Kamis, 28 April 2011

Pride and Prejudice

Judul : Pride and Prejudice
Penulis : Jane Austen
Penerbit : Qanita
Halaman : 585
Tahun : 2011


Bagi penggemar novel-novel klasik, tentu novel Pride and Prejudice akan menjadi novel wajib baca. Novel karya Jane Austen ini telah bertahan selama 150 tahun dihati para pembacanya.  Austen mengambil latar kerajaan Inggris pada abad ke-19 dimana status sosial seseorang masih sangat menentukan kedudukannya dimata masyarakat.

Keluarga Bennet merupakan keluarga dikalangan menengah Inggris yang tinggal di Loungborn. Mr dan Mrs. Bennet mempunyai 5 orang putri yaitu Jane sebagai anak sulung, Lizzy, Lidya, Marry, dan Kitty. Karena tidak mempunyai satu orang putra pun, jika Mr. Bennet meninggal, warisannya akan jatuh kepada Mr. Collin, keponakannya. Tentu saja Mrs. Bennet tidak ingin hal ini terjadi. Maka ia mengupayakan bagaimana cara agar putri-putrinya secepat mungkin menikah dengan pria kaya.

Ketika Mr. Bingley datang ke Netherfield, Mrs. Bennet sangat bersemangat untuk memperkenalkan putri-putrinya kepada Mr. Bingley dengan harapan Mr. Bingley akan jatuh cinta dengan salah satu putrinya. Pilihan Mr. Bingley jatuh kepada Jane yang merupakan putri tercantik keluarga Bennet. Tetapi hubungan keduanya tidak disukai oleh kedua adik Mr. Bingley dikarenakan perbedaan status sosial yang mereka miliki.

Putri kedua keluarga Bennet adalah Elizabeth. Ia sangat dekat dengan ayahnya dan kurang menyukai tingkah laku ibunya yang ia rasa cenderung berlebihan dan mata duitan. Lizzy juga sangat dekat dengan kakaknya, Jane.

Elizabeth Bennet merupakan tokoh utama dinovel ini sekaligus merupakan tokoh kesayangan Jane Austen. Lizzy merupakan gadis sederhana yang ceria dan sangat bersemangat. Dalam sebuah pesta dansa, ia bertemu dengan Mr. Darcy yang angkuh. Disinilah terjadi prejudice (prasangka) terhadap Mr. Darcy yang sebenarnya adalah orang yang baik.

Di novel ini kita diajarkan untuk tidak menjudge seseorang dari tampilan luarnya atau dari perkataan orang lain. Tetapi kita diajak untuk mengenal dulu secara dekat baru kita bisa memutuskan seperti apakah orang itu sebenarnya. Karena seseorang yang kita anggap jahat, belum tentu watak aslinya seperti itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar