oleh Roman, kekasih Drina.

Kematian Drina di Bluemoon menyebabkan Roman dendam kepada Ever. Roman tidak ingin menyerahkan penawar itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ever yang diinginkannya.

Sebenarnya fokus masalah pada serial ketiga ini bukanlah penawar yang dimiliki oleh Roman. Melainkan kehadiran orang ketiga ditengah hubungan Ever dan Damen. Ketika Ever mencari pekerjaan untuk musim panas, ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Jude. Jude yang memiliki toko buku dan alat mistis terlihat menyukai Ever, sebaliknya, Ever malah berusaha menyembunyikan perasaannya pada Jude. Ia meyakinkan dirinya bahwa Damen-lah laki-laki yang ia cintai.

Kemunculan kembali si kembar Romy dan Rayne juga ikut membuat hubungan Ever dan Damen menjadi renggang. Si kembar yang tinggal dirumah Damen membuat Ever merasa tersisihkan.

Banyak yang bilang, semakin kesananya novel ini semakin jelek. Saya sendiri merasa diawal memang agak lebay, tapi tetap bikin penasaran. Mungkin yang lebay itu kisah cinta Damen dan Ever yang kadang terasa terlalu romantis.

Diakhir cerita, penulis sengaja membuat pembacanya penasaran dengan ending yang dibuat menggantung. Agar bisa menguak misteri Jude dan rencana Roman, kita harus membaca buku selanjutnya yaitu Dark Flame.

Senin, 17 Oktober 2011

Kim

Judul : Kim
Penulis : Rudyard Kipling
Tahun : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 453



Dari halaman awal membaca novel ini, saya sudah tidak bisa 'merasuk' kedalamnya. Mungkin saya memang tidak cocok dengan gaya bahasa yang seperti ini. Seperti yang disampaikan penerjemahnya pada kata pengantar, Kim ditulis dengan gaya prosa liris. Setting yang agak meloncat-loncat juga membuat saya sering bingung sedang ada dimana, atau siapa tokoh yang tiba-tiba muncul. Selain itu, istilah dan tempat yang kurang familiar juga menghambat saya untuk menikmati Kim.

Diceritakan bahwa di India datanglah seorang Lama dari Tibet yang ingin mencari sungai anak panah. Pencarian ini dimaksudkannya untuk menyucikan diri. Kim yang menguping pembicaraan antara Lama dengan seorang penjaga museum, tertarik dengan gagasan lama tentang sungai tersebut. Maka diam-diam Kim mengikuti sang Lama dan menjadikan dirinya sebagai chela atau murid. 

Ternyata Kim juga memiliki pencariannya sendiri. Ia diramalkan oleh ayahnya yang berkulit putih akan melihat sapi berwarna merah diladang hijau. Ketika ramalam itu terbukti, Kim semakin dihormati. Karena ayahnya seorang sahib, Kim kemudian disekolahkan untuk menjadi sahib pada sebuah sekolah Kristen.

Sosok Kim yang mudah bergaul menjadikannya dekat dengan semua orang, terutama Mahbub Ali seorang pengikut Muhammad yang juga pedagang kuda. Kim sering disuruh Mahbub Ali untuk menyampaikan pesan rahasia mengenai kudanya, setelah itu Kim akan mendapatkan upah.

Novel ini kaya akan pepatah-pepatah India, yang walaupun kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya menjadi kurang bisa dipahami. Juga keberagaman agama yang dianut masyarakat India dan kepercayaan masyarakat tentang orang suci, kutukan, dan jimat.

Terakhir, jangan salah mengira bahwa novel ini tentang Korea yaa.. soalnya judulnya Kim, aku sempat tertipu waktu itu :D

Selasa, 11 Oktober 2011

The Witches

Judul : The Witches
Penulis : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2002
Halaman : 240



"Penyihir sungguhan tidak memiliki jari kaki, berkepala botak, berkuku lancip, dan ludahnya biru" Itulah yang selalu dikatakan oleh Grandmamma. Boleh percaya boleh tidak. Jumlah penyihir di Norwegia sangatlah banyak, namun di Inggris jauh lebih banyak lagi. Penyihir itu hanya mempunyai satu misi : melenyapkan anak-anak diseluruh dunia!

