Jumat, 11 Februari 2011

Ranah 3 Warna

Judul : Ranah 3 Warna
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2011
Halaman : 473

Setelah novel 'Negeri 5 Menara' sukses besar, A. Fuadi meneruskannya dengan Ranah 3 Warna. Buku kedua dari trilogi ini masih bercerita tentang Alif Fikri, seorang bujang dari Maninjau. Jika di N5M Alif menjadi santri di Pondok Madani, di R3W Alif sudah kuliah.

Dengan tekad ingin kuliah di universitas negeri, Alif berusaha untuk mendapat ijazah persamaan SMA dan belajar mati-matian agar lulus UMPTN. Cibiran dari sahabatnya sejak kecil, Randai tidak membuatnya patah semangat. Malah Alif ingin membuktikan bahwa ia akan bisa bersaing dengan temannya yang lulusan SMA dan anak saudagar kaya tersebut.

Perjuangan Alif tidak sia-sia. Berbekal mantra Man jadda wajada saja ternyata tidak cukup ampuh. Maka Alif menambah mantranya : Man shabara zhafira. Mantra tersebut diajarkan oleh Kiai Rais saat Alif masih di Pondok Madani, yang artinya 'siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil' dan 'siapa yang bersabar akan beruntung'. Akhirnya Alif berhasil masuk Unpad jurusan HI, walaupun tidak sesuai keinginannya di teknik penerbangan ITB.

Hidup Alif tidak berjalan semulus itu. Kematian ayahnya sangat membuat Alif terpukul. Menyebabkan ibunya yang hanya guru SD menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga yang harus membiayai kuliah Alif dan sekolah kedua adiknya. Sebagai anak sulung, Alif tidak ingin merepotkan ibunya dan ia berusaha mencari sendiri penghasilan mulai dari berdagang parfum, baju, jadi guru les privat, dan yang terakhir menjadi penulis.

Perjalanan Alif menjadi penulis sangat sulit. Alif digodok oleh Bang Togar, seniornya yang galak dan sangat disiplin. Alif mulai menulis untuk koran kampus, lokal, bahkan sampai nasional. Hasil dari menulis itu digunakannya untuk menghidupi kebutuhannya dan mengirimi ibu serta adik-adiknya di kampung. Masih dengan mantra yang sama, Alif terus bersabar walaupun Bang Togar melatihnya dengan benar-benar keras.

Sampai ia kuliah, Alif tidak pernah melupakan mimpinya yang pernah ia ucapkan bersama sahibul menara. Alif sangat ingin menginjak tanah Amerika walaupun ia tidak tahu caranya. Maka ketika Alif bertemu dengan seorang seniornya di bus kota, Alif mengetahui bahwa dengan mencari beasiswa ia bisa pergi keluar negeri secara gratis.

Dengan rajin Alif mencari tahu tentang beasiswa yang bisa mengantarkannya ke Amerika. Sampai suatu saat, ia mengikuti seleksi program pertukaran mahasiswa. Namun, lagi-lagi Randai menjadi saingannya. Apalagi saat itu Alif melihat Randai begitu dekat dengan Raisa, perempuan yang diam-diam disukai oleh Alif.

Berhasilkan Alif pergi ke tanah impiannya? Silahkan baca buku ini :p

6 komentar:

  1. lagi heboh juga ya ini buku? tapi belum sempet beli dan baca. Klo diliat2 kayanya bakal ada seri ketiganya ya?

    BalasHapus
  2. udah ngereview buku kedua ya...aku aja blum kesampaian baca yang pertama dan samapi sekarang masih menumpuk di rak...hehehe...reviewnya oke loh...

    BalasHapus
  3. salam persahabatan
    blog bagus
    salam kenal n sekalian izin follow ya
    terima kasih

    BalasHapus
  4. udah baca yang N5M,.. :)
    pengan juga baca yang ini tapi belum dapet-dapet (pinjeman, hehehe)... :(

    BalasHapus