Kamis, 03 Maret 2011

Doctors

Judul : Doctors
Penulis : Erich Segal
Penerbit : Gramedia
Halaman : 842
Tahun : 2010

Cukup lama saya baru bisa selesai membaca buku ini, sekitar 10 hari. Bukan, bukan karena bukunya tidak menarik. Tapi karena saya mengejar deadline tugas dari kampus maupun dari organisasi (sok sibuk. hihi)

Novel ini berkisah tentang mahasiswa di Harvard Medical School angkatan tahun 1962. Kita bisa melihat bagaimana kehidupan para dokter yang disejajarkan dengan para dewa lewat tokoh-tokohnya yaitu Barney Livingston dan teman masa kecil sekaligus tetangganya Laura Castellano. Serta rekan-rekannya yang lain : Seth Lazarus-dokter berotak cemerlang yang diberi gelar "doctor of death" karena ia sering kali melakukan pembunuhan karena belas kasihan kepada pasiennya yang sudah menyerupai mayat hidup-, Maurice Eastman yang kemudian menjadi Maurice Esterhazy-teman Barney di HMS yang dkeluarkan dari universitas karena gila namun kemudian menjadi seorang psikiater yang sangat sukses-, Bennet Landsman-laki-laki kulit hitam yang sering mendapat ketidakadilan karena rasnya. Kemudian ia diadopsi oleh keluarga Yahudi setelah ayahnya meninggal-, Greet Andersen-gadis cantik yang diam-diam mempunyai masalah psikologis-, Peter Wyman-laki-laki jenius yang licik-, Hank Dwyer-mantan calon pastor yang menikah muda namun kemudian keluarganya berantakan- dan Laurice Mortimer-teman yang menyebalkan tapi berhasil menjadi ahli anestesi.

Kehidupan mereka dibagi menjadi 3 bagian utama : Masa kecil, masa perkuliahan, dan masa praktik mereka sebagai dokter.

Masa Kecil
Barney Livingston :
Barney tumbuh tanpa mengenal ayahnya yang bertugas sebagai penerjemah bahasa latin saat perang. Ia baru bertemu ayahnya lagi ketika sudah SMA. Barney sangat merindukan kasih sayang ayahnya. Tetapi ayahnya kurang menunjukkan perhatiannya kepada Barney. Ia jarang mengajak Barney dan adiknya, Warren berbicara. Barney mengalami pukulan telak ketika ayahnya meninggal. Sebenarnya nyawa ayahnya masih bisa diselamatkan, seandainya dokter yang diminta untuk menangani ayahnya tidak menolak untuk menolong karena takut pada undang-undang. Inilah yang menjadikan Barney berniat menjadi seorang dokter. Ia ingin membuktikan bahwa sebagai dokter, kewajiban untuk menolong harus diutamakan.

Laura Castellano:
Laura bermigrasi ke Amerika Serikat beserta kedua orangtuanya. Mereka menempati rumah disamping rumah keluarga Livingston. Ayah Laura adalah seorang dokter yang juga menjadi sosok ayah bagi Barney. Ia dan Barney sangat dekat dan menghabiskan hampir semua waktu mereka berdua. Keinginan Laura snagat besar untuk menjadi dokter. Ini dikarenakan Isobel, adik perempuannya yang meninggal akibat polio yang menyebabkan ayah dan ibunya sangat terpukul. dr. Castellano menjadi suka mabuk-mabukkan. Sedangkan ibunya terus menerus melakukan pengakuan dosa dan menjadi mabuk pada Tuhan. Perjuangan untuk menjadi seorang dokter sangat berat bagi Laura. Karena pada masa itu, kemampuan seorang perempuan untuk menjadi seorang dokter sangat diragukan. Mereka belum bisa disejajarkan dengan dokter laki-laki.

Masa Kuliah
Sama-sama berhasil masuk di HMS, Laura dan Barney semakin dekat sebagai sahabat. Di HMS, mahasiswa kedokteran belajar dengan begitu membabi buta. Mereka hampir tidak tidur setiap malam hanya untuk menghapalkan istilah kedokteran yang tampaknya tidak ada habis-habisnya.

Masa kuliah ini sangat kompleks. Penuh masalah. Ada mahasiswa yang menjadi hampir gila, ada juga mahasiswi berotak cemerlang yang memutuskan untuk memotong sendiri pergelangan tangannya. Ceritanya sangat panjang sehingga saya sendiri kesulitan untuk memberikan review secara utuh.

Masa praktik
Barney akhirnya menjadi seorang psikiater. Sedangkan Laura menjadi pediatri. Ia bekerja di Children's Hospital dan menangangi bayi-bayi yang bermasalah. Sebagai seorang dokter, banyak sekali tekanan yang mereka hadapi. Rata-rata, dokter yang baru lulus melakukan kesalahan sehingga menimbulkan kematian bagi pasiennya. Namun kelalaian ini berhasil ditutupi. Faktanya, tidak ada seorang dokterpun yang mau mengakui ia telah melakukan malpraktik. Terlebih jika ia adalah dokter yang sudah senior.

Masalah demi masalah yang dipaparkan sangat menarik. Saya tidak percaya ketika Erich Segal mengatakan bahwa dia bukanlah seorang dokter. Ia dengan sangat cermat menceritakan detail-detail kasus di rumah sakit dan bagaimana dokter menanganginya. Ternyata tidak sedikit dokter yang stres dan keluarganya berantakan dikarenakan profesi ini. Kisah cinta juga menjadi bumbu dalam doctors. Mungkin pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa bagi rakyat AS bahkan berpuluh tahun yang lalu. Tetapi saya tetap merasa risih ketika Laura, Barney dan teman-temannya berkencan dengan orang yang baru pertama mereka temui kemudian berkomitmen untuk hidup bersama tanpa perkawinan.

10 komentar:

  1. wah makasin resensinya ya .. jadi pingin baca

    BalasHapus
  2. wow blum juga selesai membaca ranah 3 warna, udah dapat resensi baru lagi... siipp masuk waiting list nih. Pnya akun di goodreads ga maya. D share disana juga okeh..

    klo saya ingat dokter, jd ingat serial TV amerika Grey's Anatomy. Ehm keren tuh akting para pemainnya. Real operation.

    BalasHapus
  3. KAyaknya menarik banget!!

    BalasHapus
  4. @brigadir kopi : sama2 :)

    @Tito : punya kok akun goodreads. tapi kurang aktif disana. hehe

    @kacho : ayo dibaca :D

    BalasHapus
  5. cukup rumit kisahnya, hmmm nanti deh beli kalo ada duit lebih :D

    BalasHapus
  6. iya, ceritanya rumit tapi seruuuuuuu :D

    BalasHapus
  7. udah di film kan belon ya? Kayanya seru dan penuh misteri...

    BalasHapus
  8. yup, kayanya kelebihan novel luar, mereka serius mengadakan riset untuk menulis novelnya. jadi meski penulisnya bukan dokter (atau pengacara, atau apalah), mereka menyampaikannya dengan sangat meyakinkan....

    hu hu hu....kapan ya saya nulis novel??


    *hi new look! blogmu tambah keren, templatenya tambah keren, dan yang terpenting di atas segalanya: reviewmu juga tambah keren...hehehe

    BalasHapus
  9. mm..iya, kayaknya ribet ya ceritanya, hehe
    salut deh ama kamu, mau melahap semua buku, kalo aku mash pilih2, lama lagi bacanya, hohoho

    oya, dateng ke puskot aja and daftar jadi membernya, bisa membantu target more than a hundred book in a year lho.. ^^

    BalasHapus