Senin, 30 Mei 2011

Lima Sekawan-ke Bukit Billycock

Judul : Lima Sekawan Ke Bukit Billycock
Penulis : Enid Blyton
Tahun : 2000
Halaman : 185
Penerbit : GPU


Ketika liburan musim panas, lima sekawan yang terdiri dari Julian, Dick, Anne, George dan anjingnya, Timmy ingin berlibur di bukit Billycock. Bukit Billycock dekat dengan rumah Toby, teman mereka. Sehingga mereka bisa meminjam peralatan kemah dan membeli makanan dari sana.

Di dekat rumah pertanian Billycock terdapat peternakan kupu-kupu milik Pak Gringles. Ia adalah seorang ahli kupu-kupu yang tinggal bersama temannya, Pak Brent, beserta pembantunya yang sudah tua yaitu Bu Janes. Pak Gringles adalah laki-laki yang pemarah. Sedangkan Bu Janes terlihat seperti seorang penyihir dan kelihatan kurang waras. Ia terus menerus berkata bahwa anaknya suka memukulinya. Padahal Toby mengatakan Bahwa Will Janes adalah laki-laki yang baik.


Adik Toby yaitu Benny suka mengikuti kakaknya kemana saja. Anne sangat suka dengan Benny. Benny mempunyai binatang peliharaan berupa babi kecil yang dinamainya keriting. Toby terkadang jengkel dengan adiknya karena suka mengikutiya kemana-mana dengan alasan anak babinya minggat.

Tak jauh dari kemah, lima sekawan menemukan lapangan terbang. Disitu, ada sepupu Toby yang bernama Jeff bekerja sebagai pilot. Namun, Jeff kemudian hilang bersama partnernya. Ia dituduh sebagai pengkhianat bangsa karena menyerahkan pesawat kepada negara lawan. Dari radio, kemudian diketahui bahwa pesawat itu jatuh. Pilotnya dinyatakan tewas.

Hilangnya Jeff membuat Toby sedih. Jeff adalah sepupu kebanggaannya. Ia tak percaya Jeff melakukan hal itu. Begitu pula lima sekawan. Akhirnya mereka menyelidiki kasus ini dan menemukan kenyataan yang sebenarnya.

***
Sebagai seorang yang besar ditahun 2000an, saya tidak begitu familiar dengan novel lima sekawan. Maka ini pertama kalinya saya membaca novel ini. Saya meminjamnya di Perpustakaan kota Banjarbaru. Karena di toko buku saya lihat sudah tidak dijual.

Entah kenapa, melihat tokoh lima sekawan, saya jadi ingat dengan tokoh di film Scooby doo. Apalagi Timmy si anjing, saya benar-benar membayangkan ia adalah anjing Scooby doo. Dan lagi, ceritanya kurang seru. Endingnya gampang ditebak. Apakah karena ini adalah novel untuk anak-anak?

Waktu SMP, saya pernah membaca novel detektif ber-seri seperti ini di Perpustakaan sekolah. Tapi saya lupa judulnya. Seruuu banget. Ada anjingnya juga, kalau nggak salah, salah satu tokohnya itu gendut dan sangat suka makan coklat. Semua sampul novelnya berwarna biru. Ada yang tahu nggak, judul novelnya apa?

Jumat, 27 Mei 2011

Size 12 Is Not Fat

Judul : Size 12 Is Not Fat (Ukuran 12 Tidak Gemuk)
Penulis : Meg Cabot
Halaman : 413
Tahun : 2011
Penerbit : Gramedia



