Minggu, 24 Juli 2011

The Crying Tree (Buntelan dari BukuKita)

Judul : The Crying Tree
Penulis : Naseem Rakha
Tahun : 2009
Penerbit : Puspa Storia
Halaman : 372


"Biji-biji ini seperti air mata," katanya sambil memperlihatkannya pada Carol, bibinya, dan kemudian ibunya. "Sepertinya, pohon itu menangis."-hal 41
Bagaimana rasanya kehilangan anak laki-laki yang kita cintai?
Irene bisa menjawab pertanyaan itu. Selama sembilan belas tahun ia menanti keadilan bagi putranya Shep yang dibunuh oleh seorang remaja bernama Daniel Robin. Shep yang waktu itu baru berumur lima belas tahun ditembak Robin yang waktu itu masuk kedalam rumah mereka. Irene terus menyalahkan suaminya Nate yang menyuruh mereka untuk pindah ke Oregon. Padahal menurut Irene, seandainya mereka tetap tinggal di Blaine hal ini tidak akan terjadi.

Irene, Nate, dan Bliss putri mereka menjadi sebuah keluarga yang mengerikan. Irene menjadi seorang pecandu alkohol, hanya diam dan tidak mengerjakan apapun. Nate menjadi depresi dan Bliss tidak tahu apa yang harus ia lakukan terhadap kedua orangtuanya. Muak dengan semua keadaan ini, Bliss memutuskan untuk kuliah di Texas dan menjadi jaksa penuntut umum disana.

Pada tahun 2004 keluar  keputusan untuk menghukum mati Robin. Tetapi hal ini tidak membuat Irene lega. Dulu ia memang menginginkan pembunuh anaknya itu untuk mati. Sekarang ia malah merasa membenci dirinya  jika terus menerus hidup dalam kebencian. Satu hal yang tidak diketahui suaminya, Irene sudah bertahun-tahun berkirim surat dengan Robin dan mulai menyayangi anak itu. Ketika Carol, kakak Irene membocorkan hal ini Nate menjadi marah besar dan menyampaikan kebenaran yang terjadi ketika anaknya dibunuh.

Sebenarnya novel ini mempunyai cerita yang cukup menguras emosi. Kita turut merasakan penderitaan yang dialami Irene akibat ditinggal anaknya. Pergolakan batin kita juga diajak ketika Robin diharuskan untuk dieksekusi mati. Sayangnya, alur cerita berjalan terlalu lambat. Sehingga hampir disepanjang cerita kita merasa bosan. Jadi, biar di goodreads ratingnya rata-rata 4 sampai 5 bintang aku cuma bisa ngasih 2...

3 komentar:

  1. wadduh kyknya nguras emosi banget ya, konflik batin pada bacaan suka bisa memaksa pembaca kesal, sedih . hehehe nice post maya

    BalasHapus
  2. Kayaknya ceritanya rame, tapi bosenin ya may? alurnya lambat?

    BalasHapus
  3. @brigadir : iya, sangat menguras emosi :'( apalagi waktu tahun-tahun pertama Irene kehilangan anaknya

    @Mbak annisa : iya mbak, menurut aku alurnya terlalu lambat. dan ceritanya berkesan suram :o

    BalasHapus