Sabtu, 26 Maret 2011

Seri Immortals : Bluemoon

Judul : Seri Immortals : Bluemoon
Penulis : Alyson Noel
Penerbit : Mizan Fantasi
Halaman : 392
Tahun : 2011

Betapa pun besarnya rasa cintaku padanya, kini aku tahu, bahwa saat Damen mengembalikanku ke kehidupan, dia telah mengacaukan keteraturan alam. Mengubahku menjadi sesuatu yang tak sesuai takdirku. Dan kini tugaskulah untuk memperbaiki semuanya.
Bluemoon merupakan seri kedua dari The Immorrtals Series. Bagi yang sebelumnya sudah membaca Evermore pasti akan langsung memahami jalan cerita dibuku kedua ini. Setelah Ever dijadikan seorang immortal oleh Damen, kekasih abadinya, Ever diajarkan banyak hal oleh Damen. Mereka seringkali menghabiskan waktu berdua di Summerland. Sebuah tempat dimana semua keinginanmu akan terwujud. Tetapi, suatu keanehan muncul karena Ever merasa Damen menjadi aneh seperti terserang suatu penyakit.

Kemudian Roman muncul dan mengacaukan segalanya. Haven dan Miles menjauhinya, dan Damen menderita hilang ingatan. Ia bahkan tak ingat akan cintanya kepada Ever.Tentu saja Ever tidak tinggal diam. Ia berusaha mencari penyebab berubahnya Damen. Ia pergi ke Summerland, mencari obat penawar untuk mengobati Damen. Namun semuanya ternyata tidak semudah itu.

Ia mendapat pilihan untuk kembali ke masa lalunya. Hidup dengan ayah, ibu, adik, dan anjingnya lagi. Atau menetap dimasa kini bersama Damen yang sudah berubah. Pilihan ini sangat mengganggu Ever. Sanggupkah ia meninggalkan Damen?

PS.. pecinta novel fantasi wajib membaca buku ini. Namun, akhir cerita agak menggantung karena bersambung ke seri berikutnya yaitu Shadowland.

Senin, 21 Maret 2011

The Sands of Time

Judul Asli : The Sands of Time
Penulis : Sidney Sheldon
Halaman : 570
Penerbit : Gramedia
Harga : 15.000

Spanyol merupakan sebuah negara yang romantis dan eksotis. Namun, sejarah mencatat terjadinya pemberontakan yang terjadi disana antara pemerintah dengan golongan Basque yang menginginkan pemerintahan sendiri. Pemberontakan itu menjadikan Spanyol tidak lagi aman. Banyak korban berjatuhan, bank dijarah, gereja dihancurkan. Disinilah Jaime Miro, pemimpin pemberontakan Basque tampil. Ia licin bagaikan belut. Pemerintah dibawah pimpinan Kolonel Acoca sangat berambisi untuk menangkapnya, hidup atau mati.

Saat Acoca memimpin penyerbuan ke biara Triapistin yang dikabarkan menyembunyikan Jaime Miro dan kawan-kawannya, empat orang biarawati berhasil kabur dari sana. Mereka adalah Suster Lucia, Megan, Teresa, dan Graciela. Ditengah perjalanan, biarawati itu bertemu dengan rombongan Jaime Miro yang ingin berangkat ke San Sebastian. Karena dianggap mengetahui banyak hal tentang Jaime Miro, biarawati itu diikutsertakan dengan rombongan yang kemudian berpencar menjadi tiga kelompok.

Lucia. Lucia adalah anak seorang mafioso Italia. Ayahnya merupakan bos besar dari rumah pelacuran, perjudian, dan lintah darat. Karena ada anak buah yang berkhianat, ayah dan kakak-kakaknya dijebloskan ke penjara dengan hukuman seumur hidup. Lucia membalaskan dendam ayahnya. Kemudian ia membunuh hakim dan anak buah ayahnya yang berkhianat tersebut. Ia menjadi buronan polisi. Ketika ingin pergi ke Swiss, tempat ayahnya menyisakan uang yang bisa ia gunakan untuk sepuluh turunan, ia hampir tertangkap polisi. Untuk menyelamatkan diri, ia berpura-pura menjadi biarawati di biara Triapistin. Ia ikut dengan rombongan Rubio bersama Tomas dan Suster Teresa. Ia menginginkan salib emas yang dibawa suster Teresa agar ia bisa membeli tiket dan paspor ke Swiss.

Teresa. Suster yang berusia sekitar lima puluh atau enam puluh tahun ini sudah tiga puluh tahun berada di biara. Biara Triapistin dikenal sebagai biara yang paling ketat dan kaku. Tidak seorangpun biarawati yang diperbolehkan bicara ataupun memandang mata biarawati lain. Mereka hidup dengan sangat miskin. Semua itu meimbulkan kedamaian dalam diri Suster Teresa. Saat masih menjalani kehidupan secara normal, ia merupakan seorang gadis yang buruk rupa namun mempunyai suara bak malaikat. Saat ia menunggu calon suaminya di gereja untuk menikahinya, calon suaminya memilih kabur dengan adik suster Teresa. Suster Teresa merasa sangat terpukul hingga ia memutuskan untuk menjadi biarawati. Sekarang, setelah tiga puluh tahun berlalu, ia harus keluar dari biara dan bertemu dengan para pemberontak Spanyol. Hal ini membuat masa lalunya muncul dan ia menjadi berhalusinasi sehingga meminta bantuan kepada Acoca yang membahayakan nyawanya.

Megan. Megan menghabiskan masa kecilnya disebuah panti asuhan karena pasangan petani menitipkannya di panti asuhan itu. Menurut ketentuan panti, saat berusia lima belas tahun seorang anak harus meninggalkan panti asuhan. Karena Megan tidak ingin menjadi pembantu rumah tangga, ia memilih menjadi biarawati. Tetapi, Megan tidak tahu bahwa ia sesungguhnya adalah Patricia Scott. Anak tunggal pemilik Scott industries perusahaan raksasa dunia. Orangtuaya meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang. Ellen Scott, bibinya meletakkannya di pintu rumah seorang petani agar Patricia tidak mendapat warisannya. Megan ikut rombongan Jaime Miro. Ia tidak bisa menghindar dari pesona Miro. Rasa cintanya membuat dia bimbang apakah ia akan ke biara Mendavia dan tetap menjadi seorang biarawati?

Graciela. Diantara keempat biarawati, Graciela lah yang masa lalunya paling kelam. Sejak kecil ia tinggal dengan ibunya dan setiap malam ada seorang 'paman' yang selalu berganti-ganti menemani ibunya. Graciela yang kamarnya hanya berbatasan dengan selembar kain gorden dengan kamar ibunya selalu mendengar erangan dan desahan nakal ibunya. Hal ini membuat psikologisnya terganggu. Maka diumur empat belas tahun, ia menyerahkan dirinya kepada seorang 'paman'. Ibunya kemudia menyumpahnya dengan berbagai macam kata tidak senonoh. Ia diusir dan tidak tahu harus tinggal kemana. Biaralah satu-satunya tempat yang ingin ia tinggali.

Perjalanan keempat biarawati ini sangat mencekam. Kita tidak bisa menduga bagaimana jalan cerita ini akan berlanjut. Kisah ini menjalin sejarah Spanyol dipadukan dengan kisah cinta yang romantis. Dengan latar belakang budaya Spanyol dan keindahan alamnya.

(Psst.. aku cuma beli novel ini 15ribu lo! Soalnya Gramedia lagi diskon besar-besaran :D )

Selasa, 15 Maret 2011

The Story of My Life

Judul : The Story of My Life
Penulis : Helen Keller
Tahun : 2010
Penerbit : Genta Pustaka
Halaman : 250

Sungguh menakjubkan membaca kata demi kata dalam sebuah buku yang ditulis oleh orang yang buta, bisu, dan tuli sekaligus. Rasanya setiap kata yang tertulis merupakan bukti dari perjuangan Helen Keller dalam mengembangkan potensi yang ia miliki. Halaman pertama sampai dengan halaman terakhir dari tulisannya yang berjumlah 250 halaman ini begitu menginspirasi kita untuk belajar lebih banyak. Dan menghargai kelebihan yang kita miliki.

