Senin, 18 Juli 2011

Cinta Suci Zahrana

Judul : Cinta Suci Zahrana
Penulis : Habbiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Ihwal Publishing House
Tahun : 2011
Halaman : 284



Bagi seorang perempuan seperti Zahrana pendidikan adalah segalanya. Ia yang berotak cerdas berhasil menyelesaikan S1 didua universitas sekaligus. Lulus S1 Teknik UGM dan S2 Arsitek di ITB tidak membuatnya berpuas hati. Artikel yang ia kirimkan rajin dimuat di jurnal terbitan luar negeri seperti Jepang dan Australia. Puncaknya ia mendapat penghargaan dari Universitas Tsinghua di China.

Kegembiraan yang dirasakan Zahrana berbanding terbalik dengan yang dirasakan orangtuanya. Pak Munajat yang seorang PNS berpangkat rendah dan Bu Nuriyah yang sehari-harinya ibu rumah tangga tidak suka dengan tingkah putri semata wayangnya tersebut. Sebetulnya mereka sangat mendukung dengan prestasi akademik yang diperoleh anaknya itu. Namun mereka mengkhawatirkan Zahrana yang sudah berumur 34 tahun itu tidak juga menampakkan tanda ingin berumahtangga.

Sudah banyak lelaki yang datang kepadanya untuk meminang. Tetapi Zahrana selalu memiliki alasan untuk menolak. Ia lebih memilih untuk menyelesaikan kuliahnya dulu. Orangtuanya sudah kehabisan cara untuk membujuk putrinya menikah. Berkali-kali mereka menasihatinya agar segera memberikan cucu karena mereka sudah sepuh.

Zahrana akhirnya mengalah dengan kedua orangtuanya, ia mengurungkan niatnya untuk meneruskan S3 dan mengajar di UGM. Ia sekarang mengajar di Universitas Mangunkarsa Semarang. Tak lama, lamaran pun datang dari seorang yang tak pernah ia duga. Pak Sukarman, dekan fakultas teknik tempat ia mengajar mengajukan lamaran melalui Bu Merlin. Bu Merlin merupakan pebantu dekan I yang disegani Rana. Sebenarnya Rana ingin segera menolak lamaran itu. Ia tahu seperti apa sepak terjang Pak Karman yang suka main perempuan. Tetapi Rana agak segan dengan Bu Merlin sehingga ia menunda untuk memberikan jawaban.

Setelah berdiskusi dengan Lina yang merupakan sahabat karibnya, Rana membulatkan tekadnya untuk menolak Pak Karman. Karena akan lebih banyak mudharatnya jika ia menerima duda beranak itu. Sebagai gantinya, Rana segera angkat kaki dari universitas dan mendapat teror terus menerus dari Pak Karman.

Untuk menenangkan diri, Rana mengajar di pesantren. Disana ia minta kepada Kyai pemilik pesantren untuk mencarikannya jodoh yang cocok. Bu Nyai dan Kyai menawarkan seorang penjaja kerupuk kepada Rana untuk menjadi suaminya. Rana yang mulanya ragu kemudian memantapkan hatinya. Dua minggu kemudian Rana siap dipersunting oleh Rahmad. Rana sangat berbahagia. Namun sebuah kabar mengatakan bahwa calon suaminya tewas, tertabrak kereta api...

Tidak seperti novel-novel yang ditulis Kang Abik sebelumnya, tokoh utama pada novel Cinta Suci Zahrana adalah seorang perempuan. Zahrana merupakan potret wanita zaman sekarang yang lebih mendahulukan karier ketimbang menikah. Padahal fitrah seorang wanita adalah melahirkan seorang anak untuk membentuk generasi penerus yang soleh dan sholehah. Novel ini bisa dijadikan kritikan tajam terhadap emansipasi yang kadang kebablasan. Tentu saja seorang wanita boleh untuk berkarier dan menuntut ilmu setinggi mungkin, tapi  jangan sampai melupakan kodratnya.

Kenyamanan membaca novel yang alurya begitu mengalir ini kadang terganggu dengan banyaknya typo dimana-mana. Yaitu pada halaman 76, 83, 91, 111, 131, 133, 156, 171, 175, 182, 183, dan 204.

Kutipan Favorit :
-moral adalah nyawa orang hidup. Jika moral itu hilang dari seseorang, ia ibarat mayat yang bergentayangan-

6 komentar:

  1. kata suami, cerita ini sebenarnya udah di dalam buku Mihrab Cinta. Iyakah?

    BalasHapus
  2. @mba sinta
    pantesaaaaan mbaa kayaknya kok aku familiar sama jalan ceritanya...

    BalasHapus
  3. @penikmat buku : yang dibagian mananya ya mbak? Soalnya nggak pernah baca novel dalam mihrab cinta, cuma filmnya aja :)

    BalasHapus