Maukah kau membunuh hanya supaya kurus?
Heather Wells, mantan penyanyi pop idola remaja, telah sampai pada titik jenuh; bosan menyanyikan lirik lagu ciptaan orang lain, tapi produsernya tidak mau menandatangani kontrak baru untuk lagu-lagu ciptaannya sendiri. Keadaannya diperparah dengan ayahnya dipenjara, ibunya kabur ke Buenos Aires bersama seluruh isi tabungan putri satu-satunya itu, dan Heather tampaknya tidak bisa berhenti membenamkan diri dalam kesedihannya dengan melahap cokelat KitKat. Puncaknya, tunangannya Jordan Cartwright telah menggesernya-dari tanggu lagu maupun dari ranjangnya-dan menggantikannya dengan bintang pop nomor satu terbaru Amerika, Tania Trace.
Heather lalu mendapatkan pekerjaan di asrama New York College-tak jauh dari tempat tinggal sementaranya di rumah Copper-temannya sekaligus kakak mantan tunangannya yang sangat baik kepadanya. Kelihatannya keadaan mulai membaik... setidaknya sampai gadis-gadis di asrama tewas satu per satu dalam waktu berdekatan. Selancar lift merupakan penjelasan resmi dari administrasi kampus mengenai penyebab kematian para gadis itu, tapi Heather punya kecurigaan lain. Dengan bantuan setengah hati dari Cooper, Hetaher berusaha menyelidiki kematian-kematian tersebut, tanpa menyadari itu bukan hanya sekadar untuk menjawab rasa ingin tahunya, melainkan mungkin akan menjadi pekerjaannya seumur hidup.

Novel ini bukan hanya novel cengeng tentang cinta. Melainkan novel seru yang menjadikan tokoh utamanya berperan seperti seorang detektif. Heather yang karir sebagai artisnya hancur kemudian bekerja sebagai asisten di gedung tinggal (semacam asrama) di kampus New York College. Atasan dari Heather adalah Rachel, seorang gadis cantik yang menyiksa dirinya dengan diet ketat.

Suatu hari, kematian  Elizabeth Kellog menggemparkan tempat kerjanya. Gadis yang dikenal alim itu diduga mati karena berselancar lift. Heather meragukan hal tersebut. Para gadis tidak mungkin berselancar lift. Dan lagi, Beth adalah gadis baik-baik.

Berselang satu minggu, muncul lagi satu korban tewas. Kali ini menimpa Roberta Pace. Ia mati dengan cara yang sama. Dan diduga mati dengan cara yang sama. Satu-satunya persamaan Bobby (Roberta) dan Beth adalah keduanya masih perawan dan seminggu sebelum mereka mati, mereka mempunyai pacar. Teman sekamar gadis-gadis itu mengatakan bahwa Beth dan Bobby bersama laki-laki yang bernama Mark. Atau Todd.

Heather mencurigai ada yang tidak beres dengan kematian kedua mahasiswi baik-baik ini. Ia terus menyelidiki. Dugaannya jatuh kepada Chris Allington. Anak rektor Allington yang dicurigai sebagai laki-laki yang meniduri kedua perawan tersebut.

Tak berapa lama setelah Heather menginterogasi Chris, kepala Heather dijatuhi pot geranium dari lantai 20, tempat Chris tinggal. Namun nasib Hetaher masih mujur, karena yang terkena malah kepala Jordan, tunangannya yang masih mencoba berhubungan dengan Heather.

Dibantu oleh Cooper yang tak lain kakak kandung dari Jordan, Heather mencoba mencari tahu siapa yang mencoba membunuhnya dan dua gadis lainnya serta apa motif dibalik pembunuhan tersebut. Sampai suatu saat, Heather mendapat telepon dari Sarah yang mengatakan bahwa Rachel sudah tewas...

Well, novel ini bagus banget! Dan tebakanku tentang siapa pembunuhnya tepat! yuhuuu..... Akhir dari novel ini gak klise kayak novel-novel kebanyakan. Tapi hubungan Heather dan Cooper agak gantung.

