Rabu, 24 Agustus 2011

Kedai 1001 Mimpi

Judul : Kedai 1001 Mimpi
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2011
Halaman : xii + 444


"Kabayan? Mafi kabayan?"
Kira-kira kalau ada yang bertanya seperti itu, kemungkinan besar dia orang Bandung, kan? Atau minimal dia menyangka kita orang Bandung?
Eits, sepertinya kita sudah terkecoh dengan kata 'kabayan'. Kabayan disini bukan kata dalam bahasa Sunda. Tapi bahasa Tagalog yang artinya saudara. Kekeliruan semacam ini sering dialami Valiant Budi (Vabyo) ketika ia berada di Arab Saudi. Ia sering disangka orang Filiphina karena perawakannya yang tinggi besar.

Keberadaan Vabyo di Arab Saudi bisa dibilang iseng. Ia bercita-cita menjadi TKI agar bisa menulis buku tentang Arab. Maka ia mendaftar untuk bekerja sebagai barista disebuah kedai kafe Internasional : Sky Rabbit. 

Ketika ditempatkan di kota Alkhobar, Vabyo mengalami semua hal yang selama ini tidak pernah ia bayangkan. Arab Saudi yang kita anggap sebagai negeri yang alim karena disana terdapat Baitullah ternyata tidak melulu berisi orang-orang yang juga alim.

Saya sendiri ikut miris membaca pengalaman Vabyo. Antara rasa sedih, kesal, dan kadang ketawa terpingkal-pingkal karena buku ini benar-benar lucu. Empat bintang buat Vabyo atas buku yang awalnya ingin diberi judul 'Arabia Undercover' ini. Cerita tentang perilaku orang Saudi sudah pernah saya baca di The Girls of Riyadh dan Princess, jadi tidak terlalu kaget lagi. Tapi buku ini harus diberi label 'dewasa' atau '17+' karena tidak cocok untuk dibaca anak-anak. Banyak adegan tidak senonoh yang muncul dihampir semua bab. Banyaknya typo juga harus diperbaiki agar pembaca tetap merasa nyaman.

Senin, 22 Agustus 2011

Maya-Misteri Dunia dan Cinta

Judul : Maya-Misteri Dunia dan Cinta
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Tahun : 2008
Halaman : 458




Tahun 2000 memang masih dua tahun lagi. Tetapi banyak orang sudah berkumpul di Pulau Taveuni, Fiji. Pulau yang berjulukan date-line itu dipilih untuk menyaksikan pergantian millenium baru karena disanalah tahun baru akan terjadi lebih dulu dibanding belahan bumi yang lain. Dengan menaiki sebuah pesawat kotak korek api, Frank Andersen menuju Pulau itu. Disana, sudah ada penulis asal Inggris bernama John Spooke, pasangan suami-istri dari Spanyol Ana dan Jose, serta Laura, dan Bill yang perannya tidak terlalu signifikan.

Masih dengan teknik surat-menyurat, Gaarder berusaha untuk merangkum proses evolusi manusia dari sudut pandang ahli biologi evolusioner. Frank yang mempunyai profesi sama dengan Vera, mantan istrinya bercerita tentang perjalanan yang ia alami di Fiji. Surat yang disampaikan oleh Frank hanya dalam bentuk satu arah. Tidak seperti Dunia Sophie maupun Bibbi Bokken dimana tokohnya saling berkirim surat. Surat-surat yang ditulis Frank ini dinarasikan oleh John Spooke dengan catatan tambahan diakhir cerita.

Surat untuk Vera yang dikirimkan Frank berjumlah 343 halaman. Ia menceritakan perenungan-perenungannya mengenai alam semesta. Keindahan alam di Fiji serta banyaknya spesies-spesies yang ditemuinya semakin menguatkan pendapat Frank tentang evolusi. Agak jengkel kadang ketika Frank menunjuk seekor katak maupun berudu sebagai nenek moyang bangsa manusia. Frank seakan-akan berterimakasih kepada hewan-hewan tersebut karena telah menjadikannya seorang manusia.