Lalu, bagaimana cara agar kita bisa menjauh dari penyihir itu?
Rupanya penyihir bisa jadi siapa saja! Asalkan orang itu wanita. Ia mungkin guru disekolah, perempuan penjaga kasir, atau perempuan baik hati yang selalu kau temui. Tetapi kita bisa membedakan mereka dari manusia normal. Caranya, lihat apakah dia memakai wig? suka memakai sepatu berujung lancip, dan ludahnya biru?

Suatu hari, seorang anak kecil yang berperan sebagai tokoh utama namun sejauh yang aku ingat tidak pernah disebutkan namanya pergi berlibur ke Hotel Magnificent bersama Grandmamma dan tikus-tikus miliknya. Ketika ia bermain dengan tikus tersebut, ia tanpa sengaja terperangkap dalam sebuah ruangan dimana berlangsung konferensi penyihir tingkat dunia!

Disana ia melihat temannya, Bruno Jenkins dijadikan tikus oleh ratu penyihir. Ratu itu baru saja mengujicobakan ramuan terbarunya. Siapa saja yang meminum ramuan itu akan menjadi tikus dalam beberapa waktu. Si anak yang ketahuan sedang mengintip, ditangkap oleh ratu penyihir, dan dijadikan tikus juga.

Berhasilkan ia kembali menjadi manusia? Atau tetap menjadi tikus selamanya?

Waktu kecil, aku bisa dibilang jarang dibelikan buku cerita. Jadi aku nggak tahu cerita yang satu ini, dan baru baca sekarang pas sudah kuliah. Tetapi ceritanya masih bikin aku penasaran. Apalagi kalo yang baca anak kecil ya? Pasti jadi lebih seru lagi >.<

Sabtu, 01 Oktober 2011

Charlie and The Chocolate Factory

Judul : Charlie and The Chocolate Factory
Penulis : Roald Dahl
Halaman : 200
Tahun : 2002
Penerbit : Gramedia




Kemisikinan menjadikan Charlie Bucket hanya bisa membeli satu batang coklat selama satu tahun, yaitu pada hari ulang tahunnya. Coklat itu biasanya ia simpan dan hanya digigit sedikit demi sedikit sehingga baru habis setelah beberapa bulan. Charlie yang tinggal bersama keempat kakek-neneknya serta ayah dan ibu harus rela makan dengan sangat sederhana. Kadang mereka makan roti, tapi lebih sering makan kubis encer.

Coklat memang sesuatu yang sangat disukai Charlie. Namun pabrik coklat milik Mr. Wonka jauuh lebih menarik baginya. Setiap hari saat pergi ke sekolah, Charlie selalu berhenti digerbang pabrik itu. Mendongakkan kepalanya, kemudian menghirup aroma coklat yang begitu sedap.

Sejak pabrik itu ditutup untuk umum, tidak pernah ada satu orangpun yang melihat ada pekerja pabrik yang keluar masuk. Tetapi pabrik itu tetap beroperasi seperti biasa. Semua orang penasaran, siapa yang menjalankan pabrik itu?

Sebuah sayembara diadakan oleh Willi Wonka. Ada 5 tiket emas yang harus ditemukan didalam bungkus coklat buatannya. Barangsiapa yang menemukan tiket tersebut, akan berkeliling selama satu hari penuh dipabriknya dan mendapatkan persediaan coklat selama seumur hidup!!

Tentu saja Charlie sangat menginginkan hal ini, setelah beberapa kali mencoba akhirnya sebuah keberuntungan datang kepadanya. Di Pabrik itu petualangan Charlie dimulai bersama keempat anak lainnya yang juga mendapatkan tiket. Lucunya, satu persatu anak tersebut menghilang karena kenakalannya. Ada apa dibalik menghilangnya satu persatu anak tersebut? Temukan keanehan-keanehan yang terjadi dibuku ini!

Sudah lama pengen baca buku ini, akhirnya dapat pas swap sama mbak Astrid. Alhasil pas tadi siang bukunya sampai, langsung aku baca sampai habis, hehe. Sebenarnya pengen ngasih 5 bintang, tetapi ceritanya masih bisa lebih menarik lagi menurutku. Jadi 4 bintang saja deh ^^