Senin, 23 Mei 2011

The Street Lawyer

Judul : The Street Lawyer - Pengacara Jalanan
Penulis : John Grisham
Halaman : 477
Tahun : 2010
Penerbit : Gramedia


Perjalanan karier Michael lancar. Kedudukannya terus meningkat di Drake & Sweeney, biro hukum raksasa di Washington, D.C, yang mempunyai delapan ratus pengacara. Gajinya tinggi dan semakin bagus; tiga tahun lagi ia akan menjadi partner. Ia bintang yang sedang menanjak, tak pernah menyia-nyiakan waktu, tak pernah beramal pada pengemis. Tak ada waktu untuk hati nurani. Namun, seorang gelandangan tiba-tiba menyerangnya, mengejutkannya. Michael selamat; si penyerang tewas. Siapakah orang itu?
Michael menyelidiki, ternyata gelandangan itu veteran yang sakit jiwa dan bertahun-tahun keluar-masuk penjara. Michael menyelidiki lebih jauh, dan menemukan rahasia kotor yang melibatkan biro itu. Kariernya melenceng, ia terampas dari kedudukannya. Michael mengundurkan diri dari biro itu dengan berkas yang amat sangat rahasia di tangannya. Ia turun ke jalanan, dan menjadi pengacara para gelandangan, pengacara jalanan. Dan pencuri. 
Dinovel ini, John Grisham mengajak para pembacanya untuk lebih peka terhadap kehidupan yang dialami oleh  para tunawisma. Michael Brock menyadari hal ini ketika ia dan beberapa associate disandera oleh seorang gelandangan yang disebut Mister. Mister menginterogasi para pengacara tersebut sehingga Michael sadar berapa uang yang sudah ia habiskan dan betapa sedikitnya ia membantu para tunawisma.

Dalam penyanderaan tersebut, Mister tewas. Namun Michael menemukan kenyataan dari tewasnya Mister. Drake&Sweeney ternyata terlibat dalam penggusuran secara tidak sah kepada para tunawisma. Michael mencuri berkas yang berhubungan dengan kasus itu. Ia mengundurkan diri dari Drake&Sweeney, merelakan uang ratusan ribu dolar, dan menghancurkan kariernya. Istrinya menuntut cerai, dan ia kini tinggal di apartemen bobrok sebagai pengacara jalanan.

Michael terus membiasakan dirinya dengan uang yang sedikit. Sambil mengumpulkan bukti dan saksi tentang keterlibatan Drake&Sweeney, ia memperjuangkan hak-hak kaum tunawisma. Ia menuntut sepuluh juta dolar. Disisi lain, karirnya terancam karena tuduhan pencurian berkas.

Rabu, 18 Mei 2011

Psycholo-gy-ve

Judul : Psychologyve
Penulis : Syafrina Siregar
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2007
Halaman : 224



Amira Januari-psikolog muda terkenal-memiliki klinik yang selalu ramai, klien yang banyak, talkshow di radio dengan rating tinggi, dan mengasuh rubrik konsultasi di koran nasional. Masa depan yang cerah berada digenggamannya.
 Hanya ada satu hal. Mira fobia pada publikasi dan pernikahan. Bahkan terhadap Ardi, pengusaha sukses diusia tiga puluhan.
Hingga suatu hari, sebuah peristiwa menempatkan Mira sebagai pesakitan. Publikasi yang berlebihan menghancurkan masa depannya, karier, hidup, dan nama baiknya.
Satu-satunya jalan baginya adalah melarikan diri...

Ketertarikan saya terhadap novel ini apalagi kalau bukan profesi Mira sebagai Psikolog muda. Sebagai mahasiswi Psikologi, saya merasa 'sejiwa' dengan Mira, hehehe. Novel ini dibuka dengan adegan sang Psikolog yang mempunyai nama samaran AJ (Amira Januari) sedang menangani rubrik konsultasi yang diasuhnya. Sebagai seorang Psikolog, Mira bisa dibilang sukses dalam kariernya. Selain mengasuh rubrik konsultasi disalah satu koran beroplah besar di Makassar, ia juga menjadi narasumber tetap di sebuah radio.

Sebagai seorang Psikolog, sebenarnya Mira menyimpan trauma yang mendalam atas perceraian kedua orangtuanya saat ia masih kecil. Rasa trauma ini membawa Mira hingga ia dewasa dan menyebabkan ia tidak ingin menikah.

Dilain pihak, Ardi Thamrin adalah seorang pengusaha sukses. Ia menjalankan bisnis perhotelan milik keluarga. Hotel miliknya merupakan hotel termegah di Makassar. Ardi merupakan pria dewasa yang sudah cukup matang untuk menikah. Usianya sudah pertengahan tiga puluh tahun. Tapi ia masih kecewa dengan mantan pacarnya yang berselingkuh dengan pria bule.

Pertemuan secara tidak sengaja menjadikan Ardi mengejar-ngejar Mira. Ardi meminta bantuan sahabatnya Mira yaitu Silvi untuk menjodohkan Mira dengannya. Tetapi Mira bersikukuh untuk menolak lamaran Ardi. Ia selalu beralasan 'Marriage is not my thing'.

Ardi saat itu tengah dipusingkan oleh Ayu, adiknya yang ingin bercerai dengan Putra. Ayu yang manja disarankan oleh Ardi untuk pergi ke Psikolog. Ternyata, Psikolog yang didatangi Ayu malah mendukung keputusan Ayu untuk bercerai. Dan tidak lain, Psikolog tersebut adalah Mira.

Sebuah seminar yang diadakan oleh radio tempat Mira bekerja tiba-tiba mengubah segalanya. Ayu, yang menangkap basah Mira berduaan dengan suaminya menuduh Mira adalah Psikolog yang munafik dan tidak punya hati. Didepan ratusan orang, Mira dipermaulkan. Langsung saja berita tersebut menjadi headline dikoran-koran. Karier Mira pun hancur saat itu juga.

Menurut saya, judul novel ini unik. Bisa kita lihat dari dicoretnya tulisan 'gy' menegaskan bahwa judul novel ini (menurut penulisnya disini) adalah grammatically incorrect. Kabarnya, judul ini memiliki dua makna yaitu Psychology dan Psycho-love. Pencoretan huruf 'gy' semata-mata agar terlihat keren, hihi. Aku sih suka aja sama novel ini. Bahasannya ringan. Sudah lama tidak baca metropop. Tapi karena penasaran sama ceritanya, aku langsung maraton melahap novel ini dalam beberapa jam :O

Senin, 16 Mei 2011

The Story Girl

Judul : The Story Girl
Penulis : Lucy M. Montgomery
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun 2010
Halaman : viii+360 halaman




Menurut orang, wajah Gadis Dongeng tidaklah cantik. Namun, ketika ia mulai bercerita, binar-binar di wajahnya dan suaranya yang jernih mampu mengalihkan perhatian orang dan seketika itu juga ia terlihat begitu memukau. Bukan hanya dongeng yang terdengar luar biasa, deret perkalian pun terdengar menghanyutkan ketika ia membacanya.
Bersama keenam sahabatnya, Gadis Dongeng menghabiskan musim panas yang seru di tanah milik keluarga King. Mencari sumbangan untuk perpustakaan, mengobati Paddy yang terkena sihir, dan berusaha mati-matian menciptakan mimpi yang spektakuler. Tebak pula siapa yang menjadi pemenang dalam tantangan makan buah apel paling masam serta betapa heboh dan paniknya mereka ketika membaca verita tentang hari kiamat yang akan terjadi esok hari!
Lucu dan tak terlupakan! 
Felix dan Beverly King harus tinggal bersama paman dan bibinya di Pulau Prince Edward karena ayah mereka akan pindah kerja sedangkan ibu mereka sudah meninggal dunia. Felix dan Bev senang karena ia akan bertemu dengan sepupu-sepupunya dan tinggal di rumah masa kecil ayah mereka. 

Disana Felix dan Bev berkenalan dengan Felicity yang cantik namun angkuh, Dan yang selalu bertengkar dengan Felicity, Cecily gadis manis yang sopan, Sara Ray yang sangat cengeng dan Peter seorang pekerja upahan. Mereka berdelapan melewatkan musim demi musim sambil mendengarkan dongeng indah dari Gadis Dongeng.

The Story Girl merupakan sekuel pertama dari novel The Golden Road yang sudah pernah saya baca sebelumnya. Ya, seharusnya saya membaca The Story Girl dulu baru baca The Golden Road hehehe. Gadis Dongeng sendiri bernama asli Sara Stanley namun karena memiliki nama yang sama dengan Sara Ray, ia memilih untuk dipanggil dengan sebutan Gadis Dongeng karena akan aneh jika dalam suatu kelompok ada dua orang yang memiliki nama depan yang sama.

Akhir-akhir ini saya suka membaca novel-novel klasik. Seru sambil membayangkan kehidupan yang terjadi dimasa lalu. Apalagi cerita ini disajikan dalam sudut pandang anak-anak. Pengalaman yang mereka alami pun lucu-lucu sangat khas keluguan anak-anak!

Rabu, 11 Mei 2011

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Halaman : 282
Penerbit : Mizan
Tahun : 2011


Pembaca yang baik,
Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini :
Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotanya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.
Tetapi, buku ini tidak sesederhana itu, buku ini juga berisi cerita detektif, cerita misteri, perburuan harta karun, petualangan ala Lima Sekawan, Astrrid Lindgren, Ibsen, Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie The Pooh, Anne Frank, kisah cinta, korespondensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, puisi, sejarah buku, drama, film perpustakaan, penerbitan humor, konspirasi ...

Begitulah kira-kira resensi yang tertulis dibelakang cover novel ini. Berbeda dari novel lain, ini adalah buku mengenai buku. Didalamnya kita disuguhkan dengan buku-surat yang ditulis oleh Berit dan Nils. Ide untuk menulis buku-surat disampaikan oleh Nils. Dibuku-surat tersebut mereka membicarakan tentang pertemuan mereka dengan wanita misterius bernama Bibbi Bokken.

Siapakah Bibbi Bokken sebenarnya? Dan siapakah Smiley yang selalu ada dimanapun Nils berada? Apakah ada konspirasi untuk mempermainkan Berit dan Nils?

Jostein Gaarder lagi-lagi berhasil menuliskan novel yang alur ceritanya sama sekali tidak bisa ditebak. Ketika membaca novel ini, saya menyangka akhirnya akan seperti Dunia Sophie. Tetapi tidak, diakhir cerita kita akan dikejutkan oleh kenyataan tentang siapakah itu Bibbi Bokken dan apakah perpustakaan ajaib benar-benar ada (?)

Perpustakaan Bibbi Bokken termasuk salah satu buku favorit saya karena kita akan lebih tahu lagi tentang buku, karena Jostein Gaarder menjelaskannya dengan mengasyikkan sama seperti ketika ia mengajarkan filsafat di Dunia Sophie. Ia menggabungkan pengetahuan dengan imajinasi dan dongeng yang membuat novel ini sangat menarik untuk dibaca. Dijamin tidak membosankan!

Senin, 09 Mei 2011

Sherlock Holmes

Judul : Sherlock Holmes- Si Penyewa Kamar Misterius
Penulis : Sir Artur Conan Doyle
Halaman : 112
Penerbit : Narasi
Tahun : 2010



Seorang perempuan pemilik sebuah kamar penyewaan bernama Nyonya Merrilow mendatangi Sherlock Holmes untuk membantunya mencari tahu siapa sebenarnya perempuan misterius yang menyewa kamarnya selama tujuh tahun ini. Nyonya Merrilow hanya pernah bertemu satu kali dengan Nyonya Ronders, si penyewa kamar. Wajah Nyonya Ronders yang mengerikan membuat Nyonya Merrilow takut. Maka Holmes berusaha untuk mecari tahu siapa sebenarnya Nyonya Ronders dan ia menemukan suatu kenyataan yang mengejutkan.