Selain keindahan alam Fiji, ada hal lain yang menarik perhatian Frank yaitu Ana dan Jose. Pasangan dari Spanyol itu mengatakan sesuatu yang misterius. Dalam bahasa Spanyol mereka saling melontarkan kalimat-kalimat yang aneh namun penuh teka-teki. Frank yang mengerti bahasa Spanyol diam-diam menguping pembicaraan pasangan itu dan mencatatnya. Sesuatu mengenai Ana kembali membuat Frank penasaran. Ia merasa pernah bertemu dengan Ana. Ketika ia bertanya kepada Jose dan Ana, laki-laki itu marah sedangkan istrinya tertunduk diam.

Rasa frustasi Frank terhadap Ana membuatnya ingin minum minuman keras. Maka ketika ia sampai dikamarnya, ia bertemu seekor tokek yang ia namakan Gordon. Sesuai merk minuman itu. Percakapan imajiner antara Frank dan Gordon terjadi. Masih membahas tentang tujuan penciptaan alam semesta, Gordon terlihat menggurui Frank dan bersikap sok bijaksana. Percakapan ini ikut mendominasi isi surat Frank terhadap Vera.

Setelah perenungan yang panjang dalam isi surat itu, Jostein Gaarder memberikan kita kejutan sehingga memutarbalikkan fakta atas apa yang selama ini kita yakini. Melalui percakapan dengan Jose, Frank mulai percaya bahwa kejadian yang kita alami saat ini-lah yang memengaruhi kita dimasa lalu. Jose mengajak Frank untuk bermain dengan dongeng-dongeng mengenai Ana yang sangat mirip dengan lukisan terkenal karya Goja yang bernama Maya. Siapakah sebenarnya Ana yang mempunyai nama belakang Maya? Apakah ia adalah wanita yang hidup dua ratus tahun yang lalu?

Berbicara Seni
Gaarder memberikan ‘bumbu’ berupa misteri lukisan La maja desnuda (Maya telanjang) dan La maja vestida  (Maya memakai baju). Sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti siapa model dari lukisan itu. Imajinasi Gaarder terhadap asal-usul siapa model dari kedua lukisan Maya sangat menarik. Kalau mau melihat lukisan ini, kita bisa berkunjung ke Prado, Spanyol. Lukisan ini dipamerkan sejak tahun 1901.

Mengajak untuk Merenung
Seperti ciri khas tulisan-tulisan karya Gaarder lainnya, Maya mengajak kita untuk merenung. Apakah penciptaan dunia ini terjadi secara tidak sengaja? Atau karena sudah direncanakan?

Seseorang bertanya : Seberapa besarkah kemungkinan sesuatu tercipta dari ketiadaan? Atau tentu saja seballiknya: berapa besarkah kemungkinan sesuatu ada untuk selamanya? Dan apakah bahkan mungkin untuk menghitung kemungkinan suatu materi kosmos menyeka tidur berabad-abad dari matanya suatu pagi dan tiba-tiba terjaga, menyadari dirinya sendiri? (hal 432)

Evolusi manusia memang sudah lama menjadi perdebatan oleh kalangan agama maupun ilmuwan karena dianggap meniadakan penciptaan Tuhan. Namun tidak ada salahnya kita belajar asalkan tidak ikut mempercayainya. Melalui 52 manifesto kita diajak untuk berpikir lebih jauh mengenai manusia, alam semesta, kematian, dan juga cinta. Jika saat kita sekolah dulu belajar evolusi terasa sangat membosankan, maka kita perlu untuk membaca karya Gaarder yang satu ini.

Pendapat Saya
Buku ini lumayan 'berat' karena membahas filsafat dan evolusi sekaligus. Saya benar-benar harus berkonsentrasi saat membacanya. Apalagi untuk memahami percakapan yang dilakukan oleh Jose dan Ana. Sampai sekarang pun banyak kata-kata yang masih belum saya pahami. Jalan cerita kadang agak membingungkan. Saya harus kembali kehalaman sebelumnya agar 'nyambung'. Untungnya, catatan tambahan oleh John Spooke membuat saya bisa memahami keseluruhan cerita dinovel ini. Untuk itu saya hanya memberi 3 bintang.

Tentang Penulis
Jostein Gaarder terkenal melalui novelnya Dunia Sophie yang menjadi best seller diseluruh dunia dan diterjemahkan kedalam lima puluh tiga bahasa. Sebagai mantan guru filsafat, ia selalu menyelipkan filsafat kedalam novel yang ia tulis. Penulis asal Norwegia ini tanggal 8 Agustus lalu baru saja berulang tahun yang ke-59. Ia mendirikan Sophie Foundation bersama istrinya, Siri yang didanai dari royalti Dunia Sophie.

Minggu, 21 Agustus 2011

Shadow Light

Judul : Shadow Light
Penulis : Putu Felisia
Penerbit : Gradien
Tahun : 2011
Halaman : 280

Sangat jarang ada penulis Indonesia yang berani menulis buku bertema action. Tapi inilah yang dilakukan Putu Felisia. ShadowLight merupakan perpaduan antara drama action dan romantisme. Shadow adalah nama samaran dari seorang laki-laki bernama Joong. Pembunuh berdarah dingin yang keberadaannya sangat misterius. Sedangkan Light, nama aslinya adalah Lee Shin. Anak dari pemilik sebuah perusaahan majalah. Selain sebagai wartawan, ia juga berprofesi sebagai detektif di organisasi ISM.

Pembunuhan seorang pimpinan majalah pria dewasa membuat Lee Shin bertemu dengan Agni. Perempuan itupun pembunuh berdarah dingin. Dengan niat awal ingin memasukkan Agni kepenjara, Lee Shin malah jatuh cinta kepadanya.

Sayangnya, Agni tidak mengetahui bahwa Lee Shin adalah Light. Laki-laki yang membunuh kekasihnya, Shadow.

Tokoh utama dinovel ini bukanlah Shadow walaupun judulnya ShadowLight. Karena Shadow tidak pernah muncul secara nyata. Ia muncul dari cerita orang-orang atau ingatan yang dialami tokoh-tokoh utama yaitu Lee Shin, Agni, dan Fox. Fox sendiri adalah laki-laki yang juga mencintai Agni. Ia juga terlibat organisasi Death Hand dan merupakan seorang assasin. Sebenarnya saya berharap Shadow atau Joong lebih banyak muncul. Soalnya kata penulisnya, Joong itu terinspirasi dari aktor Korea Kim Hyun Joong, dan saya salah satu dari fansnya *eh

Alur dinovel ini menarik. Banyak konflik didalamnya dan penuh adegan berdarah *hehe. Tokoh-tokoh beserta organisasi hitam yang muncul membuat kita membayangkan adegan di film-film action. Sayangnya, perpindahan tempat yang terjadi tidak dieksplor terlalu dalam. Padahal ada Hokkaido, Korea Selatan, Paris, Bali, Jakarta, dan Bandung. Mungkin penulisnya ingin menekankan bahwa pembunuh dan organisasi ini berskala internasional. Kemudian saya berharap novel ini berbentuk sekuel. Karena endingnya masih gantung.


About the cover... I really love it! 

Bagi yang ingin tahu behind the scene dari ShadowLight, bisa langsung meluncur keblog penulisnya : Kedai Baca Putu Felisia

Filosofi Kopi


Judul : Filosofi Kopi
Penulis : Dee Lestari
Format : Ebook



Untuk pertama kalinya saya membaca karya Dee Lestari. Dalam satu buah kumpulan cerpen dan prosa ini saya dapat menangkap gaya bercerita Dee yang menurut saya ‘sastra banget’. Dalam buku ini akan kita temukan tulisan-tulisan bertema cinta secara tersirat. Terdiri dari 18 cerpen dan prosa dengan Filosopi Kopi sebagai bintang utamanya.

