Senin, 21 Maret 2011

The Sands of Time

Judul Asli : The Sands of Time
Penulis : Sidney Sheldon
Halaman : 570
Penerbit : Gramedia
Harga : 15.000

Spanyol merupakan sebuah negara yang romantis dan eksotis. Namun, sejarah mencatat terjadinya pemberontakan yang terjadi disana antara pemerintah dengan golongan Basque yang menginginkan pemerintahan sendiri. Pemberontakan itu menjadikan Spanyol tidak lagi aman. Banyak korban berjatuhan, bank dijarah, gereja dihancurkan. Disinilah Jaime Miro, pemimpin pemberontakan Basque tampil. Ia licin bagaikan belut. Pemerintah dibawah pimpinan Kolonel Acoca sangat berambisi untuk menangkapnya, hidup atau mati.

Saat Acoca memimpin penyerbuan ke biara Triapistin yang dikabarkan menyembunyikan Jaime Miro dan kawan-kawannya, empat orang biarawati berhasil kabur dari sana. Mereka adalah Suster Lucia, Megan, Teresa, dan Graciela. Ditengah perjalanan, biarawati itu bertemu dengan rombongan Jaime Miro yang ingin berangkat ke San Sebastian. Karena dianggap mengetahui banyak hal tentang Jaime Miro, biarawati itu diikutsertakan dengan rombongan yang kemudian berpencar menjadi tiga kelompok.

Lucia. Lucia adalah anak seorang mafioso Italia. Ayahnya merupakan bos besar dari rumah pelacuran, perjudian, dan lintah darat. Karena ada anak buah yang berkhianat, ayah dan kakak-kakaknya dijebloskan ke penjara dengan hukuman seumur hidup. Lucia membalaskan dendam ayahnya. Kemudian ia membunuh hakim dan anak buah ayahnya yang berkhianat tersebut. Ia menjadi buronan polisi. Ketika ingin pergi ke Swiss, tempat ayahnya menyisakan uang yang bisa ia gunakan untuk sepuluh turunan, ia hampir tertangkap polisi. Untuk menyelamatkan diri, ia berpura-pura menjadi biarawati di biara Triapistin. Ia ikut dengan rombongan Rubio bersama Tomas dan Suster Teresa. Ia menginginkan salib emas yang dibawa suster Teresa agar ia bisa membeli tiket dan paspor ke Swiss.

Teresa. Suster yang berusia sekitar lima puluh atau enam puluh tahun ini sudah tiga puluh tahun berada di biara. Biara Triapistin dikenal sebagai biara yang paling ketat dan kaku. Tidak seorangpun biarawati yang diperbolehkan bicara ataupun memandang mata biarawati lain. Mereka hidup dengan sangat miskin. Semua itu meimbulkan kedamaian dalam diri Suster Teresa. Saat masih menjalani kehidupan secara normal, ia merupakan seorang gadis yang buruk rupa namun mempunyai suara bak malaikat. Saat ia menunggu calon suaminya di gereja untuk menikahinya, calon suaminya memilih kabur dengan adik suster Teresa. Suster Teresa merasa sangat terpukul hingga ia memutuskan untuk menjadi biarawati. Sekarang, setelah tiga puluh tahun berlalu, ia harus keluar dari biara dan bertemu dengan para pemberontak Spanyol. Hal ini membuat masa lalunya muncul dan ia menjadi berhalusinasi sehingga meminta bantuan kepada Acoca yang membahayakan nyawanya.

Megan. Megan menghabiskan masa kecilnya disebuah panti asuhan karena pasangan petani menitipkannya di panti asuhan itu. Menurut ketentuan panti, saat berusia lima belas tahun seorang anak harus meninggalkan panti asuhan. Karena Megan tidak ingin menjadi pembantu rumah tangga, ia memilih menjadi biarawati. Tetapi, Megan tidak tahu bahwa ia sesungguhnya adalah Patricia Scott. Anak tunggal pemilik Scott industries perusahaan raksasa dunia. Orangtuaya meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang. Ellen Scott, bibinya meletakkannya di pintu rumah seorang petani agar Patricia tidak mendapat warisannya. Megan ikut rombongan Jaime Miro. Ia tidak bisa menghindar dari pesona Miro. Rasa cintanya membuat dia bimbang apakah ia akan ke biara Mendavia dan tetap menjadi seorang biarawati?

Graciela. Diantara keempat biarawati, Graciela lah yang masa lalunya paling kelam. Sejak kecil ia tinggal dengan ibunya dan setiap malam ada seorang 'paman' yang selalu berganti-ganti menemani ibunya. Graciela yang kamarnya hanya berbatasan dengan selembar kain gorden dengan kamar ibunya selalu mendengar erangan dan desahan nakal ibunya. Hal ini membuat psikologisnya terganggu. Maka diumur empat belas tahun, ia menyerahkan dirinya kepada seorang 'paman'. Ibunya kemudia menyumpahnya dengan berbagai macam kata tidak senonoh. Ia diusir dan tidak tahu harus tinggal kemana. Biaralah satu-satunya tempat yang ingin ia tinggali.

Perjalanan keempat biarawati ini sangat mencekam. Kita tidak bisa menduga bagaimana jalan cerita ini akan berlanjut. Kisah ini menjalin sejarah Spanyol dipadukan dengan kisah cinta yang romantis. Dengan latar belakang budaya Spanyol dan keindahan alamnya.

(Psst.. aku cuma beli novel ini 15ribu lo! Soalnya Gramedia lagi diskon besar-besaran :D )

5 komentar:

  1. wah, aku lama nggak ke Gramed >.<

    BalasHapus
  2. waahaa.. ini bacaanku dulu pas masi SMA...
    Sheldon emang banyak menajdikan sosok wanita-wanita tegar sebagai tokoh utamanya...

    buku murah emang ga selalu jelek loh... mungkin karena udah lama, atw, mau dicetak lagi dengan cover yang lebih gress, cuci gudang lah istilahnya

    BalasHapus
  3. @ajeng : katanya di rektorat unlam bjm ada diskon buku ya??

    @huda : ini cetakan tahun 2005. sekarang udah cetak ulang, tapi cuma ganti covernya aja sih. isinya tetap sama. hehe

    BalasHapus
  4. wah,ini buku waktu smu ya?jadi inget masa2 itu,hehe..salam kenal,klu ada waktu kunjungi blog ane ya

    BalasHapus
  5. Must be an enjoyable read The Sands of Time by Sidney Sheldon. loved the way you wrote it. I find your review very genuine and orignal, this book is going in by "to read" list.

    BalasHapus