Jumat, 15 April 2011

Karmila

Judul : Karmila
Penulis : Marga T.
Tahun : Cetakan kesembilan belas: Maret 2003
Penerbit : Gramedia
Halaman : 432

 Karmila merupakan seorang mahasiswi kedokteran tingkat tiga. Suatu malam ketika dipaksa temannya untuk datang kesebuah pesta ulangtahun, Karmila direnggut keperawanannya oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya. Laki-laki itu merupakan anak seorang pengusaha sukses. Rumah tangga orangtuanya yang broken home membuatnya mencari kesenangan di luar rumah dengan menjual obat perangsang.

Karmila mengandung anak Feisal. Padahal ia sudah bertunangan dengan Edo yang sedang menempuh studi di Australia. Feisal bersikeras ingin menikahi Karmila karena ia ternyata telah jatuh cinta pada Karmila. Karmila sangat dendam kepada Feisal. Tapi ia tak sampai hati untuk menggugurkan kandungannya. Ia membuat perjanjian bahwa akan menikahi Feisal namun hanya sampai anaknya lahir.

Setelah Fani, anaknya lahir, Karmila mengajukan surat cerai kepada Feisal karena ia ingin segera menyusul Edo ke Australia dan menikah dengannya. Namun, Fani tiba-tiba sakit parah. Karmila terpaksa mengunjungi rumah Feisal untuk menjenguk anaknya. Ketika melihat Fani, hatinya berkata bahwa ia harus belajar mencintai anak itu dan juga Feisal. 

Tahun demi tahun berlalu, Karmila melahirkan lagi anak keduanya. Seorang anak perempuan yang manis bernama Tasia. Kebahagiaan terasa begitu lengkap menyelimuti perasaan Karmila dan Feisal. Sesekali mereka sering bertengkar dan mengolok-olok satu sama lain. Tak jarang Karmila dibuat jengkel oleh tingkah laku Feisal.

Karmila telah berhasil meneruskan kuliah kedokterannya dan praktik disebuah rumah sakit. Ketika rumahtangganya sedang berada dalam situasi yang sangat bahagia, Edo muncul tanpa undangan dan bertekad untuk merebut kembali Karmila! Maka timbullah kesalahpahaman diantara Feisal dan Karmila. Bahkan Feisal ingin sesegera mungkin menceraikan Karmila.

Melihat reaksi suaminya dan akibat pengaruh Edo, Karmila mulai meragukan cinta suaminya. Benarkah selama ini Feisal mencintainya? dan bagaimana dengan Karmila sendiri? apakah ia masih mencintai Edo?   

Sosok Karmila mungkin bisa kita jadikan teladan. Karena walaupun dia mengandung anak diluar nikah, dan anak tersebut pada mulanya sangat ia benci, ia tidak mau menggugurkan kandungannya. Bahkan ia belajar untuk mencintai anak itu. Masa lalunya yang kelam juga tak lantas menjadikan ia patah semangat, justru Karmila lebih terpacu untuk meneruskan kuliahnya sampai akhirnya ia menjadi seorang dokter yang sukses.

1 komentar:

  1. pinjem duoonk, lawas jua kd mbaca novel bermutu nah. kebanyakan membaca yang 'ilmiah',hoho :D

    BalasHapus