Senin, 21 November 2011

Aggelos

Judul : Aggelos
Penulis : Harry K. Peterson
Penerbit : Mizan Fantasy
Halaman : 514
Tahun : 2011



Kisah cinta yang terlarang sebenarnya bukanlah tema baru. Seperti kali ini, kisah cinta terlarang antara manusia dengan aggelos atau malaikat. Sebuah kisah yang berakhir klise? mungkin. Viola Mondru, seorang balerina yang sangat berharap bisa mengikuti pertandingan balet di Caleste Pons. Sudah sejak lama Viola menginginkan menjadi pemenang pertandingan balet paling bergengsi ini. Tahun lalu ia gagal, maka tahun ini ia bertekad untuk menjadi pemenang. Syarat yang harus dipenuhinya adalah memiliki seorang pengiring yang akan memainkan musik untuknya saat menari balet. 

Pertemuan Viola dengan Slaven, seorang laki-laki aneh yang tinggal diseberang rumahnya membuat Viola lebih bersemangat mengikuti kontes balet tersebut. Pasalnya, Slaven memiliki kemampuan bermain biola yang sangat sempurna. Sama seperti permainan yang ada didalam kotak musik yang tak sengaja ditemukan Viola dikamarnya. Sebuah kotak musik misterius yang mampu menyedot kesadaran siapapun yang mendengarnya.

Sayangnya, balet yang saya harapkan menjadi inti dari cerita ini malah menjadi bumbu pelengkap saja. Sementara perasaan Viola kepada Slaven yang menjadi pengiringnya untuk kontes tersebut begitu ditonjolkan. Pokoknya si Viola ini terlalu menye-menye, padahal dia sendiri sudah punya pacar!

Nggak nyangka ini novel asli Indonesia. Penulisnya bernama (atau nama samaran?) Harry K. Peterson, setting novelnya di Selandia Baru, covernya pun begitu asing. Tahunya ini novel Indonesia pas saya lihat nggak ada nama penerjemahnya :) Sebenarnya novelnya bagus, tapi kenapa harus dibuat menyerupai novel terjemahan? Apakah ini strategi baru agar pembaca mau membeli buku ini? Saya kira tidak perlu membuat sebuah novel menjadi kebarat-baratan, yang penting adalah orisinalitas ide si penulis itu sendiri. 

novel ini available for swap yaa :)

3 komentar:

  1. kritik yang tajam May, tapi aku suka. Kenapa sih akhir2 ini banyak banget yang kebarat2an...nggak mode, nggak buku...hadehh oke cukup OOTnya :D


    Violanya menye2 tu maksudnya lebih menonjol romancenya ya?

    BalasHapus
  2. iya, cinta-cintaan gitu deh. Tapi Violanya bikin sebel, masa dia sudah punya pacar tetap ngegebet cowok yang disukai sahabatnya :(

    BalasHapus
  3. gw lagi googling2 tanpa kejelasan arah dan tujuan *halah* waktu gw nemu review ini.
    ternyata bukan cw gw yang kecewa sama novel ini? pertama beli kirain novel terjemahan, taunya novel lokal dengan "sampul" luar. tapi yang bikin kecewa bukan itu sih.
    gw kecewa sama pengembangan ceritanya, waktu baca summary di cover belakang, dua topik yg bikin gw interested enough buat ngabisin lima pulu ribu lebih utk beli novel ini adalah tema balet dan malaikatnya.
    taunya malah disuguhin sama kisah cinta ga jelas antara si viola yg tamak dan menye2 sama slaven yang gw sama sekali ga ngerti karakternya gimana.
    denger2 sekuelnya membaik, tp tetep aja gw ga mau ambil resiko kecewa. *halah*
    sori nyampah :)

    BalasHapus