Sabtu, 01 Oktober 2011

Charlie and The Chocolate Factory

Judul : Charlie and The Chocolate Factory
Penulis : Roald Dahl
Halaman : 200
Tahun : 2002
Penerbit : Gramedia




Kemisikinan menjadikan Charlie Bucket hanya bisa membeli satu batang coklat selama satu tahun, yaitu pada hari ulang tahunnya. Coklat itu biasanya ia simpan dan hanya digigit sedikit demi sedikit sehingga baru habis setelah beberapa bulan. Charlie yang tinggal bersama keempat kakek-neneknya serta ayah dan ibu harus rela makan dengan sangat sederhana. Kadang mereka makan roti, tapi lebih sering makan kubis encer.

Coklat memang sesuatu yang sangat disukai Charlie. Namun pabrik coklat milik Mr. Wonka jauuh lebih menarik baginya. Setiap hari saat pergi ke sekolah, Charlie selalu berhenti digerbang pabrik itu. Mendongakkan kepalanya, kemudian menghirup aroma coklat yang begitu sedap.

Sejak pabrik itu ditutup untuk umum, tidak pernah ada satu orangpun yang melihat ada pekerja pabrik yang keluar masuk. Tetapi pabrik itu tetap beroperasi seperti biasa. Semua orang penasaran, siapa yang menjalankan pabrik itu?

Sebuah sayembara diadakan oleh Willi Wonka. Ada 5 tiket emas yang harus ditemukan didalam bungkus coklat buatannya. Barangsiapa yang menemukan tiket tersebut, akan berkeliling selama satu hari penuh dipabriknya dan mendapatkan persediaan coklat selama seumur hidup!!

Tentu saja Charlie sangat menginginkan hal ini, setelah beberapa kali mencoba akhirnya sebuah keberuntungan datang kepadanya. Di Pabrik itu petualangan Charlie dimulai bersama keempat anak lainnya yang juga mendapatkan tiket. Lucunya, satu persatu anak tersebut menghilang karena kenakalannya. Ada apa dibalik menghilangnya satu persatu anak tersebut? Temukan keanehan-keanehan yang terjadi dibuku ini!

Sudah lama pengen baca buku ini, akhirnya dapat pas swap sama mbak Astrid. Alhasil pas tadi siang bukunya sampai, langsung aku baca sampai habis, hehe. Sebenarnya pengen ngasih 5 bintang, tetapi ceritanya masih bisa lebih menarik lagi menurutku. Jadi 4 bintang saja deh ^^

3 komentar:

  1. belum baca bukunya tapi sudah nonton filmnya :D

    BalasHapus
  2. Wah! Aku belum baca bukunya tapi udah nonton. Kamu bener2 pembaca buku ya Maya. (:

    dita
    p.s sudah sampai cincin+tempat pensilnya. bagus banget aku suka! I really have busy days, Maya. I'm sorry ;( But I will feature you soon! Thanks for the swap, dear!

    BalasHapus
  3. yeay =) emang keren buku2nya roald dahl ya may...kayaknya di bandung aku masih ada bbrp sisa kejayaan jaman dulu, hihi..soalnya baru2 ini dikadoin boxsetnya, makanya aku jual/swap yang buku2 lepasannya, nanti aku cari siapa tau ada lg ya =)

    BalasHapus