Helen Keller terlahir seperti bayi normal pada umumnya. Tetapi, saat ia berumur dua tahun penyakit yang aneh menyerangnya. Mengakibatkan ia tidak lagi bisa melihat. Kenangannya tentang keindahan dunia masih ia simpan didalam ingatannya yang terdalam.

Helen tumbuh sebagai anak yang aktif dan tidak bisa diam. Rasa ingin tahu nya terhadap segala sesuatu sangatlah besar. Kedatangan Anne Sullivan mengubah segalanya tentang Helen. Anne adalah gurunya yang mengajarkan Helen membaca dan berbicara. Dia dengan penuh kesabaran mengejakan tiap huruf melalui jari-jarinya yang diletakkan di atas tangan Helen. Dia juga yang mengajarkan Helen untuk berbicara dan memahami suara dengan meraba bibir lawan bicaranya. Perkembangan Helen dalam mengingat tiap kata sangatlah pesat. Ia menjadi anak yang pandai. Bahkan ia mampu menembus ujian masuk Universitas Radcliffe.

Helen sangat mencintai buku. Ia senang membaca buku dengan huruf timbul (braile). Tidak hanya buku berbahasa Inggris. Helen juga membaca buku berbahasa Jerman, Perancis, Latin, dan Yunani.
Yang telah kupelajari dan diajarkan padaku rasanya tidak begitu penting dibandingkan "cinta dan kemurahan" buku-buku-Helen Keller (hal 215)

Sebagai seorang anak, tentu saja ada saat-saat dimana Helen merasa jenuh untuk belajar.
Meskipun begitu, ada saat-saat ketika aku ingin menghindari sebagian dari hal-hal yang harusnya kupelajari. Karena pikiran yang dipenuhi beban tak akan sanggup menikmati harta karun yang telah disimpannya dengan usaha keras. (Hal 187)

Anne Sullivan adalah seorang yang terus disebut Helen dari awal hingga akhir buku ini. Anne lah yang mendorong Helen untuk tidak terpaku pada keterbatasannya. Sehingga kesuksesan yang diraih Helen sebagian besar berkat kerja keras Anne.

Kelebihan dari buku ini adalah bukan saja sebagai biografi Helen Keller, tetapi juga buku yang ditulis dengan cinta. Sangat terasa bagaimana semangat Helen saat menulis buku ini. Begitu memukau! Namun, tentu saja setiap buku memiliki kekurangan. Menurut saya, kekurangan buku ini terletak pada penerjemahannya. Karena ada kalimat yang maknanya kurang bisa saya mengerti. Mungkin karena kalimat itu dalam bahasa aslinya merupakan kalimat yang puitis, jadi agak sulit dipahami dalam bahasa Indonesia. Tetapi semua itu tidak mengurangi keindahan isi buku The Story of My Life  :)

Minggu, 13 Maret 2011

Seri Immortals : Evermore

Judul : Evermore
Penulis : Alyson Noel
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2010
Hal : 396

Semenjak kecelakaan yang dialaminya, Ever mendapat kemampuan untuk melihat aura, mendengar pikiran-pikiran orang, dan mengetahui kisah hidup yang dimiliki seseorang dengan menyentuhnya.

Ever terus dihantui perasaan bersalah terhadap kecelakaan yang menewaskan ayah, ibu, dan anjingnya. Ia menyesal kenapa bukan ia yang tewas, kenapa ia berlama-lama ditempat penyeberangan bukannya segera menyusul keluarganya.

Ternyata Riley, adik Ever yang sudah meninggal, nyangkut didunia. Ia menemui Ever. Dan sering berkunjung secara tiba-tiba. Riley berusia 12 tahun. Sifat kekanak-kanakannya masih ada walaupun ia sudah meninggal. Riley sering menguntit orang-orang bahkan selebritis terkenal dan memakai kostum Halloween yang dicurinya dari lemari raksasa.

Memiliki bakat psikis membuat Ever sangat terganggu. Disekolah, ia memakai sweeter dan memakai tudung serta menyetel iPod dengan volume maksimal agar ia tidak mendengar dengungan pikiran yang berseliweran.

Karena tidak ada yang merawatnya, Ever sekarang tinggal bersama tantenya. Sabine memberikan Ever segala hal yang ia inginkan. Rumah mewah, kamar dengan televisi layar datar, mobil dengan kap terbuka. Namun Ever tidak merasa bahagia. Ia merasa merepotkan tantenya.

Hidup Ever berubah ketika ia bertemu dengan Damen Augeste. Laki-laki tampan, eksotik, dan seksi. Damen duduk disebelah Ever saat pelajaran bahasa Inggris dan mereka sekelas dikelas seni. Damen adalah satu-satunya laki-laki yang pikirannya tidak bisa dibaca Ever. Ever begitu tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Damen ternyata adalah sosok misterius. Ia tidak makan, seringkali menghilang, selalu bolos sekolah, tidak memberitahukan nomor telepon, dan rumahnya sangat mencurigakan. Tetapi, ia bukanlah vampir walaupun selalu meminum minuman berwarna merah darah.

Seri immortals buku pertama ini merupakan cerita fantasi yang mirip-mirip dengan Twilight. Mungkin karena cerita cinta beda dunia memang sedang menjadi tren. Ada sesuatu didalam Evermore yang menjadikannya berbeda dengan Twilight ataupun novel sejenis. Selain jalan cerita yang penuh dengan kejutan, karakter dinovel ini juga begitu kuat.

Rabu, 09 Maret 2011

De Journal

Judul : De Journal
Penulis : Naneng Setiasih
Penerbit : Navila
Halaman : 438
Tahun : 2010
Harga : Rp. 63.500,00

PS : Novel ini adalah kisahku selama lima belas tahun on and off ber-backpacking solo di Indonesia dan 30 negara lainnya.

Dengan niat untuk melengkapi book challenge What's in a name 4, saya membeli buku ini. Ketika sudah membayar bukunya dikasir, eh baru sadar kalau saya keliru. Judul buku ini de JOURNAL, bukannya JOURNEY. Hhh.. ya sudah lah saya pikir apalagi resensi dibelakang buku ini terlihat menarik. Dengan tidak sabar, saya baca buku ini dengan harapan bukunya akan sebagus resensinya.

Tya adalah seorang perempuan tomboi berkulit hitam, hidung pesek, dada rata, dan tubuh jangkung. Ia merasa mengalami diskriminasi karena selalu dibandingkan dengan tetehnya yang berkulit putih, cantik dan feminim. Hobi Tya selain karate adalah travelling. Ia senang backpacking sendirian ketempat-tempat yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi.

Tya ingin menjadi perempuan yang bebas, tidak dikekang dan dibatasi oleh siapapun. Maka ia menolak ketika pacarnya ingin melamarnya dengan alasan yang cukup menyinggung SARA (Islam dan Kristen). Dinovel ini diceritakan Tya berkunjung ke Flores, Medan, Denpasar, Bukittinggi dan lainnya. Diperjalanan ia sering bertemu bule yang dengan sangat percaya diri diceritakan bahwa semua bule yang bertemu dengannya tertarik dan jatuh cinta dengannya.

Perjalanan yang dilakukan Tya dipaparkan dengan sangat teliti. Tetapi, adanya footnote yang terlalu banyak bahkan untuk hal tidak penting sekalipun sangat mengganggu. Inikan novel, walaupun penulisnya adalah seorang saintis ya tetap saja jangan dibuat seolah-olah ini adalah buku non-fiksi.