Novel mini ini terdiri atas 3 kasus yaitu Si Penyewa Kamar Misterius, Vampire dari Sussex, dan Misteri Patung Napoleon. Kasus-kasus tersebut merupakan kasus singkat. Satu kasus hanya berkisar antara 30-50 halaman saja. Diceritakan dari sudut pandang dr. Watson, kawan akrab Sherlock Holmes. dr. Watson seringkali diajak Holmes untuk menemaninya memecahkan suatu misteri.

FYI, ini pertama kalinya saya membaca Sherlock Holmes karena Conan Doyle merupakan penulis favorit Shinichi Kudo (-_-), Shinichi seringkali mendapatkan petunjuk kasusnya berdasarkan kasus yang dipecahkan oleh Holmes. Tetapi, cara Holmes memecahkan kasusnya terntu saja berbeda dengan Shinichi Kudo.

Sangat disayangkan, penerbit Narasi tidak memerhatikan halaman-halaman yang belum terpotong secara sempurna, sehingga saya harus berulang kali menggunting halaman yang berdempetan. Hal ini tentunya sangat mengganggu ketika membaca dan membuat buku tersebut menjadi rusak.

Sabtu, 07 Mei 2011

Enrique's Journey

Judul : Enrique's Journey
Penulis : Sonia Nazario
Halaman : vi + 396 hal
Tahun : 2008
Penerbit : Bentang




Buku petualangan tidak melulu bercerita tentang kisah fantasi ataupun hasil imajinasi. Buktinya enrique's journey berhasil membuktikan bahwa laporan perjalanan yang berdasarkan kisah nyata bisa menjadi suatu petualangan yang menarik dan mengharukan untuk disimak.

Sonia Nazario sang penulis novel ini mendapat ide untuk menggali pengalaman imigran yang mencoba pergi ke Amerika Serikat dari perbincangannya dengan pembantunya yang seorang imigran. Carmen, wanita itu mempunyai anak yang ia tinggalkan di negaranya demi menopang kehidupan anak-anaknya agar mempunyai masa depan yang lebih baik. Hati Sonia pun tergerak untuk membuat sebuah buku yang bisa membukakan mata banyak orang tentang kenyataan yang terjadi terhadap para imigran.

Sonia bertemu dengan Enrique dan mulai mewawancarai anak itu tentang perjalanan yang dia lakukan untuk mencapai AS. Enrique ditinggalkan Lourdes, ibunya yang pergi ke AS untuk bekerja karena ayahnya pergi meninggalkan mereka untuk wanita lain.

Enrique kecil dan kakaknya Belky terpaksa harus tinggal dengan keluarganya yang lain. Ia terus menerus mencari ibunya dan merindukan kasih sayangnya. Di Honduras, Enrique merasa tidak diinginkan siapapun. Ia menjadikan narkoba dan minum-minuman keras sebagai pelarian. Ia juga menghamili Maria Isabel, pacarnya agar wanita itu tidak meninggalkannya seperti orang-orang lain.

Rasa cintanya kepada Lourdes membuat Enrique bertekad untuk mencari ibunya dan tinggal bersamanya. Ia nekat melakukan perjalanan mengerikan dari Honduras menuju AS dengan menumpang diatas gerbong kereta. Ia sering bertemu gangster, bandit, polisi yang memukuli dan mengambil uangnya. Giginya patah, kelopak matanya menggantung dan ia menjadi sangat kurus. Setiap hari selama 6 bulan ia selalu berhadapan dengan kematian dan penyelundupan.

Perjalanan ini tentunya tidak hanya dihadapi Enrique. Ada jutaan Lourdes yang terpaksa harus meninggalkan negaranya agar bisa mengirimi anaknya uang untuk sekolah. Ada jutaan Enrique yang berjuang ke AS untuk bertemu dengan ibunya dan mendapatkan kasih sayang seorang ibu.

Novel ini sudah lama menjadi inicaran saya, tetapi ditoko buku sudah tidak ada. Maka ketika menemukannya saya langsung membelinya. Saya sempat membaca disebuah majalah yang mengatakan bahwa novel ini merupakan salah satu novel wajib baca. Dan saya sangat setuju dengan hal itu!