Kamis, 28 Juli 2011

LIbri di Luca

Judul : Libri di Luca
Penulis : Mikkel Birkegaard
Halaman : 588
Penerbit : Serambi
Tahun : 2010



Kata 'Luca' diatas tentu saja tidak ada hubungannya dengan darah yaa (luka) = ngejayus :p. Libri di Luca berdasarkan terjemahan ngasal dari aku adalah 'Perpustakaannya si Luca'. Pas baca tagline novel ini yang bertuliskan 'novel tentang perkumpulan rahasia pencinta buku' aku langsung tertarik. Soalnya jiwaku berasa terpanggil dengan kata-kata 'pencinta buku'. Kesan misterius tertangkap jelas dicover maupun sinopsisnya. Sehingga begitu menggoda untuk mengetahui lebih lanjut isi ceritanya.

Mungkin kalian pasti berpikir kalau orang yang paling mempengaruhi kita saat membaca sebuah buku adalah penulisnya. Benar, gak? Anggapan itu pasti berubah saat membaca novel ini. Bukan seorang penulis yang memengaruhi perasaan dan pemikira kita terhadap sebuah buku. Melainkan seorang Lector!

Luca Campelli merupakan seorang Lector yang handal. Ia pemilik toko buku antik bernama Libri di Luca di Denmark. Suatu malam dibulan Oktober saat ia membaca buku di toko miliknya, ia ditemukan tewas. Dokter beranggapan bahwa ia terkena serangan jantung. Tetapi tidak ada bukti yang mengarah kesitu.

Sebagai satu-satunya putra Luca, Jon Campelli menjadi pewaris tunggal toko buku tersebut. Pengacara itu sudah hampir dua puluh tahun tidak berhubungan lagi dengan ayahnya. Jon sama sekali tidak tertarik dengan toko buku. Kariernya sebagai pengacara tentu lebih menjanjikan. Apalagi saat ia diberikan suatu kasus yang sangat rumit. Ia dipromosikan naik jabatan dan mendapat gaji yang lebih tinggi. Kasus Otto Remer yang membajak lebih dari seratus lima puluh perusahaan adalah tantangan besar yang harus dihadapinya.

Ketika pemakaman ayahnya, Jon berbicara dengan Iversen tentang Libri di Luca. Asisten ayahnya itu memberitahunya tentang rahasia yang ada di Libri di Luca. Selama ini rupanya ada perkumpulan rahasia disitu.    Dimana anggota itu memiliki kemampuan khusus. Salah satunya adalah Katherina yang memiliki kemampuan sebagai seorang pemancar. Pemancar berfungsi untuk memberikan emosi dan perasaan yang kuat kepada orang yang sedang membaca buku agar bisa lebih fokus. Sedangkan Iversen yang seorang pemancar biasa membaca dengan keras agar orang disekitarnya ikut kedalam cerita yang ia baca.

Walaupun setengah tidak percaya dengan cerita itu, Jon tetap mengikuti perkumpulan itu. Ia dibantu dengan Iversen dan Katherina mencari penyebab pecahnya para Lector menjadi pemancar dan penerima. Apakah semua ini ada hubungannya dengan kematian Luca?

Two thumbs up buat Mikkel yang bisa menyajikan cerita dengan begitu nyata. Rasanya aku bisa mencium aroma toko buku dan ikut merasakan kecintaan mereka terhadap buku. Sampai-sampai aku berpikir apakah Lector itu benar-benar ada? (Siapa tahu? :p). Ada satu hal yang cukup membuatku terkejut dinovel ini. Yaitu tokoh bernama Muhammad. Jarang, kan ada novel dari luar yang memakai nama itu sebagai tokohnya? Apalagi peranan Muhammad disini bisa dibilang memegang peran yang cukup penting (bukan figuran). 

*Oh, ya si Birkegaard ini kayaknya lumayan narsis. Dia masukkin namanya sendiri sebagai salah satu pengarang yang bukunya dibaca oleh salah satu tokoh.

2 komentar:

  1. Hahaha, aku juga baca buku ini karena ada kata2 "pecinta bukunya" lumayan rame ceritanya menurutku :)

    BalasHapus
  2. sipp lah mbak.. buku tentang pencinta buku memang selalu menarik untuk dibaca :)

    BalasHapus