Kemudian ada banyak sekali kalimat-kalimat janggal :
"Beautiful night, no?" Lima orang bule dengan logat khas Italianya, 3 laki-laki dan seorang perempuan menyapa kami (Hal 236)

Lha, katanya lima orang, tapi kok cuma 3 laki-laki dan seorang perempuan? Harusnya kan empat orang!

Selain itu, seakan-akan penulis setuju dengan perilaku lesbian (Hal 317) dan penulis juga menyatakan tidak apa-apa kalau kita memakai narkoba asal tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Kejanggalan lain saya temukan dihalaman 417 :
Kondisi seperti ini juga sebenarnya banyak ditemukan dibanyak dunia. Profesor yang nulis buku Sex is fun  ini, juga nulis buku lain berjudul Gun, Germs, and Steel yang menang.....

Saya sudah bolak-balik halaman novel ini untuk menemukan siapa yang dimaksud penulis dengan Profesor ini. Dihalaman sebelum maupun sesudah kalimat itu tidak ada satupun yang menjelaskan atau memberitahu nama profesor ini.

Kejanggalan terakhir saya temukan di halaman 194 :
Bergegas kututup pintu dan Ayat Kursi mengalirr dengan lancar dari bibirku. Nama berbagai Tuhan dari berbagai agama pun mengalir.

Kira-kira apa maksudnya ya?

Saya sungguh kecewa dengan buku ini. Disamping harganya yang mahal, buku ini sama sekali tidak memberi saya kepuasan. Saya malah dongkol membaca bab demi bab. Diresensi dikatakan bahwa akan ada cerita pengalaman penulisnya di 30 negara. Nyatanya, tidak satupun saya temukan kisah perjalanan si penulis ke luar negeri. Saya malah disuruh membeli lagu sekuel yang menceritakan pengalaman penulis keberbagai negara. Tapi saya pikir cukup membaca buku pertama ini. Karena saya sangat tidak tertarik membaca buku yang kedua, maupun ketiga (kalau ada)

Kamis, 03 Maret 2011

Doctors

Judul : Doctors
Penulis : Erich Segal
Penerbit : Gramedia
Halaman : 842
Tahun : 2010

Cukup lama saya baru bisa selesai membaca buku ini, sekitar 10 hari. Bukan, bukan karena bukunya tidak menarik. Tapi karena saya mengejar deadline tugas dari kampus maupun dari organisasi (sok sibuk. hihi)

Novel ini berkisah tentang mahasiswa di Harvard Medical School angkatan tahun 1962. Kita bisa melihat bagaimana kehidupan para dokter yang disejajarkan dengan para dewa lewat tokoh-tokohnya yaitu Barney Livingston dan teman masa kecil sekaligus tetangganya Laura Castellano. Serta rekan-rekannya yang lain : Seth Lazarus-dokter berotak cemerlang yang diberi gelar "doctor of death" karena ia sering kali melakukan pembunuhan karena belas kasihan kepada pasiennya yang sudah menyerupai mayat hidup-, Maurice Eastman yang kemudian menjadi Maurice Esterhazy-teman Barney di HMS yang dkeluarkan dari universitas karena gila namun kemudian menjadi seorang psikiater yang sangat sukses-, Bennet Landsman-laki-laki kulit hitam yang sering mendapat ketidakadilan karena rasnya. Kemudian ia diadopsi oleh keluarga Yahudi setelah ayahnya meninggal-, Greet Andersen-gadis cantik yang diam-diam mempunyai masalah psikologis-, Peter Wyman-laki-laki jenius yang licik-, Hank Dwyer-mantan calon pastor yang menikah muda namun kemudian keluarganya berantakan- dan Laurice Mortimer-teman yang menyebalkan tapi berhasil menjadi ahli anestesi.

Kehidupan mereka dibagi menjadi 3 bagian utama : Masa kecil, masa perkuliahan, dan masa praktik mereka sebagai dokter.

Masa Kecil
Barney Livingston :
Barney tumbuh tanpa mengenal ayahnya yang bertugas sebagai penerjemah bahasa latin saat perang. Ia baru bertemu ayahnya lagi ketika sudah SMA. Barney sangat merindukan kasih sayang ayahnya. Tetapi ayahnya kurang menunjukkan perhatiannya kepada Barney. Ia jarang mengajak Barney dan adiknya, Warren berbicara. Barney mengalami pukulan telak ketika ayahnya meninggal. Sebenarnya nyawa ayahnya masih bisa diselamatkan, seandainya dokter yang diminta untuk menangani ayahnya tidak menolak untuk menolong karena takut pada undang-undang. Inilah yang menjadikan Barney berniat menjadi seorang dokter. Ia ingin membuktikan bahwa sebagai dokter, kewajiban untuk menolong harus diutamakan.

Laura Castellano:
Laura bermigrasi ke Amerika Serikat beserta kedua orangtuanya. Mereka menempati rumah disamping rumah keluarga Livingston. Ayah Laura adalah seorang dokter yang juga menjadi sosok ayah bagi Barney. Ia dan Barney sangat dekat dan menghabiskan hampir semua waktu mereka berdua. Keinginan Laura snagat besar untuk menjadi dokter. Ini dikarenakan Isobel, adik perempuannya yang meninggal akibat polio yang menyebabkan ayah dan ibunya sangat terpukul. dr. Castellano menjadi suka mabuk-mabukkan. Sedangkan ibunya terus menerus melakukan pengakuan dosa dan menjadi mabuk pada Tuhan. Perjuangan untuk menjadi seorang dokter sangat berat bagi Laura. Karena pada masa itu, kemampuan seorang perempuan untuk menjadi seorang dokter sangat diragukan. Mereka belum bisa disejajarkan dengan dokter laki-laki.

Masa Kuliah
Sama-sama berhasil masuk di HMS, Laura dan Barney semakin dekat sebagai sahabat. Di HMS, mahasiswa kedokteran belajar dengan begitu membabi buta. Mereka hampir tidak tidur setiap malam hanya untuk menghapalkan istilah kedokteran yang tampaknya tidak ada habis-habisnya.

Masa kuliah ini sangat kompleks. Penuh masalah. Ada mahasiswa yang menjadi hampir gila, ada juga mahasiswi berotak cemerlang yang memutuskan untuk memotong sendiri pergelangan tangannya. Ceritanya sangat panjang sehingga saya sendiri kesulitan untuk memberikan review secara utuh.

Masa praktik
Barney akhirnya menjadi seorang psikiater. Sedangkan Laura menjadi pediatri. Ia bekerja di Children's Hospital dan menangangi bayi-bayi yang bermasalah. Sebagai seorang dokter, banyak sekali tekanan yang mereka hadapi. Rata-rata, dokter yang baru lulus melakukan kesalahan sehingga menimbulkan kematian bagi pasiennya. Namun kelalaian ini berhasil ditutupi. Faktanya, tidak ada seorang dokterpun yang mau mengakui ia telah melakukan malpraktik. Terlebih jika ia adalah dokter yang sudah senior.

Masalah demi masalah yang dipaparkan sangat menarik. Saya tidak percaya ketika Erich Segal mengatakan bahwa dia bukanlah seorang dokter. Ia dengan sangat cermat menceritakan detail-detail kasus di rumah sakit dan bagaimana dokter menanganginya. Ternyata tidak sedikit dokter yang stres dan keluarganya berantakan dikarenakan profesi ini. Kisah cinta juga menjadi bumbu dalam doctors. Mungkin pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa bagi rakyat AS bahkan berpuluh tahun yang lalu. Tetapi saya tetap merasa risih ketika Laura, Barney dan teman-temannya berkencan dengan orang yang baru pertama mereka temui kemudian berkomitmen untuk hidup bersama tanpa perkawinan.