Selasa, 15 Februari 2011

Sang Pencerah

Judul : Sang Pencerah
Penulis : Akmal Nasery Basral
Penerbit : Mizan
Tahun : 2010
Halaman : 461

Sang pencerah merupakan novelisasi kehidupan K.H Ahmad Dahlan dan perjuangannya mendirikan Muhammadiyah. K.H Ahmad Dahlan mempunyai nama asli Muhammad Darwis. Ia merupakan keturunan dari salah satu wali songo yaitu Syaikh Maulana Malik Ibrahim. Ayahnya adalah Kiai Abu Bakar, khatib dan imam di Mesjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. Ibunya, Siti Aminah adalah putri Kiai Haji Ibrahim, seorang penghulu yang cukup terpandang. Jadi, bisa dibilang bahwa Darwis merupakan keturunan orang terhormat.

Darwis sudah mempelajari agama sejak ia kecil. Ayah dan kakak-kakak iparnya yang juga seorang kiai lah yang mengajarkannya tentang Islam. Sikap Darwis yang kritis pun sudah ia tampakkan sejak ia menghadiri yasinan Pak Poniman, ayah temannya. Ia heran kenapa ada masyarakat mengadakan acara yasinan padahal tidak mampu, bahkan berhutang kepada rentenir. Bukankah Islam tidak pernah memberatkan umatnya seperti itu?

Untuk memperdalam ilmu agamanya, Darwis berangkat ke Mekkah. Sekaligus untuk menunaikan ibadah haji. Sepulang dari Mekkah, ia mendapatkan nama Ahmad Dahlan, pemberian seorang kiai. Sejak itu, Darwis berubah menjadi Dahlan.

Ketika berumur 21 tahun, Dahlan menikah dengan Siti Walidah yang juga sepupunya. Siti Walidah adalah perempuan yang sangat mendukung perjuangan Dahlan. Disini terasa sekali bagaimana peran Walidah dalam membesarkan hati suaminya ketika didera berbagai macam masalah.

Karena sikapnya yang suka mengkritisi tradisi-tradisi masyarakat Yogya, Dahlan dituduh sebagai kiai kafir. Apalagi ketika Dahlan mengajarkan agama dengan bermain biola yang dianggap seperti orang kafir. Langgar Kidul, tempat Dahlan biasa mengajar pun dirobohkan, lantaran Dahlan mengatakan bahwa masjid-masjid di Kauman kiblatnya menyimpang dari arah Ka'bah.

Organisasi Budi Utomo yang didirikan para pemuda STOVIA menginspirasi Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah. Tetapi, rekomendasi dari Budi Utomo rupanya tidak membuat Dahlan dapat dengan mudah mendirikan Muhammadiyah. Karena masih ada Kiai Penghulu Kamaludiningrat yang sempat berselisih paham dengan Dahlan.

Woooo, saya sebenarnya sudah lama ingin membaca novel ini. Tapi baru kesampaian. Sebagai warga Muhammadiyah, saya ingin mengetahui lebih jauh tentang tokoh pendiri organisasi ini. Ternyata sosok Ahmad Dahlan benar-benar seorang kiai yang sabar dan mencerahkan.

Kalau sudah baca novelnya, sekarang saatnya saya untuk menonton film Sang Pencerah. Semoga filmnya tidak mengecewakan karena biasanya novel selalu lebih bagus daripada filmnya :p

7 komentar:

  1. wii, aku merinding loh baca reviewnya.. ngga tahu kenapa, mungkin karena perjuangan ahmad dahlan yang bisa dibilang melawan orang-orang "buta" yg banyak jumlahnya, sedangkan dia cuma sendirian. well, worth to read sepertinya. Thanks for the review :)

    BalasHapus
  2. nah, kenapa jadi merinding? hehe.. tapi ceritanya memang sangat melibatkan emosi. Terlebih saat KH Ahmad Dahlan dituduh kafir oleh orang2 :(

    BalasHapus
  3. membaca jauh bikin lebih merinding.. tapi kadang suka crash dengan filmnya .. karena batasan dan perbedaan imajinasi setiap orang ..

    btw thanks reviewnya .. oh yah .aku sudah follow blog kk .. ditunggu follow baliknya

    BalasHapus
  4. salam kenal. perdana nih mampir ke sini. berasa maen ke perpustakaan deh.. hehehhe.

    mbak maya hobby bnget baca buku kyaknya, hobby yg bagus, smoga bisa menular ke saya. hehehe.

    oh iya saya baru sja beli bku ranah 3 warna mggu lalu, tp blum sempat dbaca. pas liat postingan mbak maya jadi pengen cepat2 bca tuh buku, kasian bukunya masih terpajang di lemari waiting list. hihihi.

    BalasHapus
  5. hmmm, reviewnya bener" 'ngena' banget... padahal saya belum pernah baca bukunya looh... :)

    BalasHapus
  6. @brigadirkopi : sudah aku folbek :)
    @tito : ayo di baca R3W nya. Seru lo! :p
    @Eks : makasih ya ;)

    BalasHapus
  7. wah..blognya bagus..bisa dapet banyak review buku yang bagus bagus..hehe
    aku jarang baca buku bagus, tapi bisa baca review-an dari blog ini.. :D
    thanks ya mbak maya.. ^^

    BalasHapus