Senin, 16 Mei 2011

The Story Girl

Judul : The Story Girl
Penulis : Lucy M. Montgomery
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun 2010
Halaman : viii+360 halaman




Menurut orang, wajah Gadis Dongeng tidaklah cantik. Namun, ketika ia mulai bercerita, binar-binar di wajahnya dan suaranya yang jernih mampu mengalihkan perhatian orang dan seketika itu juga ia terlihat begitu memukau. Bukan hanya dongeng yang terdengar luar biasa, deret perkalian pun terdengar menghanyutkan ketika ia membacanya.
Bersama keenam sahabatnya, Gadis Dongeng menghabiskan musim panas yang seru di tanah milik keluarga King. Mencari sumbangan untuk perpustakaan, mengobati Paddy yang terkena sihir, dan berusaha mati-matian menciptakan mimpi yang spektakuler. Tebak pula siapa yang menjadi pemenang dalam tantangan makan buah apel paling masam serta betapa heboh dan paniknya mereka ketika membaca verita tentang hari kiamat yang akan terjadi esok hari!
Lucu dan tak terlupakan! 
Felix dan Beverly King harus tinggal bersama paman dan bibinya di Pulau Prince Edward karena ayah mereka akan pindah kerja sedangkan ibu mereka sudah meninggal dunia. Felix dan Bev senang karena ia akan bertemu dengan sepupu-sepupunya dan tinggal di rumah masa kecil ayah mereka. 

Disana Felix dan Bev berkenalan dengan Felicity yang cantik namun angkuh, Dan yang selalu bertengkar dengan Felicity, Cecily gadis manis yang sopan, Sara Ray yang sangat cengeng dan Peter seorang pekerja upahan. Mereka berdelapan melewatkan musim demi musim sambil mendengarkan dongeng indah dari Gadis Dongeng.

The Story Girl merupakan sekuel pertama dari novel The Golden Road yang sudah pernah saya baca sebelumnya. Ya, seharusnya saya membaca The Story Girl dulu baru baca The Golden Road hehehe. Gadis Dongeng sendiri bernama asli Sara Stanley namun karena memiliki nama yang sama dengan Sara Ray, ia memilih untuk dipanggil dengan sebutan Gadis Dongeng karena akan aneh jika dalam suatu kelompok ada dua orang yang memiliki nama depan yang sama.

Akhir-akhir ini saya suka membaca novel-novel klasik. Seru sambil membayangkan kehidupan yang terjadi dimasa lalu. Apalagi cerita ini disajikan dalam sudut pandang anak-anak. Pengalaman yang mereka alami pun lucu-lucu sangat khas keluguan anak-anak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar