Sabtu, 25 Juni 2011

Eight Cousins

Judul : Eight Cousins
Penulis : Louisa May Alcott
Tahun : 2011
Penerbit : Orange Books
Halaman : 375


Sepeninggal ayahnya, Rose Campbell dipindahkan ke rumah kedua bibi tuanya. Menjadi yatim piatu di sebuah rumah tua membuat Rose kesepian dan mendambakan teman. Kehidupannya berubah ketika Paman Alec, pria yang terpilih menjadi walinya, datang membawa kesegaran baru. Sang paman berhasil menjauhkannya dari duka dan memperkenalkannya pada begitu banyak kegiatan menyenangkan. Tujuh orang sepupu laki-lakinya juga turut berperan besar. Rose, si gadis kecil pembenci laki-laki, mau tak mau harus menerima dan belajar untuk hidup bersama mereka, Rose mempelajari banyak hal dari para sepupunya ini. Kesabaran, keberanian, kelembutan hati, dan keteguhan jiwa  hanyalah beberapa diantaranya. Bagaimanakah suka duka kehidupan Rose bersama ketujuh sepupunya? Dan, saat waktunya tiba, mampukah Rose memilih sosok yang paling disayanginya-seseorang yang akan tinggal bersamanya?

Ketika membaca Eight Cousins, saya mengharapkan ada sebuah konflik yang seru dinovel ini. Tetapi saya tidak menemukan satu konflik pun yang 'menggigit'. Semua orang sangat sayang dan baik kepada Rose. Bahkan cenderung memanjakan. Kehidupan Rose seolah sangat sempurna (dengan mengabaikan bahwa dia yatim-piatu). Kesedihan dan kemuraman hanya muncul di halaman awal novel ini. Selebihnya adalah Rose yang diperlakukan seperti ratu oleh ketujuh sepupunya.

Rasanya janggal ketika memikirkan bahwa semua orang menyukai Rose. Padahal novel tidak akan seru jika tidak ada bagian yang menjadi klimaks. Alur dinovel ini cenderung datar-datar saja dengan latar belakang Amerika tahun 1800an. Namun, novel ini sangat cocok jika dibaca oleh anak-anak. Karena banyak moral yang bisa kita ambil. Misalnya saat Rose mengajari pelayannya membaca dan menulis, keinginan Rose yang sangat tinggi dalam mengecap pendidikan, dan kebesaran hatinya untuk berkorban.  

2 komentar:

  1. publishernya orang book, covernya benar2 berwarn aoranye..hehhe

    BalasHapus
  2. benar juga yak (nggak merhatikan) hehe. Tapi jadi ceria kan kalo warnanya orange :)

    BalasHapus