Senin, 17 Oktober 2011

Kim

Judul : Kim
Penulis : Rudyard Kipling
Tahun : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 453



Dari halaman awal membaca novel ini, saya sudah tidak bisa 'merasuk' kedalamnya. Mungkin saya memang tidak cocok dengan gaya bahasa yang seperti ini. Seperti yang disampaikan penerjemahnya pada kata pengantar, Kim ditulis dengan gaya prosa liris. Setting yang agak meloncat-loncat juga membuat saya sering bingung sedang ada dimana, atau siapa tokoh yang tiba-tiba muncul. Selain itu, istilah dan tempat yang kurang familiar juga menghambat saya untuk menikmati Kim.

Diceritakan bahwa di India datanglah seorang Lama dari Tibet yang ingin mencari sungai anak panah. Pencarian ini dimaksudkannya untuk menyucikan diri. Kim yang menguping pembicaraan antara Lama dengan seorang penjaga museum, tertarik dengan gagasan lama tentang sungai tersebut. Maka diam-diam Kim mengikuti sang Lama dan menjadikan dirinya sebagai chela atau murid. 

Ternyata Kim juga memiliki pencariannya sendiri. Ia diramalkan oleh ayahnya yang berkulit putih akan melihat sapi berwarna merah diladang hijau. Ketika ramalam itu terbukti, Kim semakin dihormati. Karena ayahnya seorang sahib, Kim kemudian disekolahkan untuk menjadi sahib pada sebuah sekolah Kristen.

Sosok Kim yang mudah bergaul menjadikannya dekat dengan semua orang, terutama Mahbub Ali seorang pengikut Muhammad yang juga pedagang kuda. Kim sering disuruh Mahbub Ali untuk menyampaikan pesan rahasia mengenai kudanya, setelah itu Kim akan mendapatkan upah.

Novel ini kaya akan pepatah-pepatah India, yang walaupun kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya menjadi kurang bisa dipahami. Juga keberagaman agama yang dianut masyarakat India dan kepercayaan masyarakat tentang orang suci, kutukan, dan jimat.

Terakhir, jangan salah mengira bahwa novel ini tentang Korea yaa.. soalnya judulnya Kim, aku sempat tertipu waktu itu :D

2 komentar:

  1. kok bisa ketipu :D

    padahal dari sampulnya udah nunjukin orangnya.
    orang barat :D
    apa lagi bangunan dibelakangnya.hhe

    BalasHapus
  2. waktu pertama kali penerbitnya mempromosikan buku ini lewat twitter, aku pikir ini ttg korea.. soalnya belum liat sampulnya..

    BalasHapus