Kecintaan seorang barista bernama Ben terhadap kopi membuatnya berkeliling dunia. Demi mendapatkan rahasia untuk meracik kopi yang sempurna. Sampai dirasa cukup, Ben balik ke Indonesia dan membuka kedai kopi bersama Jody. Kedai yang dinamainya ‘Kedai Koffie’ berubah menjadi ‘Filosofi Kopi’ karena Ben lebih suka memaknai setiap kopi yang ia buat. Ketika ada pelanggan yang datang, Ben akan memberikan kartu berisi makna kopi yang diminum si pelanggan.

Sebuah tantangan diberikan kepada Ben. Ia diminta membuat kopi yang berfilosopi dengan kata sempurna’. Imbalan 50juta akan didapatnya jika berhasil. Siang malam Ben berusaha membuat kopi itu. Sampai akhirnya ia mendapatkan uang 50juta. Namun ada seorang laki-laki yang datang ke kedainya, mengatakan kopinya biasa saja. Ada kopi yang lebih nikmat dari kopi buatan Ben. Kopi yang dibuat oleh bapak tua dipelosok Jawa Tengah. Ben dengan kemarahannya mencari kopi yang katanya lebih enak dari buatannya itu. Bersama Jody, ia bertekad untuk membuktikan kebenaran ucapan lelaki dikedainya.

Ketimbang cerpen-cerpen yang ditulis Dee, saya lebih menyukai prosa. Prosa-prosa yang ada lebih mengena. Tanpa harus berpanjang lebar Dee bisa merangkum kisah dalam bentuk prosa yang pendek dan tidak bertele-tele. Madre yang sekarang jadi bukunya Dee yang terbaru sepertinya mirip ya dengan Filosofi Kopi. Soalnya berupa kumcer dan prosa juga.

Bagi yang ingin ikut berfilosofi bersama Dee, bisa klik link ini untuk mendownload ebook-nya.

The Innocent Man

Judul : The Innocent Man
Penulis : John Grisham
Penerbit : Gramedia
Halaman : 552
Tahun : 2011
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-37804/the-innocent-man-tak-bersalah.html



Di Amerika banyak orang tak bersalah yang dijatuhi hukuman seumur hidup. Bahkan hukuman mati. Pada suatu malam, Debra Sue Carter diperkosa dan dibunuh didalam apartemennya. Polisi segera mengamankan TKP, mengambil sampel sidik jari, rambut, dan bukti-bukti yang bisa mengarahkan siapa pelakunya.

Kehabisan akal karena tidak kunjung mendapatkan petunjuk, polisi menangkap Ron Williamson berdasarkan aduan oleh Glen Gore yang mengaku melihat Ron bersama Debra pada malam saat ia terbunuh. Dennis Fritz ikut ditangkap dengan alasan ia adalah teman dekat Ron. Begitulah kasus ini berjalan. Sejak tahun 1983 sampai 1999 Ron dan Dennis dipenjara atas kejahatan yang tidak mereka lakukan.

Ron Williamson memang pembuat onar. Ia sering mabuk-mabukkan, mengonsumsi obat terlarang, pergi ke klab-klab malam untuk memburu wanita, dan menderita depresi. Saat SMA ia dikenal sebagai seorang atlit baseball. Karirnya bagus. Sayangnya ia tidak bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruknya. Terakhir, ia mengalami cedera dan impiannya hancur.

Berada dipenjara membuat Ron semakin depresi. Semua orang menganggapnya gila. Sayangnya, ia tidak dibolehkan untuk masuk ke Unit Perawatan Khusus.

Tidak hanya Ron dan Dennis. Tommy Ward dan Karl Fontenot juga bernasib sama. Sampai sekarang mereka masih berada dipenjara atas tuduhan membunuh Danice Haraway. Bedanya, tidak ada bukti fisik yang bisa meringankan keduanya sehingga pembunuh sebenarnya tidak diketahui.

Untuk pertama kalinya John Grisham menulis cerita non-fiksi. Ia tertarik dengan kasus yang dialami Ron ketika ia membaca New York Times dua hari setelah Ron dikuburkan. Setelah melakukan riset dan penulisan selama delapan belas bulan, akhirnya the innocent man bisa rampung. Banyak kenyataan pahit tentang sistem peradilan yang dibeberkan oleh Grisham. Sebagai mantan pengacara, Grisham sendiri terkejut dengan apa yang ditemuinya saat melakukan riset dan wawancara.

Empat lembar foto yang dimuat dihalaman tengah membuat saya bisa membayangkan orang-orang yang ikut terlibat dalam kasus ini. Walau sudah lama terjadi, saya masih bisa merasakan penderitaan yang dialami oleh mereka yang tak bersalah saat harus mendekam puluhan tahun dipenjara.

Sikap Ron memang memuakkan semua orang. Ia menyusahkan orangtua dan kakak-kakaknya. Tetapi kita tidak bisa langsung menuduh bahwa ia seorang pembunuh. Sebenarnya bukti yang dibeberkan saat persidangan beserta saksi sangatlah lemah dan aneh. Namun para penegak keadilan sepertinya menutup mata terhadap semua ini. Hanya karena insting mereka mengatakan Ron-lah pelakunya.

Dari dulu saya memang menyukai cerita yang didasarkan pada kisah nyata. Menurut saya John Grisham berhasil menampilkan cerita yang utuh beserta karakteristik tokoh dan tempat. Sehingga saya memberikan 4 bintang untuk buku ini.


Lomba Estafet Review Buku

Yang saya tag untuk ikut :
Ana
Peri_hutan
Ririz
Fca
Ndarow
Annisa_Anggiana
Mia
Iis
Adrian

yang ingin di tag juga, bilang2 yaa ^o^

Senin, 15 Agustus 2011

Detektif Conan Volume 62

Judul : Detektif Conan 62
Penulis : Aoyama Gosho
Penerbit : Elexmedia
Tahun : 2011



Baru sempat bikin resensi Detektif Conan 62 nih. Padahal hari ini kabarnya Conan 63 sudah terbit ya? Hehe.. Di Conan 62, ada 4 kasus pembunuhan. Dengan satu kasus utama. Kasus pertama sambungan dari volume 61, yaitu kakaknya Azusa yang dituduh membunuh. 

Kasus kedua dibunuhnya suami dari seorang istri mantan atlit Judo. Nah, si istri ini minta bantuan Eri Kisaki, ibunya Ran karena suaminya merasa dibuntuti oleh orang yang tidak dikenal. Tetapi, ketika mereka sampai dirumah sang suami sudah ditemukan tewas.

Kasus ketiga merupakan kasus utama. Ini bagian yang paling seru : Shinichi Kudo is back!! Sayangnya, Shinichi hilang ingatan. Dan yang lebih menghebohkannya lagi, Shinchi dituduh melakukan kesalahan analisis terhadap kasus satu tahun yang lalu. Selain itu, Shinichi menjadi tersangka kasus pembunuhan. Ia dipergoki memegang pisau dan bajunya berlumuran darah. Disinilah tugas Heiji Hattori untuk menemukan siapa pembunuh sebenarnya.

Kasus keempat cuma muncul sedikit karena bersambung ke volume selanjutnya ^^. Bintang 4 deh buat Conan 62. Soalnya sudah lama menunggu kedatangan Shinichi. Akhirnya terobati juga kangennya. Hehe. Btw, ada gosip yang berhembus kalau pemimpin BO adalah Prof. Agassa. Bagaimana pendapat kalian? 


Selasa, 09 Agustus 2011

Suddenly Supernatural : Kat Si Medium Penakut

Judul : Suddenly Supernatural : Kat Si Medium Penakut
Penulis : Elizabeth Cody Kimmel
Penerbit : Atria
Tahun : 2011
Halaman : 168



Menjadi gadis dengan kemampuan supernatural bukanlah hal yang diinginkan oleh Kat. Pasalnya, ia adalah seorang yang sangat penakut. Kekuatannya sebagai medium yang bisa melihat arwah membuatnya harus terus berhubungan dengan dunia hantu. Sayangnya, takdir ini tidak bisa lepas dari hidup Kat. 

Kat mendapat tugas untuk mata pelajaran Komunikasi Dasar, ia berencana membuat proyek fotografi bersama sahabatnya, Jac. Dan objek yang akan ia amati adalah rumah tua bergaya Victoria disebelah rumahnya. Saat Kat masuk sendirian kedalam rumah itu, Kat mengambil beberapa foto. Tanpa sengaja, foto itu menangkap bayangan seorang anak laki-laki bernama Tank.

Kat merasa ia harus menolong anak laki-laki itu. Ia dan Jak mengumpulkan petunjuk mengenai siapa anak ini. Mengapa ia tidak bisa melihat dan berbicara dengan Kat? Dibantu oleh Orin, sang penyembuh mereka bertiga mengajak bicara Tank dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Tank.

Saya suka sekali dengan novel ini. Awalnya saya sempat parno gara-gara ada kata 'hantu' pada sinopsisnya. Tapi setelah dibaca, sama sekali tidak menakutkan. Malah terkadang lucu. Membacanya pun tidak terasa berat, halamannya yang memang tipis membuat saya tanpa terasa sudah tamat membacanya.

Kamis, 04 Agustus 2011

Perhaps You (Buntelan dari Gagasmedia)

Judul : Perhaps You
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2011
Halaman : vi + 442



Meraih gelar sarjana diusianya yang ke 18 tahun dari universitas di Singapura menunjukkan bahwa Abby adalah seorang cewek yang cerdas. Pulang ke Indonesia ia menjadi pegawai administrasi disebuah perusahaan lampu yang terkenal. Sebenarnya bisa saja Abby langsung mendapat jabatan yang lebih tinggi karena ia adalah anak pemilik perusahaan itu. Tapi ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa meraih kesuksesan tanpa adanya embel-embel 'anak bos'.

Sebentar saja, Abby menunjukkan prestasi kerja yang bagus. Ia diangkat menjadi kepala divisi. Abby yang dingin dan terlalu serius bekerja membuat mamanya khawatir bahwa Abby akan sulit mendapatkan cowok. Mamanya tidak tahu kalau Abby mempunyai seseorang yang ia cintai selama delapan tahun. Cowok itu jugalah yang membuat Abby menutup hatinya untuk cowok lain dan membangun benteng yang tinggi kepada cowok disekelilingnya. Sayangnya Daniel dan Abby sudah lost contact semenjak mereka lulus SMP.

Kehadiran Chris yang awalnya ditanggapi Abby dengan dingin ternyata mampu meluluhkan Abby. Dimulai dari curhatan Chris di BBM saat ia mabuk dan memanggil Abby dengan 'Baby' sampai ciuman pertama yang ia alami bersama Chris. Abby dibutakan oleh cinta. Dulu ia sangat 'lurus' dalam hal apapun. Sekarang ia malah  menjadi selingkuhan. Ya, Chris sudah mempunyai pacar bernama Ferra. Disaat sudah ketahuan selingkuh, Chris malah bingung harus memilih yang mana...

Sudah lama saya tidak membaca novel bergenre percintaan. Maka Perhaps You bisa menjadikan saya terhanyut oleh rasa sakit yang dialami Abby karena ia menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan. Abby yang sewaktu SMA mengikuti akselerasi juga pernah saya alami. Tetapi untungnya saya tidak pernah menjadi orang ketiga :)

Ada satu hal yang membuat saya kurang nyaman saat membaca novel ini. Sepertinya ada copas 'AKU MERASA KRN' berulang-ulang dari halaman 419, 421, dan 422. Semoga dicetakan berikutnya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi.